REVIEW Infinitely Yours

“Kalau kamu bahagia, aku nggak punya alasan apa pun untuk menghentikanmu.” (hlm. 80)

Jingga. Sangat menyukai sesuatu yang berbau Korea. Berumur dua puluh lima tahun, tapi kelakuan seperti mundur sepuluh tahun. Selalu riang, seperti tidak memiliki beban apalagi masalah.

Narayan Sadewa. Memiliki garis wajah yang tegas dengan mata meruncing dan mulut tipis mengerucut. Dingin terhadap Jingga sejak kali pertama bertemu. Ke Korea hanya untuk memastikan mantannya yang pergi ke Korea justru malah kepincut dengan pria di sana, dan sebentar lagi menikah!

Kang Yun Jae. Pria Seoul berusia dua puluh enam tahun, seorang native tour guide tampan yang bersahaja. Jingga bertemu dengannya setahun lalu dalam tour yang sama. Ialah yang menjadi alasan utama Jingga berada di pesawat ini. Pria ini diyakini Jingga sebagai penjelmaan pangeran berkuda putih, yang akan membuat hidupnya berakhir bahagia selamanya, seperti di dalam dongeng.

Jingga dan Rayan yang tak sengaja bertabrakan di terminal keberangkatan internasional bandara Soekarno-Hatta. Ternyata mereka bertemu kembali, dalam sebuah rombongan Together Travel, travel agent yang akan memandu mereka ke Korea Selatan.

Kita terlalu mirip. Kita sama-sama kaku. Kita sama-sama kutu buku. Saat kita bertemu, nggak ada obrolan lain selain hal-hal ilmiah, politik, pelajaran, praktisnya apapun kecuali hubungan kita. Kita pacaran selama sepuluh tahun, dan selama itulah kita menutup diri terhadap pilihan lain. Terhadap dunia lain. Selama itu juga, hubungan kita jadi platonis. Membosankan. Kita bukan lagi pasangan, tetapi seperti rekan. (hlm. 76)

 

“Kita terlalu mirip. Seperti medan magnet, kutub yang identik akan saling menolak satu sama lain.” (hlm. 77)

Sebenarnya sudah lama mendengar nama penulisnya, Orizuka. Tapi baru kali ini tergerak membeli bukunya. Dan ini adalah buku pertamanya yang saya baca. Penulis ini lumayan produktif, sudah menelurkan belasan buku. Infinitely Yours adalah novelnya yang ketiga belas.

Buat yang seumuran saya, mungkin tema yang diangkat bukan sesuatu yang mengejutkan. Cowok kaya, tampan, tapi dingin. Sedangkan si cewek berperangai ramai, imut dan lucu. Tipikal BBF banget. Tapi, justru ini favorit para remaja, terutama yang menyukai berbau-bau Korea. Cocok banget buku ini buat murid-murid di sekolah yang selalu histeris dengan apapun yang berhubungan dengan Korea. Wajar saja, jika buku yang saya beli ini telah memasuki cetakan ketiga.

Poin lebih dari buku ini adalah berhasil mendeskripsikan Korea lumayan detail. Sudah dipastikan novel ini dari awal akan beraroma Korea. Kita akan disuguhi all about Korea, mulai dari Istana Gyeongbok, patung King Sejong si raja keempat dinasti Joseon, Pulau Nami, Guung Seorak, dan yang paling fenomenal nan terkenal itu, N Seoul Tower, Namsan. Kita juga akan menemukan makanan khas Korea; jajang myeon, kimbab (soun kecap), japchae (nasi ketan gulung berisi sayur), teh insam, kalbichim, kimchi, dan lain-lain.

Penulisnya memang sangat menyukai Korea. Memiliki hobi membaca, menonton, mendengarkan musik serta fangirling bersama Kpoppers. Bahkan dia terpilih sebagai salah satu juri di Korean Story Contest 2012 yang diadakan oleh salah satu penerbit Indonesia. Pemilik asli Okke Rizka Septania ini memang apik menuangkan hobinya itu ke dalam bentuk tulisan. Karya lainnya yang juga bearoma Korea adalah Oppa & I.

“…remaja-remaja Indonesia harusnya lebih mencintai negaranya sendiri sebelum mencintai negara lain. Negara kita memang nggak sempurna, tapi kalau penerus bangsa saja sudah apatis dan malah kabur ke negara lain, kita mau jadi apa?” (hlm. 123)

Keterangan Buku:

Judul                            : Infinitely Yours

Penulis                          : Orizuka

Editor                           : Andree & Gita Romadhona

Proofreader                  : Christian Simamora

Penata letak                  : Dian Novitasari

Desain sampul              : Jeffri Fernando

Penerbit                        : GagasMedia

Terbit                           : 2012 (Cetakan Ketujuh)

Tebal                            : 294 hlm.

