Feeds:
Tulisan
Komentar

Negeri 5 Menara

menara

Dari covernya saja sudah mencuri perhatian. Coba lihat ada lima menara yang terlihat?! Menara apa sajakah?!? ;p

Setting buku ini perpaduan antara Padang-London-Jawa

Dimana kemerdekaan anak yang baru belajar punya cita-cita? Kenapa masa depan harus diatur orang tua? Itulah pemikiran awal Alif sewaktu Amaknya menyuruhnya sekolah di pesantren, dibandingkan ke sekolah negeri.

Orang pandai dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggallah negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahan, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Setiap orang minang yang saya kenal, pastilah punya jiwa seperti kata-kata di atas. Jiwa merantau. Tak terkecuali Alif si pemeran utama di novel ini. Berasal dari kampung di pinggir Danau Maninjau, Bayur namanya. Maninjau lebih dikenal orang luar karena lumayan populer sebagai kota asal Buya Hamka, ulama sastrawan karismatik yang tersohor.

Perbedaan antara RM yang ada di Lintas Sumatera dan Lintas Jawa adalah derajat pedasnya rendang. Semakin menjauh dari Padang semakin tidak pedas.

Dengan merantau ke tanah Jawa dan belajar di Pondok Madani, dia menemukan teman-teman selain urang awak. Ada Raja Lubis dari Medan yang gemar membaca, hobi utamanya membaca buku, atau tepatnya kamus tebal. Ada Said Jufri yang berasal dari Surabaya, walau berwajah Arab tapi medok suroboyoan. Kemudian ada Dumajid dari Sumenep. dan Terakhir ada Baso dari Goa yang ada di khusus bab RAHASIA BASO. “Hapalan hapalan… hanya hapalan Alquran inilah yang bisa aku berikan untuk membalas kebaikan mereka kepadaku. Aku ingin mereka punya jubah kemuliaan di depan Allah nanti.” begitu prinsip Baso.

Mereka disebut Sahibul Menara. Tepat di samping kanan Masjid Jami, menjulang menara yang dilhami arsitektur gaya Turki yang kokoh, efisien tanpa melupakan keindahan. Menara dipucuki oleh sebuah kubah metal yang mengkilap dan lancip ujungnya. Di leher kubah ini menyembul empat corong pengeras suara yang selalu setia mengabarkan panggilan shalat sampai berkilo-kilo meter jauhnya. Di menara itulah mereka sering berkumpul.

Banyak orang melihat bahwa pondok adalah buat anak yang cacat produksi. Baik karena tidak mampu menmbus sekolah umum dengan baik, atau karena salah gaul dan salah urus. Pondok dijadikan bengkel untuk memperbaiki yang rusak. Bukan dijadikan tempat untuk menyemai bibit unggul. Kehidupan mereka jauh dari anggapan tersebut.

Entah kenapa, orang Minang lebih suka mengirim anaknya sekolah ke Bandung daripada ke kota lain. Seperti ada love affair antara Minangkabau dan Tanah Parahiyangan. Entah kebetulan, di Minang juga ada wilayah yang disebut Pariangan. Tapi alasan praktisnya mungkin karena Bandung cukup dekat dan lebih murah. Yogya murah tapi jauh. Jakarta dekat tapi mahal. Saya juga sepaham dengan pemikiran di atas, ketika saya kuliah di UNPAD, teman sekelas ada lima yang asli Padang, belum lagi ada beberapa yang berdarah minang. Di kosan juga begitu, ada beberapa teman yang keturunan Minang. Bahkan sering ada plesetan UNPAD adalah Universitas Padang! =) Karena seringnya saya bergaul dengan teman-teman Padang, saya juga dikira orang Padang. Ya ampyun, muka dan suara saya apa kurang Jawa ya?! >.<

Di sini juga dibahas tentang suku-suku di Minang. Nama suku utama adalah Koto, Piliang, Bodi dan Chaniago. Lalu keempat suku ini beranak-pinak menjadi puluhan nama suku lain yang sangat variatif.

Beberapa quotes yang bermakna:

- Utlubul ilma walau bisshin, artinya; tuntulah ilmu walaupun ke Negeri Cina
Mari kita didekap penderitaan dan berjuang keras menuntut ilmu, supaya kita semakin kuat lahir dan batin.

