REVIEW I For You

Kamu bisa bebas menentukan jalan kamu sendiri, dan tentunya kamu bisa bebas mencintai orang yang kamu pilih. (hlm. 357)

Beberapa anak yang berjalan di koridor menatap mereka dengan kagum. Cessa dan Benji merupakan pasangan paling fenomenal di sekolah ini. Cessa adalah anak seorang direktur perusahaan tekstil ternama yang memiliki beberapa cabang di luar negeri. Darah Prancis yang mengaliri tubuhnya membuat ia seperti boneka: matanya hazel, rambutnya cokelat, tubuhnya tinggi dan langsing, kulitnya pun putih mulus walaupun tampak pucat.

Sementara itu, Benji adalah anak pemilik perusahaan kelapa sawit, sahabat ayah Cessa. Ayahnya yang berkebangsaan Amerika membuatnya memiliki fitur mirip dengan Cessa, hanya saja matanya hitam, mengikuti mataibunya yang orang Jawa asli.

Cessa dan Benji sudah dinobatkan menjadi pasangan sejak masuk ke sekolah ini. Mereka selalu datang bersama, pulang bersama, dan selalu ada di kelas yang sama selama dua tahun termasuk tahun ini, saat mereka naik ke kelas dua belas. Mereka adalah pasangan yang ‘terlalu indah untuk menjadi kenyataan’, tetapi mereka benar-benar nyata. Hanya dengan melihat mereka, orang-orang bisa terpukau, lalu bermimpi bisa memiliki pasangan sesempurna itu juga.

Sementara itu, ada Surya dan Bulan adalah kakak beradik yang yatim piatu. Selama hampir dua tahun setelah tragedi kecelakaan orangtuanya, mereka tinggal di rumah paman dan bibinya. Tidak mau menyusahkan lebih lama, Surya dan Bulan pun memutuskan untuk mengontrak rumah mungil dan tinggal berdua saja.

Sekarang, mereka mungkin orang tidak mampu. Namun, satu hal yang Surya tahu, ia bisa mengubah nasibnya dengan caranya sendiri. Surya akan menunjukkan kepada orang-orang kaya itu, bahwa hidup bukan sekedar tentang uang. Bahwa ia akan mengalahkan mereka dengan cara yang lebih bermartabat. Dan itu adalah kerja keras.

Beberapa kalimat favorit:

  1. Tidak semua permintaan maaf harus diterima. (hlm. 21)
  2. Jatuh cinta adalah perasaan saat hanya dengan melihat seseorang saja, ia bisa berdebar-debar. (hlm. 53)
  3. Harusnya tidak ada siapapn selain ‘kita’. (hlm. 199)
  4. Jika hal yang paling sulit untuk kamu lakukan adalah mengucap ‘selamat tinggal’, saat itulah kamu tahu kamu sedang jatuh cinta. (hlm. 239)

Aww…banyak bertebaran adegan PERPUSTAKAAN dan BUKU-BUKU.. (‾▽‾)♥(‾⌣‾)

  1. Cessa mendorong pintu perpusatakaan yang berat karena terbuat dari kayu jati kokoh, lalu melongokkan kepala dan menganga saat melihat isinya. Selain memiliki langit-langit yang tinggi, perpustakaan itu sangat luas dengan jendela-jendela besar. Cahaya matahari menelusup masuk melalui dedaunan, menerangi meja-meja baca yang tersebar di seluruh penjuru dan rak-rak buku raksasa yang berjejer rapi. Cessa baru tahu sekolahnya memiliki perpustakaan seindah ini. Saat melihatnya, ia seperti sedang berada di dunia lain. (hlm. 61)
  2. Semenjak Cessa ada di sini, Surya tak pernah bisa berkonsentrasi pada bukunya. Ketika ia sudah mulai bisa mencerna satu paragraph, satu gerakan remeh dari anak perempuan itu membuat fokusnya buyar begitu saja. (hlm. 70)
  3. Surya sendiri sudah tidak peduli lagi kepada Cessa dan tenggelam di lautan buku, mencari buku yang dimaksud. Ia penasaran pada sejarah Orde Baru, jadi ia mencari buku-buku terbitan lama mengenai pemerintahann tersebut. Ia ingin tahu perbedaan cerita dulu dengan sekarang. (hlm. 93)
  4. Surya mengikuti Cesaa menuju rak astronomi sambil menatap tangannya yang tergandeng erat. Selama beberapa hari ini, anak perempuan itu selalu ada di sampingnya, mendengarkan dengan seksama pengetahuan yang dapat dari buku itu. (hlm. 136)
  5. Cessa berlari kecil mengikuti langkah Surya yang besar-besar. Saat ini sedang jam istirahat, dan seperti biasa mereka berada di perpustakaan. Sudah beberapa menit, Surya menghindari Cessa dengan berjalan berkeliling dengan modus mencari buku. Namun, anak perempuan itu tampak bersikeras mengekorinya. (hlm. 161)
  6. Cessa mengintip ke balik rak astronomi, lalu mendapati Surya sedang serius memelototi punggung buku-buku yang tersusun di rak. Sepertinya, anak laki-laki itu sedang mencari buku. (hlm. 239)
  7. Sudut bibir Cessa terangkat. Berkat Surya, ia tahu banyak hal. Hari-hari yang ia habiskan di perpustakaan ini bersama laki-laki itu benar-benar magis. Ia belajar, namun tidak sadar bahwa ia sedang belajar. Yang ia tahu, ia merasa bahagia saat melakukannya. (hlm. 263)
  8. Cessa mendorong pintu perpustakaan, lalu melangkah masuk. Seperti biasa, perpustakaan itu terlihat lengang dan damai. Jika dulu saat pertama kali menghirup udaranya Cessa merasa sesak, namun sekarang, udara perpustakaan itu membuatnya rindu. (hlm. 287)

