Buku ini aku beli waktu pas ada bedah bukunya di Gramedia cab. Merdeka. Dari dua puluh satu cerita, semuanya berisi kisah andy masa lalu dan di akhir cerita setiap judulnya dikaitan dengan tema Kick Andy. Isinya dibawakan seperti kita menulis catatan harian, ringan dan mengalir.
BUKU. ini judul favoritku. Diceritakan bahwa Andy sangat menggilai buku. “Suatu ketika nanti, jika mampu, saya akan membeli buku sebanyak-banyaknya”, Ujarnya. Akupun juga begitu, walaupun sering dikatakan sinobis oleh seorang teman, aku menutup telinga. Bukannya tanpa alasan, aku sering gelap mata membeli buku, prinsipku, mumpung di Bandung, coba kalau balik ke Lampung. Cari buku susahnya minta ampun!
Saat membaca judul KANKER, cerita ini mengingatkanku pada mama yg telah tiada. Ceritanya mirip dengan Kakaknya Andy. Mirip, bahkan persis. Tentang jiwa yang digerogoti kanker payudara, yang berujung pada kematian. Pesan yang bisa di ambil dari kisah ini, kita tidak boleh menyerah walaupun kematian sudah di ujung mata..
Cerita tentang GURU, aku juga pernah mengalaminya. Pas SMP kelas 1, guru Fisika menyuruh aku dan teman-teman untuk les dengannya. Ternyata, setiap ulangan, anak-anak yang les dengannya, selalu di beri bocoran soal ulangan sebelum hari-H. Kejadian ini terulang saat kelas 2 SMA. Guru Matematikaku, yang juga wali kelasku ini kelakuannya mirip guru Fisikaku SMP, dengan skandal yang sama; menganakemaskan murid-murid yang les dengannya. Mungkin itulah salah satu faktor aku kerap mengatakan benci IPA. Aku menceritakan kejadian ini pada mama, yang juga guru SD selama lebih dari 25 tahun. Dia pernah bilang: “Jangan lihat labelnya sebagai guru, lihat dia sebagai manusia biasa.”. Kata-kata itu terekam dalam ingatanku. Memandang orang jangan melihat dia sebagai apa, tapi mengapa dia seperti itu. Dan..Andy ternyata berpikiran tak jauh berbeda: Sekarang jika ada guru yang melakukan ‘kesalahan’, saya tidak semata-mata melihat apa yang mereka lakukan, tetapi mencoba memahami mengapa mereka melakukannya.
Yang menyentuh, adalah bagian cerita TALI CINTA. Lagi-lagi, yang dialami Andy, aku juga pernah mengalaminya. Di bagian ini, Andy berontak dan memusuhi ibunya sampai bertahun-tahun lamanya akibat cerita masa lalu, yang semuanya karena cinta. Aku merasakan ini setahun kebelakang, ketika papa menikah lagi, aku merasa beliau mengingkari janjinya dengan mama. Aku merasa saat beliau memutuskan menikah lagi, berarti melupakan mama. Aku juga pernah bertanya padanya: Apakah bila di ruang hati ada yang baru, akan melupakan ruang-ruang yang lama?? Apakah sudah tidak berarti lagi ruang-ruang yang lain, meskipun ruang-ruang itu kecil?? Papa menjawab, “Di dalam hati tidak hanya terdapat satu ruang, ruang yang sudah terisi tidak mungkin bisa digantikan yang baru, ruang akan tetap ada dan selalu ada.” Hmm…ternyata hidup tak semudah yang kita bayangkan. Semuanya butuh proses untuk memahami dan menerimanya.
KATA HATI juga bagus. Ceritanya mungkin terdengar egois. Yup, bagaimana tidak terdengar egois bila kita sangat berpendirian keras pada prinsip kita, sekalipun orang menyepelekan kita. Andy menulis di akhir cerita ini: tidak seorang pun berhak menentukan masa depan kita selain diri kita sendiri. Ikutilah kata hatimu.
Aku nilai lima bintang buat buku ini, kudu wajib beli karena banyak memuat pesan untuk semangat menjalani hidup.

nice posting … salam kenal dari bandung
makasih,
salam kembali…. ^-^