
Ayah juara satu seluruh dunia, , arsitek kasih sayang yang tak pernah bicara, selalu mampu mengubah hal-hal sederhana menjadi memesona.
Aku bersumpah akan ke sekolah setinggi-tingginya, ke negeri mana pun, apapun rintangannya, apa pun yang terjadi, demi ayahku.
Aku seperti terbimbing invinsible hand, tangan yang tak tampak
Bukan main dangdut India
Biduan bergoyang, hatiku bimbang
Kemarin sore masih berjaya
Hari ini sehelai sepinggang
Bang Zaitun, adalah bukti nyata akibat poligami
Lihatlah aku, aku anak sungai, bumi, api dan anginmu, pulang, pulang untukmu.
Sakit gila nomor sebelas: ingin jadi jagoan seperti dalam film.
Sakit gila nomor tiga puluh: merasa dirinya seperti Dewa Marduk pujaan kaum sesat Babilonia, bisa menghidupkan orang mati.
Mereka kesatria di tanah nan peduli. Medali harus dikalungkan di leher mereka.
Para penganggur bertempur setiap hari melawan pesimis yang menggerogoti pelan-pelan, waktu yang hamper habis, kesempatan yang kian tipis, saingan yang makin ganas, kepercayaan diri yang merosot, dan harga diri yang longsor, pertempuran dalam perang yang terlupakan.
Pelajaran moral nomor enam belas, yaitu diperlukan penyelidikan paling tidak tujuh tahun, untuk benar-benar tahu bahwa seorang pria bukan bajingan.
Pelajaran moral nomor tujuh belas: jika anda berencana poligami, jangan memelihara ayam.
Hidup untuk memberi, memesona, seperti mengubah kata menjadi puisi.
Cinta buta telah berubah jadi halusinasi, penyakit gila nomor dua puluh dua.
Sakit gila nomor empat puluh satu: keranjingan manggung.
Sakit gila nomor tiga puluh delapan: membiarkan diri ditipu kacamata.
Keajaiban akan muncul bagi orang yang berani mengambil resiko untuk mencoba hal-hal yang baru.
Cinta rupanya dapat menisbat waktu, hingga tak berarti.
Cinta, bisa saja berbanding terbalik dengan waktu, tapi pasti berbanding lurus dengan gila.
BAB favorit:
1. Mozaik 5: Fine by Me, Kins
Mengingatkan saat sidang skripsi ;p
2. Mozaik 29: Dua Alis Naik tiga kali
Badanku panas dingin. Ada yang tak beres dalam mulutku, di belakang, sebelah kiri. Ketika meludah, merah. Gigi yang tak diundang, tumbuh disitu. Betapa murah hati Tuhan, dalam usia dewasa ini, aku masih diberi gigi. Sayangnya, dapat dikatakan, berdasarkan pendapat awamku, tak ada lagi tempat di gusiku untuk kelebihan gigi itu. Tapi ia ngotot, menyeruak, menabrak gusi yang rapat menudunginya. Tak ada masalah dengan geraham yang gagah perkasa itu, tapi gusinya luka. (Huaa….ini persis pengalamnku kmrn sblm semingu hari-H wisuda, dasyat luar biasa sakitnya!)
Aku emang sengaja nggak mereview tentang bukunya secara detail,
Biar penasaran ^-^
Bgmn dengan kamu??
diksi nya emang tetep no wahid…
tapi MK tuh mnrt sy ga semeaning LP,SP,edensor….
MK nya cuma dabahas secuil.
knp judulnya ga pencarian cinta ikal???hehehe
he eh,
judulnya ga nyambung ma isinya ;p
huwaaaaaaaaaa
ak lum dapat bukunya-
baru lihat2 doank d internet-
huh jadi pnasaran bgt ne-
kasih tau lanjutannya dunk-
susah cari buku2 baru d kampungku-hikz2
aku udah baca…….terharu……bahagia…….mengesankan…..apalgi ketika lintang se jenius itu datang lagi……jg arai simpai keramat itu bahagia dgn zakiah nurmala………namun sayang walu ikal udah ketemu ama a ling….d mo nikah tapi jadi ikal nikah ato ngga blom tau…..ending tergantung neh…penasaran…..
btw, salam kenal
ketua karmun…
diumumin mati sama mahmudin pelupa
hahahah , lucu bagt