REVIEW Triasmara

 

 

triasmara

Tidak semua kesalahan bisa dilimpahkan pada pihak ketiga. (hlm. 51)

Kamu adalah buku yang tak ingin kutemui halaman belakangnya. Kamu adalah perjalanan yang tak ingin kuketahui tujuan akhirnya. (hlm. 97)

Kamu bukanlah awal maupun akhir, karena aku yang akan selalu di tengah. Tengah jatuh cinta. (hlm. 980)

Seorang perempuan belia sedang duduk sendiri di antara persimpangan yang menuju pada arah tiga. Ia telah menemukan lalu mengambil jalan mana yang akan ia ambil, namun smua yang ada seperti sama saja. Seperti bukan pilihan.

Di jalan pertama, ia melihat laki-laki yang disukainya. Kelopak mata lurus seimbang dengan tingkah lakunya. Perempuan itu berusaha meraih perhatian laki-laki itu agar mengulurkan tangannya dan menarik dia dari persimpangan itu. Namun, setelah diteriaki perempuan itu, laki-laki itu diam dan justru bersikap acuh padanya. Bahkan, menyebut-nyebut kekurangan perempuan itu. Sang perempuan itu dalam hati terpukul dan menangis ditemani pupus yang menyayat tipis-tipis asa.

Di jalan kedua, perempuan itu mendapatkan orang yang telah lama bersikeras mendapatkannya. Perempuan mendapatkan kesulitan dalam mencari alasan untuk berbalik mencintainya. Semuanya sia-sia, akhirnya bermuara pada genangan-genangan air mata. Perempuan itu tidak ingin seperti ini adanya.

Di jalan ketiga, perempuan itu menemukan dirinya sendiri tengah menyisir rambut panjangnya. Anehnya, perempuan di seberang jalan itu kini berambut merah dan ikal seperti orang asing saja.

Belum sampai menentukan pilihan, ia terusik dengan suara memanggil-manggil namanya membangunkan ia dari mimpi anehnya. Ke mana ia akan melangkahkan kakinya? Perempuan itu berharap, papan kayu usang yang ditancapkan sedikit miring dan tak lazim bertuliskan Triasmara dapat menuntunnya.

Siapakah perempuan itu? Dialah Lolita yang menjadi tokoh utama dalam buku ini. Ada tiga pria yang akan mengisi hari-harinya; Oliver, kakak kelas si anak basket, Roody, mahasiswa si anak band, dan Reno si kutu buku yang satu angkatan dengannya tapi beda kelas.

Teman sebangku kita di SMA memang akan selalu menjadi yang sulit dilupakan. Sahabat itu bukan selalu harus yang ke mana-mana bersama kita, tapi langsung mengerti jalan pikiran kita meskipun pergi barengnya tidak terlalu seberapa. Quality over quantity. (hlm. 17)

Berhubung ini kehidupan masa-masa SMA, jadi cocoknya buat remaja ˇ)-c#NyamarJadiMurid 

…masih nggak percaya sama pengetahuan yang Andien dapet dari majalah. Mungkin, bisa saja teori Andien kalau majalah itu nggak cuma pemandu berbusana, tapi juga sumber pengetahuan itu nggak sepenunya salah.

“Makanya baca majalah dong, Lol! Liat nih di majalah, dijelasin semuanya. Bener kankata gue majalah itu sumber pengetahuan.” (hlm. 72)

Adegan itu mengingatkan salah satu pengalaman saat bekerja di perpustakaan sekolah:

“Bu, kok gak ada majalah buat cowok sih?”

“Kan kamu bisa baca Hidayah ama Trubus..”

“Yang khusus cowok, kayak majalah cewek-cewek ini..” sambil membolak-balik sebuah majalah cewek.

“Pantes ya cewek-cewek pada pinter, di majalah dikasih tips gimana bersahabat dengan mantan, cara mendapatkan cowok impian, apa penyebab jomblo….”

