REVIEW The Secret Life of Bees

THE SECRET

Dunia adalah sebuah pekarangan yang sangat besar, dan di kedua tempat itu berlaku peraturan yang sama: Jangan takut, seolah tidak ada lebah pecinta kehidupan yang ingin menyengatmu. (hlm. 124)

Yang paling kuinginkan di dunia ini adalah ibuku. (hlm. 9)

Lily Melisa Owens, gadis berumur empat belas tahun. Ibunya meninggal saat dirinya berusia empat tahun. Meskipun saat itu dia masih sangat kecil, dia bisa merekam memori saat ibunya tewas. Meninggalkan luka hati teramat dalam bagi Lily.

Lily tumbuh menjadi remaja yang pendiam. Sehari-harinya bersama ayahnya yang tak pernah menyayanginya sepenuh hati, kasar dan tak pernah mengerti perasaan Lily selama ini. Dia sangat mengkhawatirkan penampilannya dan dia berpikir apakah dia melakukan segala sesuatu dengan benar, dia merasa seperti sedang meniru sosok gadis, dan bukannya menjadi seorang gadis.

Selain tinggal bersama T. Ray, ayahnya yang kejam itu, ada pengasuhnya selama sepuluh tahun terakhir, yang bernama Rosaleen. Dibalik sikap Rosaleen yang tegas, ada hati  yang selembut kelopak bunga dan Rosalen sangat mencintainya.

Sesekali semua orang pernah merasakan dorongan untuk melarikan diri dari rumah, tapi cepat atau lambat kau pasti ingin pulang ke rumah. (hlm. 123)

Begitupula Lily. Tidak tahan dengan kehidupannya di perkebunan persik dan perlakuan ayahnya yang terkadang menyiksanya itu, dia melarikan diri bersama pengasuhnya, Rosaleen yang terlibat kasus rasial. Lily si kuliah putih dan Rosaleen si pengasuh kulit hitam. Yup, novel ini berlatar California Selatan di musim panas pada tahun 1964. Saat itu Undang-undang Hak Sipil dan kerusuhan rasial marak diperbincangkan. Mereka kabur ke Tiburon, sebuah kota yang tertera di balik gambar Maria berkulit hitam milik almarhum ibunya. Itu satu-satunya petunjuk menuju masa lalu ibunya, Deborah Fontanel Owen.

Tempatkan sarang lebah di atas kuburanku dan biarkan madunya meresap ke dalam tanah.

Saat aku mati dan pergi, itulah yang kuinginkan darimu

Jalanan di surga terbuat dari emas dan selalu disinari matahari, tapi aku akan tetap di tempatku dengan seteko madu.

Tempatkan sarang lebah itu di atas kuburanku dan biarkan madunya meresap ke dalam tanah. (hlm. 113)

Tibalah Lily dengan rumah merah muda yang berisi kakak-beradik pemilik peternakan lebah; May Boatwright, June Boatwright, dan August Boatwright. Sebenarnya mereka punya saudara yang lain, April Boatwright, sudah meninggal. Ada juga pemuda bernama Zachary Lincoln, anak angkat August. Tidak ada yang putih dari Zachary, bahkan, bagian putih di matanya juga tidak sepenuhnya putih. Zach memiliki bahu lebar dan pinggang ramping, serta rambut pendek seperti sebagian besar pemuda negro, tetapi wajahnyalah yang membuat Lily tidak bisa mengalihkan matanya.

Kalimat yang so sweet… ( ‘’ )┌♥┐( ‘’ )

  1. “Aku harap keik ini bisa melembutkanmu dalam menghadapi dunia. Aku harap keik ini bisa memberikan perasaan lembut di hatimu. (hlm. 300)
  2. “Kita tidak bisa bersama sekarang Lily, tetapi suatu hari nanti, setelah aku pergi dari sini dan menjadi orang hebat, aku akan mencarimu dan pada saat itu kita akan bersama.” (hlm. 306)
  3. Kata mustahil adalah satu kayu gelondongan besar yang dilemparkan ke api cinta. (hlm. 177)
  4. Tidak ada seorang pun yang bisa melanjutkan hidup tanpa pernah merasa jatuh cinta. (hlm. 195)

Ketika dihinggapi masalah, seperti halnya Lily, kita terkadang justru menyalahkan Tuhan atas apa yang menimpa kita;

Dengar, aku tahu Kau bermaksud baik dengan menciptakan dunia beserta semua isinya, tapi bagaimana mungkin Kau membiarkan dunia ini menjadi kacau seperti ini? Mengapa Kau tidak bertahan dengan ide awalmu tentang surga? (hlm. 229)

Awww…ada adegan bersama BUKU:

