Feeds:
Tulisan
Komentar

Review Bukan Malin Kundang

Nontonnya sih udah dari seminggu yang lalu. Berhubung mati listrik selama 8 hari, saya baru sempat memposting sekarang. Itu juga di tagih ma istrinya sutradara, Mbak Mia. Trus di tagih juga ma sutradaranya, Mas Iqbal. Maaf ya telat… =)

****

Openingnya ibarat bak cerita rakyat tentang Malin Kundang di Ranah Minang. Dibuat secara kartun. Bernuansa Minang. Anak yang dikutuk karena durhaka ibunya.

Nah, kalo di Bukan Malin Kundang, bukan anaknya yang dikutuk, justru ibunya lah yang kena kutukan. Apa sebab??

Ryan (diperankan Ringgo Agus Rahman). Tipikal mahasiswa pemalas. Kalo belum di bangunin ama nyokapnya berkali-kali belum beranjak juga dari tempat tidur. Pindah sana. Pindah sini. Ngulet sana. Ngulet Sini. Apa-apa yang ngurusin nyokap. Nyuci baju. Masakin. Semua nyokap. Broken home.

Ado (diperankan Desta 80’s). Mahasiswa yang kecanduan bokep. Yeah, cowok-cowok sekarang (hampir) semuanya doyan kan?? Nyokap bokapnya hobi banget buat anak alias adik-adiknya banyak banget.

Untuk Ringgo dan Desta. Hmmm..tampaknya mereka terspesialisasi dengan peran komedi. Dan juga jadi tokoh andalan di film sang sutradaranya. Liat saja di film sebelumnya, Si Jago Merah.

Luna. Punya orangtua yang protektif. Musti diingetin minum susu, makan vitamin, de el el. Masih dinggap kayak anak keci. Seperti zaman anak kuliahan sekarang, di dalam lingkungan keluarga sok manis, sok patuh, sok rajin. Bilangnya ngerjain tugas di rumah teman. Sibuk belajar kelompok. Padahal di luar….??? Ya ya ya..banyak banget loh tipe mahasiswi yang kayak gini. Untung-untung gak berunjung haml!! >.<

Sissy Precillia memerankan dengan apik. Mempunyai ciri khas, gayanya yang cuek. Tampaknya dia selalu mencoba peran-peran yang berbeda. Coba saja tengok peran sebelumnya di Romeo dan Juliet Indonesia.

Aming. Kayaknya dia emang lagi laris manis deh tahun ini. Coba aja, dari Get Married 2, Perjaka Terakhir, XXL hingga di penghujung Desember, dalam film ini memerankan Nenek Rapiah. Jadi nenek-nenek loh bukan jadi perempuan jadi-jadian C:

Kelinci madu. Seperti gadis-gadis ababil eh abegeh pada umumnya. Manja dan matre. Kelinci madu adalah pacarnya Ryan. Wedew, maaf loh ya saya nggak tau nama yang jadi pemerannnya =)

Sutradaranya, Iqbal Rais. Eksis bener dah! Baik di FTV maupun FILM garapan sendiri, gak ketinggalan nongol loh! Tapi kalo di film ini, gak hanya sutradaranya aja yang muncul, kru-kru yang lain juga ada. Apalagi pas sesi syuting iklan REG KUTUK ala Ki Joe Bodo, ada berapa kru asli di sana?? ^-^

Komedi-komedinya juga lumayan up date. Masalah BB-BBan juga dibahas, kayak yang imbasnya jadi sok asyik sendiri juga mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Hayooo…yang punya BB pasti efek sampingnya gitu kan?? ;p

ada Ado yang berantem dengan tukang cendol saat pencarian Nenek Rapiah. Pembeli adalah raja. Mana ada raja beli cendol?? Abang tukang cendol malah asyik up date status. Tuh…hati-hati yang demen kenalan di fesbuk, sapa tau yang diajak kenalan ternyata tukang cendol!?!

Mobil Ado dan Patung ibunya Ryan digondol maling. Dari sinilah konflik dimulai. Ryan menyalahkan Luna karena tidak bisa menjaga ibunya. Hingga akhirnya musti menebus Patung Ibunya Ryan yang ditemukan di Toko Antik sebesarnya 35 Juta. Mereka hanya mampu membayar dengan uang 15 juta, laptop, dua BB, 1 HP. Masih kurang 3.500.500,00.

Bergaya ala video Marshanda-lah yang paling bikin ngakak. Si penulis skenarionya kok kepikiran ya buat scene ini?? hehehe..

Sebenarnya film ini mengingatkan FTVnya pak sutradara, yang berjudul Putri Tonggos. Intinya tentang kutukan. Jangan sembarang menghina orang. Ternyata ceritanya jauh berbeda.