-Bahasa asing adalah anak kunci jendela-jendela dunia.

-Beruntunglah kalian sebagai penuntut ilmu karena Tuhan memudahkan jalan kalian ke surga, malaikat membentangkan sayap buat kalian, bahkan penghuni langit dan bumi sampai ikan paus di lautan memintakan ampun bagi orang yang berilmu. Reguklah ilmu di sini dengan membuka pikiran, mata dan hati kalian.

-Mandirilah maka kamu akan jadi orang merdeka dan maju. I'timad ala nafsi, bergantung pada diri sendiri, jangan dengan orang lain. Cukuplah bantuan Tuhan yang menjadi anutanmu.

-Bersamalah yang menjadi semen dari pertemanan yang lekat.

-Going the extra miles. Tidak menyerah dengan kata-kata.

-Sejarah bukan seni bernostalgia, tapi sejarah adalah ibrah.

-Bahkan keajaiban-keajaiban bisa diciptakan dengan usaha-usaha tak kunjung menyerah.

-Sayidina Ali pernah bilang, ikatlah ilmu dengan mencatatnya. Proses mencatat itulah yang mematri kosa kata baru di kepala kita.

-Kata ikhlas bagai obat yang, yang merawat hati dan memperkuat raga.

man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Ceritanya memang belum selesai, karena buku ini terdiri trilogi. Kita tunggu saja lanjutannya.

(REVIEW) Serigala Terakhir

Dari awal film, kita akan disuguhi realitas kehidupan masyarakat bawah yang sumpek, semrawut dan berdesakkan. Juga diselipi sesekali mural, yang ini seperti film Jagad X Code.

Ini kisah tentang PERSAHABATAN yang dibalut darah-darahan. Entah kenapa, kalo saya perhatikan, setiap persahabatan DI film indonesia yang berlatar belakang persahabatan SESAMA LAKI-LAKI, selalu sukses karena kualitas cerita dan penggarapan filmnya. Contohnya saja, JOMBLO yang mengisahkan empat sahabat, MENGEJAR MATAHARI juga berkisah empat orang sahabat, kemudian ada CATATAN AKHIR SEKOLAH yang terdiri dari tiga sahabat. sebentar lagi yang akan menyusul adalah 5 CM.

Ternyata SADIS di film ini tidak sembarang, ada banyak makna,
ada tentang SADISnya kehidupan masyarakat bawah,
ada SADISnya dunia penjara,
ada juga SADISnya kehidupan lembah hitam
kemudian ada SADISnya sebuah kepentingan hingga memecahkan persahabatan.

Dari awal kita menonton sudah disuguhi kekerasan dan kekejaman. Jadi buat yang phobia darah, siap-siap sesering mungkin nutup mata.

Biasanya dalam sebuah FILM, yang dieksploitasi adalah cewek-cewek. Berbaju seksi, rok mini, make-up tebal, rambut lurus panjang.

Nah, kali ini coba perhatikan. Dari awal film, kita akan disuguhi cowok-cowok berbadan sixpack. Dijaminlah cewek-cewek yang nonton ini akan sering syok bahkan menjerit!! (>..<

para pemerannya adalah;
- Vino G.Bastian sebagai Jarot
- Fathir Muchtar sebagai Ale
- Reza Pahlevi sebagai Fatir
- Dallas Pratama sebagai Jago
- Dion Wiyoko sebagai Lukman
- Ali Syakieb sebagai Sadat

Dan…saya paling suka si Fatir a.k.a Reza Pahlevi. Si bisu yang bermata tajam. Omaygat, penjahat keren!! ;p

Vino adalah yang paling total. Gayanya dangdut abeesss!! Rambutnya bikin geli. Apalagi pas baru keluar dari penjara, tampak seperti di extension gitu deh… –"
Errr…sebenarnya saya nggak begitu suka Vino. Disetiap film karya Upi, Vino selalu jadi pemeran utama. Anak emaskah?! o_O

Yang disayangkan adalah:
- muka para pemeran utama wanitanya adalah para pemain sinetron, jadi kelihatan pasaran
- iklan utama: COCA COLA dkk bertebaran lumayan banyak, mungkin karena sponsor utama

Film ini sangat digarap serius,
propertinya total.

