Aku dan Mira (dan kadang-kadang jg bersama power rangers yg lain, walupun mereka tumbang satu persatu) mempunyai suatu kebiasaan rutin: MENIKMATI SENJA bersama bakso tusuk. Yup, bakso tusuk yg saosnya cpt menggairahkan lidah dan merontokkan perut. Aku sering blg: ”Sekali2 gpp lah”. Itulah org Indonesia, mudah memaafkan perbuatan sendiri. Nyatanya hampir tiap hari beli. Justru karena bakso tusukklah, kami menikmati senja, bercakap-cakap ttg kehidupan; rumah, skripsi, masa depan, impian, cita-cita, harapan. Percakapan di suatu senja menjadi ajang pelepas lelah stlh seharian meregang nyawa bersama tumpukan-tumpukan buku (yg makin hari bukannya berkurang, malah bertambah). Senja menjadi saksi aku (dan Mira) selama empat bulan terakhir ni, detik-detik aku dan (lagi-lagi) Mira hrs segera meninggalkan gelar mahasiswa, untuk meraih gelar yg lain

kita adalah pecinta senja (walaupun kadang aku merasa penat menunggunya). Tapi sering senja bersamamu adalah sebuah awal bagi pagi kita yang lain. tidak semua orang bisa menikmati seperti apa yang kita rasakan.
hingga azan maghrib pun menjelang ..
mungkin karna kita telah menjadikan diri sebagai sesuatu yang berbeda dan melencengkan raga dari arus biasa ..
masihkah kau bersedia menikmati senja bersamaku?
karena senja selalu menjadi saksi kita…