REVIEW Hatimu

Hatimu: Cinta yang Selalu Meragu

Persahabatan selalu mempunyai caranya sendiri. Kita punya cara sendiri untuk bersahabat. Orang lain punya cara sendiri untuk bersahabat. Dan mungkin itu cara mereka bersahabat. (hlm. 225)

Agia. Dia tidak pernah berusaha membuat Rain terkesan padanya. Dan terlebih kepada perempuan lain. Kadang dia berpikir, kebodohan semacam itulah yang membelenggunya. Agia merasa tidak sepantasnya mempunyai perasaan lain kepada Rain, selain persahabatan atau persaudaraan. Di satu sisi, dia merasa seharusnya tidak berusaha membangun perasaan semacam perasaan yang dimilikinya untuk Rain, kepada orang lain. Dia merasa seperti tengah membohongi dirinya sendiri. Dia merasa seperti tengah mengkhianati perasaannya sendiri.

Rain selalu tidak pernah membawa payung saat hujan turun. Sengaja. Karena suka hujan. Sejak kecil, Rain ‘menunmpang’ hidup bersama Agia dan bapaknya. Agia jauh lebih mengetahuinya dibanding siapa pun. Tentang ibunya yang berkebangsaan Inggris dan sudah meninggalkannya sejak dia berusia sembilan tahun karena kanker payudara. Tentang ayahnya, seniman lukis yang terkenal, mulai berubah menjadi yang tak dikenal setelah ibunya pergi. Tentang Bayu Segara Pratama, saudara satu-satunya yang telah meninggalkannya dengan cara menyedihkan, ditemukan overdosis narkotika di dalam mobil, di pelataran parkir di sebuah pub. Tentang pernikahan orangtuanya yang ditentang dan tidak mendapat restu dari kedua belah pihak keluarga. Tentang keluarga besar ayahnya yang tak menganggapnya keturunan yang sah dalam keluarga mereka, dan seolah tak peduli bagaimana hidupnya akan berjalan setelah kepergian ayahnya. Tentang keluarga besar ibunya yang mungkin tidak pernah tahu keberadaannya. Segala keluh kesah yang dirasakannya juga dirasakan Agia.

Bari tidak akan pernah percaya, ada sebuah persahabatan yang tulus antara seorang laki-laki dan perempuan tanpa adanya embel-embel perasaan lain yang mengikutinya. Laki-laki dan perempuan tidak akan pernah bisa bersahabat. Mereka diciptakan untuk saling tertarik satu sama lain.

“Rasanya marah saat kamu udah bersama orang lain. Rasanya sedih saat kamu mulai bahagia bersama orang lain. Rasanya terluka saat kamu beranjak melupakan semua tentang kita. Rasanya seperti mati, bahkan.” (hlm. 196)

Persahabatan berubah menjadi cinta. Persahabatan laki-laki dan perempuan. Dengan tiga narator; Agia, Rain dan Bari secara bergantian. Ketika hati harus memilih, kemanakah hati harus menuju?

Tuhan tidak mungkin sedang mengantuk dan salah menaruhku dalam sebuah tempat dan dalam suatu waktu, bukan? Atau Tuhan tengah mengajakku bercanda, dengan sketsa lelucon drama percintaan kacangan ini? Atau Tuhan sedang menunjukkan bakat terpendamku, mampu berakting bahagia dan menyunggingkan senyum sepanjang malam, sekali pun dalam diriku aku tengah sekarat? Atau Tuhan tengah bosan dengan urusan-urusan lainnya dan sedang ingin sedikit ‘bersenang-senang’ dengan hidupku?

Tidak. Tuhan hanya ingin menguji kesabaranku. Bagaimana aku bisa bertahan dalam situasi ini jelas tidak lebih sulit dibanding dengan bertahan hidup yang sudah kulakukan selama ini. Aku yakin bisa melewati ini dengan mudah. Aku hanya perlu mengesampingkan sedikit emosi yang muncul sejenak, lantas menggantinya dengan pikiran dan logika. (hlm. 206)

Keterangan Buku:

Judul                : Hatimu

Penulis              : Salsa Oktifa

Editor               : Enha

Proofreader      : Christian Simamora

Penata letak      : Nopianto Ricaesar, Dian Novitasari

Desain sampul  : Dwi Anissa Anindhika

Penerbit            : GagasMedia

Terbit               : 2012

Tebal                : 358 hlm.

ISBN               : 979-780-604-9

5 thoughts on “REVIEW Hatimu

  1. Pingback: #KadoUntukBlogger | Luckty Si Pustakawin

  2. Sangat suka kalimat ini..🙂

    Persahabatan selalu mempunyai caranya sendiri. Kita punya cara sendiri untuk bersahabat. Orang lain punya cara sendiri untuk bersahabat. Dan mungkin itu cara mereka bersahabat

    Tapi kadang dengan sahabatlah kita sering bertengkar dari pada sama teman yang lainnya😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s