Mungkin saya tidak mereview sespoiler biasanya,
nonton aja lebih lanjut

1 kata buat film ini:
SADIS

Jangan kaget bila penonton akan sering mendengar kata: BAN***T dan A***NG

Pokoknya FILM ini saya rekomendasikan buat tontonan bulan ini.
Tapi….film ini cocoknya buat penonton 20 tahun ke atas ;p

kalimat yang paling mengena adalah SETIAP LAKI-LAKI HARUS MENJAGA KEHORMATAN KELUARGANYA

-SELAMAT MENONTON-S4

Isi :
Earth Is A Lonely Planet (Emmy Emanyza)
Dia… Tuhan! (Fajar Nugros)
Memotret Sejarah (Luckty Giyan Sukarno)
Tuhan Dan HambaNya (Dedo Dpassdpe)
Pulang (Melody Muchransyah)
Di Balik Sebuah Foto (Menur Widilaksmi)
Menunggu Bak (Luckty Giyan Sukarno)
Catatan Dari Padang (Rizki Januarsaputra)
Malaikat Bertongkat (Eni Setyaningsih)
Aku Mau Jadi Pahlawan (Galuh Parantri)
Untuk Wanita (Asyharul Fityan)
Surga Untuk Hati (Artasya Sudirman)
Wanita (Sitty Asiah)
Laila : Meja Nomor Tiga Puluh (Asyharul Fityan)
Hanabi (Chicko Handoyo Soe)
Aku, Lagu Cinta, dan Music Player (Faizal Reza)
Pangeran Impian Didi (Zadika Alexander)
Kura-Kura Terlambat (Faizal Reza)
Melepas Gia (Alvin Agastia Zirtaf)
Leaving Leon (Sitty Asiah)
Di Balik Pintu (Jia Effendie)
Liang (Dan Sapar)
Selamat Datang!! (Artasya Sudirman)
Hati Yang Tak Bisa Mati (Nina Josephina)
Berkawan Dengan Hujan (Pia Zakiyah)

Bonus: Original Soundtrack
Blue Summer – Hermes For Charity
Blue Summer – Someday Baby
Blue Summer – San Fransisco Bay

Seluruh hasil penjualan kompilasi cerpen digital HERMES FOR CHARITY akan disumbangkan untuk korban gempa di Padang, Sumatera Barat dan sekitarnya.

Cara pembelian :
1. Transfer Rp. 15.000,-** ke :

BCA KCP Proklamasi Depok
Nomor rekening. 661 040 947 2
a.n Alvin Agastia Zirtaf

2. Konfirmasikan pembayaran anda via email ke : hermesforcharity@gmail.com dengan format sebagai berikut :

Subject : Konfirmasi H4C
Isi: Nama (spasi) Tanggal & Bulan Transfer (Spasi) Jumlah Transfer (Spasi) Nama Bank (Spasi) No. Rekening (Spasi) Nama Pemilik Rekening

Contoh : Abdul Malik 0910 15000 BCA 123456789 Abdul Malik

Pembelian anda segera diproses dalam waktu selambat-lambatnya 1×24 jam, setelah itu link untuk mendownload produk akan dikirimkan via email.

Hormat kami dengan cinta,

The Hermes
Alvin Agastia Zirtaf – Artasya Sudirman – Asyharul Fityan
Chicko Handoyo Soe – Dan Sapar – Dedo Dpassdpe
Dwi Fitriyani – Eliana Candra – Emmy Emanyza – Eni Setyaningsih
Faizal Reza – Fajar Nugros – Galuh Parantri – Jia Effendie
Luckty Giyan Sukarno – Melody Muchransyah – Menur Widilaksmi
Nina Josephina – Pia Zakiyah – Rizki Januarsaputra
Sitty Asiah – Tiara Hermes – Zadika Alexander

——————————————-
* Produk yang dijual adalah file digital (.pdf) dan file musik (.mp3). Gambar yang ditampilkan hanya sebagai ilustrasi. Pembeli akan mendapatkan link untuk mendownload produk yang akan dikirimkan via email.

