REVIEW Fiesta

Kapan Tuhan menciptakan ayam? Sebaiknya tidak dipertanyakan. Kita tinggal di dunia tidak lama. Mari kita bergembira dan beriman dan bersyukur. (hlm. 211)

Kamu tidak bisa lari dari dirimu sendiri dengan cara berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Tidak ada manfaatnya. (hlm. 16)

Mudah sekali untuk tegar menghadapi segala sesuatu pada siang hari, tetapi pada malam hari segalanya berbeda. (hlm. 57)

Katakan langsung. Jangan berpikir. Apa yang akan kamu lakukan jika kamu dapat melakukan apa saja yang kamu inginkan. (hlm. 71)

Adalah Jake Barnes sebagai tokoh utama. Seorang veteran Amerika dan kemudian menjadi seorang jurnalis. Temannya, Robert Cohn, petinju amatir, baru saja menerbitkan novelnya yang pertama. Dan seperti penulis pada umumnya, kesulitan untuk menuliskan novel berikutnya. Mereka sama-sama mencintai perempuan bernama Brett Ashley, yang gemar berganti pasangan dan mencintai banyak lelaki. Dia tertarik juga dengan seorang matador yang masih muda berumur sembilan belas tahun, Pedro Romero. Ceritanya kepincut berondong.. #DikeprukTanteBrett ~~~(/´▽`)/

Fiesta telah benar-benar dimulai, dan itu akan berlangsung siang malam selama tujuh hari. Mereka terus menari, terus minum, dan keramaiannya terus berlangsung. Segala macam kejadian itu hanya dapat terjadi selama fiesta. Akhirnya, segalanya menjadi tampak semu dan sepertinya tidak akan menimbulkan kesan apa-apa. Tampaknya tidak tepat bila membayangkan akan ada kesan istimewa selama fiesta berlangsung. Selama fiesta itu kau akan merasa, meskipun fiesta sedang senyap, bahwa kau perlu berteriak agar perkataanmu dapat didengar. Perasaan yang sama juga terjadi jika kau akan melakukan apa saja.. (hlm. 273)

Adu Banteng atau corrida de toros adalah kebudayaan khas orang Spanyol. Mereka biasa menyelenggarakannya pada bulan April di Sevilla, kota ketiga terbesar di Spanyol, ibu kota Provinsi Andalusia. Adu banteng merupakan pertarugan antara manusia (matador) dan banteng dalam satu arena, plaza de toros. Menjadi matador merupakan lambang kegagahan di Spanyol. Adu banteng adalah seni, way of life, kekejaman, mata pencaharian dan terkadang digunakan untuk bisnis. La lidia adalah seninya.

Asal mula adu banteng berasal dari sejarah mengorbankan kerbau jantan pada zaman Yunani sampai Roma kuno dan kemudian mengalami evolusi sewaktu mencapai Spanyol. Pada abad ke-18, King Carlos III melarangnya, tapi tidak lama karena kemudian penerusnya segera menghidupkannya lagi. Pada abad ke-19 sekolah matador didirikan di Seville dan sekaligus dengan peternakan banteng unggul toro bravo. Biasanya dipertandingkan tiga banteng dengan tiga matador. (http://wacanadunia.multiply.com/journal/item/15/adu-banteng-way-of-life)

Death in the Afternoon sebuah buku tentang adu banteng, diterbitkan pada 1932. Hemingway telah menjadi seorang penggemar adu banteng setelah menyaksikan fiesta Pamplona pada 1925, dan mengarang fiksinya dalam The Sun Also Rises. Dalam Death in the Afternoon, Hemingway secara panjang lebar membicarakan metafisika adu banteng: praktik ritualnya, bahkan hampir merupakan agama. Dalam tulisan-tulisannya tentang Spanyol ia dipengaruhi oleh empu Spanyol Pío Baroja (ketika Hemingway memperoleh Penghargaan Nobel, ia pergi mengunjungi Baroja, lalu di tempat tidur kematiannya, secara khusus ia mengatakan bahwa ia berpendapat Baroja lebih berhak untuk penghargaan itu daripada dirinya).

Dalam novel semi auto biografis ini, tampak jelas bahwa Hemingway dengan detail menggambarkan tentang adu banteng. Beberapa kalimat yang menggambarkan hal tersebut:
Tak seorang pun pernah benar-benar menikmati hidupnya kecuali para matador. (hlm. 14)

Selama pemain adu-banteng itu ada di wilayahnya maka dapat dikatakan dia akan aman. Tiap kali dia memasuki wilayah banteng maka bahaya besar menghadangnya. (hlm. 386)

Jika kau peduli pada pemain yang berhadapan dengan banteng, sungguh tidak enak menontonnya. (hlm. 395)

Romero mengambil telinga banteng itu dari saudara lelakinya dan mengangkatnya tinggi ke arah Presiden. (hlm. 402)

Mereka sengaja melepas bantengnya keluar kandang satu demi satu. Di dalam kurungan ada lembu-lembu jantan yang menyambut banteng-banteng itu dan mencegah banteng-banteng itu agar tidak berkelahi, dan banteng itu akan mengejar-ngejar lembu jantan dan lembu jantannya lari berputar-putar seperti perawan tua yang berusaha menuangkan banteng-banteng itu. (hlm. 232)

…Ketika banteng berikutnya keluar kandang, ketiganya, dua banteng dan seekor lembu jantan, berdiri bersama, kepala mereka saling bersisian, tanduknya menghadap banteng yang baru saja masuk arena…. (hlm. 247)

