REVIEW Prisoner of Ur Heart

Waktu, membuatku tahu. Bahwa ada hal-hal yang terkadang abadi bersamanya. Berjalan beriringan, tanpa dapat ditinggalkan.

Jarak, membuatku maemahami. Sejauh apa pun aku mencoba untuk lari, hatiku akan terus berpulang ke hatimu. Dan seandainya, seandainya saja takdir mempertemukan kita kembali. Izinkan aku memelukmu walau hanya sekali, izinkan aku untuk mengakui bahwa aku mencintaimu.

Ya, aku menicintaimu, dengan segenap yang kupunya. (hlm. 234)

Elaine tahu bagaimana rasanya jatuh cinta. Rasa itu datang begitu tiba-tiba, tanpa sempat dicegah dan tumbuh dengan sendirinya. Dan saat dia menyadarinya, sudah terlambat untuk mundur dan menghindarinya. Yang bisa dilakukan hanyalah dua hal, menikmati pahit manisnya jatuh cinta, atau tersiksa karena terus berusaha mengingkarinya.

Ternyata seperti ini rasanya saat duduk berhadapan dengan seseorang yang kita tahu tidak pernah mencintai kita? Ia ada tepat di depanmu tetapi kamu merasa berada ribuan mil jauh dari dirinya. Ia berada begitu dekat denganmu, tetapi kamu merasa begitu asing baginya. Hanya selangkah lagi dan jarak di antara ia dan dirimu akan terhapus, tetapi bahkan untuk bergerak pun kamu tidak berani melakukannya. Semua itu karena kamu takut. Kamu takut ia akan mundur dua langkah ke belakang, dan jarak antara dirimu dan dirinya akan semakin terentang. Semua itu karena kamu tahu. Tahu bahwa segalanya tak lagi sama. Bahwa segalanya kini telah berbeda. Di hatinya tidak pernah ada namamu. Di matanya tidak pernah ada bayanganmu.(hlm. 198)

Fabian Tanuwijaya, nama laki-laki. Seseorang yang dikenalnya saat kali pertama menginjakkan kaki di Australia. Elaine merantau ke negeri kangguru tersebut untuk melanjutkan pendidikannya. Orangtuanya menyetujuinya. Asal dengan satu syarat, disana ada Fabian, anak dari teman orangtuanya yang akan mengawalnya kemanapun. Awalnya Elaine merasa risih karena apa-apa harus bersama Fabian. Lalu mulailah bibit-bibit cinta diantara keduanya… (‾▽‾)♥(‾⌣‾)

Awww..kalimat yang so sweet.. ( ‘’ )┌♥┐( ‘’ )

  1. “….aku harap hatimu percaya aku.” (hlm. 112)
  2. “Jangan jauhi aku. Jangan hapus aku dari hidupmu. Meskipun perasaanmu nggak sama dengan perasaanku, setidaknya biarkan aku di dekatmu.” (hlm. 208)

Beberapa kalimat favorit:

  1. “Melihat orang yang kamu sayangi terluka jauh lebih menyakitkan daripada merasakan luka itu sendiri.” (hlm. 148)
  2.  “…seandainya saja takdir mempertemukan kita kembali, izinkan aku memelukmu walau hanya sekali, izinkan aku untuk mengakui bahwa aku mencintaimu.”
  3. Mungkin inilah yang disebut cinta. Sesakit apapun ia menyakitimu, kamu tetap tidak akan bisa begitu saja menghapus perasaan itu dari hatimu. Kamu tidak bisa membencinya meski kamu sangat menginginkannya. Dan meskipun kamu tahu ia akan pergi untuk selamanya, kamu tetap akan mencintainya hari ini, bahkan nanti. Bukankah mencintai berarti saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing? Bukankah mencintai berarti ada saat bahagia dan sulit dalam hidupnya? (hlm. 231)
  4. “Aku percaya, suatu yang datangnya dari hati akan sampai ke hati. Untuk mencintai apa yang tengah kita kerjakan itu sangatlah penting. Sebab kita tidak mungkin bisa melakukan yang terbaik jika kita tidak menyenangi apa yang kita kerjakan.” (hlm. 89)

Seperti buku-buku yang ditulis Irin Sintriana sebelumnya, ibarat makanan buku ini tergolong camilan ringan. Sayang, konfliknya kurang greget dan akhir cerita yang gampang ditebak. Poin lebih isi cerita yang bersetting Australia.

Keterangan Buku:

Judul                            : Prisoner of Ur Heart

Penulis                          : Irin Sintriana

Desain sampul              : Mahar Mega

Tata Letak                    : Laksamana Indira

Penyunting                    : Bagas Prasetyadi

Pemeriksa aksara         : Tika Yuitaningrum

Penerbit                        : Eazy Book

Terbit                           : 2013

Tebal                            : 248 hlm

ISBN                           : 602-19746-8-9

 

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

4 thoughts on “REVIEW Prisoner of Ur Heart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s