Seperti di film-fim sebelumnya; The Tarix Jabrix 1, Si Jago Merah dan The Tarix Jabrix 2. Racikan antara sutradara, Iqbal Rais dan penulis skenarionya, Hilman Mutasi selalu menghasilkan komedi yang bermutu. Komedi yang hanya bukan sekedar mengocok perut, tapi mampu menyelipkan pesan di dalam cerita.

Hargailah Ibumu, begitulah pesan yang disampaikan dalam film ini.

REVIEW Sang Pemimpi

Semua berawal dari mimpi. Kita akan diajak menelesuri kehidupan Ikal semasa SMA, bersama Arai dan Jimbron.

Arai adalah sebatang pohon kara di tengah padang karena hanya tinggal ia sendiri dari satu garis keturunan keluarganya. Orang Melayu menyebutnya Simpai Keramat.

Arai pada Nurmala, tak ubahnya Jimbron pada kuda. Di film, nama panggilan Nurmala berganti menjadi Zakia.

Buat yang udah baca atau nonton Laskar Pelangi, pasti bertanya-tanya siapakah Arai?? Padahal diceritakan bahwa Arai sudah bersama Ikal sedari kecil. Oke, ini mungkin PR buat pengarang semenjak bukunya keluar.

Setiap Taikong Hamim menjadi imam salat jamaah dan tiba pada bacaan akhir Al-Fatihah: “Whalad dholiiiiiin…”, Maka Arai langsung menyambut dengan lolongan seperti serigala mengundang kawin. “Aaaaammmmmmmmiiiiiiiiiinnnn….”. Kejadian ini bakal berlanjut di buku ketiga, Edensor.

Biola dan Nurmi. Ibunya, Maryamah Karpov yang menjadi judul buku keempatnya, dibahas bermula dari sini.

Alur cerita melambat di saat pertengahan film. Padahal saya menunggu adegan Ikal, Arai dan Jimbron yang dihukum gara-gara menonton si Carik Merah. Kedatangan Pangeran Mustika Raja Brana juga tidak ditampilkan.

Inilah adegan yang ditunggu-tunggu. Arai bernyanyi untuk Zakia. Mungkin maksudnya biar terlihat wajar, When I Fall in Love diganti mejadi lagu Melayu. Hadoohh..saya lupa judul lagunya!?!

Di akhir cerita, Arai dan Ikal sama-sama kuliah di UI dan mendapat beasiswa melanjutkan kuliah ke Sorbone, Perancis. Sedikit berbeda dengan bukunya, Arai kuliah di Kalimantan dan baru bertemu Ikal saat wawancara beasiswa.

Kata-kata Bijak:
Maka berkelanalah di atas muka bumi ini untuk menemukan mozaikmu
Kesulitan..Seluruh kesulitan dalam hidup ini adalah bagian dari suatu tatanan yang sempurna dan sifat yang paling pasti dari system tata surya ini. –Pierre Simon de Laplace-
Yang kita butuhkan adalah orang-orang yang mampu memimpikan sesuatu yang tak pernah diimpikan siapa pun. –John F. Kennedy-
Tak semua yang dapat dihitung, diperhitungkan, dan tak semua yang diperhitungkan, dapat dihitung!! –Albert Einstein-
Masa muda, masa yang berapi-api!! –Haji Rhoma Irama-

Dalam film garapan Riri Reza dan Mira Lesmana kali ini, saya menemukan selipan produk; Blue Band dan Khong Guan.

Sebenarnya saya tidak mau membandingkan antara buku dan film. Buku dan film adalah dua media yang berbeda. Film, saya lebih menyukai Laskar Pelangi. Buku, saya lebih menyukai Sang Pemimpi.

Jika di Laskar Pelangi kita akan mengobarkan semangat meraih ilmu , maka di Sang Pemimpi akan menghadirkan artinya seorang ayah dalam hidup kita; “Ayah juara satu seluruh dunia.” dan meraih mimpi; “Tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati …”

NB:
Review Laskar Pelangi: http://luckty.multiply.com/reviews/item/25

@MirLes: Dalam 1 minggu #SANGPEMIMPI mencapai 1 juta penonton! My sincere thank you for your support and enthusiasm :)

(REVIEW) Perahu Kertas Bagikan

Kugy Karmachameleon a.k.a Kugy Alisa Nigroho. Kugy adalah saya banget!! Coba, dia sangat suka baca. Seperti predator di hutan rimba, ia memburu para penyewa nakal dengan sepeda mininya, hingga mereka tersudut dan tidak ada cara lain agar berhenti dikejar-kejar selain mengembalikan buku. Suatu hari ia bukan hanya seorang kolektor buku dongeng. Ia akan menulis dongengnya sendiri, kendati jalan yang ditempuhnya harus berputar-putar.

