REVIEW Éclair

Ada kalanya batas mimpi dan kenyataan terasa begitu kabur, terutama bila terlalu sering bermimpi. Mimpi seolah adalah hal yang riil, bisa didengar, dipandang, bahkan dikecap. Dan kenyataan malah tampak kabur, dengan benang-benang halus yang membalutnya, juga kesan transparan yang bisa menguap sewaktu-waktu. (hlm. 81)

Hangat dan manis, membangkitkan desir indra perasa. Desir yang timbul setiap kali seseorang memakan makanan yang sangat lezat dan ingin terus menambah porsinya. Mereka sudah sering sekali memakan éclair Stepanych, tetapi tidak pernah merasa bosan. Setiap éclair sama lezatnya seperti sebelumnya, namun ada kesan berbeda dari subtansinya, membuat kejenuhan enggan datang menunggu.

Lalu seperti biasa, dalam perasaan senang karena memakan éclair, ketiganya mulai terlibat dalam pembicaraan seru dan penuh antusiasme.  Stepanych merasa seakan potongan-potongan konfeti berjatuhan di sekeliling mereka, memberikan sepuhan warna yang membuat suasana semakin meriah.

Pria muda itu tersenyum. Rasanya baru kemarin ketika ia dan Sergei bertemu Kay dan Lhiver di taman Sosnovka di St. Petersburg.

Saat itu Stepanych berusia enam tahun; Sergei tiga belas tahun. Mereka berpiknik –kue éclair yang dibawa Nyonya Sofia Snegova berjajar rapi di tikar bermotif kotak-kotak merah dan kuning. Tidak biasanya Nyonya Snegova membawa kue Perancis, tetapi sekali-kali ia ingin membawa kue selain bliny Rusia.

Di bawah pohon oak yang lain, Kay dan Lhiver duduk bersama Madam Svetlana Oliver. Kay lima tahun, dan Lhiver masih sangat kecil, mungkin tiga tahun. Berbeda dengan Stepanych dan Sergei yang merasa kelebihan makanan, anak-anak kecil itu sepertinya malah merasa kurang, meskipun jenis kue yang mereka bawa bervariasi. Keduanya saling berebut kue choux

Kemudian Sergei menghampiri mereka.dan memberikan beberapa éclair. Stepanych mengikuti, tersenyum ceria. Kay dan Lhiver langsung diam ketika menikmati kue lezat itu.

Sejak itulah mereka menjadi sahabat. Meski beberapa tahun kemudian Lhiver dan Kay harus pindah ke Perancis, mereka tidak pernah putus kontak. Lhiver dan Kay sering mengunjungi Sergei dan Stepanych, begitupula sebaliknya.

Persahabatan yang manis itu bermula dari beberapa potong éclair, menginspirasi Stepanych untuk selalu menyenangkan kakak dan sahabat-sahabatnya dengan terus membuat kue itu. Sekitar dua tahun silam, ketika Katya hadir dalam kehidupan mereka, Stepanych semakin bersemangat karena ada satu orang lagi yang ia bayangkan ketika memasak.

Waktu selalu berlalu begitu cepat ketika Stepanych bersama mereka, bahkan dalam suramnya rezim komunis yang saat itu masih mendominasi. Mereka adalah kerlip cerah yang sungguh berarti baginya, bersinar, seperti arti dari éclair sendiri, yang berarti cahaya.

Hingga tibalah sebuah tragedi yang melibatkan mereka! Dan….ahh… éclair menjadi sumber utamanya. Halaman 101-104 baru akan terkuak penyebab runtuhnya persahabatan mereka. Katya yang sebentar lagi akan menikah dengan Sergei, memutuskan untuk menyatukan kembali mereka berlima sebelum penikahannya dilangsungkan di St. Petersbur, Rusia. Dia rela mencari Kay yang tinggal di New York dan Lhiver yang menatap di Indonesia.

