REVIEW Terpesona

Belum pernah aku jatuh cinta seperti ini.

Begitu menginginkan seseorang di luar kendali hatiku.

Tapi, hati kita telah lebih dahulu merintis jalan.

Saling bicara dengan bahasa yang hanya mereka yang mengerti.

Jadi, bukan kebetulan kau dan aku ada di sini.

Saling tatap dan saling balas tersenyum malu-malu.

Ini takdir, kita sama-sama tahu itu.

Kau adalah jodohku –bahkan sebelum aku mengenalmu.

TERPESONA adalah GagasDuet, novella dari dua penulis kebanggan GagasMedia: aL Dhimas dan Sylvia L’Namira. Keduanya mempersembahkan dua cerita tentang mimpi dan harapan.

The Promises – aL Dhimas

Adalah Regan Daniswara, 27 tahun. Meninggalkan Ibu Kota dan mencoba peruntungan di tanah kelahirannya –yang sekarang terkenal sebagai asal pancake durian. Tempat dia memperoleh ketenangan setelah cukup lama berperang batin dan memutuskan pergi dari kota yang membesarkannya. Dia berusaha melupakan semua kisah masa lalu dan berusaha untuk menata kehidupannya dari awal lagi.

Dengan dukungan tabungan dan pekerjaannya sebagai freelancer pada sebuah wedding organizer milik tunangan sepupunya, dia mencoba melakukan observasi, field research, dan segala macam hal yang dibutuhkan untuk mendirikan toko buku yang benar-benar dia mau.

Sesuai tema yang diusung GagasDuet kali ini, kisah Regan ini memuat tentang mimpinya untuk memiliki sebuah toko buku. Aaaaakkk…sama persis dengan mimpi saya, bedanya saya baru angan-angan, sedangkan tokoh Regan ini sudah serius untuk mewujudkannya.

Toko buku bagiku adalah surga. Tempat ilmu pengetahuan dan hiburan tersedia. Tempat aku bisa merasakan kenyamanan sekaligus kedamaian. Bukankah semua itu ada di surga?! Aku menghirup dalam-dalam aroma yang kucium saat ini. Mungkin orang lain akan menganggap ini berlebihan, tetapi dapat aku katakan aku bisa mencium aroma wangi kertas. Aroma yang mengelilingi surgaku ini. Aroma yang kusukai. Di mana aku berdiri, aroma itu selalu ada. Itu sebabnya aku menyukai seluruh bagian toko buku. Aku bisa berada di bagian buku tentang kuliner selama berjam-jam tanpa ada masalah. Sama halnya dengan berada di bagian komik atau novel. Bahkan, aku tidak keberatan jika mengelilingi bagian stationery berulang-ulang. Begitu besarnya kecintaanku akan toko buku, sampai aku pernah mengkhayalkan akan bertemu dengan soulmate-ku di toko buku… (hlm. 23)

Beberapa kalimat favorit:

  1. Kangen itu buat orang yang kita sayang, tapi kalau rindu buat orang yang bener-bener kita sayang. (hlm. 16)
  2. Kita selalu menganggap akan ada pilihan. Sayangnya pilihan yang ditawarkan sama sekali bukan pilihan yang menyenangkan. (hlm. 65)
  3. Memang harus ada yang dikorbankan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. (hlm. 80)
  4. Segala sesuatunya punya esensi. Kalau esensi itu hilang, maka tidak ada gunanya lagi apa yang terlihat. (hlm. 93)
  5. Orang yang sedang jatuh cinta akan melakukan apa saja untuk orang yang dicintainya. Yang penting diingat, jangan terlalu berlebihan. Berikan saja kasih sayang tulus dan sebenarnya karena itu lebih everlasting dibanding limpahan pemberian yang berakhir sebagai pajangan. (hlm. 93)
  6. Terkadang apa yang kita ucapkan seringkali merupakan sesuatu untuk menutupi keadaan sebenarnya. (hlm. 110)
  7. Tapi harapan kadang tak berjalan seiring dengan kenyataan. (hlm. 112)
  8. Mungkin kita merasa begitu banyak masalah dalam kehidupan kita. Nggak pernah ada kebahagiaan di sana. Seperti sebuah terowongan gelap berliku-liku. Begitu suram dan nggak berwarna. Tapi percayalah, kita selalu punya harapan untuk bahagia. Sekecil atau mungkin se-absurd apa pun, harapan selalu ada. (hlm. 114)
  9. Kalau kamu benar-benar mencintai seseorang, beranilah untuk mengatakannya dan bertindak. Kalau tidak, kamu harus cukup berani untuk melihatnya bahagia bersama orang lain. (hlm. 115)
  10. Kita nggak bisa bilang kita ada di posisi gampang atau sulit. Masing-masing orang udah dikasih porsi sesuai jatahnya. (hlm. 118)
  11. Yang perlu kamu lakukan cuma satu. Ask your heart. Seberapa pantas dia untuk kamu perjuangkan. (hlm. 119)