** Harga yang tercantum adalah harga minimum. Kompilasi ini dirilis untuk penggalangan dana. Harga maksimum bisa ditetapkan sendiri oleh pembeli.

demi bisa nonton The Tarix Jabrix 2,
saya rela pergi dari Metro (Lampung) menuju ke Jatinangor (Jawa Barat, Bandung Coret! :p)

dapet Tiket jam 21.45,
memang sengaja pengen nonton malem,
(walaupun jam segini, ternyata yang nonton rame bo!)

baiklah,
saya tidak akan menceritakan sinopsis ceritanya,
nanti seperti spoiler! :)

iklan bertebaran di mana-mana:
Class Mild:
-di mobil barang yang Desta jadi sopirnya
-di Tiang waktu TJ nongkrong di jalan raya
-di kardus waktu Cacing mau angkut-angkut barang mau ngekos
-di gerobak tukang gorengan yang pake helm
-di jalan
-di adegan TJ cs pas ketemu Bony cs

TEH GELAS:
-Di kosan (sering banget ini)
-Di kantin kampus

ada CIPAGANTI dan HONDA jugaaaaa….

sungguh iklannnya banyak sekali!!
setidaknya ada empat iklan tersebut yang terlihat oleh mata saya

para krunya pada nongol:
liat ni sutradaranya…IQBAL RAIS
(tampak gendut yaaa?!?)..hahaha…(Mbak Mia pintar mengurus suami)

sutradara muda ini (yang juga nikah muda, bentar lagi gendong anak loh! :p),
saya jamin bakal sukses dengan film terbarunya ini,
pasti bakal nembus SATU JUTA PENONTON!!

Dalam setahun (2008) Iqbal Rais,
seorang sutradara muda asuhan Hanung Bramantyo ini mampu membuat dua film.
Setelah sukses dengan The Tarix Jabrix 1-nya (yang ditonton sebanyak 903.603 orang –Kompas, 26 Oktober 2008-),
Hilman Mutasi dkk beraksi kembali dengan menyajikan tontonan yang segar dan mengelitik, namun tak sekedar tawa sesaat.

sungguh saya iri!! masih muda tapi sudah sukses! :)

ada juga RAYMOND PANG..
setelah sukses jadi tukang genteng di SI JAGO MERAH,
kini eksis di TJ 2 berperan menjadi tukang fotokopi
(lihat adegan bertemunya Ciko dan Lili)

eh,
Saiful Jamil a.k.a Hanung Bramantyo nongol lagi!!
(eksis om! :p)

sebagai anak perpus,
saya suka sekali adegan pas Coki dan Lala bertemu pertama kali,
settingnya tuh loh di PERPUSTAKAAN!!
halah-halah…gini nih jiwa pustakawin abiss!! :D

Rumahnya Tralala Trilili = Rumah Airin (Si Jago Merah) ?!?!?
(lihat review Si Jago Merah, klik di sini:
http://www.facebook.com/notes.php?id=1243844964&start=10#/note.php?note_id=40385957692)

kata-kata lucu:
-VEBI (vespa biru)
-what’s up menjadi waslap
-akhirnya dadang juga! (ini mah ada di TJ 1)
-cacingan deh lu!

The Changcuters: kok pada jerawatan ya?!? terlebih Erick
(kalo’ ga salah mulai syutingnya akhir februari)
coba tebak, siapa yang ga dapet pacar di TJ2?!?

Kata-kata bagus ni buat di inget:
-Hidup di Jakarta membuat orang egois
-Hidup di Jakarta terlalu bersaing
-Di Jakarta emang berat, ga manusiawi!
-Persahabatan bukan dalam ingatan, tapi dalam hati

Film yang ditunggu-tunggu di bulan Maret. Kambing Jantan: SEBUAH FILM PELAJAR BODOH. Kok rasanya CINTAKU BERAT DIONGKOS PACARAN ALA LDR lbh cocok ya?!?!

Bukan…bukan..
Bukan bermaksud membandingkan antara buku dan film.

Tapi, rasa kekonyolan di film kurang begitu greget. Padahal di awal film sudah pas. Namun, makin ke belakang, cerita yang dibahas bukan kekonyolan si Kambing. Justru percintaan segitiga antara Kambing, Kebo dan Ine.

Si Kebo yang terlalu posesif. Pacaran mahal ala telepon. Pokoknya lebih fokus ke tema hubungan jarak jauh a.k.a LDR.