Dibandingkan Infinitely Yours yang saya baca sebelumnya, saya lebih menyukai tulisan Orizuka di buku ini. Poin lebihnya adalah, walaupun tema yang diangkat umum; perbedaan kontras antara si kaya dan si miskin, tapi ada ending yang mengejutkan. Jika kita menemukan dalam buku menye-menye biasanya si tokoh penyakitan karena kanker, di buku ini kita akan menemukan sebuah penyakit yang asing di buku ini, yaituVon Willebrand Disease. Penyakit apakah itu? Baca saja di sini.

Keterangan Buku:

Judul                            : I For You

Penulis                          : Orizuka

Editor                           : eNHa & Gita Romadhona

Proofreader                  : Alit Tisna Palupi

Penata letak                  : Wahyu Suwarni

Desainer sampul           : Jeffri Fernando

Penerbit                        : GagasMedia

Terbit                           : 2012 (Cetakan Keempat)

Tebal                            : 380 hlm.

ISBN                           : 979-780-554-9

 

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

34 thoughts on “REVIEW I For You

  1. Pingback: #KadoUntukBlogger | Luckty Si Pustakawin

  2. “hidup bukan sekedar tentang uang.”
    Setuju bangeettt.
    tapi kenyataan? banyak dari masyarakat yang mendewakan materi. Ga dapet BLSM aja ngamuk-ngamuk. kalem aja gimana sih, anggep aja sedekah kepada negara biar buat bayar utang. ntar kan diganti dengan berlipat-lipat (kalau ikhlas). money minded sih

  3. Pingback: Orizuka’s Book Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

  4. Aku juga setuju kalau buku ini lebih bagus dari Infinitely Yours. Sayangnya kalau dilihat dari cover, rada kurang greget gitu, dominan di ungu soalnya😀

    Dan setelah tanya ke Mbak Google, penyakit Von Willebrand Disease ini semacam penyakit hemofilia/pendarahan gitu.

  5. SETUJU! Ide biasa yang dikemas kece, endingnya fantastis! Hihihi. Dan yeah, aku kagum berat sm kak Ori yang bisa ngangkat penyakit langka begitu. Serius, ini teenlit paling kece yang pernah aku baca! Thanks for reviewing kak. You bring back memories (“:

  6. Aku sempet baca buku ini di E-book.Dan memang benar,buku ini LEBIH baik dibandingkan Novel Mba Orizuka yang Infinitely yours.
    Btw,aku pingin punya cowo kaya Suryaaaa,Dingin tapi genius.Duhhhhh

  7. Pingback: Orizuka’s Book Reading Challenge 2014 | lovelymaknae

  8. wah “Tidak semua permintaan maaf harus diterima.” kata-kata yang amazing. ini benar adanya, karena kita manusia biasa yang tidak sempurna. dan keadaan yang membuat manusia melakukan hal ini.

  9. Baru kelar baca, dan langsung lari ke sini yipiii~ dalam satu hari aku baca 2 novel karya kak Orizuka, dan terakhir aku dibuat terharu sama cerita satu ini :’) entah kenapa aku suka banget tokoh Benji, gila ya ada cowo sebaik dia, malaikat apa manusia coba? Titisan dewa? Pokoknya novel ini sayang untuk dilewatkan, must read!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s