Beberapa kalimat favorit:

  1. Kalau ada hal yang membahagiakan sekaligus menyakitkan untuk dipikirkan, itu adalah masa lalu yang sarat keindahan. (hlm. 9)
  2. “Kadang…masa lalu memang lebih indah dari masa sekarang. Dan bila ada hal yang membahagiakan sekaligus menyedihkan untuk dipikirkan, itu adalah masa lalu yang indah..Seandainya masa lalu itu akan terus menjadi masa kini.” (hlm. 225)
  3. Masa lalu yang indah. Itulah yang menghadirkan dualisme yang bersanding dengan aneh ketika ia memikirkannya. Masa lalu yang indah selalu menghadirkan senyum dan tangis pada saat bersamaan. (hlm. 228)

Aaakkk…banyak adegan di PERPUSTAKAAN.. (‾▽‾)♥(‾⌣‾)

  1. Lhiver membuka surat itu, lalu melihat isinya. Selembar fotokopian yang, dilihat dari susunan tulisannya, sepertinya berasal dari buku puisi. Fotokopian itu berbahasa Indonesia, di bagian kanan bawah ada cap Perpustakaan Universitas Petra. (hlm. 87)
  2. Di puisi kedua, akan ada petunjuk baru di bagian bawahnya. Misalnya: “Paris Public Library’. Artinya Lhiver harus ke perpustakaan itu untuk mencari ‘harta karunnya’ yang biasanya berupa buku yang dibelikan Kay. (hlm. 88)
  3. Perpustakaan besar ber-AC itu terletak di salah satu universitas swasta terbaik di Surabaya. Koleksinya lengkap –hampir saja Lhiver tergoda untuk memeriksa buku di sana satu per satu, kalau saja ia tidak ingat tujuan awalnya. Ia pun menghampiri petugas perpustakaan untuk menanyakan buku kumpulan puisi Chairil Anwar. (hlm. 90)
  4. Lhiver masuk ke perpustakaan itu setelah membayar ongkos taksi. Dengan canggung  ia melangkah ke rak sastra, mencoba menemukan Hujan Bulan Juni itu sendiri, tapi ia tidak kunjung menemukannya. Ia langsung bertanya kepada petugas perpustakaan. (hlm. 94)

Baru kali ini membaca novel Indonesia yang memadupadankan unsur Prancis, Rusia, dan Amerika. Penulisnya memang terlihat cerdas. Temanya yang tidak biasa. Ditambah lagi adanya unsur-unsur sastra yang dimasukkan ke novel ini. Kita akan menemukan mulai potongan kata dari Leo Tolstoy hingga Pramoedya Ananta Toer. Patut diacungkan jempol. Maka tidak heran jika buku yang say abaca ini telah memasuki cetakan keempat.

Seperti biasa, cover GagasMedia kali ini juga manis, semanis isi ceritanya. Sayangnya pemilihan jenis font yang kurang tepat, terlalu kecil hingga mata cepat lelah saat membacanya. Oya, kenapa tidak diselipkan ilustrasi dari éclair itu sendiri? Padahal penulisnya sudah sangat ciamik mendeskripsikan éclair dalam buku ini.

Penasaran ama éclair, googling deh! Oalah…kue éclair ini kalo bahasa Indonesianya sejenis kue sus gitu yaaa.. ~(ˆ▽ˆ~) ~(ˆ▽ˆ)~ (~ˆ▽ˆ)~

Keterangan Buku:

Judul                            : Éclair

Penulis                       : Prisca Primatasari

Editor                          : Kinanti Atmarandy

Proofreader               : Christian Simamora, Resita Wahyu Febiratri

Penata letak              : Dian Novitasari

Desain sampul          : Jeffri Fernando

Penerbit                     : GagasMedia

Terbit                          : 2012 (Cetakan Keempat)

Tebal                          : 236 hlm.