Awwww…ada adegan di perpustakaan.. (‾▽‾)♥(‾⌣‾)

Kuedarkan pandangan mengelilingi perpustakaan. Ada mahasiswa yang duduk sendiri sambil membaca. Kelihatannya tipe-tipe rajin kalau melihat tumpukan buku di sampingnya. Ada juga mahasiswa yang sedang berduaan. Mungkin mereka sedang ganti suasana pacaran, bosan kalau ke mal terus. (hlm. 90)

Selain bermimpi ingin memiliki toko buku sesuai keinginan, harapan utama dalam hidup Regan adalah ingin bisa hidup bersama Bian yang selama ini telah memasuki relung hatinya. Poin lebih tulisan aL Dhimas seperti novel sebelumnya adalah mendeskripsikan dengan Kota Medan dengan ciamik yang jarang kita temui dalam novel-novel lokal. Oya, untuk yang sudah membaca novelnya sebelumnya, kita akan menemukan benang merah dengan para tokoh di buku Flavor of Love.

Chimera – Sylvia L’Namira

Ganesh, begitulah biasa dia dipanggil, pemuda yang tampan dan tampak bersahaja. Lapaknya sering dikunjungi para ABG yang terpikat dengan parasnya. Kadang, mereka minta dilukis, kadang mampir seolah mengagumi lukisan Ganesh, padahal hanya ingin melihat pelukis muda itu dari dekat. Melihat tingkah gadis manja dan centil tersebut, Ganesh hanya tersenyum. Ganesh merasa hari-hari yang dilaluinya bersama teman-teman pelukis jalanan adalah sisi kehidupan yang paling disukainya. Santai, tanpa beban, bebas mengekspresikan imajinasi, pikiran, dan perasaan. Itu hal yang paling disukai dalam kehidupannya.

Setelah kuliahnya selesai, Ganesh memang tidak langsung pulang ke Indonesia. Dia memutuskan untuk menjalani hidup sebagai seniman di Belanda. Yang membuatnya memutuskan demikian adalah karena Indi tak bisa lagi dihubunginya. Setelah e-mail dan sms-nya tak lagi pernah dibalas Indi, Ganesh menelepon rumahnya dan ternyata keluarga Indi sudah pindah. Indi tak memberitahu nomornya yang baru, bahkan mengirimkan e-mail pun tidak. Ganesh berpikir mungkin terjadi sesuatu yang membuat gadis itu menghilang.

“….aku nggak akan bilang selamat tinggal, Ndi. Karena aku akan mencari kamu setelah aku kembali. Aku janji.” (hlm. 204)

Ganesh tidak bisa benar-benar melupakan Indi. Di suatu hari, ada seseorang yang menginginkannya melukis seorang perempuan yang diakuinya sebagai tunangannya. Dan ternyata perempuan itu adalah Indi yang selalu merasuki mimpi-mimpinya bertahun-tahun. Akankah Ganesh akan merebut Indi kembali agar bisa berdampingan dengannya seperti dahulu kala seperti dalam mimpi-mimpinya setiap malam?!?

Ganesh harus melupakan sejenak  mimpinya menjadi seniman jalanan. Keluarganya membutuhkannya. Sejak Ganesh mengelola perusahaan batiknya, dibantu adiknya, Aditry yang masih kuliah di manajemen bisnis, dalam tiga bulan saja perusahaan batik CIPTA BARU berkembang dengan pesat. Banyak motif-motif baru yang diciptakan Ganesh menjadi trendsetter bisnis batik. Dengan keahliannya sebagai pelukis, digabung dengan kemampuannya menciptakan motif baru, karya Ganesh dengan cepat mendapat tempat di hati kalangan pencinta batik; mulai dari perancang hingga kolektor batik. Banyak pesanan datang dari berbagai kota, termasuk Jakarta, yang meminta batik produksi CIPTA BARU milik keluarga Ganesh.