ISBN                           : 979-780-508-5

36 thoughts on “REVIEW Infinitely Yours

  1. Pingback: #KadoUntukBlogger | Luckty Si Pustakawin

  2. Sumpah, buku ini inceran banget sejak dulu. Pas ikutan giveawaynya di akun @readerizuka dan nggak menang, sampai nangis gegaranya. Hahahah😀

    Aku suka banget sama Kak Orizuka, kecintaannya terhadap K-Pop nggak sia-sia, maksudnya nggak sekadar suka sama artis-artisnya, juga menghasilkan ‘sesuatu’ yang luar biasa. Menerbitkan belasan buku dari hasil ke-fanatik-annya itu, siapa yang nggak mau coba?

    Terlebih, buku-bukunya nggak sekedar ‘asal jadi’ aja. Dari kecintaannya itu, dia juga makin nambah pengetahuannya tentang Korea. Apalagi Infinetely Yours ini, banyak menyuguhkan pariwisata disana, salah satunya Nami Island.

    Intinya, buku ketigabelasnya ini memang cocok jadi pengisi di rak buku aku *okesip*.

    @asysyifaahs

      • Iya, aku juga punya buku dari Haru, temen-temen sampe ngantri buat minjem. Alhasil, pulang-pulang jadi lecek. Hahaha…😄

  3. kalimat yang aku suka : “Berumur dua puluh lima tahun, tapi kelakuan seperti mundur sepuluh tahun.”
    yup banyak yang kayak gitu, ga harus kpopers, banyak yang kayak gitu, cuma bisa tersenyum..hehehe
    Trus kalimat ini : “…remaja-remaja Indonesia harusnya lebih mencintai negaranya sendiri sebelum mencintai negara lain. Negara kita memang nggak sempurna, tapi kalau penerus bangsa saja sudah apatis dan malah kabur ke negara lain, kita mau jadi apa?” (hlm. 123)
    Nah lhooo, bener banget itu. kenyataannya gimana? buanyak banget yang BANGGA kalo bisa mengenal dan mempelajari budaya negara lain, sedangkan budaya negeri sendiri ia lupa bahkan melupakan. Miris

    • buanyak banget yang BANGGA kalo bisa mengenal dan mempelajari budaya negara lain, sedangkan budaya negeri sendiri ia lupa bahkan melupakan.

      –> sebenernya gapapa sih kalo ngambil sisi positifnya. Di sekolah, ada guru Korea, masih seumuranku, pekerja keras dan disiplin banget!😉

  4. Kalo dilihat dari cover, menurutku kok kurang gimanaaaa gitu. Tapi kan kata pepatah “Don’t judge a book by it’s cover.”
    Jadi pengen baca juga. Kayaknya seru, jadi serasa nonton drama Korea tapi pemainnya orang Indonesia.
    *halah
    Narayan Sadewa, namanya diambil dari tokoh pewayangan, dipanggilnya Rayan. Keren! Plesetan dari Ryan nih. He he
    Jingga juga bagus.

    Aku belum pernah baca K-POP
    *kudetbanget ya😀

    Lebih seneng nonton filmnya, jujur aku susah inget nama-nama Korea. Tapi karena tokoh dalam novel ini Indonesiaaaa banget, so nggak masalah.
    He he

    Waaah proofreadernya Christian Simamora. Dulu pas pertama denger nama Orizuka, aku kira itu nama cowok.
    Ha ha
    *abaikan
    Keren, ya udah masuk cetakan ketujuh.

    …remaja-remaja Indonesia harusnya lebih mencintai negaranya sendiri sebelum mencintai negara lain. Negara kita memang nggak sempurna, tapi kalau penerus bangsa saja sudah apatis dan malah kabur ke negara lain, kita mau jadi apa?” (hlm. 123)

    Suka dengan bagian ini. Setujuuuuu deeeeh sama kamuuuu …
    Makasih lagi udah berbagi review. Lanjutkan!
    ^_^

  5. buku ini oke banget buat aku! eh, buat para pembaca khususnya pecinta korea. Seperti yang Kakak bilang di atas, pendeskripsian tokoh dan setting nya itu kuat banget. udah kaya penulisnya itu tinggal lama di korea.
    secara keseluruhan aku suka banget.
    tapi ada yang disayangkan dari novel Kak Ori yang satu ini, cerita intinya gitu ya mirip-mirip film Thailand yang judulnya Love Stranger. Bagi kalian yang udah nonton film itu dan baca novel Infinetly Yours pasti tau dimana letak kesamaannya.
    Kayanya aku juga pernah baca komen yang sama tentang film dan novel itu, entah siapa aku lupa, hehe. Kak Ori nya sendiri mungkin ya? Ah tau deh ya, lupa banget..

