REVIEW Blue Romance

Blue Romance

Ada satu titik ketika terkadang setiap orang merasa tidak mampu melakukan hal-hal yang ia tahu bisa lakukan dengan sempurna. Mereka bisa sampai pada titik itu karena banyak hal. (hlm. 101)

Buku ini terdiri dari tujuh cerita, dengan satu setting: Blue Romance. Sebuah coffe shop yang buka setiap hari, dan siap dua puluh empat jam dalam sehari. Blue Romance saat siang menjadi teman bagi semua penikmat kopi. Tapi ketika malam, frankly speaking, Blue Romance menjadi tempat untuk semua orang yang kesepian.

Setiap kisah punya kopinya sendiri;

Rainy Saturday

Affogatto: Espresso dituangkan ke atas gelatos. Biasanya es krim yang digunakan rasa vanili, tetapi pilihan bisa tergantung keinginan pelanggan.

1997-2002

Mochaccino: Espresso dengan cokelat, susu panas, biasanya bagian atasnya diberi whipped cream.

Blue Moon

Café Latte: Kopi dan susu. Kopi berbasis espresso dengan tambahan susu yang panas, dihidangkan dengan selapis tipi whipped cream atau bisa juga tidak sama sekali, tergantung keinginan pelanggan.

A Farewell to A Dream

Espresso dan air panas yang biasanya dicampur degan jumlah yang sama, Americano diciptakan oleh tentara Amerika saat Perang Dunia I, yang menambahkan air panas untuk mengurangi kuatnya rasa espresso tradisional.

Happy Days

Caffe Macchiato: Sejumlah kecil susu atau, kadang-kadang, busanya disendok ke dalam espresso.

The Coffe and Cream Book Club

Coffe and cream: Kopi berbasis espresso, disajikan dengan krimmer dan gula yang bisa ditambahkan sesuai keinginan pelanggan.

Tale about One Day

Espresso: kopi dasar semua jenis kopi. Kadar airnya sedikit, sehingga konsistensinya lebih kental, dan tentu saja, lebih membuat mata terjaga.

Dari ketujuh cerita tersebut, cerita favorit adalah The Coffe and Cream Book Club. Saya bangetlah pokoknya.. ( ʃ⌣ƪ)

Awww…ada PERPUSTAKAAN dan BUKU..

  1. Aku suka di sini. Aku suka mengantar buku-buku dengan troli besar ke ‘rumah’nya masing-masing seperti yang sekarang kulakukan, di menit-menit menjelang perpustakaan hampir tutup. (hlm. 139)
  2. Aku suka berada di sini. Hal paling menyenangkan dari bekerja di perpustakaan seperti ini adalah kebebasan menciumi halaman-halaman buku yang ada. Selain menciumi aroma buku-buku yang baru datang dari supplier, dan berada di ‘surga’ setiap hari, aku suka karena aku bisa melihat banyak orang dan melihat mereka seperti apa dalam sekilas pandang. (hlm. 140)

“Kadang orang tidak selalu bilang terang-terangan apa yang terjadi. Orang yang bahagia selalu menutupi kesedihan mereka dengan wajah tersenyum. Tapi mereka tidak tahu bahwa dengan melakukan itu, mereka hanya menjatuhkan diri mereka ke dalam jurang rasa sakit.” (hlm. 162)

Aaakkk..suka banget tokoh cowok yang ada di Rainy Saturday (‾▽‾)♥(‾⌣‾)

aku membalik ke halaman berikutnya, mendapati ada sebuah sketsa cowok berambut ikal memegang pundak dengan kemeja kotak-kotak dan celana panjang, yang digambar menyamping. Sketsa ini lebih terkesan digambar dengan tergesa-gesa. Terdapat sebuah teks balon dengan tulisan “next satirday?”, dan lagi-lagi, sebuah simbol panah di ujung kiri bawah lembar Post-it. Gambar yang sama, dengan teks balon yang beda. Teks itu bertuliskan “How about” (hlm. 24)

Beberapa kalimat favorit:

  1. Waktu memang berjalan begitu cepat. Waktu bahkan tampak seperti terbang dengan kekuatan super, tak mampu diraih dan ditangkap, membuat kita selalu merasa tertinggal di belakang. (hlm. 21)
  2. Jika sudah suka sesuatu, aku akan terus menikmatinya. Melakukan apa pun agar aku bisa terus bertemu, melihat, merasakan hal yang kusukai tersebut. (hlm. 3)
  3. Kejutan lebih asyik kalau waktu menunggunya lebih lama. (hlm. 29)
  4. Jika hanya bisa bermimpi, tapi tidak bisa membuatnya menjadi sesuatu yang konkret. Impian-impian yang berubah menjadi rencana yang batal. (hlm. 102)
  5. Menanggung beban karena menyukai, mencintai, seseorang yang tak pernah bisa digapai hanya membuat dirinya dihantui penyesalan dan kesengsaraan yang konyol. (hlm. 110)
  6. “Kalau kamu punya masalah, dalam masalah, atau membuat masalah buat dirimu sendiri, jangan pernah lari ke rokok. Rokok nggak akan membantu menyelesaikan masalahmu, karena yang bisa menyelesaikan masalahmu hanya kamu sendiri…” (hlm. 115)
  7. Beruntunglah mereka yang cepat lupa, karena mereka mendapatkan yang terbaik bahkan dari kesalahan-kesalahan mereka. Mereka tidak perlu menanggung beban karena mengingat kesalahan-kesalahan yang mereka buat. Mereka tidak perlu merasa berat dengan berbagai bayangan yang menakutkan, karena saat pagi datang, mereka akan lupa. (hlm. 131)
  8. “….tidak ada yang aneh dengan percaya pada seseorang, bahwa mereka tidak akan pernah meninggalkan kita seterusnya.” (hlm. 202)

Suka semua cerita. Masing-masing memiliki cita rasa yang berbeda. Sebagai debut perdananya, buku ini keren sekali. Penulisnya masih muda, kelahiran tahun 1992. Dari kalimat-kalimat dalam buku ini, terlihat sekali bahwa penulisnya cerdas. Memiliki pengetahuan yang luas tentang buku dan film. Sangat terasa sekali nuansa blue romancenya. Deskripsi berbagai variasi kopi juga amat gamblang. Ternyata Sheva, penulis buku ini memang penikmat kopi sejak SMP.

Ide membuat Blue Romance muncul dari kesukaannya pada sebuah coffeshop di film My Bluberry Nights. Dia mulai membuat coffeshop fiktif ini, dan membuatnya hidup sebagai latar cerita pendek ini. Tempat dengan nama yang punya ironi, seperti padanan kopi yang pahit dengan gula yang manis. Maka lahirlah, Blue Romance.

Selain memang isinya yang ciamik, covernyanya juga kece badai. Eh, pembatas bukunya juga unik. Ditambah ilustrasi di setiap cerita. Menambah keunyuan buku ini. Suka banget! ƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃ

Keterangan Buku:

Judul                            : Blue Romance

Penulis                          : Sheva

Penyunting                    : Donna Widjajanto

Perancang sampul         : Diani Apsari

Pemeriksa aksara         : Primanilla Serny

Penata aksara               : Kuswanto

Desain & ilustrasi          : Diani Apsari, Teguh Pendirian

Penerbit                        : PlotPoint Publishing

 

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

6 thoughts on “REVIEW Blue Romance

  1. Pingback: Book Kaleidoscope 2013 : Top 5 Best Book Covers 2013 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: [BLOGTOUR] REVIEW Memorabilia + GIVEAWAY | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s