REVIEW Kilometer

Separuh hati yang LDR terbukti sangat bahagia, sementara separuhnya tidak. LDR itu ibarat ekskrim yang manis dan lembut di lidah, sekaligus dingin menggigit permukaan kulit. Maka, sama saja seperti hubungan pacaran jarak dekat, LDR juga punya berbagai rasanya sendiri. Ada yang 100% manis, beberapa yang manis asam, bahkan tidak jarang juga yang manis pahit. Artinya, hubungan LDR yang sudah disepakati untuk dibangun, bukanlah hubungan yang selalu berjalan mulus.

Beberapa kalimat favorit:

  1. Hidup ini pilihan, dan tiap pilihan memiliki konsekuensi. (hlm. 27)
  2. “Pasir kalau digenggam terlalu erat bisa habis semuanya, begitu juga cinta…” (hlm. 81)

Dari tujuh belas cerita, ada beberapa diantaranya yang favorit:

  1. Master(s) of LDR oleh Bunga Manggiasih. Hubungan LDR yang dijalaninya tidak hanya berjarak antar kota, tapi antar benua. Menjadi opening manis dalam kumpulan kisah LDR dalam buku ini. Ceritanya pun paling dewasa dibanding tulisan lain yang cenderung remaja. Hubungan jarak jauh tetap tidak akan saya rekomendasikan pada siapa pun, karena jarak fisik bukan hal yang mudah diatasi. Tapi, bertahan dalam hubungan LDR tidaklah mustahil. Dengan mengubah rasa sedih menjadi motivasi, kita justru bisa menang melawan jarak sekaligus mencapai prestasi. (hlm. 11)
  2.  Miss Aktivis Twitter oleh Okke ‘Sepatumerah’. Dari judulnya saja sudah terbaca kekocakan yang bakal kita dapatkan. Si Miss Aktivitis Twitter ini ceritanya bakal ketemuan ama pacarnya yang selama ini berstatus LDR. Dikit-dikit ngetwit. Dan kebanyakan ngtwit yang gak penting layaknya banci twitter. Sibuk dengan gadgetnya. Makan pagi siang malam selalu di upload. Biar seluruh dunia tahu segala macam kegiatannya yang sesungguhnya tidak ada cetar membahana. Pokoknya representasi masyarakat urban masa kini banget. Generasi merunduk. Gak pernah lepas dari gadgetnya. Oya, ada kesalahan yang lumayan agak fatal. Sebagai librarian #ehm, saya punya kebiasaan baca halaman kolasi. Itu loh halaman yang menampilkan tetek bengek tentang sebuah buku. Nah, nama Mbak Okke kenapa salah menjadi Okka?!? –“
  3. Titik Ini (ATLAS) oleh @biolahitam. Suka dengan selipan puisinya; Kita orang-orang yang pernah menikmati lara, kita pun pernah taklukkan malam dalam elegi, menertwakan kelemahan kita sampai pagi….”

Awal pertama menjalani LDR dipenuhi dengan adaptasi, dari yang biasanya ke mana-mana ditemani kekasih, mulai jalan sendiri. Jadwal yang sering digunakan untuk kencan beralih untuk keluarga atau teman-teman, menjalani hobi, dan kesibukan lainnya. Yang paling unik dari pacaran LDR adalah bahwa hubungan ini sangat bergantung pada komunikasi, lebih tepatnya sinyal, serta kesiapan anggaran komunikasi. (hlm. 27)

“Kamu tahu gak, aku jomblo, kamu LDR. Apa bedanya kita? Sama-sama duduk sendiri di restoran, atau pergi sendiri di pesta kondangan di mana semua orang membawa pasangannya. LDR itu seperti gak punya pacar. Mungkin hapemu itu yang jadi pacarmu, kalau hapemu mati, maka hilanglah pula pacarmu.” (hlm. 33)

“…Cinta dan keraguan gak pernah berjalan seiringan, dia pasti berjalan saling menjauh. Cinta gak mungkin sepaket sama keragu-raguan, dan bukan sesuatu yang membutakan akal sehat. Nikmati prosesnya, Tuhan akan memberikan kemudahan jika memang kalian ditakdirkan buat bersama. Cinta itu hal baik. Pertemuan dengan orang yang dicinta itu baiknya dengan cara baik.” (hlm. 40)

…Mencintai bukanlah soal seberapa dekat atau bahkan seberapa jarak jauh terbentang di antara dua hati. Tapi, tentang menjaga komitmen antara dua hati demi mewujudkan mimpi indah yang menanti kedua hati ini untuk hidup bahagia bersama, selamanya. (hlm. 68)

Di sini, komitmen dipertanyakan untuk bisa memahami dua hati yang terpaut jarak. Kepercayaan akan selalu ditantang untuk bisa memandang dengan dua lensa sekaligus, lensa logika, juga lensa rasa. Kesetiaan akan selalu diuji untuk selalu bisa mengecap lagi rasa yang mulai pudar berpendar.

Hubungan LDR itu seharusnya kuat, dan kuat berarti berjuang bersama-sama. Saat dunia meremehkan kesetiaan? Perkenankanlah 17 pejuang LDR yang tersaji dalam buku ini menorehkan cerita perjuangan mereka dalam menjaga cinta mereka, melawan jarak untuk memelihara hatinya hanya untuk pasangan mereka. Menunjukkan bahwa tak ada cinta yang lebih besar daripada yang sudah diuji dengan ribuan kilometer. Amat sangat direkomendasikan bagi yang bestatus #pasanganLDR #eaaa #dikepruk ~~~(/´▽`)/

“Love is like traveling. It will find the way to back home. No matter how far the distance, how long time you’re going away, how many times you’re getting lost, it will find its home. And you are my home.” (hlm. 53)

Keterangan Buku:

Judul                : Kilometer

Penulis              : @pacaranLDR dkk

Desain sampul  : Astrinia P.

Tata letak isi     : AgriArt

Editor               : Surip Prayugo

Penerbit            : Bypass

Terbit               : Februari 2013

Tebal                : 199 hlm.

ISBN               : 978-602-18715-1-5

 

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

 

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

5 thoughts on “REVIEW Kilometer

  1. Hai Luckty! Makasih ya sudah baca dan review #kilometer, dan tentunya… menjadikan racauan saya sebagai salah satu favorit! Hahaha lucu juga dilabeli cerita paling dewasa. Saya jadi berasa… tua. (padahal memang! hahaha :D)
    Salam dari Budapest!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s