  6. Pingback: Orizuka’s Book Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

  7. Huaa, recommended untuk kalian yang suka baca dan suka Korea *Q* ceritanya ringan, tapi bikin greget u.u Nggak habis pikir sama kak Ori :p hihiihi
    Nice post mbak😀

  8. salah satu buku Orizuka yang udah diincer dari dulu nih. :3
    selalu gak kebagian minjem di perpus gegara pada banyak yang minat :3

  9. Nggak tahu kenapa meskipun teman-teman saya banyak banget yang gila Korea, tapi saya tetap saja tidak tertarik dengan korea. Saya lebih suka dengan Paris, Inggris, atau Amerika. Saya lebih bangga menjadi orang Indonesia dari pada berdandan atau bertingkah laku kekorea-korean seperti teman-teman saya🙂

  10. Saya tidak terlalu suka novel-novel bergenre fanfiction di korea sebetulnya. Hahaha. Mungkin karena saya kesulitan membayangkan seperti apa di Korea itu. Saya pernah membaca novel ini, dan hahaha malah seperti nonton salah satu film Thailand dengan tema yang sama dan plot-plot yang sama.

  11. Ini novel Gagas yang pertama kali kubaca, n novel kak Ori yang pertama kali kubaca. Dan yeah, novel ini bawa first impression yang bagus, sampai2 aku jadi fans berat kak Ori dan Gagas. Awalnya aku malas baca karna aku kurang klop sm Korea, tapi kak Ori berhasil bikin aku tetep tertarik dan menikmati novel ini. Kece!

    Nice review, kak. Keep posting! :3

  12. baca reviewnya jadi pengen deh, apalagi bernuansa korea.
    KYA……. saya K-Lovers….
    novel ini bisa jadi pilihan buat remaja2 yang ngefans bgt sama yg namanya korea soalnya bisa menggambarkan dengan detail ttg korea.

    “…remaja-remaja Indonesia harusnya lebih mencintai negaranya sendiri sebelum mencintai negara lain. Negara kita memang nggak sempurna, tapi kalau penerus bangsa saja sudah apatis dan malah kabur ke negara lain, kita mau jadi apa?”

    hehe… bener juga quote satu ini. remaja indonesia sebagian besar suka korea. tapi asalkan kita tidak terlalu fanatik dan selalu mencintai indonesia, sih saya rasa fine2 aja.

  13. “…remaja-remaja Indonesia harusnya lebih mencintai negaranya sendiri sebelum mencintai negara lain. Negara kita memang nggak sempurna, tapi kalau penerus bangsa saja sudah apatis dan malah kabur ke negara lain, kita mau jadi apa?” (hlm. 123)

    Kalimat tersebut cukup jelas mengatakan, bahwa sebaiknya kita remaja Indonesia lebih mencintai negara sendiri, dan bangga akan apa yang kita punya. Yang ingin saya tanyakan, apakah dlm novel tersebut mendeskripsikan mengenai keindahan Indonesia? Atau keindahan Korea melulu? Bukankah lebih baik kita menceritakan khasanah budaya Indonesia, sebelum kita mencoba menjejali cerita di negara luar? ahhaha
    -sekian-

  14. Pingback: Orizuka’s Book Reading Challenge 2014 | lovelymaknae

  15. “…remaja-remaja Indonesia harusnya lebih mencintai negaranya sendiri sebelum mencintai negara lain. Negara kita memang nggak sempurna, tapi kalau penerus bangsa saja sudah apatis dan malah kabur ke negara lain, kita mau jadi apa?”

    Saya sedikit tersinggung membaca kata-kata ini. Hahahaha🙂

  16. penasaran bgt dri dl ma buku ini.. dan msh blm kesampaian.. aku tau buku ini jg dri rekomendasi tmn ktanya rame bgt juga kocak dan dstu pertama kliny tau penulis Orizuka..
    oiyah aku jg setuju ma kata2 “…remaja-remaja Indonesia harusnya lebih mencintai negaranya sendiri sebelum mencintai negara lain. Negara kita memang nggak sempurna, tapi kalau penerus bangsa saja sudah apatis dan malah kabur ke negara lain, kita mau jadi apa?” (hlm. 123)
    itu ngingetin jg sih supaya kita ga fanatik bgt sama budaya negara lain dan lebih mencintai budaya negara kita🙂

  17. Dua tahun lalu pas baca novel ini pertama kali (hasil minjem dari temen), langsung kecantol sama orizuka. Isinya berkesan banget, why? Krn waktu itu aku baru putus😀 dan gara2 baca novel ini aku bisa move on. Yang ada kalimat “good bye love, you gotta be happy”. Kalimat itu jadi kaya penyemangat, manjur banget buat aku bisa move on. Kata-katanya ga bikin bosen, seger, dan aku berasa beneran ada di tempat-tempat wisata yang disebutin di dalem novel itu *khayalan tingkat tinggi. Pokoknya orizuka daebak lah!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s