REVIEW Camar Biru

Cerita cinta segitiga sering kita dengar. Nah, kalau ini kisah cerita bujur sangkar. Kalau bujur sangkar, berarti melibatkan empat hati donk?! Yup, di sini ada Nina, Adith, Naren, dan Sinar.

Nina. Cewek ceroboh, berantakan, amburadul, dan teledor. Rambut cokelat ikalnya yang hampir nggak pernah disisir; tetapi halus luar biasa. Kulitnya yang gak pernah dipoles make-up, hanya bedak dan lip balm beraroma stroberi, halus kayak kulit bayi. Dan, wanginya selalu kayak vanili. Walau kelaukuannya kayak manusia gua, penampakannya kayak putrid dari kerajaan gulali.

Naren. Kakak Nina. Mereka hanya berjarak tiga tahun. Naren paling repot mengurusi Nina. Naren yang membangunkan setiap pagi. Naren yang menenmani ke dokter gigi. Naren yang membacakan cerita menjelang tidur. Naren yang terbangun setiap Nina bermimpi buruk tentang monster di bawah kasur. Naren yang meletakkan handuk basah di atas jidat Nina setiap kali dia demam. Dan, Naren yang selalu menjemput dan mengantarnya ke mana pun.

Adith. Seorang dosen alias pengajar. Sempat berada di negeri komik dan geisha alias Jepang selama setahun meneruskan pendidikannya di sana. Ngikik aja pas baca adegan ini, mengingatkan banyak teman yang mengalami hal serupa.. ˇ)-c 

Kalau lo dosen, lo harus, HARUS, sedikit jaim, kalo nggak lo rasanya akan ditatap dengan pandangan sinis, dan setelah itu lo cuma bakal jadi invisible man setiap kali mengajar.. (hlm. 73)

Nah, baru ada tiga. Lalu siapakah seorang berikutnya? Dialah Sinar, tokoh misterius dalam buku ini.

Selain mereka berempat, ada tokoh yang ambil bagian dalam cerita ini. Danish, sahabat karib Nina. Punya aura don’t mess with me dan dia selalu percaya diri mengejar apapun yang dia mau. Dia juga selalu memastikan orang-orang tahu perempuan seperti apa dia. Perempuan dengan standar hidup tinggi, bukan karena orangtua, apalagi cowok-cowok yang melemparinya dengan kemewahan. Dia memakai baju mahal, karena dia memang sudah bekerja keras untuk mendapatkannya. Atau kalau sepatunya bikin para ibu di desa terpencil sesak napas karena sama dengan pendapatan setahun suami mereka, itu karena dia memang sudah banting tulang agar bisa punya standar pendapatan untuk mampu membeli sepatu itu.

Rasa sahabat menjadi cinta, tidak hanya ada di buku-buku maupun di filmin. Di keseharian kita pasti ada yang pernah mengalaminya. Nina tidak punya pacar. Adith, sebagai sahabatnya melakukan perjanjian. Perjanjian apa?

“Kalau sampai sepuluh tahun dari sekarang lo belum nikah juga, gue bakal nikahin lo..”

“Tapi, kalo lo udah nikah gimana?”

“Nggak bakal. Gue nggak bakalan nikah sebelum lo…,”

Dan begitulah perjanjian mereka dibuat, ditandai  sepasang burung camar biru yang harus terus disimpan sampai waktunya tiba. (hlm. 13)

Awww…so sweet banget ini… (‾▽‾)♥(‾⌣‾)

Gue bakal bikinin kotak kaca buat hati Nina, seperti kotak kaca yang dibuat oleh para tujuh orang kerdil buat si putri salju. Lalu, gue kasih lapisan anti peluru kayak dimilik oleh M16 untuk melapisi mobil agen 007 mereka. Gue nggak akan sebodoh Davy Jones dengan membawa kotak kaca itu kemana-mana, kotak kaca itu akan gue simpan di dalam brankasnya bank-bank di Swiss sana. Safe and sound, just like what I hope Nina forever will be. (hlm. 103)

