REVIEW If I Stay

“Kehidupan mungkin akan membawa kalian ke jalan berbeda. Tapi kalian masing-masing bisa memilih jalan mana yang akan ditempuh.” (hlm. 175)

“Jika kau tidak bisa percaya aku dapat melakukan pilihan yang baik, bagaimana kau bisa memercayakan seorang anak kepadaku?” (hlm. 73)

“Anda mungkin mengira para dokter atau perawat atau mesin-mesin ini yang menentukan. Bukan. Dia-lah yang menentukan. Mungkin Dia hanya menunda waktu.” (hlm. 71)

Pernahkah terbayang tiba-tiba semua orang kita sayangi direnggut selamanya dari kita?!? Itulah yang dialami Mia. Di suatu pagi, setelah sarapan bersama Mom dan Dad serta adiknya, Teddy. Dad mengajak seluruh anggota keluarga untuk bepergian bersama mengunjungi Henry dan Willow, mereka adalah teman band Mom dan Dad yang juga punya anak. Dad juga merayu mereka, setelah mengunjungi temannya itu ke BookBarn, sebuah toko buku bekas. Dan juga mampir ke Gran dan Gramps untuk makan sore. Mia memang memilih pergi bersama keluarganya.

Mobil hancur berantakan. Hantaman truk pikap empat ton berkecepatan hampir seratus kilometer per jam pada sisi penumpang memiliki kekuatan seperti bom atom. Pintu-pintu terlepas, bangku depan penumpang terbang menembus jendela sisi pengemudi. Benturan itu mematahkan sasis, membuatnya terpental ke seberang jalan, dan merobek mesin seolah semudah merobek sarang laba-laba. Roda-roda dan kap depan terlempar jauh ke tengah hutan. Benturan tersebut memercikkan api pada serpihan-serpihan tangki bensin, sehingga sekarang api-api kecil menjilati jalanan yang basah.

Dan suaranya begitu keras. Simfoni derakan, paduan suara dentuman, aria ledakan, dan akhirnya, suara berdentang menyedihkan saat besi keras memotong batang-batang pohon yang lunak. Kemudian segalanya hening, kecuali ini: Cello Sonata no. 3 Bethoven, masih mengalun. Entah bagaimana, radio mobil masih tersambung pada aki dan Bethoven pun tetap tersiar di tengah-tengah pagi bulan Februari yang kembali tenang.

Mula-mula Mia melihat Dad. Bahkan dari jarak beberapa meter, dia bisa melihat tonjolan pipa cangklong pada saku jaketnya. Mia memanggil ayahnya, tapi ketika dia melangkah menghampirinya, trotoar menjadi licin dan tampak potongan-potongan kelabu yang kelihatan seperti kembang kol. Dia segera tahu apa yang dilihatnya, tapi entah bagaimana tidak segera dihubungkan dengan ayahnya. Yang muncul di kepalanya adalah berita tentang tornado atau kebakaran, bagaimana bencana itu menghabiskan sebuah rumah sementara rumah sebelahnya tak tersentuh. Potongan-potongan otak ayahnya bertebaran di aspal. Tapi pipanya ada di saku kiri jaket.

Kemudian Mia menemukan Mom. Hampir tidak ada darah di tubuhnya, tapi bibirnya membiru dan bagian putih matanya menjadi merah, seperti hantu di film monster murahan. Mom tampak tidak nyata. Dan penampilannya yang seperti zombie konyol itulah yang menyebabkan panik menyerang Mia.

Banyak yang salah pada diri Mia. Rupanya paru-parunya bocor. Limpanya robek. Ada perdarahan dalam yang asalnya tidak diketahui. Dan yang paling serius, memar-memar pada otaknya. Tulang rusuknya juga patah. Lecet-lecet pada kakinya, yang akan membutuhkan transplantasi kulit; dan pada wajahnya, yang akan butuh operasi plastic.

Sekarang, dia ruang bedah, para dokter harus mengeluarkan limpanya, memasukkan tube baru untuk mengeringkan paru-parunya yang bocor, dan menyumbat apapun yang menyebabkan perdarahan. Tidak banyak yang bisa mereka lakukan terhadap otaknya.

Ketika Mia kehilangan semua anggota keluarganya dan mengalami masa kritis, bukan berarti Mia kehilangan segalanya. Masih ada Adam, pacarnya yang setia dan Kim, sahabat baiknya serta kerabatnya yang selalu berharap agar dia siuman dan hidup seperti sedia kala meski hidup tak pernah lagi sama. Mia harus berjuang keras untuk ‘kembali’ ke tubuhnya. Akankah dia berhasil?!?

Sungguh mengiris hati baca kisah Mia ini. Ngilu pas baca awal-awal tentang kejadian kecelakaan maut yang menimpa keluarganya. Salah satu novel terjemahn Gramedia yang bikin mewek. Novel ini masih ada lanjutannya; Where She Went.

Keterangan Buku:

Judul                : If I Stay

Penulis              : Gayle Forman

Alih bahasa       : Poppy D. Chusfani

Editor               : Dini Pandia

Penerbit            : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit               : Oktober 2011 (Cetakan Ketiga)

Tebal                : 200 hlm.

ISBN               : 978-979-22-6660-3

Trailer If I Stay:

http://www.youtube.com/watch?v=SrpMNXdEl3Q

 

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

12 thoughts on “REVIEW If I Stay

  1. Mba.. ini buku yang buat aku nangis bombay…. bener2 menyayat hati, karena hidup Mia yang bahagia dikelilingi keluarganya yg hangat, tiba2 harus kehilangan semuanya….
    Sempet serem bacanya pas awal2, karena luka2 yang mereka alami dijabarkan…. seperti otak ayah mia yang berceceran…..😦

  2. Aaaaa baca reviewnya aja udah bikin mewek!😦 Mbak menjabarkan kecelakaannya dengan singkat tapi padat dan ngena banget! Apalagi pas baca bagian “Potongan-potongan otak ayahnya bertebaran di aspal” Aku nggak bisa ngebayangin jika aku adalah Mia *naudzubillah..
    Ini cerita sedihnya luar biasa, udah kerasa walau cuma lewat review mbak… Omaygod *speechless

  3. Wahh… ini ya ternyata novelnya. Filmnya mau dirilis loh dibulan Agustus. Lihat trailernya aja waduh keliatannya kisahnya ini mengharukan. Yang jadi Mia cantik banget lohh. Mbaca reviewnya mbak Luckty jadi bikin T^T mewek setengah mati HIKZ!!! Haduh, jadi penasaran banget mbak!!!!!!!! Di bagian otaknya ayah mia bertebaran di aspal jadi mbayangin banget…. hii… serem.. tapi kasian juga….
    Aku mau buku ini bingit!!

  4. Pingback: Wishful Wednesday #66: If I Stay and Where She Went | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s