Aku berjalan ke sekeliling dan mengamati buku yang diatur dengan rapi di lemari buku. Aku mengeluarkan buku yang terakhir dari lemari dan membukanya di atas pangkuanku, melihat-lihat gambar di dalamnya. (hlm. 311)

Banyak kalimat favorit nih:

  1. Orang-orang yang berpikir kematian adalah hal terburuk tidak tahu apa-apa tentang kehidupan. (hlm. 3)
  2. Dunia ini dipenuhi oleh misteri, hanya saja kita tidak mengetahuinya. (hlm. 85)
  3. Ini adalah rahasiamu. Lakukan apa pun yang kau inginkan dengan rahasia itu. (hlm. 105)
  4. Lakukanlah apa yang harus kau lakukan. (hlm. 139)
  5. Jika kau menatap mata orang dengan saksama selama lima detik pertama mereka melihatmu, kebenaran akan perasaan mereka terhadapmu akan tampak di sana. (hlm. 140)
  6. Orang bisa memulai dengan satu cara, dan pada saat hidup sudah menempanya, dia bisa berakhir dengan cara yang sepenuhnya berbeda. (hlm. 329)
  7. Tidak ada yang sempurna. Yang ada hanyalah kehidupan. (hlm. 338)
  8. Jika kau membutuhkan sesuatu dari seseorang, selalu berikan orang itu cara untuk bisa menyerahkannya padamu. (hlm. 393)
  9. Orang memberikan rasa sakit, tidak peduli, tidak sensitif, picik dan kejam tapi tempat mampu menyembuhkan luka, menenangkan amarah, mengisi kekosongan yang dibuat oleh manusia. (hlm. 410)

Semua kesedihan bisa ditanggung jika kita menuangkannya ke dalam sebuah cerita atau kita menceritakannya. (hlm. 407)

Butuh tiga tahun bagi penulisnya, Sue Monk Kidd untuk menyelesaikan novel ini. Adanya epigraf yang dicantumkan di awal setiap bab: The Dancing Bee oleh Karl Von Frisch, The Honey Bee olehJames L. Gould dan Carol Grant GouldThe Queen Must Die; And Other Affairs of Beesand Men oleh William LonggoodMan and Insects oleh L. H. NewmanBees of the Worldoleh Christopher O’Toole dan Anthony Raw, dan Exploring the World of Social Insects olehHilda Simon.

Ide penulisan novel ini dimulai pada suatu malam, saat suaminya mengingatkan tentang kunjungan pertamanya ke rumahnya untuk bertemu dengan orangtuanya, dia merasa takjub melihat lebah beterbangan di dalam rumah. Setelah suaminya mengatakan itu, sang penulis novel setebal 414 halaman ini membayangkan seorang gadis kecil yang berbaring di tempat tidur saat lebah-lebah keluar dari celah dinding kamar tidurnya dan beterbangan. Gadis anonim itu menjadi Lily Melisa Owens, berbaring di sana, mendambakan ibunya.

Isi ceritanya sungguh tidak diragukan lagi, perjuangan anak yang haus belaian ibunya dan pencarian arti sebuah keluarga yang sebenarnya. Sangat menggugah hati. Yang agak disayangkan dari terjemahannya ini adalah pemilihan fontnya yang terlalu imut. Mungkin kebijakan jumlah halaman. Dimaklumi, jika dengan font yang imut saja terdiri dari lebih dari 400 halaman, mungkin jika font bisa menembus halaman dua kali lipat. Menjadi pemikiran bijak bagi penerbit mengingat harga ongkos produksinya.

Jangan pernah meremehkan kekuatan mimpi yang tersingkirkan. Di sebuah tempat di dalam diri kita ada sebuah tempat di mana mimpi-mimpi ditampung dan menunggu giliran mereka. (hlm. 405)

Keterangan Buku:

Judul                            : The Secret Life of Bees

Penulis                          : Sue Monk Kidd

Penerjemah                  : Endang Sulistyowati

Editor                           : Gita Ramadhona

Proofreader                  : Windy Ariestanty

Penata letak                  : Dian Novitasari

Desain cover                : Jeffri Fernando

Penerbit                        : GagasMedia

Terbit                           :.2012

Tebal                            : 414 hlm

ISBN                           : 979-780-600-6

Cover asli:

Cover versi lain:

7 thoughts on “REVIEW The Secret Life of Bees

  1. Pingback: #KadoUntukBlogger | Luckty Si Pustakawin

  2. Aku pernah nonton filmnya yang di puter tengah malem di Global TV dan di perankan Dakota Fanning yang saat itu masih kecil… agak membingungkan… tapi belum pernah baca novelnya…makasi reviewnya mba ^^

  3. Pingback: 11 Buku GagasMedia yang Wajib Dibaca versi @lucktygs | Luckty Si Pustakawin

  4. Pingback: GagasMedia #TerusBergegas #KadoUntukBlogger | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s