Nah, dia juga suka makan, tapi kurus (saya banget juga ini!! ;p) Kugy bilang, “Ususku di mana-mana. Kalau tanganku dibelek, ketemunya juga usus.” Selain narik becak dan gali kubur, pekerjaan menghayal dan menulis ternyata juga butuh asupan kalori tinggi. Kalau Kugy disebut punya ular boa di perutnya, saya disebut punya naga karena nggak bisa kenyang! >.<

Keenan. Err..ini seperti adik saya yang pertama. Suka seni, bedanya kalau Keenan suka melukis. Adik saya suka graffiti. Di kehidupan Keenan, kita akan diajak menelusuri antara garis minat, cita-cita dan keinginan orangtua.

Sekolah Alit mengingatkan saya akan Rumah Mandalawani, di Desa Nagrek. Sewaktu kuliah, tiga teman saya: Acep, Ima dan Mira merintis rumah bacaan ini. Kalau saya sih cuma jadi penggembira :D Di sekolah Alit inilah tercetus buku Jenderal Pilik dan Pasukan Alit yang nantinya merupakan benang merah antara Keenan dan Kugy.

Dee bilang, buku ini salah satunya diinspirasi dari komik Pop Corn, karya Yoko Shoji. Pop Corn merupakan komik serial cantik pertama yang saya baca dan satu-satunya yang membuat saya menangis tersedu-sedu sewaktu membacanya. Walaupun saya tidak punya koleksinya, -dulu meminjam di penyewaan buku-, saya punya komik side-storynya: Okita in Memory. Ojos, Ludhe, Remi, Noni, dan Eko. Itulah beberapa nama yang menghiasi kehidupan mereka.

Kugy serasa mendapat tamparan keras sewaktu Keenan mengkritik cerpennya. Dalam dongengnya ia bercerita untuk memuaskan dirinya sendiri, sementara dalam cerpennya ia bercerita untuk memuaskan orang lain. Sejak itulah Kugy menulis sesuai hati dan pikirannya.

Germis, wangi tanah kena hujan, kopi dan pisan. Wah ini saya juga suka!! Dulu, setiap saya pulang ke rumah, di Lampung. Hal yang selalu saya lakukan adalah menghirup bahkan mengendus tanah yang tersiram hujan. Rasanya tidak ada duanya. Sangat alami!! C:

Oke, saya tidak akan cerita panjang lebar lagi. Ntar makin spoiler deh! Mungkin yang kurang adalah kurang digambarkan kehidupan kampus dan keseharian kuliah Keenan dan Kugy. Kemudian, sebagai mahasiswa yang pernah kuliah lima tahun di Bandung –Jatinangor, Bandung coretlah- saya kurang merasakan setting Bandungya, hanya BIP yang sering dijadikan setting. Oya, penjilidannya kurang bagus. Kepada Penerbit Bentang, tolong penjilidannya lebih rekat lagi, biar nggak khawatir bacanya ^-^

Neptunus, semua nelayan yang sedang mencari arah akan diberi petunjuk oleh bintang di langit. Semoga dia menemukan bintangnya dan kembali menemukan jalannya pulang.

Beberapa quotes di buku ini:
-Nasi bisa dibeli, tapi rasa percaya? Seluruh uang di dunia ini tidak cukup untuk membelinya. Uang memang tidak akan pernah jadi ukuran. Rasa percaya dan uang ada di dimensi yang sama sekali lain.
-Tulisan baru bermakna kalau ada yang baca.
-kekosongan, siapa pun tidak akan bisa memulai sesuatu.
-Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan.
-Tidak mudah menjadi bayang-bayang orang lain. Lebih baik, tunggu sampai hatinya sembuh dan memutuskan dalam keadaan jernih. Tanpa baying-bayang siapapun.
-Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar hitam yang kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar.
-Siapa pun yang cuma modal bodi doang, nggak bakalan lama. Ini kan zaman inner beauty.
-Menjadi diri sendiri itu memang paling enak.
-Ketidaktahuan adalah awal yang baik. Segala Sesuatu diawali dengan tidak tahu, ikuti saja…
-Bintang yang sama takkan pernah kembali untuk yang kedua kali.
-Ikuti saja kata hati kamu. Kemana pun itu. Hati tak bisa bohong.
-Bagaimana kita bisa tahu kapan waktunya untuk menyerah, dan kapan waktunya untuk bertahan?
-Hidup ini sudah diatur. Kita tinggal melangkah. Sebingung dan sesakit apapun, semua sudah disiapkan bagi kita. Kamu tinggal merasakan saja.
- Secerdas-cerdasnya otak kamu, nggak mungkin bisa dipakai untuk mengerti hati. Dengerin aja hati kamu.

