Uncategorized

(REVIEW) Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya

Ini buku kedua tentang ajaran Buddha yang saya baca. Sebelumnya adalah Buddha, tulisan Karen Amstrong. Meskipun ini ditulis seorang biksu, tulisan-tulisan yang disuguhkan mencakup kehidupan kita sehari-hari. Ajaran pokok Buddha adalah Empat Kebenaran Mulia: Kebahagiaan, Sebab Kebahagiaan, Hilangnya Kebahagiaan, dan Sebab Hilangnya Kebahagiaan.

Hidup adalah serangkaian cerita yang saling berjalinan, bukannya sekumpulan konsep. Berikut sebelas menu yang terdiri puluhan kisah/cerita yang menggetarkan hati:

1. 1. Kesempurnaan dan Kesalahan

Cerita Dua Batu Jelek menjadi opening yang membuka hati. Batu jelek ibarat sebuah cacat/kesalahan. Mata kita hanya terfokus pada kekeliruan yang kita buat. Semua yang kita lihat adalah kesalahan, dan kita mengira yang ada hanyalah kekeliruan semata, karenanya kita ingin menghancurkannya. Tahapan tersulit dari perjalanan untuk bebas dari rasa bersalah adalah meyakinkan diri kita adalah bahwa kita layak untuk dimaafkan.

1. 2. Cinta dan Komitmen

Kisah hubungan antara si penulis dengan ayahnya sungguh menyentuh:

“Nak, apa pun yang kamu lakukan dalam hidupmu, ketahuilah, pintu hatiku akan selalu terbuka untukmu.”

Kita harus selalu bersyukur atas kekurangan-kekurangan pasangan kita, karena jika sedari awal mereka tidak memiliki kekurangan-kekurangan itu, mereka sudah akan menikah dengan orang lain yang jauh lebih baik daripada kita. JLEEBBB!! 😀

1. 3. Rasa Takut dan Rasa Sakit

Jika rasa bersalah itu seperti memandang tembok bata masa lalu kita dan hanya melihat dua bata jelek saja, maka ketakutan itu seperti menerawang tembok bata masa depan kita dan hanya melihat apa yang bisa saja jadi salah. Saat kita terbutakan oleh rasa takut, kita tak dapat melihat adanya kemungkinan bahwa bagian tembok lainnya bisa saja merupakan tembok yang sempurna. Masa depan penuh dengan kemungkinan yang tak terbatas. Ketika kita terfokus pada kemungkinan yang tak menguntungkan, itulah yang disebut ketakutan. Bila kita berfokus pada kemungkinan sebaliknya, yang biasanya lebih disukai, itulah yang disebut bebas dari rasa takut.

Rasa takut adalah mencari-cari kesalahan dengan masa depan. Kalau saja kita selalu ingat bahwa masa depan itu tak pasti, kita tak akan pernah mencoba meramalkan apa yang bisa saja salah. Rasa takut berakhir saat ini juga.

Rasa takut terlarut dalam ketidakpastian masa depan. Namun jika kita tidak memakai kebijaksanaan kita, kitalah yang akan dilarutkan oleh rasa takut.

Rasa takut adalah unsur utama rasa sakit. Rasa sakit membuat rasa sakit tambah menyakitkan. Enyahlah rasa takut, maka perasaan sajalah yang tertinggal.

1. 4. Kemarahan dan Pemaafan

Marah bukanlah respon yang cerdas. Orang bijak selalu bahagia, dan orang yang bahagia tak akan marah. Marah adalah hal yang tak masuk akal.

Pemaafan berarti melepaskan hal-hal yang buruk yang menjadi bagian dari masalah –bukan memperdalam, melainkan membiarkannya berlalu.

1. 5. Menciptakan Kebahagiaan

Kita semua senang dipuji, tetapi sayangnya hampir sepanjang waktu kita hanya mendengar tentang kejelekan kita. Tanpa pujian, tanpa dorongan positif terhadap kualitas-kualitas yang baik, kualitas-kualitas terssebut akan layu dan mati, tetapi seulas pujian bisa menjadi sebuah tonggak pengobaar semangat. Kita semua ingin mendengar diri kita dipuji; kita hanya ingin memastikan bahwa apa yang telah kita lakukan adalah sudah benar adanya.

