Rumah adalah semesta manusia. Semesta adalah rumah manusia. Suka atau tidak suka, manusia berumah dalam semesta, menjadikan rumah & semesta sebagai dunianya & tiada tempat lain ke mana ia bs pergi jika tidak bisa hidup di dalamnya. (Seno Gumiro Ajidarma-”Aku kesepian, sayang”)
Jam sudah menunjukkan pukul 00.47 WIB, jemariku masih menari di atas keyboard hitam. Epson C90 pun masih bising mengeluarkan lembar demi lembar skripsiku. Kadang, aku jadi nggak enak ma anak-anak kosan yang tertidur lelap, terganggu oleh teriakan printer ini. Maafkan aku teman…
Daripada aku bengong nungguin hasil print-an yang lumayan lama (buanyak!), mending aku nulis-nulis (makanya hasilnya nggak jelas gini?!)
Hmmm…lima hari lagi aku mudik. Lima hari lagi?? Bagiku itu serasa cepat. Aku sampai bingung membagi waktu antara magang, ngerjain skripsi, bimbingan. Pokoknya aku pulang BAB 3 harus udah beres, biar lebaran nggak kepikiran!
“Kau tak dapat menghindari waktu. Kau dapat menghindari para Raja dan Kaisar dan mungkin Tuhan, tapi kau tak dapat menghindari sang waktu. Waktu mengikuti setiap langkah kita, karena segala sesuatu di luar kita terbenam dalam kesementaraan ini.” (Misteri Soliter-Jostein Gaarder)
Huaa….rasanya tidur adalah paling indah yang kudambakan saat ini. Saur nanti pun rasanya berat banget! Belum cucian plus setrikaan menumpuk. Semuanya harus selesai sebelum pulang. Hugs…
Nggak sabar pengen pulang ke rumah; nggak sabar pengen ngerasain selimut tweety kesayangan yang biasanya kalo’ aku nggak di rumah cuma di simpen di lemari; nggak sabar makan gurame bakar, terong bakar (mantab!), sambel terasi, sayur asem (coba ada mama…)
Biasanya dua minggu sebelum lebaran aku pasti udah pulang. Udah heboh duluan mudik, sekalipun ada UTS, tetep aja bela-belain pulang. Tapi, lebaran kali ini beda. Kenapa? Karena ini mungkin tahun kelimaku puasa di Jatinangor. Jadi rasanya nggak seheboh dulu. Mungkin juga karena mikirin skripsi yang nggak beres-beres. Yang paling mempengaruhi sih karena mau nonton Laskar Pelangi dulu. Daripada nangis darah ketinggalan nonton!? (ini mah lebay! J). Oh sebegitu addictnya aku ma Laskar Pelangi?? Entahlah…
Memang, sejauh-jauhnya kita merantau. Suatu hari kita pasti ingat rumah. Teman-teman Padang’ers udah pada balik ke rumah (daripada kena tiket yang mencekik!). Si bude pun udah berangkat ke Medan (Edan, pulang balik 3 juta bo!), Ivo pun nggak pernah pulang ke Kalimantan. Seharusnya aku bersyukur tiap lebaran masih bisa pulang, cuma nyebrang doang, nyampek deh! Lebaran kali ini aku pulang tanpa naik Kramat Jati ato Pahala Kencana, aku mencoba naik putus-putus a.k.a. mengeteng. Bisa liat laut nih!
“Segala rasa dan hal-hal yang kita tahan dan coba lupakan, semakin kita jauhkan, akan semakin dekat di hati. Jika kita berada di pengasingan, kita akan selalu mengenang setiap serpihan memori dari tanah kelahiran kita.” (Eleven Minutes-Paulo Coelho)
Hah…udah jam 01.30 aja, gila ni printer lama juga kerjanya. Mungkin juga karena banyak banget ‘kali yaa?? 104 halaman nih!
Udah nggak loading nih…
Mataku udah lima watt…