Berputar menjadi sesuatu yang bukan kita, demi bisa menjadi diri kita lagi.

Negeri 5 Menara

menara

Dari covernya saja sudah mencuri perhatian. Coba lihat ada lima menara yang terlihat?! Menara apa sajakah?!? ;p

Setting buku ini perpaduan antara Padang-London-Jawa

Dimana kemerdekaan anak yang baru belajar punya cita-cita? Kenapa masa depan harus diatur orang tua? Itulah pemikiran awal Alif sewaktu Amaknya menyuruhnya sekolah di pesantren, dibandingkan ke sekolah negeri.

Orang pandai dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggallah negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahan, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Setiap orang minang yang saya kenal, pastilah punya jiwa seperti kata-kata di atas. Jiwa merantau. Tak terkecuali Alif si pemeran utama di novel ini. Berasal dari kampung di pinggir Danau Maninjau, Bayur namanya. Maninjau lebih dikenal orang luar karena lumayan populer sebagai kota asal Buya Hamka, ulama sastrawan karismatik yang tersohor.

Perbedaan antara RM yang ada di Lintas Sumatera dan Lintas Jawa adalah derajat pedasnya rendang. Semakin menjauh dari Padang semakin tidak pedas.

Dengan merantau ke tanah Jawa dan belajar di Pondok Madani, dia menemukan teman-teman selain urang awak. Ada Raja Lubis dari Medan yang gemar membaca, hobi utamanya membaca buku, atau tepatnya kamus tebal. Ada Said Jufri yang berasal dari Surabaya, walau berwajah Arab tapi medok suroboyoan. Kemudian ada Dumajid dari Sumenep. dan Terakhir ada Baso dari Goa yang ada di khusus bab RAHASIA BASO. “Hapalan hapalan… hanya hapalan Alquran inilah yang bisa aku berikan untuk membalas kebaikan mereka kepadaku. Aku ingin mereka punya jubah kemuliaan di depan Allah nanti.” begitu prinsip Baso.

Mereka disebut Sahibul Menara. Tepat di samping kanan Masjid Jami, menjulang menara yang dilhami arsitektur gaya Turki yang kokoh, efisien tanpa melupakan keindahan. Menara dipucuki oleh sebuah kubah metal yang mengkilap dan lancip ujungnya. Di leher kubah ini menyembul empat corong pengeras suara yang selalu setia mengabarkan panggilan shalat sampai berkilo-kilo meter jauhnya. Di menara itulah mereka sering berkumpul.

Banyak orang melihat bahwa pondok adalah buat anak yang cacat produksi. Baik karena tidak mampu menmbus sekolah umum dengan baik, atau karena salah gaul dan salah urus. Pondok dijadikan bengkel untuk memperbaiki yang rusak. Bukan dijadikan tempat untuk menyemai bibit unggul. Kehidupan mereka jauh dari anggapan tersebut.

Entah kenapa, orang Minang lebih suka mengirim anaknya sekolah ke Bandung daripada ke kota lain. Seperti ada love affair antara Minangkabau dan Tanah Parahiyangan. Entah kebetulan, di Minang juga ada wilayah yang disebut Pariangan. Tapi alasan praktisnya mungkin karena Bandung cukup dekat dan lebih murah. Yogya murah tapi jauh. Jakarta dekat tapi mahal. Saya juga sepaham dengan pemikiran di atas, ketika saya kuliah di UNPAD, teman sekelas ada lima yang asli Padang, belum lagi ada beberapa yang berdarah minang. Di kosan juga begitu, ada beberapa teman yang keturunan Minang. Bahkan sering ada plesetan UNPAD adalah Universitas Padang! =) Karena seringnya saya bergaul dengan teman-teman Padang, saya juga dikira orang Padang. Ya ampyun, muka dan suara saya apa kurang Jawa ya?! >.<

Di sini juga dibahas tentang suku-suku di Minang. Nama suku utama adalah Koto, Piliang, Bodi dan Chaniago. Lalu keempat suku ini beranak-pinak menjadi puluhan nama suku lain yang sangat variatif.

Beberapa quotes yang bermakna:

- Utlubul ilma walau bisshin, artinya; tuntulah ilmu walaupun ke Negeri Cina
Mari kita didekap penderitaan dan berjuang keras menuntut ilmu, supaya kita semakin kuat lahir dan batin.

-Bahasa asing adalah anak kunci jendela-jendela dunia.