Beberapa kalimat favorit:

  1. Tinggal disyukuri saja deh apa yang sudah dan akan terjadi dalam kehidupan kita. Mau ada jodoh atau enggak, kan, sudah di luar kuasa kita. (hlm. 144)
  2. Jika kita ikhlas, Tuhan pasti akan memberikan banyak pengganti keikhlasana kita dengan yang lebih baik. (hlm. 156)

GagasDuet kali ini mengambil benang merah yang menarik. Bukan mengambil tokoh yang sama, seperti dalam GagasDuet di Bittersweet Love atau Truth or Dare. Di buku ini, kita akan menemukan dua cerita yang benar-benar berbeda, tapi memiliki keterkaitan di tokohnya. Jika dalam The Promises, aL Dhimas berperan sebagai ‘aku’ si tokoh utama, Sylvia L’Namira dalam Chimera menggunakan kata ganti orang ketiga untuk mendeskripsikan dua tokoh utamanya, Ganesh dan Indi. Selalu suka GagasDuet. Nunggu GagasDuet berikutnya..😉

Keterangan Buku:

Judul                : Terpesona

Penulis              : aL Dhimas & Sylvia L’Namira

Editor               : eNHa

Proofreader      : Christian Simamora

Penata letak      : Dian Novitasari

Desain sampul  : Jeffri Fernando

Penerbit            : GagasMedia

Terbit               : 2012

Tebal                : 268 hlm.

ISBN               : 979-780-602-2

 

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

15 thoughts on “REVIEW Terpesona

    • sebenarnya gak wajar sih, mbak. Buktinya si tokoh mengalami dilematis yang cukup lama sampai meyakinkan dirinya kalo dia tidak bisa membohongi kata hatinya…😀

      • Tapi endingnya itu loh, Luckty. Ending adalah kesimpulan. Artinya dia memilih berada di jalur yang salah menurut agama, walau sempat dilematis. Menurutku bukan tidak bisa membohongi kata hati tapi memperturutkan hawa nafsu. Kok aku jadi kayak ceramah gini? Hahahaha…

  1. Pingback: #KadoUntukBlogger | Luckty Si Pustakawin

  2. Lagi-lagi novel duet. Tapi lumayan, jadi dapet dua cerita dalam satu novel, hehe.

    Aku suka banget sama novel yang bisa mendiskripsikan secara detail settingnya. Ya seperti buku ini yang bisa menceritakan tentang kota Medan. Tapi aku kurang setuju, dengan tokoh Regan yang melarikan diri dari masa lalunya. Menurutku, berdamailah dengan masa lalu. Karena masa lalu adalah puing-puing kenangan yang tak akan pernah pergi meninggalkan memori otak kita. Semakin kita ingin melupakannya, di saat itulah ia semakin merasuk memenuhi setiap ruang kosong pada memori kita, memutar kembali semua kenangan yang ada. Jadi berdamailah dengan masa lalu, tak perlu berusaha melupakan. Hanya perlu melangkah menuju masa depan yang lebih indah.

    Cerita kedua. Terkadang kita memang perlu berkorban. Dan buktinya Ganesh mendapatkan sesuatu yang lebih indah. Indah untuk dirinya, juga indah untuk keluarganya. Ada balasan setimpal atas pengorbanan yang telah kita berikan.

  3. Duh, pengen punya toko buku ya? kok sama kayak aku mhehehe😀

    jadi penasaran sama ada konflik dan pertentangan agama apa di buku ini setelah baca komen kak luckty di atas😐

  4. Covernya cantik banget, Review nya mendekati sempurna dan kutipan yang menyentuh banget yg ini -> “Jika kita ikhlas, Tuhan pasti akan memberikan banyak pengganti keikhlasana kita dengan yang lebih baik”. So, kita harus ikhlas atas semua yang dikasih oleh Allah. Dengan ikhlas dan bersyukur semuanya akan terasa indah. Percaya deh🙂

  5. Pertama buka link ini, aku langsung takjub melihat covernya,,, keren banget…
    Pengin baca gagas duet..
    Tapi, belum kesampaian juga..
    Aduh,, ternyata banyak sekali mimpiku yang belum kesampaian..😦

  6. Pingback: Terpesona Review | Melakoni Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s