REVIEW Duet

Cinta itu menyakitan. Kesimpulanku.

Cinta itu seperti alkohol pada lukaku. Orang bilang alkohol bisa menyembuhkan luka, namun ternyata alkohol sangat menyakitkan seakan membakar. Itu yang kurasakan saat itu. Mencintai seseorang yang tidak mungkin mencintaiku seakan menumpakan alkohol pada luka. Atau mungkin aku pun tidak tahu persis apa itu cinta.

Sebelum ia, yang tidak mungkin mencinta, mengajarkanku. (hlm. 80)

Buku ini terdiri dari tiga cerita yang merupakan pemenang dari Korean Story Contest 2012, dengan juriLia Indra Andriana, Orizuka, dan Edwin Joo dengan media partner Penerbit Haru, Korean Updates, Yes24 Indonesia, Asian Look dan Asian Hits. Mari kita kupas satu per satu tiga cerita dalam buku ini. Jadi bisa dipastikan cerita-cerita dalam buku ini tentu beraroma Korea.

Black Café – Angela Marchelin

Shin Young Hee, bekerja di kedai kopi milik Jan Woo Jeong. Dia harus mengawal tamu Jan Woo Jeong yang bernama Martin Jo dari Amsterdam. Tipikal drama Korea banget. Si tokoh cowok yang tampan, cool, pokoknya memesona. Kemudian si tokoh cewek yang semrawut, ceroboh, pemarah, tapi imut. Tapi mereka tidak pernah akur. Jan Woo Jeong berniat menjodohkan Shin Young Hee yang merupakan anak buahnya di kedai kopi dan Martin Jo sebagai rekan bisnisnya. Tapi hati Shin Young Hee tertutup, dia trauma karena pernah disakiti Kim Tae Sik.

Kalimat yang so sweet.. ( ‘’ )┌♥┐( ‘’ )

“Resep rahasianya adalah tujuh puluh lima persen cinta dan dua puluh lima persen keahlian membuat kopi. Kalau kau memikirkan orang yang kau cintai, rasa Love Machine yang kau buat pasti enak. Jadi kalau kau mau membuat minuman ini, kau harus memikirkan diriku. Aku pun begitu. Aku selalu memikirkanmu sejak awal aku menemukan Love Machine ini.” (hlm. 78)

Meskipun ceritanya yang standar, memiliki poin lebih dalam mendeskripsikan sebuah minuman, contohnya bagaimana meracik Love Machine menjadi suguhan yang nikmat.

Chasing The Sunset – Nita Ramadhita

“….kuliah takkan mengajariku apapun yang ingin kuketahui. Daripada menghabiskan uang untuk sesuatu yang tidak kubutuhkan, lebih baik aku bekerja membantu kalian.” (hlm. 82)

Entah mengapa namun aku merasa seperti ada sejuta kupu-kupu di dalam perutku. Rasa bahagia dan rindu ini menyergapku secara perlahan dan melihat teman-temanku yang berubah menjadi lebih dewasa membuatku merasa bahwa aku seperti tidak pernah mengenal mereka. (hlm. 87)

Itulah Han Tae Joon. Selepas lulus sekolah, dia tidak melanjutkan kuliah. Memutuskan untuk bekerja di restoran milik Yang Hee Jin. Selain itu, hobinya memotret sesuatu yang dibidiknya dengan kamera bututnya itu mencari objek-objek yang indah. Hingga tak sengaja memotret siluet seorang gadis, dialahKwon Na Bi.

Poin lebih dari cerita kedua dalam buku ini adalah penulisnya ahli dalam permainan kata, merajutnya menjadi kalimat-kalimat yang memesona. Hal ini terlihat dari pemilihan kata dalam sub judulnya; Membidik Matahari, Mengejar Angin, Menari Bersama Hujan, Tenggelam dalam Bumi, Menerbangkan Awan, Melelehkan Salju di Musim Dingin.

Simak juga dalam kalimat-kalimat ini:

  1. …lembayung senja yang indah, dengan awan selembut kapas dan berwarna keunguan. (hlm. 92)
  2. Matahari bersinar keemasan sempurna di tengah lembayung senja dan dihiasi dengan ilalang tinggi yang sedang bergoyang… (hlm. 92)
  3. Malam ini bulan purnama. Bulan berbentuk bulat sempurna dengan lingkar cahaya putih yang anggun. (hlm. 101)

“Menurutmu siapa yang menciptakan cinta?”

“Tuhan?”

“Mungkin. Apa cinta hal yang baik dan buru?”