-Beruntunglah kalian sebagai penuntut ilmu karena Tuhan memudahkan jalan kalian ke surga, malaikat membentangkan sayap buat kalian, bahkan penghuni langit dan bumi sampai ikan paus di lautan memintakan ampun bagi orang yang berilmu. Reguklah ilmu di sini dengan membuka pikiran, mata dan hati kalian.

-Mandirilah maka kamu akan jadi orang merdeka dan maju. I'timad ala nafsi, bergantung pada diri sendiri, jangan dengan orang lain. Cukuplah bantuan Tuhan yang menjadi anutanmu.

-Bersamalah yang menjadi semen dari pertemanan yang lekat.

-Going the extra miles. Tidak menyerah dengan kata-kata.

-Sejarah bukan seni bernostalgia, tapi sejarah adalah ibrah.

-Bahkan keajaiban-keajaiban bisa diciptakan dengan usaha-usaha tak kunjung menyerah.

-Sayidina Ali pernah bilang, ikatlah ilmu dengan mencatatnya. Proses mencatat itulah yang mematri kosa kata baru di kepala kita.

-Kata ikhlas bagai obat yang, yang merawat hati dan memperkuat raga.

man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Ceritanya memang belum selesai, karena buku ini terdiri trilogi. Kita tunggu saja lanjutannya.

(REVIEW) Serigala Terakhir

Dari awal film, kita akan disuguhi realitas kehidupan masyarakat bawah yang sumpek, semrawut dan berdesakkan. Juga diselipi sesekali mural, yang ini seperti film Jagad X Code.

Ini kisah tentang PERSAHABATAN yang dibalut darah-darahan. Entah kenapa, kalo saya perhatikan, setiap persahabatan DI film indonesia yang berlatar belakang persahabatan SESAMA LAKI-LAKI, selalu sukses karena kualitas cerita dan penggarapan filmnya. Contohnya saja, JOMBLO yang mengisahkan empat sahabat, MENGEJAR MATAHARI juga berkisah empat orang sahabat, kemudian ada CATATAN AKHIR SEKOLAH yang terdiri dari tiga sahabat. sebentar lagi yang akan menyusul adalah 5 CM.

Ternyata SADIS di film ini tidak sembarang, ada banyak makna,
ada tentang SADISnya kehidupan masyarakat bawah,
ada SADISnya dunia penjara,
ada juga SADISnya kehidupan lembah hitam
kemudian ada SADISnya sebuah kepentingan hingga memecahkan persahabatan.

Dari awal kita menonton sudah disuguhi kekerasan dan kekejaman. Jadi buat yang phobia darah, siap-siap sesering mungkin nutup mata.

Biasanya dalam sebuah FILM, yang dieksploitasi adalah cewek-cewek. Berbaju seksi, rok mini, make-up tebal, rambut lurus panjang.

Nah, kali ini coba perhatikan. Dari awal film, kita akan disuguhi cowok-cowok berbadan sixpack. Dijaminlah cewek-cewek yang nonton ini akan sering syok bahkan menjerit!! (>..<

para pemerannya adalah;
- Vino G.Bastian sebagai Jarot
- Fathir Muchtar sebagai Ale
- Reza Pahlevi sebagai Fatir
- Dallas Pratama sebagai Jago
- Dion Wiyoko sebagai Lukman
- Ali Syakieb sebagai Sadat

Dan…saya paling suka si Fatir a.k.a Reza Pahlevi. Si bisu yang bermata tajam. Omaygat, penjahat keren!! ;p

Vino adalah yang paling total. Gayanya dangdut abeesss!! Rambutnya bikin geli. Apalagi pas baru keluar dari penjara, tampak seperti di extension gitu deh… –"
Errr…sebenarnya saya nggak begitu suka Vino. Disetiap film karya Upi, Vino selalu jadi pemeran utama. Anak emaskah?! o_O

Yang disayangkan adalah:
- muka para pemeran utama wanitanya adalah para pemain sinetron, jadi kelihatan pasaran
- iklan utama: COCA COLA dkk bertebaran lumayan banyak, mungkin karena sponsor utama

Film ini sangat digarap serius,
propertinya total.

Mungkin saya tidak mereview sespoiler biasanya,
nonton aja lebih lanjut

1 kata buat film ini:
SADIS

Jangan kaget bila penonton akan sering mendengar kata: BAN***T dan A***NG

Pokoknya FILM ini saya rekomendasikan buat tontonan bulan ini.
Tapi….film ini cocoknya buat penonton 20 tahun ke atas ;p

kalimat yang paling mengena adalah SETIAP LAKI-LAKI HARUS MENJAGA KEHORMATAN KELUARGANYA

