REVIEW Menunggu

Love isn’t like a candy. But, it’s just a gum. Sometimes it loses the sweet, and turn bitter. (hlm. 157)

Last Chance – Dahlian

“Karena aku pengen kamu menyukai aku. Dan, karena aku nggak bisa berhenti mencintai kamu.” (hlm. 77)

Semua ini demi persahabatannya dengan Dhani. Bukan saat ini yang ditakutinya, tetapi masa yang akan datang. Jika suatu hari nanti hubungannya dengan Risa tidak seperti yang diharapkannya, jika suatu hari nanti hubungan mereka membuat semua pihak terluka, persahabatannya dengan Dhani akan hancur. Dhani pasti tidak akan memaafkannya. Aby tertegun. Namun, bahkan detik ini pun, saat ia berusaha agar segala sesuatu tetap berada pada tempatnya, Risa telah terluka.

Ia telah mencintai  Risa sejak gadis itu duduk di bangku SMA. Ia telah berusaha keras mengalihkan hatinya ke gadis lain. Tetapi, akhirnya ia tahu semua sia-sia. Ia tetap tidak dapat menyingkirkan Risa dari hatinya. Tiga tahun lebih telah berlalu, tetapi cintanya kepada Risa tetap tak berubah.-sedikit pun.

Apakah ia lebih memilih persahabatan daripada cinta? Di saat ia begitu menjaga persahabatannya dengan Dhani, ia justru menghancurkan diri sendiri dan gadis yang amat dicintainya. Tetapi, ia tak dapat memiliki segala yang diinginkannya kan? Ini hidup, dan tidak ada yang sempurna dalam kehidupan.

Namun, manakah yang akan membuat lebih banyak orang terluka? Jika ia memilih persahabatan, sudah pasti banyak yang akan terluka. Saat ini saja sudah banyak yang menjadi korban. Ia, Risa, dan gadis-gadis yang pernah menjadi kekasihnya. Dan, semua itu tidak akan berhenti sampai di sini. Entah masih akan ada berapa banyak gadis lagi yang akan terluka. Ia tak berani membayangkannya, apalagi setelah ia tahu bahwa ia tak bisa menyerahkan hatinya secara utuh. Itu sesuatu yang pasti.

Namun, jika ia memilih cinta, sudah pastikah persahabatannya akan hancur? Bagaimana jika ternyata Dhani telah berubah pikiran dan bisa mengerti? Bagaimana jika ternyata hubungannya dengan Risa baik-baik saja? Itu memang bukan sesuatu yang pasti. Tetapi ia tidak akan pernah dapat memastikan jika ia tidak berani melangkah. Apa yang Aby lakukan?

Para lelaki mengatakan perempuan sulit dimengerti, mungkin sebaiknya mereka berkaca dulu. Karena tak hanya perempuan saja yang sulit dimengerti. Lelaki juga! (hlm. 93)

Reason – Robin Wijaya

 

“Sejak kapan kita memulainya, Lenka?”

‘Aku tak ingat. Dan, kenapa kita baru berusaha merekam segala memori justru di detik-detik perpisahan? Bukankah segalanya akan terasa jadi lebih sulit? Terlalu banyak cerita yang mesti dikumpulkan satu per satu, dan mungkin saja kita melewatkan salah satu yang paling penting di antaranya.”

“Karena kebersamaan biasanya melenakan. Kita tak  pernah mengerti apa itu kebersamaan sebelum kita benar-benar berpisahh.”

“Gantar, kita nggak akan saling kehilangan, kan?”

“Kalau kamu percaya takdir, aminkan dalam hati, kita bertemu lagi suatu hari nanti.” (hlm. 161)

Bagaimana cara dua orang yang sudah bertahun-tahun tak bertemu melepas rindu? Setiap obrolan, makanan yang ditelan, minuman yang disesap pun mengulur cerita yang tak pernah habis.

Banhkan, Gantar lupa, kalau sudah bertahun-tahun lamanya mereka tak bertemu dan berkomunikasi. Pertanyaan soal keberadaan Lenka selama ini hilang begitu saja di dalam hatinya. Karena cinta memaafkan segalanya. Kurang dan keliru.

Karena perbedaan antara lelaki dan perempuan. Mungkin itulah sebabnya mereka saling tertarik satu sama lain. Menjadikan rasa ingin tahu yang tumbuh secara alami memaksa mereka saling mempelajari, dan pada akhirnya ingin memiliki untuk melengkapi ketidaksempurnaan dalam diri masing-masing.

Aku. Kamu. Segala tentang kita, telah menjadi kumpulan kata yang mewakili dua manusia yang tanpa sengaja telah menyusun potongan-potongan rasa menjadi sebuah gambar utuh tentang cinta.

Setiap detik yang bertambah hanyalah upaya waktu membuat perasaan kian bertumpuk karenamu. (hlm. 236)

Bebrapa kalimat favorit:

  1. “Setiap orang menetapkan tujuan dalam hidupnya, mereka membuat pilihan, dan menentukan langkah untuk mencapai tujuan tersebut.” (hlm. 229)
  2. “Kalau kamu mencintai seseorang. Kamu harus berusaha menjaganya semampu yang kamu bisa. (hlm. 255)
  3. “Ada kalanya kita perlu memberi kesempatan dan penghargaan kepada diri sendiri.” (hlm. 290)
  4. Jangan paksa aku untuk melupakanmu. Karena mengurangi cinta ini sedikit saja sudah begitu sulit. (hlm. 302)
  5. Tanpamu, mungkin aku tetap bisa bahagia. Tapi, tak akan pernah bisa sempurna. (hlm. 211)
  6. Kamulah cinta. Aku berhenti mencari. Menemukanmu sebagai  jawaban. (hlm. 219)

GagasDuet yang saya baca ini terdiri dari cerita yang berbeda, berdiri sendiri. Tapi memiliki tema yang sama, seperti judul buku ini; menunggu. Saya cenderung lebih menyukai tulisan Robin Wijaya, karena banyak selipan kalimat-kalimat yang manis.