Yang bikin lucu justru si Hariyanto yang susah d lafalkan menjadi Harimoto eh malah Ajinomoto, mahasiswa asal Kediri (yang ditunjukkannya lewat kaos yang dikenakannya: I LOVE KEDIRI). Edric Tjandra sangat pas membawakan peran ini. Nggak ngomong aja mukanya dah bikin ketawa. Muka Cina tapi berlogat Jawa.. ;p

Oya, pas di perpustakaan. Buku FINANCE, kan termasuk keuangan. Kok klasifikasinya 975?? Truuuusss..yang nyangkut ke buku lagi nih, ada adegan Kambing ngedudukin buku. Wah, ini mah pelecehan terhadap buku!?! (jjiiiaahhh…mentang-mentang anak perpus..hehe..)

Film ini rasanya lebih condong ke Cinta Brontosaurus (buku keduanya Raditya Dika). Ini menurutku loh….

PS:
Foto-foto ini diambil dari: http://kambingjantanthemovie.com

Perempuan Berkalung Sorban

Niat nonton pas edisi perdana, apa daya di Museum KAA dari pagi mpe sore, malemnya pulang selalu tepar. Alhasil, aku baru nonton hari sabtu (18 jan 09). Ini pun memaksa Resty Padang yg udh nonton duluan. Hhhmmm..lg beruntung, dapet pin ma kartu pos Perempuan Berkalung Sorban ;p

Jarang-jarang nonton malam minggu, males ramenya itu loh! Dan..emang bener rame! Ada sekitar 5 baris adalah rombongan bapak-ibu gitu. Kayaknya ni efek pasca AAC, membangkitkan minat orang datang ke Bioskop. Hal ini jg terjadi wktu nonton Doa Yang Mengancam (di barisan depan banyak bapak-bapak). Kayaknya nama Hanung udah jaminan para orang tua tersebut untuk nonton film ke bioskop.

PBS adalah salah satu dunia pararel perempuan. Narasi panjang perempuan mendapatkan hak-haknya. (PBS: Narasi Panjang Pembebasan Perempuan – Pikiran Rakyat, 14 Jan 09)

Film yang berdurasi 130 menit ini (lama loh bwt ukuran film Indonesia, tp wajar klo di liat jalan ceritanya) mencoba menghadirkan metafora bahwa pesantren bisa lebih buruk dari sebuah penjara.

Dalam salah satu scene. metafora tersebut dijabarkan lewat dialog Annisa kepada sejumlah srantriwati yang kabur dari pesantren. Santriwati ini kabur setelah buku bacaan yang disebut haram oleh pemilik pesantren dibakar.

Ketika di tangan Hanung, novel ini tidak hanya memberdayakan kaum perempuan saja. Tapi Hanung telah memvisualisasikan kisah tersebut sebagai sebuah drama yang memiliki daya pikat.

Namun terlepas dari kualitas filmnya, Hanung sepertinya harus waspada bahwa film ini telah membawanya pada permainan api bisa kapan saja menyulut kontroversi. (PBS:Bola Panas Dari Hanung Bramantyo – Republika, 14 Jan 09).

Ada satu adegan (adegan kaca….), ni mirip ma adegan di AAC (ni efek samping berulang kali nonton AAC gara-gara skripsi, mpe hapal adegan demi adegan! ;p). Oya, pas nikah backsoundnya jg mirip AAC (apa krn music directornya sama ya??). Lho, kok aku jadi banding-bandingin ma AAC?? ga bermaksud kok ;p

Satu lagi, keseringan adegan makan. Kayaknya lebih dari lima kali deh adegan dialog di meja makan.

(Lagi-lagi) Hanung nongol di filmnya sendiri. Jadi tukang pos ;p Sutradara satu ini lumayan sering nongol. Sebelumnya, Hanung pernah nongol di Lentera Merah dan Jomblo. Di The Tarix Jabrix juga pernah. (lho..lho..kok malah ngomongin sutradaranya?!? yg penting kan ga ngegosipin, pisss… ;p)

Yang aku suka adalah diselipkannya tentang pentingnya perpustakaan (halah, mentang-mentang anak perpus! ^-^). Wah, buat junior-juniorku yang belum USMAS, bisa nih buat di jadiin bahan skripsi (ya ampyun…nenek-nenek sindrom skripsi film nih!)