-SELAMAT MENONTON-S4

Isi :
Earth Is A Lonely Planet (Emmy Emanyza)
Dia… Tuhan! (Fajar Nugros)
Memotret Sejarah (Luckty Giyan Sukarno)
Tuhan Dan HambaNya (Dedo Dpassdpe)
Pulang (Melody Muchransyah)
Di Balik Sebuah Foto (Menur Widilaksmi)
Menunggu Bak (Luckty Giyan Sukarno)
Catatan Dari Padang (Rizki Januarsaputra)
Malaikat Bertongkat (Eni Setyaningsih)
Aku Mau Jadi Pahlawan (Galuh Parantri)
Untuk Wanita (Asyharul Fityan)
Surga Untuk Hati (Artasya Sudirman)
Wanita (Sitty Asiah)
Laila : Meja Nomor Tiga Puluh (Asyharul Fityan)
Hanabi (Chicko Handoyo Soe)
Aku, Lagu Cinta, dan Music Player (Faizal Reza)
Pangeran Impian Didi (Zadika Alexander)
Kura-Kura Terlambat (Faizal Reza)
Melepas Gia (Alvin Agastia Zirtaf)
Leaving Leon (Sitty Asiah)
Di Balik Pintu (Jia Effendie)
Liang (Dan Sapar)
Selamat Datang!! (Artasya Sudirman)
Hati Yang Tak Bisa Mati (Nina Josephina)
Berkawan Dengan Hujan (Pia Zakiyah)

Bonus: Original Soundtrack
Blue Summer – Hermes For Charity
Blue Summer – Someday Baby
Blue Summer – San Fransisco Bay

Seluruh hasil penjualan kompilasi cerpen digital HERMES FOR CHARITY akan disumbangkan untuk korban gempa di Padang, Sumatera Barat dan sekitarnya.

Cara pembelian :
1. Transfer Rp. 15.000,-** ke :

BCA KCP Proklamasi Depok
Nomor rekening. 661 040 947 2
a.n Alvin Agastia Zirtaf

2. Konfirmasikan pembayaran anda via email ke : hermesforcharity@gmail.com dengan format sebagai berikut :

Subject : Konfirmasi H4C
Isi: Nama (spasi) Tanggal & Bulan Transfer (Spasi) Jumlah Transfer (Spasi) Nama Bank (Spasi) No. Rekening (Spasi) Nama Pemilik Rekening

Contoh : Abdul Malik 0910 15000 BCA 123456789 Abdul Malik

Pembelian anda segera diproses dalam waktu selambat-lambatnya 1×24 jam, setelah itu link untuk mendownload produk akan dikirimkan via email.

Hormat kami dengan cinta,

The Hermes
Alvin Agastia Zirtaf – Artasya Sudirman – Asyharul Fityan
Chicko Handoyo Soe – Dan Sapar – Dedo Dpassdpe
Dwi Fitriyani – Eliana Candra – Emmy Emanyza – Eni Setyaningsih
Faizal Reza – Fajar Nugros – Galuh Parantri – Jia Effendie
Luckty Giyan Sukarno – Melody Muchransyah – Menur Widilaksmi
Nina Josephina – Pia Zakiyah – Rizki Januarsaputra
Sitty Asiah – Tiara Hermes – Zadika Alexander

——————————————-
* Produk yang dijual adalah file digital (.pdf) dan file musik (.mp3). Gambar yang ditampilkan hanya sebagai ilustrasi. Pembeli akan mendapatkan link untuk mendownload produk yang akan dikirimkan via email.

** Harga yang tercantum adalah harga minimum. Kompilasi ini dirilis untuk penggalangan dana. Harga maksimum bisa ditetapkan sendiri oleh pembeli.

demi bisa nonton The Tarix Jabrix 2,
saya rela pergi dari Metro (Lampung) menuju ke Jatinangor (Jawa Barat, Bandung Coret! :p)

dapet Tiket jam 21.45,
memang sengaja pengen nonton malem,
(walaupun jam segini, ternyata yang nonton rame bo!)

baiklah,
saya tidak akan menceritakan sinopsis ceritanya,
nanti seperti spoiler! :)

iklan bertebaran di mana-mana:
Class Mild:
-di mobil barang yang Desta jadi sopirnya
-di Tiang waktu TJ nongkrong di jalan raya
-di kardus waktu Cacing mau angkut-angkut barang mau ngekos
-di gerobak tukang gorengan yang pake helm
-di jalan
-di adegan TJ cs pas ketemu Bony cs

TEH GELAS:
-Di kosan (sering banget ini)
-Di kantin kampus

ada CIPAGANTI dan HONDA jugaaaaa….

sungguh iklannnya banyak sekali!!
setidaknya ada empat iklan tersebut yang terlihat oleh mata saya

para krunya pada nongol:
liat ni sutradaranya…IQBAL RAIS
(tampak gendut yaaa?!?)..hahaha…(Mbak Mia pintar mengurus suami)

sutradara muda ini (yang juga nikah muda, bentar lagi gendong anak loh! :p),
saya jamin bakal sukses dengan film terbarunya ini,
pasti bakal nembus SATU JUTA PENONTON!!

