REVIEW Rasputin’s Daughter

Cinta menyiksa segala zaman

Namun hati yang muda dan suci mendorong

Rahmat dari ledakan dan amukan,

Bagaikan ladang-ladang di musim semi ketika badai merongrong. (hlm. 172)

Adalah Matryona Grigorevna Rasputina, putri dari Grigori Yefimovich Rasputin. Diantara anak-anak Rasputin lainnya, dia yang paling menonjol. Menjadi seorang anak yang cukup terkenal, menjadi suatu beban tersendiri baginya. Dia harus berhati-hati dalam melangkah. Begitu pula dalam hal bergaul.

Telah kulampaui semua asa,

Aku dan mimpi-mimpiku jauh terpisah;

Hanya tinggal kesedihan yang tersedia,

Dari sebuah hati yang hampa terlimpah. (hlm. 41)

Hati siapa yang tidak meleleh saat mendengar kata-kata tersebut. Selain menghadapi masalah besar tentang ayahnya, dia juga musti menghadapi masalah hati. Dia telah jatuh cinta dengan seseorang yang baru dikenalnya.

Bukan hanya Grand Duke yang ingin ayahnya mati, banyak biarawan ortodoks membencinya ayahnya. Bukan semata-mata karena sensualitasnya yang menyebarkan nama buruk dan dukungannya pada bangsa Yahudi, tetapi yang paling penting, karena kepercayaannya menyimpang dari liturgi yang disetujui dan diterima.

Para jenderal yang berkuasa pun menginginkan dia tutup mulut; mereka benci dengan pernyataan-pernyataan anti-perangnya dan yakin bahwa dia seorang mata-mata, memperoleh informasi dari Permaisuri dan setidak-tidaknya membocorkannya pada pihak Jerman. Satu-satunya kelompok yang mencintai ayahnya adalah mereka yang berada di jajaran tertinggi, Kaisar dan Permaisuri, dan mereka yang ada di lapisan paling bawah, jutaan orang miskin yang tinggal di gubuk-gubuk menyedihkan yang bertebaran di seluruh penjuru Imperium Rusia yang mahaluas.

Menurut WIKIPEDIA, Grigori Yefimovich Rasputin (Bahasa Rusia: Григо́рий Ефи́мович Распу́тин) (lahir 10 Januari 1869 – meninggal 29 Desember 1916 pada umur 47 tahun) adalah legenda Rusiapada masa-masa akhir Dinasti Romanov. Rasputin memainkan peranan penting pada masa Tsar Nicholas II, istrinya Tsarina Alexandra, dan satu-satunya putranya Tsarevich Alexei, menderita hemofilia.

Rasputin sering disebut sebagai Biarawan Sinting, meski ia tak pernah menjadi biarawandan tak pernah merahasiakan pernikahannya. Ia diduga seorang starets (ста́рец), atau religius, dan ia dipercaya dapat menyembuhkan penyakit fisik maupun mental. Ia dapat dipandang sebagai salah satu tokoh kontroversial pada sejarah abad ke-20, meski Rasputin kini dipandang oleh para sejarawan hanya sebagai kambing hitam. Ia memainkan peran kecil namun penting pada jatuhnya Dinasti Romanov yang akhirnya membawa kemenangan Bolshevik dan didirikannya Uni Soviet.

Selain menggambarkan keadaan Rusia sebelum tahun 1900-an, buku ini menunjukkan bahwa Matryona Grigorevna Rasputina atau yang lebih familiar dengan nama Maria Rasputin sangat mencintai ayahnya, meski dalam keadaan apapun. Selain itu, kita juga bisa mengambil pelajaran hidup atas apa yang dialami Maria bahwa kita musti harus berhati-hati dengan siapa pun, meski orang tersebut mampu melelehkan hati. Terlebih lagi orang tersebut baru kita kenal.

“….dari dulu sampai sekarang aku adalah anak yang berbakti. Aku mencintai Papa, dan dia … mencintaiku.” (hlm. 22)

Beberapa kalimat favorit:

  1. “Sastra itu sangat demokratis. Aku tahu tidak semua orang bisa membaca di negara kita –itu akan berubah- tapi semua orang bisa mengambil buku.” (hlm. 44)
  2. “Percaya saja pada kekuatan cinta Ilahi, dan kalian akan menemukan ketenangan hati dan kedamaian pikiran dalam Tuhan kalian.” (hlm. 147)
  3. “Suatu hari kalian akan menikah. Dan dalam pernikahan itu, kalian harus menemukan kebenaran dan kejujuran. Jangan sekali-kali melupakan, meskipun ada pria dan wanita dalam pernikahan, keberhasilan dari penyatan itu tergantung pada satu hal – bahwa hanya satu jantung yang berdegup di situ, bukan dua.” (hlm. 147)

Keterangan Buku:

Judul                            : Rasputin’s Daughter

Penulis                          : Robert Alexander

Penerjemah                  : Rahmani Astuti

Penyunting                    : Dian Pranasari

Pemeriksa aksara         : M. Sidik Nugraha

Pewajah isi                   : Eri A. Adityawarman

Penerbit                        : Serambi

Terbit                           : 2012

Tebal                            : 400 hlm.

ISBN                           : 978-979-024-396-5

 

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

2 thoughts on “REVIEW Rasputin’s Daughter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s