Walaupun skripsiku ttg AAC (yang telah mengantarkanku pd gelar sarjana), walaupun sutradara, penulis skenario dan beberapa kru lainnya sama dengan AAC (ya iyalah, mereka kan satu tim!^-^), setelah nonton ini kuakui aku lebih suka PBS. Lebih berisi. Lebih banyak makna dan pesan yang tersembunyi dalam film ini.

Rectoverso

Aku dah nyidam buku ini udah lama bgt, tiap ke palasari keabisan mulu sih! Akhirnya dpt jg sekitar 2 minggu yg lalu, ini jg nitip Tessa (thks, Tes! ;p)

Udah tau donk lagu MALAIKAT JUGA TAHU?? Msh da yg bingung apa maknanya?? Sipa yg dimaksud malaikat?? Baca aja, dijamin sedih! Ga disangka siapa yg disebut malaikat!?

PELUK jg dalem, aku paling suka kata-kata yg ini:
Hati adlh air. Baru mengalir jika menggulir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Ada gravitasi yang secara alamiah menggiringnya. Dan jika peristiwa jatuh hati diumpamakan air terjun, maka bersamamu aku sudah merasakan terjun, jumpalitan, lompat indah. Berkali-kali. Namun kanal hidup membawa aliran itu ke sebuah tempat datar, dan hatiku berhenti mengalir. Siapa yang mengatur itu? Aku pun tak tahu.

Dihalaman 29, ada AKU ADA yang dalam versi lagunya dinyanyikan Dee feat Arina Mocca. Aku paling suka lirik ini, ngena bgt!! (halah, curhat colongan!? ;p)
Percayakah kamu? Aku selalu ada. Ke dalam perasaan inilah engkau akan bermuara, ke dalam perasaan inilah engkau akan pulang dan bertemu aku lagi. Dan perasaan itu dapat engkau nikmati sekarang, di dalam hati. Tanpa perlu mati. Sekarang.

11 cerita yang mengena, kudu beli! ;p

Catan Hati Seorang Istri

Buku ini aku beli atas rekomendasi dari dosen pembimbingku waktu msh nyusun skripsi, buat nambah-nambah referensi, katanya. Makanya, buku ini sebenarnya bukan buku baru, yang aku beli pun udah cetakan kedelapan.

Susah jg nyari buku ini, di mana-mana abis. Akhirnya aku menemukan buku ini di toko buku kecil. Sayangnya, pas beli buku ini ada kejadian ga enak, penjualnya nanya2 poligami, bete, mentang2 beberapa buku yg aku beli ttg nikah2, ini kan demi skripsi, bukan ngebet kawin, hugs…

Isinya langsung aku baca habis dalam semalam. Paling suka ma judul SAYA TIDAK INGIN CEMBURU…, ya ampyun yg ini gila bgt!! Ini bisa disebut tragedi spongebob!!

Paling sedih tu yang PEREMPUAN ISTIMEWA DI HATI ABI AGIL. Ini ceritanya aku bgt, persis!! Bedanya, mungkin di akhir cerita. Papaku nikah lagi. Semua ada hikmahnya.

Pokoknya, buku ini bagus buat yang udah berkeluarga atau yang belum nikah juga cocok (seperti aku), biar tahu suka duka berkeluarga ;p

3 DOA 3 CINTA

Berkisah tentang kehidupan tiga anak santri, di Pondok Pesantren Al-Hakim, Bantul Yogyakarta.

Huda, yang diperankan oleh Nicholas Saputra selalu merindukan figur ibunya yang telah meninggalkannya ke pesantren sejak berumur 11 tahun.

Rian adalah seorang santri yang berasal dari Surabaya. Pemeran pendukung terbaik FFI 2008 kmrn dimainkan oleh Yoga Pratama. Terobsesi dengan handycam, hingga berujung pada suatu peristiwa. Tak rela saat ibunya menikah lagi, padahal saat bapaknya belum genap setahun meninggal. Sama nasib kita! Ada adegan saat dia ingin melampiaskan kemarahannya dengan mandi, mendinginkan otak, patut ditiru! ;p

Kemudian ada Syahid (Yoga Bagus) yang awal mulanya berambisi ingin jihad di jalan Allah. Syahid adalah contoh korban rakyat kecil, terdesak saat berurusan dengan uang.