😀😀😀😀😀

Awwww…ada adegan di PERPUSTAKAAN.. \(´▽`)–(´▽`)/

  1. Belakangan, gue menemukan sosok Reno di perpustakaan menjadi lebih mudah. Semacam gue udah hafal, dia pasti berada di deretan buku-buku, dengan kepala tertunduk, dan kaca mata minus bingkai biru tuanya. (hlm. 104)
  2. Dua hari lalu di kelas tambahan, Bu Rani ngasih tugas diskusi dan soal latihan di LKS. Hari ini setelah pulang jam tambahan, Reno pun minta tugas itu dikerjain di perpustakaan. Meskipun udah mulai sore dan jam tambahan juga sudah habis, perpustakaan masih kelihatan ramah dengan anak kelas III yang sibuk mengerjakan tugas diskusi. (hlm. 105)
  3. Buku-buku gue sudah masuk semua ke dalam tas, begitupun buku-buku Reno. Reno hanya tersenyum dan memberi isyarat untuk keluar dari perpustakaan.

Adegan yang so sweet.. (‾▽‾)♥(‾⌣‾)

Buku itu penuh dengan tulisan tangan Reno. Deretan rumus fisika terangkum rapi dengan penjelasannya di bagian awal. Bagian berikutnya sekilas pembahasan kimia dengan gambar-gambar khas yang pernah gue lihat di buku-buku cetak. Dilanjutkan dengan rumus-rumus trigonometri dan rumus matematika lain. Lalu, di bagian akhir, terdapat rangkuman singkat materi biologi. Semuanya ditulis tangan oleh Reno. Sebagai cowok, tulisan Reno memang tergolong sangat rapi. Sedikit seperti tulisan sambung, indah.

“Wih! Kapan kamu buatnya, Ren?” Gue seneng bercampur kaget.

“Udah lama aku buatnya. Nyicil sih, hehe.. Suka nggak? Dipake ya buat temen belajar. Di situ udah aku tandain juga materi dan rumus kamu yang lemah. Kamu bisa pelajarin itu dan bisa banyak latihan soal lagi.” (hlm. 127)

Beberapa kalimat favorit:

  1. “Biarpun ada hal-hal yang aku ingin kamu ubah dari diri kamu, tapi kamu yang seperti ini adalah kamu yang membuatku jatuh cinta.”(hlm. 14)
  2. Kalau kata orang, daripada kemarin maupun esok hari, sekarang adalah apa yang benar-benar sangat bisa ditentukan oleh pilihan kita. (hlm. 155)
  3. “…..Ketika kamu mulai jatuh cinta, kamu juga harus bisa menanggung sakitnya. Salah kalau ada yang bilang nggak ada yang pasti di dunia ini. Itu salah satu yang udah pasti. Nggak mungkin kamu jatuh tanpa merasakan sakit. Nggak peduli itu di dalam cinta.” (hlm. 165)

Eheeemmm…ada yang janggal:

  1. Friendster (hlm. 73) (hlm. 80) – Friendster awal berdiri tahun 2002, Itupun mulai booming di Indonesia sekitar 2004-2005 (Pas saya lulus SMA :p)
  2. NEM (hlm. 90) – kata NEM (Nilai Ebtanas Murni terakhir dipakai saat tahun ajaran 2002. 2003 sudah berganti menjadi NUN (Nilai Ujian Nasional)
  3. Night at Museum (hlm. 5) – film ini tayang 2006
  4. Cowboy Junior (hlm. 23) — sebuah grup musik asal Indonesia yang dibentuk pada 23 Juli2011. Personilnya lahir antara tahun 1999-2011.

Pertanyaannya adalah; setting tahun berapakah cerita dalam buku ini?!? Pas lirik penulisnya, ternyata lahir tahun 1990. Bukan bermaksud meremehkan, tapi alangkah bijaknya jika seorang penulis menulis yang dia ketahui. Bagus sih menulis sesuatu yang tidak familiar bagi kita. Tapi alangkah baiknya penulis melakukan riset terlebih dahulu. Terkesan sepele ya typo-typo tadi. Tapi itu bisa mengganjal kenyamanan pembaca bagi yang mengalami masa-masa tahun tersebut

Sebenarnya lebih bagus lagi jika penulis mengganti aktivitas FRIENDSTER menjadi TWITTER. Kenapa? Karena di buku ini banyak selipan kalimat twitter. Bagus-bagus lagi. Sayang kan kalo gak disambungin ama jalan ceritanya?!? (◕‿-)

Keterangan Buku:

Judul                            : Triasmara

Penulis                          : Lolita Lovietha

Penyunting                    : @andri_NasSTAR

Pendesain sampul         : Arifian

Penerbit                        : PT WahyuMedia

Terbit                           : 2012

Tebal                            : 182 hlm.

ISBN                           : 979-795-678-4

 

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

5 thoughts on “REVIEW Triasmara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s