Uncategorized

(REVIEW) Catatan Parno PNS Gila

Bertekad setelah lulus kuliah harus pulang kampung. Karena pernah janji dengan diri sendiri, jika bukan kita sapa lagi yang mau membangun tempat kota kelahiran?!? Jjiiiaaahhh…kesannya sok idealis banget. Tapi memang begitulah cita-cita, meskipun itu butuh proses yang tidak instan.

Tepat setahun lulus, gayung bersambut. Tahun 2010, di CPNSD ada formasi buat jurusan perpustakaan sebanyak 10 orang. Sedangkan di Metro hanya saya satu-satunya yang kuliah jurusan perpustakaan. (Saya pernah nanya di kantor jurusan untuk kelas reguler, gak ada kakak kelas yang dari Lampung. Adik kelas, itu pun beda dua tingkat dari saya ada yang dari Bandar Lampung, bukan Metro. Baru ada adik kelas dari Metro angkatan 2009 yang ternyata anaknya bapak yang bekerja di Perpus Kampus :p)

Keterlaluan banget kan kalo saya gak ambil kesempatan ini. Mungkin orang liatny gampang. Padahal mau daftar aja udah penuh cobaan. Ijazah yang selama ini saya pakai buat melamar cuma legalisir scan, bukan legalisir basah. DITOLAK. Dan saya hanya punya kesempatan 3 hari untuk memperbaikinya. Okelah, gampang kalo kampusnya cuma ditempuh 1-2 jam. Lha, ini harus nyebrang pulau. Dan nanya ma orang kampus, katanya Dekan ke Luar Negeri. Untunglah di kampus lagi ada wisuda, jadi si bapak Dekan pulang. Berangkat dari Lampung sore, tepat hujan deras. Di daerah Bakauheni, busnya hampir masuk jurang. Selain karena jalanan licin, ada pengendara motor yang sembrono banget di jalan. Sampe sana siang, Pak Dekan ternyata ada jam di Kampus lain dan gak mungkin diganggu. Kesempatan tinggal terakhir. Besok harus ketemu. Udah nunggu dari pagi. Pak Dekan baru ada di kampus menjelang sore. Itu pun saya langsung pulang ke Lampung. Hampir ditinggal ama bus Kramat Jati, karena (lagi-lagi) hujan deras yang mengakibatkan jalanan Bandung macet. Paginya, menjelang subuh bus sampai di Bakauheni. Normalnya jam 7an udah nyampe Metro. Ternyata jalanan macet total puluhan kilo; ada perbaikan jalan, kerusuhan antar desa, dan kecelakaan beruntun tiga kendaraan. Otomatis bus yang dinaiki dan (puluhan bus dan truk lainnya) gak bergerak sampai jam 9. Jalanan dialihkan, gak lewat Bandar Lampung. Seumur-umur baru kali ini dari Bakauheni muter lewat Labuhan Maringgai (Lampung Tengah). Sekitar jam setengah empatan sampai Metro. Gak mandi, gak cuci muka langung ke BKD yang tutup jam 4 teng! Legaaa…banget rasanya waktu dapet nomer ujian. Dan baru nyadar dari berangkat ampe pulang ke Metro lagi, perut belum kemasukan nasi sebutir pun… @_@

Ternyata ada seorang PNS yang menuliskan kesehariannya menjadi PNS di http://pnsgila.wordpress.com

(Detik-detik menjelang interview CPNS)

“Dari mana, Mas?”

Tanya gue kepada mas-mas di sebelah.

“Dari WC, Mas. Grogi nih, pengen pipis melulu,” jawab dia sotoy.

Gue melonggo kaya kadal ijo.

“Maksud gue, dari mana asalnya, Mas?” tanya gue rada kesel.

Ngapain juga gue nanya pipisnya dia. (>_

“Eh maaf, dari Palembang, Mas,” jawab dia mesem.

Itulah salah satu penggalan dalam buku ini. Dan masih banyak lagi kisah-kisah konyol lainnya yang dialami penulis mulai dari tes hingga suka dukanya bekerja di salah satu instansi pemerintah. Yang bikin ngakak di BAB #3 Temuan “Fosil” di Kantor ama BAB #10 Canggih Canggung. Kayaknya hampir semua pada ngalamin ini deh! 😀

Bagi sebagian besar masyarakat kita beranggapan jika menjadi PNS pasti hidupnya aman nyaman damai sentosa sejahtera. Padahal, kalo dari segi gaji, jauh lebih besar jika bekerja di swasta. Buktinya, hape saya cuma Nokia 1661 yang fungisnya cuma bisa sms dan nelpon, berangkat dan pulang pun masih naik angkot (ini mah karna gak bisa naek motor! :p) Gak ada perubahan drastis dibandingin kerjaan yang dulu, tetep aja yang diurus buku-buku. PNS bukanlah segalanya, PNS maupun swasta sama saja jika kita bekerja dengan hati dan sesuai bidang (>,^)

Oya, ada terjadi kesalahan yang sebenarnya sepele tapi bisa berakibat fatal. Tidak konsekuensi dalam penulisan judul. Di cover dan halaman pertama (yang merupakan peletakan judul sebuah buku) tertulis catatan, sedangkan di halaman kolasi (halaman yang berisi data sebuah buku, seperti judul, penulis, penerbit, dll) dan Katalog Dalam Terbitan (KDT) tertulis catetan. Lha, yang bener catatan ato catetan?!? @_@

Dalam KDT, juga ganjil. Nomor klasifikasinya tertulis 895. Dalam buku Dewey Decimal Classification (DDC), 895 adalah penomoran buku untuk tema kesusastraan di Asia Timur dan Asia Tenggara. Sebagai pustakawan, menurut saya cocok jika dimasukkan ke nomor 920.71: Biografi pria atau 818: Aneka ragam penulisan Indonesia. Mungkin dua kritik dari saya ini bisa dipertimbangkan di cetakan berikutnya.

Abis baca ini jadi mikir, pengen juga buat tulisan kayak gini. Soalnya banyaaaakkkk banget kejadian yang dialami saat jadi (C)PNS meskipun baru seumur jagung! :p

Penulis bisa dihubungi:

Email : uyung95@yahoo.com

Website : http://pnsgila.wordpress.com

Twitter : http://twitter.com/UyungPNSgila

Keterangan Buku:

Judul : Catatan Parno PNS Gila

Penulis : Uyung Haflan

Penyunting : Sheenta Chan

Pendesain Sampul: Angga Priatna

Penata Letak : Fabian

Illustrator : Angga Priatna (sampul), Indra Fauzi (isi)

Penerbit : PT. WahyuMedia

Terbit : 2011

ISBN : 979-795-421-8

1 thought on “(REVIEW) Catatan Parno PNS Gila”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s