Ada Donna Satelit (Dian Sastro) yang berperan sebagai penyanyi dang duth (sesuai tulisan di film ini) di pasar malem. Sayang, logat jawanya kurang medok (menurutku loh….)

Kata-kata yg kusuka:
1. Kalau gini gimana mau maju?? Kalau mau maju ya baca buku (halah, mentang2 aku anak perpus! ;p)
2. Bagaimanapun ibumu, surga itu tetap di telapak kaki ibu. Kita harus tetap menghormatinya. (hmmm…jd kangen mama!)

Adegan lucu:
1. Saat subuh, ada santri yang ketiduran
2. Mereka bertiga suka mengintip Romonya yg sedang ….
3. Saat Zainal dituduh keluyuran, gara2 tragedi baju merah kotak2 ^-^

Di sini juga ada tentang poligami, sodomi, jihad, dlll.

Tiga doa, tiga cinta.
Mereka punya impian dan harapan yang berbeda…

Maryamah Karpov

mk1

Ayah juara satu seluruh dunia, , arsitek kasih sayang yang tak pernah bicara, selalu mampu mengubah hal-hal sederhana menjadi memesona.

Aku bersumpah akan ke sekolah setinggi-tingginya, ke negeri mana pun, apapun rintangannya, apa pun yang terjadi, demi ayahku.

Aku seperti terbimbing invinsible hand, tangan yang tak tampak

Bukan main dangdut India

Biduan bergoyang, hatiku bimbang

Kemarin sore masih berjaya

Hari ini sehelai sepinggang

Bang Zaitun, adalah bukti nyata akibat poligami

Lihatlah aku, aku anak sungai, bumi, api dan anginmu, pulang, pulang untukmu.

Sakit gila nomor sebelas: ingin jadi jagoan seperti dalam film.

Sakit gila nomor tiga puluh: merasa dirinya seperti Dewa Marduk pujaan kaum sesat Babilonia, bisa menghidupkan orang mati.

Mereka kesatria di tanah nan peduli. Medali harus dikalungkan di leher mereka.

Para penganggur bertempur setiap hari melawan pesimis yang menggerogoti pelan-pelan, waktu yang hamper habis, kesempatan yang kian tipis, saingan yang makin ganas, kepercayaan diri yang merosot, dan harga diri yang longsor, pertempuran dalam perang yang terlupakan.

Pelajaran moral nomor enam belas, yaitu diperlukan penyelidikan paling tidak tujuh tahun, untuk benar-benar tahu bahwa seorang pria bukan bajingan.

Pelajaran moral nomor tujuh belas: jika anda berencana poligami, jangan memelihara ayam.

Hidup untuk memberi, memesona, seperti mengubah kata menjadi puisi.

Cinta buta telah berubah jadi halusinasi, penyakit gila nomor dua puluh dua.

Sakit gila nomor empat puluh satu: keranjingan manggung.

Sakit gila nomor tiga puluh delapan: membiarkan diri ditipu kacamata.

Keajaiban akan muncul bagi orang yang berani mengambil resiko untuk mencoba hal-hal yang baru.

Cinta rupanya dapat menisbat waktu, hingga tak berarti.

Cinta, bisa saja berbanding terbalik dengan waktu, tapi pasti berbanding lurus dengan gila.

BAB favorit:

1. Mozaik 5: Fine by Me, Kins

Mengingatkan saat sidang skripsi ;p

2. Mozaik 29: Dua Alis Naik tiga kali

Badanku panas dingin. Ada yang tak beres dalam mulutku, di belakang, sebelah kiri. Ketika meludah, merah. Gigi yang tak diundang, tumbuh disitu. Betapa murah hati Tuhan, dalam usia dewasa ini, aku masih diberi gigi. Sayangnya, dapat dikatakan, berdasarkan pendapat awamku, tak ada lagi tempat di gusiku untuk kelebihan gigi itu. Tapi ia ngotot, menyeruak, menabrak gusi yang rapat menudunginya. Tak ada masalah dengan geraham yang gagah perkasa itu, tapi gusinya luka. (Huaa….ini persis pengalamnku kmrn sblm semingu hari-H wisuda, dasyat luar biasa sakitnya!)

Aku emang sengaja nggak mereview tentang bukunya secara detail,

Biar penasaran ^-^

Bgmn dengan kamu??

Tulisan Sebelumnya »