REVIEW Witch Catcher

Bagiku, ibu cuma sebuah wajah dalam sebuah potret, sesosok karakter dari sebuah cerita yang belum selesai, seseorang yang meninggal sebelum aku cukup dewasa untuk mengingatnya. (hlm. 3)

Adalah Jen, seorang anak perempuan yang hidup hanya bersama ayahnya. Mereka tinggal di rumah baru pemberian Paman Thaddeus, yaitu Kastel Mostyn. Rumah itu benar-benar dibangun seperti sebuah kastel, lengkap dengan menara-menara kecil beratap runcing dan sebagainya. Rumah tersebut berada tepat di puncak bukit, gelap dan misterius. Di tempat itu, apa pun mungkin terjadi.

Selain itu, ada sebuah menara di halaman belakang. Disekitarnya ditumbuhi ilang serta semak belukar. Memiliki sebuah pintu besar dari kayu oak yang diukir dengan tanda-tanda aneh –bukan kata-kata, bukan pula gambar, tapi lebih mirip sejenis simbol.

Di sana, diam-diam Jen menemukan bola kaca yang unik, menggantung di jendela. Dia tidak memberi tahu ayahnya, apalagi Moura, perempuan jahat yang bakal menjadi ibu tirinya kelak.

“Aku pernah membaca cerita-cerita dongeng tentang ibu tiri yang jahat meyakinkan sang ayah untuk menelantarkan anak-anaknya.” (hlm. 119)

“Dan aku tidak pernah ingin menjadi anak perempuan siapa pun, selain anakmu, Dad.” (hlm. 72)

“Dia membutuhkan sosok seorang ibu, seorang perempuan yang bisa dia ajak berbicara mengenai berbagai hal.” (hlm. 18)

Bola kaca itu disebut benda Penangkap Penyihir. Benda itu dihiasi dengan motif melingkar-lingkar aneka warna. Di salah satu sisinya ada sebuah corong kecil dan ada sebuah jerat kecil di bagian atasnya sehingga bisa menggantungnya di jendela.

Pola cantik pada permukaan bola kaca itu memiliki kekuatan untuk menarik para penyihir dan mahluk-mahluk jahat lainnya masuk ke dalam bola itu melalui corongnya.

Tink, kucing kesayangan Jen tak sengaja memecahkan bola kaca itu. Ternyata, di dalamnya terdapat seorang gadis kecil yang mengaku dari ras peri. Gadis kecil itu bernama Kieryn. Dari sinilah petualangan Jen di dunia lain dimulai. Hingga dia berada di pilihan sulit; mengkhianatai persahabatannya dengan Kieryn demi menyelamatkan ayahnya dari sihir Moura atau sebaliknya?

“Dan kalau kau merindukan ayahmu, yang perlu kaulakukan cuma bilang kau ingin pulang, kembali ke duniamu yang penuh masalah ini.” (hlm. 278)

Kebetulan sekali, baca ini pas malam Jumat. Saya kira saat membaca buku ini tidak menakutkan. Entah kenapa, merinding pas bacanya. Ditambah malam kian mencekam dan hujan yang mengguyur bumi. Lebih serem dibanding Suddenly Supernatural yang diterbitkan Atria sebelumnya.

“Kau tidak boleh menempatkan dirimu dalam bahaya hanya karena kau masih polos.” (hlm. 143)

Dari buku ini kita bisa memetik pelajaran bahwa jangan gampang mempercayai orang yang belum kita secara dekat. Karena bisa jadi akan menjerumuskanmu pada pilihan yang sulit.

“Sudah menjadi nasib orang luar biasa kalau mereka selalu disalahmengerti oleh orang-orang yang biasa-biasa saja.” (hlm. 10)

Ehm, penulisnya ternyata mantan pustakawan. Produktif sekali menulis. Ini daftar bukunya:.

  • Closed for the Season (2009)
  • All the Lovely Bad Ones (2008)
  • Deep and Dark and Dangerous (2007)
  • Witch Catcher (2006)
  • Janey And The Famous Author (2005)
  • The Old Willis Place (2004)
  • Hear the Wind Blow (2003)
  • Anna on the Farm (2001)
  • Promises to the Dead (2000)
  • Anna All Year Round (1999)
  • As Ever, Gordy (1998)
  • Following My Own Footsteps (1996)
  • The Gentleman Outlaw and Me—Eli (1996)
  • Look for Me by Moonlight (1995)
  • Time for Andrew (1994)
  • The Wind Blows Backward (1993)
  • The Spanish Kidnapping Disaster (1991)
  • Stepping on the Cracks (1991)
  • The Dead Man in Indian Creek (1990)
  • The Doll in the Garden (1989)
  • December Stillness (1988)
  • Following the Mystery Man (1988)
  • The Jellyfish Season (1987)
  • Tallahassee Higgins (1987)
  • Wait Till Helen Comes (1986)
  • Daphne’s Book (1983)
  • The Time of the Witch (1982)
  • The Sara Summer (1979)

Wow, buku-bukunya tampak ciamik. Semoga Atria mau menerbitkan bukunya yang lain yaa.. (‾ʃƪ‾)

Keterangan Buku:

Judul                            : Witch Catcher

Penulis                          : Mary Downing Hahn

Penerjemah                  : Ferry Halim

Penyunting                    : Fenty Nadia

Penyelaras aksara         : Ida Wajdi

Pewajah isi                   : Aniza Pujiati

Desain sampul              : Bea Ariani

Penerbit                        : Atria

Terbit                           : Juli 2012

Tebal                            : 293 hlm.

ISBN                           : 978-979-024-498-6

Cover asli:

Penulisnya, Mary Downing Hahn

2 thoughts on “REVIEW Witch Catcher

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s