Sekilas membaca buku ini pasti kita terpaku pada percintaan para tokohnya ataupun seputar adu banteng. Bila kita membacanya dengan teliti, kita bisa menemukan makna semiotika representasi dari adu banteng tersebut. Contohya saja, Robert Cohn diibaratkan seperti lembu jantan; “Kukira kamu senang menjadi lembu jantan, Robert.” Atau pada kalimat; “Mereka berbahaya hanya jika sendirian, atau hanya ada dua atau tiga yang bersama-sama.” (hlm. 248)

Untuk menuntaskan buku yang merupakan tulisan panjang seorang Ernest Hemingway ini, saya menghabiskan waktu dua minggu. Buku yang terbit pertama kali tahun 1926 (Ya ampuunnn…Indonesia belum merdeka!! ♥(>̯┌┐

Semua negara hanyalah film seperti di bioskop. (hlm. 14)

Ada orang-orang tertentu yang kita tidak akan tega menghinanya. Hinaan itu akan membuatmu merasa bahwa dunia akan hancur, akan benar-benar dihancurkan di depan matamu, bila kamu mengatakan hal-hal tertentu. (hlm. 81)

Di Prancis segala sesuatunya demikian jelas dilakukan berdasarkan perhitungan keuangan. Prancis negara paling nyaman untuk ditinggali. Tidak ada orang yang membuat segalanya jadi rumit dengan menjadi temanmu tanpa alasan jelas. Jika kau ingin orang menyukaimu, maka kau hanya perlu mengeluarkan sedikit uang. (hlm. 423)

Ernest Hemingway dilahirkan pada 21 Juli 1899 di Oak Park, Illinois, sebuah suburban dariChicago. Hemingway adalah anak lelaki pertama dan anak kedua dari enam anak yang dilahirkan dalam keluarga Clarence Edmonds (“Doctor Ed”) dan Grace Hall Hemingway. Ayah Hemingway, seorang dokter, menyaksikan kelahiran Ernest dan kemudian meniup sebuah serunai di teras depannya, untuk mengumumkan kepada tetangga-tetangganya bahwa istrinya telah melahirkan seorang bayi lelaki. Keluarga Hemingway tinggal di sebuah rumah bergaya Victoria dengan enam kamar tidur, yang dibangun oleh nenek Ernest dari pihak ibunya yang telah menjanda, Ernest Hall, seorang imigran Inggris dan veteran Perang Saudara yang tinggal bersama keluarga itu. Nama Hemingway diberikan mengikuti nama neneknya.

Hemingway berkata, “Kita dapat menulis kapan saja bila orang meninggalkan kita sendirian dan tidak mengganggu. Atau kita dapat menulis bila kita cukup kejam tentang soal ini. Tetapi jelas tulisan terbaik terjadi bila kita sedang jatuh cinta,” dalam sebuah wawancara dalam The Paris Review, dengan pendirinya, George Plimpton, pada 1958.

Karya-karya Ernest Hemingway
(http://id.wikipedia.org/wiki/Ernest_Hemingway)

Novel/Novela
(1925) The Torrents of Spring
(1926) The Sun Also Rises
(1929) A Farewell to Arms
(1937) To Have and Have Not
(1940) For Whom the Bell Tolls
(1950) Across the River and Into the Trees
(1952) The Old Man and the Sea
(1962) Adventures of a Young Man
(1970) Islands in the Stream
(1986) The Garden of Eden
Non fiksi
(1932) Death in the Afternoon
(1935) Green Hills of Africa
(1960) The Dangerous Summer
(1964) A Moveable Feast
(2003) Ernest Hemingway Selected Letters 1917-1961
(2005) Under Kilimanjaro

Kumpulan cerita pendek
(1923) Three Stories and Ten Poems
(1925) In Our Time
(1927) Men Without Women
(1932) The Snows of Kilimanjaro
(1933) Winner Take Nothing
(1938) The Fifth Column and the First Forty-Nine Stories
(1947) The Essential Hemingway
(1953) The Hemingway Reader,
(1972) The Nick Adams Stories
(1976) The Complete Short Stories of Ernest Hemingway
(1995) Collected Stories
Keterangan Buku:
Judul : Fiesta
Penulis : Ernest Hemingway
Penerjemah : Rahmani
Penyunting : Rh. Widada, Rika Iffati Farihah
Perancang sampul : R. E. Hartanto
Illustrator : Dhany Anugrahman
Pemeriksa aksara : Yayan R. H.
Penata aksara : Dimas Aryo
Penerbit : Bentang Pustaka
Terbit : Juli 2005 (Cetakan Pertama)
ISBN : 979-3062-65-7

Cover versi lain:

Advertisements

19 thoughts on “REVIEW Fiesta

  1. ohhh ini sama dengan the sun also rises ya? td baru baca review BBI juga, trus baca ini, kok ceritanya mirip tp judul beda, haha..ternyata masih sama bukunya =)

  2. Duh, nyerah deh kalau baca buku agak2 biografi gitu jatohnya ngantuk! Luckty hebat deh bisa selesaikan buku ini.

    Tapi aku jadi sadar, bahwa aku ternyata punya bukunya versi bahasa inggris. Beneran baru sadar *tepok jidat*

    • hebat apanya mbakyu, wong aku ngabisin ampe 2 minggu, gyahahaha.. 😀
      Wah, brarti ini masuk koleksi timbunan ya, wkwkwk.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s