“Tentu saja baik. Tuhan menciptakan segala sesuatu di dunia ini berdasarkan cinta. Karena ia mencintai ciptaan-Nya.” (hlm. 99)

“Apa itu cinta?”

“Cinta adalah saat kau dengan senang hati memakan sardenmu tanpa protes meskipun kau tidak suka.” (hlm. 101)

“Aku masih tidak mengerti apa itu cinta.”

“Sekarang aku malah yakin cinta itu bukan datang dari Tuhan. Karena cinta begitu buruk, begitu menyakitkan.”

“Taukah kau mengapa cinta membutuhkan orang lain? Karena ia butuh seseorang untuk disakiti. Kau tak bisa jatuh cinta tanpa menyakiti orang lain.” (hlm. 131)

“Menurutmu apa itu cinta?”

“Cinta itu ketidakadilan.”

“Mengapa?”

“Karena dulu aku bernapas untuk diriku sendiri, tapi kini aku bernapas untukmu. Aku biasanya mencintai diriku sendiri, tapi kini aku lebih mencintaimu. Jantungku seakan terbuat untukmu. Dan kurasa, ini tidak adil.” (hlm. 131)

“Jadi apa itu cinta?”

“Cinta adalah waktu di mana kau dan aku bertemu.”

“Dan siapa yang menciptakannya?”

“Kau dan aku.” (hlm. 148)

Duet – Ryvannafiza

Han Min Woo, pemuda 20 tahun, mahasiswa Psikologi Universitas Nasional Seoul mendapatakan tugas dari dosennya, Jeong Min untuk mengamati perilaku seseorang dengan kepribadian yang dianggap unik selama sebulan. Kemudian dijelaskan dengan menggunakan teori-teori psikologi yang sudah dipelajari selama ini. Mahasiswa dengan persentasi terbaik medapatkan nila A dan bebas dari ujian akhir.

Orang aneh –sebutan singkat untuk orang dengan kepribadian unik- yang pertama kali terlintas di kepala Min Woo tentu saja adik perempuan tersayangnya, Han Ji Yool. Meskipun Min Woo sangat menyayangi gadis itu, dia tidak akan pernah mengingkari bahwa Ji Yool memang… tidak biasa. Berbicara kepada poster-poster di kamarnya dan menciumi mereka satu per satu sebelum dan sesudah bangun tidur. Hanya satu kata yang bisa Min Woo temukan: gila.

Tapi, bagaimana pun juga, Min Woo masih mencintai adiknya, sehingga dengan berat hati dia mengurungkan niat untuk menjadikan Ji Yool sebagai objek penelitiannya. Dan meminta adiknya itu mencarikan temannya yang setipe dengan keanehannya itu.

Hingga tibalah Min Woo di sebuah panti rehabilitasi untuk anak nakal. Di sinilah dia bertemu dengan Park Sun Ho, seorang fanboy.

Sebuah pertemuan tidak ada yang kebetulan. Selalu ada cerita dibalik setiap pertemuan. Ketiga penulis ini meramunya dengan jalan cerita yang berbeda. Yang salut adalah, penulis-penulisnya ini ternyata masih muda. Mudah-mudahan suatu saat nanti mereka bisa menelurkan buku masing-masing.

Jika Young Hee tak menyukai kopi, ia tak akan pernah bertemu dengan Martin Jo yang selalu berlagak percaya diri.

Jika Tae Joon tak punya mimpi mengejar matahari terbenam, ia tak akan pernah melihat Na Bi di kamera bututnya.

Jika Min Woo tidak merusak CD limited edition suatu boyband, ia tak akan pernah berurusan dengan seorang fanboy seperti Sun Ho.

Pertemuan pertama itu membekas dengan kuat di benak mereka masing-masing, menjadi hari yang tak akan pernah mereka lupakan. Hari yang tak pernah mereka sangka, akan menjadi titik tolak perubahan besar pada hidup mereka masing-masing. Apakah kamu juga pernah mengalaminya? (✽ˆ⌣ˆ✽)

Keterangan Buku:

Judul                : Duet

Penulis              : Angela Marchelin, Nita Ramadhita, Ryvannafiza

Penyunting        : Tia Widiana

Desain cover    : Saiful Rohman

Penerbit            : Haru

Terbit               : November 2012

Tebal                : 220 hlm.

ISBN               : 978-602-7742-08-6

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

10 thoughts on “REVIEW Duet

    • maklum, yang nulis masih muda-muda. Tapi kalo buat abegeh, K-Pop lagi diburu. Ni di perpus sekolah banyak yang minjem… :p

  1. Pingback: Wishful Wednesday #19 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Sindrom Korea Bersama Haru | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s