ISBN                           : 979-780-472-0

Gak sengaja nemu ini, lucu!

di http://www.theydrawandcook.com/

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

30 thoughts on “REVIEW Éclair

  1. Pingback: #KadoUntukBlogger | Luckty Si Pustakawin

  2. Baru baca judulnya, mulai tergugah buat googling apa itu Éclair, tapi sengaja menunda buat baca reviewnya dulu.

    Daaan, aww, tentang masakan dan makanan ya. Kok udah ngerasa kenyang aja sih? Heheh…😀

    Perpaduan tentang Indonesia, Rusia, Perancis, dan Amerika bikin rasa Éclair ini makin-makin sweet dan memikat banget buat dilahap. Walaupun aku sering belibet saat baca nama-nama tokohnya yang Europe banget. Hahah *maklum lidah Sunda*

    Menceritakan tentang arti sebuah persahabatan, bikin Éclair lagi-lagi merambat hati buat beli. Entah kenapa, walau cerita sedikit sama dengan beberapa buku yang pernah aku baca, Éclair tetaplah Éclair, ada banyak hal yang mudah banget ditangkap dari tiap rangkaian ceritanya.

    Dan setelah dilihat dari gambar kuenya, emang mirip-mirip kue sus sih. Tapi, rasanya gimana ya? *brb siapkan alat dan bahan bikin éclair*

    Demi apa, ngiler pengen cepet beli..Uuuuu…

    @asysyifaahs

      • Lumayan susah bikinnya, apalagi bahan-bahannya yang susah didapat. Hmm, manipulasi bahan bisa kali ya😀

  3. Tau ga Kak? novel ini salah satu novel favoritnya aku lho! Setelah baca novel ini aku jadi penasaran sama novel lain karangan Kak Prisca.
    Aku suka karena iya.. Kak Prisca pinter banget memadukan budaya beberapa negara dalam satu novel yang bahkan ditulis oleh tangan putri Indonesia. gimana ga keren? belum lagi sama pengetahuannya tentang sastra yang bejibun.
    Ceritanya juga ga ngebosenin, tema yang diambil bagus.. menurutku sih. apa ya? semacam pengorbanan gitu ya? mmm.. keluarga. ya pokonya semacam itu deh.
    abis baca novel itu Kak, aku googling.. kaya apa sih rupanya eclair itu? pas nampilin roti-roti itu.. aaaaaaaaa ngileeerrrr!!!

  4. Wahh.. eclair ^^ .. baca buku ini sumpah buat kenyang ka😀
    aku pernah baca sebuah karya penulis yang fenomenal *kang habib* tau kan mba ?
    dinovelnya *bumi cinta* itu mengambil setting di Rusia juga.
    nah dari situ deh, awalnya aku jadi suka sama hal-hal yang berbau RUSIA.

    Negara itu luar biasa indahnya. dan membaca *Rusia lagi didalam novel Eclair jadi makin ngebet kesana😀 *someday … Aamiin..

    Novelnya juga lucu,, kayak memo gitu, tanggal ini cerita disini. trus balik lagi 7 tahun kebelakang trus ke tanggal ini lagii😀 wah,, kayak lari-lari baca ini novel ^^

    Saya baru liat review nya kakak, ada gambar penampakan eclair nya.. Mauu donk satu ka🙂
    ada ga ya eclair di Palembang ?? wkwkwk

  5. Setelah baca Paris, aku jadi fansnya kak Prisca. Itu yang bikin aku baca novel ini. Dan seperti Paris, novel ini misterius2 juga, jadi kece abis deh! Nice review, kak. Dan skg aku jadi laper dan ngidem eclair:/ Lol. Keep posting!😀

  6. Aaakk paris, waah aku suka banget sama paris. Salah satu negera impian yg pengen banget aku datangin. Pengen lihat eiffel yang berdiri dengan ketampananya ditemani sungai seine yang tenang. Persahabatan eiffel dan sungai seine seperti persahabatan tokoh” dalam novel Éclair🙂

  7. Bca judulnya kirain ini sejenis coklat,hehehe… Belum pernah baca bukunya Prisca Primatasari. Setelah googling ternyata banyak yang bilang kalau bukunya bagus-bagus soalnya isinya menceritakan kalau pengetahuan si penulis luas banget. Harus baca salah satu bukunya nih brarti. Thank you review-nya Luckty ^_^

  8. Aissh,, pengin baca…
    Dari dulu pengin baca bukunya kak Prisca Primasari, tapi belum kesampaian…
    Sabar,, semua indah pada waktunya…😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s