Dalam setahun (2008) Iqbal Rais,
seorang sutradara muda asuhan Hanung Bramantyo ini mampu membuat dua film.
Setelah sukses dengan The Tarix Jabrix 1-nya (yang ditonton sebanyak 903.603 orang –Kompas, 26 Oktober 2008-),
Hilman Mutasi dkk beraksi kembali dengan menyajikan tontonan yang segar dan mengelitik, namun tak sekedar tawa sesaat.

sungguh saya iri!! masih muda tapi sudah sukses! :)

ada juga RAYMOND PANG..
setelah sukses jadi tukang genteng di SI JAGO MERAH,
kini eksis di TJ 2 berperan menjadi tukang fotokopi
(lihat adegan bertemunya Ciko dan Lili)

eh,
Saiful Jamil a.k.a Hanung Bramantyo nongol lagi!!
(eksis om! :p)

sebagai anak perpus,
saya suka sekali adegan pas Coki dan Lala bertemu pertama kali,
settingnya tuh loh di PERPUSTAKAAN!!
halah-halah…gini nih jiwa pustakawin abiss!! :D

Rumahnya Tralala Trilili = Rumah Airin (Si Jago Merah) ?!?!?
(lihat review Si Jago Merah, klik di sini:

http://www.facebook.com/notes.php?id=1243844964&start=10#/note.php?note_id=40385957692)

kata-kata lucu:
-VEBI (vespa biru)
-what’s up menjadi waslap
-akhirnya dadang juga! (ini mah ada di TJ 1)
-cacingan deh lu!

The Changcuters: kok pada jerawatan ya?!? terlebih Erick
(kalo’ ga salah mulai syutingnya akhir februari)
coba tebak, siapa yang ga dapet pacar di TJ2?!?

Kata-kata bagus ni buat di inget:
-Hidup di Jakarta membuat orang egois
-Hidup di Jakarta terlalu bersaing
-Di Jakarta emang berat, ga manusiawi!
-Persahabatan bukan dalam ingatan, tapi dalam hati

Film yang ditunggu-tunggu di bulan Maret. Kambing Jantan: SEBUAH FILM PELAJAR BODOH. Kok rasanya CINTAKU BERAT DIONGKOS PACARAN ALA LDR lbh cocok ya?!?!

Bukan…bukan..
Bukan bermaksud membandingkan antara buku dan film.

Tapi, rasa kekonyolan di film kurang begitu greget. Padahal di awal film sudah pas. Namun, makin ke belakang, cerita yang dibahas bukan kekonyolan si Kambing. Justru percintaan segitiga antara Kambing, Kebo dan Ine.

Si Kebo yang terlalu posesif. Pacaran mahal ala telepon. Pokoknya lebih fokus ke tema hubungan jarak jauh a.k.a LDR.

Yang bikin lucu justru si Hariyanto yang susah d lafalkan menjadi Harimoto eh malah Ajinomoto, mahasiswa asal Kediri (yang ditunjukkannya lewat kaos yang dikenakannya: I LOVE KEDIRI). Edric Tjandra sangat pas membawakan peran ini. Nggak ngomong aja mukanya dah bikin ketawa. Muka Cina tapi berlogat Jawa.. ;p

Oya, pas di perpustakaan. Buku FINANCE, kan termasuk keuangan. Kok klasifikasinya 975?? Truuuusss..yang nyangkut ke buku lagi nih, ada adegan Kambing ngedudukin buku. Wah, ini mah pelecehan terhadap buku!?! (jjiiiaahhh…mentang-mentang anak perpus..hehe..)

Film ini rasanya lebih condong ke Cinta Brontosaurus (buku keduanya Raditya Dika). Ini menurutku loh….

PS:
Foto-foto ini diambil dari: http://kambingjantanthemovie.com

Perempuan Berkalung Sorban

Niat nonton pas edisi perdana, apa daya di Museum KAA dari pagi mpe sore, malemnya pulang selalu tepar. Alhasil, aku baru nonton hari sabtu (18 jan 09). Ini pun memaksa Resty Padang yg udh nonton duluan. Hhhmmm..lg beruntung, dapet pin ma kartu pos Perempuan Berkalung Sorban ;p

Jarang-jarang nonton malam minggu, males ramenya itu loh! Dan..emang bener rame! Ada sekitar 5 baris adalah rombongan bapak-ibu gitu. Kayaknya ni efek pasca AAC, membangkitkan minat orang datang ke Bioskop. Hal ini jg terjadi wktu nonton Doa Yang Mengancam (di barisan depan banyak bapak-bapak). Kayaknya nama Hanung udah jaminan para orang tua tersebut untuk nonton film ke bioskop.