Banyak kalimat favorit:

  1. “…Kadang justru malah cinta yang ngerusak semuanya, dengan nafsu. Yang nantinya bikin cemburu, curiga, nggak percaya, terus muncul rasa ingin memiliki yang ujung-ujungnya jadi nyakitin… (hlm. 35)
  2. “Nikah itu cuma diinginkan sama cewek-cewek yang nggak mampu hidup enak dengan gaji mereka sendiri… Cuma orangtua yang sudah bosan mengurus anaknya aja yang suka mendesak anak-anak mereka buat nikah.. (hlm. 39)
  3. Kadang, saat kita nggak mampu melepaskan orang yang kita cintai, berarti kitalah yang harus pergi. Mungkin membalikkan badan dan berlalu lebih mudah dibanding berdiri diam menatap punggung seseorang.. (hlm. 269)

Suka dengan filosofi asap rokok:

“Gue selalu percaya permintaan itu akan dikabulkan kalau dia bisa terbang semakin tinggi. Enggak tahu kenapa. Mungkin kalau dia semakin tinggi, dia akan semakin mudah didengar. Karena nggak mungkin gue harus terus-terusan naik pesawat setiap kali punya permintaan, jadi jalan lainnya adalah asap. Gue membisikkan permintaan, lalu asap akan membawanya bersama udara, ke angkasa, dan akhirnya, gue harap, permintaan gue itu akan mencapai tempat yang tepat. Lalu, dikabulkan. Makanya gue butuh asap, karena asap membumbung tinggi ke angkasa. (hlm. 155)

Ehmm…sebenernya agak terganggu dengan penggunaan kata gue-elo. Seandainya diganti dengan aku-kamu tentu lebih manis. Agak bingung juga saat penggunaan kata ‘saya’ yang dilakukan Sinar terhadap Nina. Bukankah mereka telah kenal sejak kecil?!? (ˇ▼ˇ)-c

Camar Biru ini, satu dari sekian banyak buku terbitan GagasMedia yang saya suka. Isi ceritanya unik. Kisah bujur sangkar. Karena tidak hanya menceritakan hubungan cinta antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga hubungan antara kakak dan adik. Dan, endingnya yang tak diduga.

Keterangan Buku:

Judul                : Camar Biru

Penulis              : Nilam Suri

Editor               : Gita Romadhona & eNHa

Proofreader      : Gita

Penata letak      : Wahyu Suwarni

Desain sampul  : Dwi Anissa Anindhika

Penerbit            : GagasMedia

Terbit               : 2012

Tebal                : 280 hlm.

ISBN               : 979-780-603-0

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

 

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

12 thoughts on “REVIEW Camar Biru

  1. Pingback: #KadoUntukBlogger | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Book Kaleidoscope 2013: Top Five Book Boy Friends | Luckty Si Pustakawin

  3. Saya baca novel ini dari teman ! jujur, liat covernya kayak nya biasa aja.. tapi pas baca halaman pertama, masih sama (?) belum dapet feel ..

    tapi makin kelembar-lembar berikutnya.. bablas… saya mau lagsung nyelesain..
    karena ide ceritanya unik ! janji hanya berdasarkan sebuah kertas origami yang dibuat bentuk burung.
    tapi sayang.. endingnya rada-rada ga tepat🙂 kurung cetar *kalo bahasa sahrini* hehehe

    Tapi begus kok ^^ kalo difilm’in lucu kali ya😛

  4. Aku udah tertarik banget sama novel ini jauh sebelum aku berhasil baca. Temenku punya duluan, dan dia ceritain sedikit isinya, yang bikin aku tambah penasaran. Akhirnya aku pinjem dan baca, dan wow, emang kece abis! Terus aku ikutan GA dari kak Nilamnya, dan berhasil memilikinya sendiri. It felt good!

    Nice review kak. Keep posting! :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s