Keterangan Buku:

Judul                : Menunggu

Penulis              : Dahlian & Robin Wijaya

Editor               : Ayuning

Proofreader      : Christian Simamora

Penata letak      : Dian Novitasari

Desain sampul  : Dwi Anissa Anindhika

Penerbit            : GagasMedia

Terbit               : 2012

Tebal                : 304 hlm.

ISBN               : 979-780-590-5

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

24 thoughts on “REVIEW Menunggu

  1. Pingback: #KadoUntukBlogger | Luckty Si Pustakawin

  2. Lagi-lagi roman, sempat merasa bosan, tapi setelah dibaca dari banyak buku, ada ‘suatu’ yang bikin sweet dan aaah syudahlah *tak bisa dideskripsikan dengan kata-kata*.

    Menunggu itu bosan, sama bosannya dengan aku yang belum pernah ditembak sama cowok satupun *hajjjaaar*. Mungkin, bagi tiap orang menunggu demi sebuah kepastian, nggak papalah ya, namanya juga perjuangan. Tapi aku, nungguin yang nggak pasti dan sama sekali nggak pasti, ah syudahlah.

    Jujur aja, review dari GagasDuet ini bikin aku fighting banget. To fight to wait. Iya, belajar semangat buat menunggu. Hahaha😀

    Anyway, nama yang digunakan dalam ‘Reason’ itu ngerasa gimana gitu, Lenka, langsung cling keinget penyanyi Trouble Is Friend itu. Akakak, tapi sekali lagi, ini emang buku yang pas buat ngisi hari-hari pertama di SMA aku nanti. Yap, nyoba nungguin kakak kelas kali ya. Hahahaha xD

    @asysyifaahs

  3. Terdiri dari cerita yang berbeda, berdiri sendiri. Weh, baru tahu, kirain cuma satu cerita. Waaah berarti 3in1 dong!😀
    Dulu udah berjuang dengan semangat 45 ikutan kuis biar dapet buku ini. Tapi sayangnya nggak dapet. Tapi nggak papa deh, sedikit terobati karena udah baca reviewnya dari mbak.
    Ditunggu review novel-novel duet Gagas yang lain.

    Kamulah cinta. Aku berhenti mencari. Menemukanmu sebagai jawaban. (hlm. 219)

    Hwuaaaa … andaikan ada yang nanti melamarku dengan kalimat ini. *khayalan tingkat tinggi.

    Setiap detik yang bertambah hanyalah upaya waktu membuat perasaan kian bertumpuk karenamu. (hlm. 236)

    Ini juga jleb banget, puitis banget! So sweeeet!! Semoga yang baca berat badan nggak over karena kebanyakan yang manis-manis.😀

  4. “Karena kebersamaan biasanya melenakan. Kita tak pernah mengerti apa itu kebersamaan sebelum kita benar-benar berpisahh.”
    Tapi menurutku, kita tak perlu menunggu perpisahan untuk mengetahui arti kebersamaan, kebersamaan memang melenakan, tapi disitulah kita meresepai makna kebersamaan itu🙂
    Temen saya pernah bilang, perpisahan bukanlah akhir dari cerita kita tapi berkurangnya waktu untuk tertawa bersama…
    itu adalah makna perpisahan yang saya tahu dan cukup melegakan hati saya

  5. Kayaknya ini buku keren deh, baca reviewnya aja udah ngiler pengen baca, hehe.

    Jadi ini ada dua cerita ya. Pertama galau milih persahabatan atau cinta.Ya itu pilihan yg sangat sulit. Aku pernah mengalaminya *eh jadi curhat* Tapi kalo aku milih jadi sahabat, karena punya sahabat baik itu susah banget, tapi kalo cinta takutnya putus di tengah jalan, malah hilang jejak.

    Kedua tentang perpisahan ya. “Karena kebersamaan biasanya melenakan. Kita tak pernah mengerti apa itu kebersamaan sebelum kita benar-benar berpisahh.” Setuju banget. Memang terkadang kita baru merasa kehilangan setelah benar-benar berpisah.

  6. antara persahabatan dan cinta, bukanlah hal yang untuk dipilih. tapi keduanya untuk dijaga. like this….

  7. aku juga lebih suka tulisan robin, mba luckty. manis, quotenya pas, ga terlalu ngegombal tapi ya bisa dibilang puitis, hehe.😀 kalo dahlian karena belum pernah baca buku selain buku ini, jadinya belum bisa baca karakter tulisannya gimana😀 gagas duet yang lain ada juga yang memadukan dua penulis dalam satu cerita, aku lebih suka yang ceritanya berdiri sendiri jadi bisa membaca dua kisah sekaligus dalam buku. ya anggep aja bukunya kayak novelet dengan satu tema yang sama, jadi enjoy bacanya karena kalo duetnya melebur, akhirnya ga keliatan lagi karakter penulis aslinya hehe

  8. Waduh pasti bingung sekali ketika harus memilih antara cinta dan persahabatan. semuanya memmang terasa berasa berpaalgi dalam adegan cinta segitiga.
    Saya suka sekali dengan review Luckty di buku ini. Dengan membaca reviewnya luckty saya bisa sedikit tergambarkan isi buku yang telah ia baca.

  9. Mbak @luckty: saya suka tulisan Robin Wijaya, di sini banyak quotes-qoutesnya ya, hehe Mbak Luckty ada link review Beautiful Mistake? boleh dishare?
    yang GagasDuet Sefryana Khairil dan Prisca Primasari🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s