PBS adalah salah satu dunia pararel perempuan. Narasi panjang perempuan mendapatkan hak-haknya. (PBS: Narasi Panjang Pembebasan Perempuan – Pikiran Rakyat, 14 Jan 09)

Film yang berdurasi 130 menit ini (lama loh bwt ukuran film Indonesia, tp wajar klo di liat jalan ceritanya) mencoba menghadirkan metafora bahwa pesantren bisa lebih buruk dari sebuah penjara.

Dalam salah satu scene. metafora tersebut dijabarkan lewat dialog Annisa kepada sejumlah srantriwati yang kabur dari pesantren. Santriwati ini kabur setelah buku bacaan yang disebut haram oleh pemilik pesantren dibakar.

Ketika di tangan Hanung, novel ini tidak hanya memberdayakan kaum perempuan saja. Tapi Hanung telah memvisualisasikan kisah tersebut sebagai sebuah drama yang memiliki daya pikat.

Namun terlepas dari kualitas filmnya, Hanung sepertinya harus waspada bahwa film ini telah membawanya pada permainan api bisa kapan saja menyulut kontroversi. (PBS:Bola Panas Dari Hanung Bramantyo – Republika, 14 Jan 09).

Ada satu adegan (adegan kaca….), ni mirip ma adegan di AAC (ni efek samping berulang kali nonton AAC gara-gara skripsi, mpe hapal adegan demi adegan! ;p). Oya, pas nikah backsoundnya jg mirip AAC (apa krn music directornya sama ya??). Lho, kok aku jadi banding-bandingin ma AAC?? ga bermaksud kok ;p

Satu lagi, keseringan adegan makan. Kayaknya lebih dari lima kali deh adegan dialog di meja makan.

(Lagi-lagi) Hanung nongol di filmnya sendiri. Jadi tukang pos ;p Sutradara satu ini lumayan sering nongol. Sebelumnya, Hanung pernah nongol di Lentera Merah dan Jomblo. Di The Tarix Jabrix juga pernah. (lho..lho..kok malah ngomongin sutradaranya?!? yg penting kan ga ngegosipin, pisss… ;p)

Yang aku suka adalah diselipkannya tentang pentingnya perpustakaan (halah, mentang-mentang anak perpus! ^-^). Wah, buat junior-juniorku yang belum USMAS, bisa nih buat di jadiin bahan skripsi (ya ampyun…nenek-nenek sindrom skripsi film nih!)

Walaupun skripsiku ttg AAC (yang telah mengantarkanku pd gelar sarjana), walaupun sutradara, penulis skenario dan beberapa kru lainnya sama dengan AAC (ya iyalah, mereka kan satu tim!^-^), setelah nonton ini kuakui aku lebih suka PBS. Lebih berisi. Lebih banyak makna dan pesan yang tersembunyi dalam film ini.

Rectoverso

Aku dah nyidam buku ini udah lama bgt, tiap ke palasari keabisan mulu sih! Akhirnya dpt jg sekitar 2 minggu yg lalu, ini jg nitip Tessa (thks, Tes! ;p)

Udah tau donk lagu MALAIKAT JUGA TAHU?? Msh da yg bingung apa maknanya?? Sipa yg dimaksud malaikat?? Baca aja, dijamin sedih! Ga disangka siapa yg disebut malaikat!?

PELUK jg dalem, aku paling suka kata-kata yg ini:
Hati adlh air. Baru mengalir jika menggulir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Ada gravitasi yang secara alamiah menggiringnya. Dan jika peristiwa jatuh hati diumpamakan air terjun, maka bersamamu aku sudah merasakan terjun, jumpalitan, lompat indah. Berkali-kali. Namun kanal hidup membawa aliran itu ke sebuah tempat datar, dan hatiku berhenti mengalir. Siapa yang mengatur itu? Aku pun tak tahu.

Dihalaman 29, ada AKU ADA yang dalam versi lagunya dinyanyikan Dee feat Arina Mocca. Aku paling suka lirik ini, ngena bgt!! (halah, curhat colongan!? ;p)
Percayakah kamu? Aku selalu ada. Ke dalam perasaan inilah engkau akan bermuara, ke dalam perasaan inilah engkau akan pulang dan bertemu aku lagi. Dan perasaan itu dapat engkau nikmati sekarang, di dalam hati. Tanpa perlu mati. Sekarang.

11 cerita yang mengena, kudu beli! ;p

Tulisan Sebelumnya »