Depresi adalah sebuah penjara yang sering dialami oleh kita. ‘Ini pun akan berlalu’ membantu melecut semangat kita; juga menghindarkan salah satu penyebab depresi hebat, yaitu tidak mensyukuri saat-saat bahagia.

Perbedaan antara orang yang bahagia dengan orang yang tertekan hanyalah pada cara mereka bereaksi terhadap kemalangan.

1. 6. Masalah Kritis dan Pemecahannya

Dalam cerita Tiga Pertanyaan Kaisar, ada hikmah yang dapat kita ambil. Pertanyaan itu adalah:

– Kapankah waktu yang paling penting?

– Siapakah orang yang paling penting?

– Apakah hal yang paling penting untuk dilakukan?

Penjabaran jawabannya ada dalam bab ini, dan sangat mengena.

1. 7. Kebijaksanaan dan Keheningan Batin

Jika belas kasih dibayangkan sebagai seekor merpati yang anggun, kebijaksanaan adalah bagaikan sayap-sayapnya. Belas kasih tanpa kebijaksanaan tak akan dapat tinggal landas.

1. 8. Pikiran dan Realitas

Di cerita Sang Pengusir Setan, kita dapat menemukan apa yang disebut kebijaksanaan; muncul begitu saja, tak terencana, tak terulang.

Kebijaksanaan bukanlah pembelajaran, tetapi melihat dengan jernih apa yang tidak dapat diajarkan.

1. 9. Nilai-nilai dan Kehidupan Spiritual

Kisah Suara Yang Paling Indah mengajak kita memahami agama dengan perumpamaan sebuah biola.

1. 10. Kebebasan dan Kerendahan Hati

Kisah Si Anjing yang Tertawa Belakangan mampu membuat saya tersenyum sendiri! :p

1. 11. Penderitaan dan Pelepasan

Nah, inilah bagian yang JLEB banget. Bagian terberat dari segala sesuatu dalam hidup adalah MEMIKIRKANNYA. (hlm. 268)

Kesedihan hanyalah melihat apa yang telah terenggut dari kita. Perayaan hidup adalah menyadari segala berkah yang ada pada kita, dan merasa brsyukur karenanya.

Selama 35 tahun sebagai petapa, menghimpun berbagai kisah yang menyentuh, menggelikan dan mencerahkan. 108 kisah dalam buku ini berasal dari pengalamannya sendiri dan orang lain, dibumbui dengan kisah klasik tempo doeloe, mengenai pemaafan, pembebasan dari rasa takut, dan pelepasan dukalara. Buku ini dengan jenaka-jenaka menuturkan kearifan, welas asih, dan jalan menuju kebahagiaan sejati. Ajahn Brahm juga menceritakan ajaran-ajaran kebijaksanaan dari gurunya, yang terkenal bagai orang suci. Esensi ajaran Ajahn Chah sangatlah sederhana, “Elinglah, jangan lekati apa pun, lepaskan, dan ikhlaskanlah apa adanya.”

Buku ini WAJIB dibaca, terutama yang sedang GALAU menghadapi hidup 😉

Keterangan Buku:

Judul : Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya

Judul Asal : Opening the Door of Your Heart

Penulis : Ajahn Brahm

Penerjemah : Chuang

Penyunting : Kartika Swarnacitra & Handaka Vijjananda

Penggambar Sampul : Shinju Arisa & Jeff Liang

Perancang dan Penata : Vidi Yulius Sunandar

Penerbit : Awareness Publication

Tebal : xxi + 307 hlm.

ISBN : 978-602-81194-31-0

Coba mampir ke:

http://sicacing.blogspot.com/

http://www.ajahnbrahm.org/about.html

1 thought on “(REVIEW) Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s