REVIEW Sepotong Hati Yang Baru

Dalam hidup ini, kita masih beruntung karena kita selalu punya banyak pilihan. Apa pun masalah kita, tetap saja banyak pilihan solusi yang tersedia. (hlm. 28)

Hidup adalah perjuangan bukan? Kebahagiaan harus direngkuh dengan banyak pengorbanan. (hlm. 40)

Kumcer ini merupakan karya Tere Liye yang saya tunggu, semacam Berjuta Rasanya 2. ekspetasi yang tinggi terhadap buku ini mengingat kumcer yang sebelumnya sungguh ciamik dengan berbagai rasa cinta. Ternyata, ada beberapa cerpen yang mengulang tema di kumcer sebelumnya. Cerpen yang terkesan diulang itu memang tak habis untuk dikupas.

Hiks, Kupikir Itu Sungguhan. Cerpen ini seperti side-story dari cerpen Hiks, Kupikir Kau Naksir Akuyang ada dalam Berjuta Rasanya. Perempuan paling senang dipuji, apalagi dipuji dengan lawan jenis yang memang menjadi idamannya. Dari mulai hal remeh temeh selalu dikaitkan. Gara-gara cowok idaman pasang status di Facebook suka basket atau sepakbola, langsung buru-buru pasang status suka klub favorit yang sama. Gara-gara si cowok pasang foto anggota band cadas, bergegas mendeklerasikan paling suka dengan band itu.menunggu-nunggu si cowok sekedar menorehkan jempol untuk like atau mengomentari statusnya. Pokoknya apa-apa selalu merasa memiliki kemiripan. Nyatanya? Perempuan memang gampang terkena sindrom GR (Gede Rasa). Saya juga pernah punya teman seperti ini. Merasa kakak tingkatnya juga memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Dibela-belain mengikuti selera si cowok. Dibutuhkan bertahun-tahun lamanya untuk membuka hatinya yang gelap. Dan, itu rasanya sakit banget.

Urusan GR ini memang gila. Kita benar-benar tidak lagi bisa berpikir waras dan rasional, tertutupi oleh ilusi dan mimpi. Menerjemahkan semua kejadian berdasarkan yang mau kita dengar atau lihat saja. Pada nyatanya? Tidak sama sekali. (hlm. 20)

Sepotong Hati yang Baru, dipilih menjadi judul dalam kumcer ini juga mengingatkan beberapa teman saat ingin melanjutkan sebuah hubungan ke jenjang yang lebih serius, yaitu menikah. Konon, ketika mendekati hari-H, akan ada banyak godaan dan keraguan yang mendera bagi calon mempelai. Pernahkah menyimak film-film yang ketika pasangan itu siap menikah beberapa hari lagi, salah satu pemerannya –biasanya calon mempelai perempuan- entah kenapa bertemu dengan seseorang lain. Seseorang yang terlihat begitu sempurna. Seseorang yang mengambil segalanya. Sebagian besar kita bahkan tega membela perasaan yang baru muncul di hati jagoan wanitanya. Tega berharap agar pernikahan itu tidak jadi. Berharap calon mempelai perempuan berhasil mendapatkan seseorang yang tiba-tiba muncul amat memesona itu. Berharap cinta hebat yang tumbuh mendadak yang menang, membenarkan alasan si calon mempelai perempuan. Itulah yang terjadi dengan tokoh ‘aku’ dalam cerpen ini. Persis lima hari sebelum dia akan menikah, mempelai perempuannya bertemu dengan pria gagah. Dalam sebuah pertemuan yang mengesankan. Dia tidak peduli. Sama tidak pedulinya siapa sesungguhnya pemuda itu. Yang pasti ia telah menghancurkan seluruh kenangan indahnya bersama si calon perempuan. Menghancurkan kedekatannya, keluarganya, dan sebagainya dengan lima hari pertemuan. Kisah ini juga bisa saja terjadi dalam kehidupan nyata. Dulu ada seorang teman yang dalam hitungan minggu akan menikah. Semua sudah dipersiapkan dengan matang, mulai dari hari-H, makanan, para tamu yang akan diundang dan sebagainya. Yang namanya memang tidak berjodoh, ada suatu hal yang mengakibatkan kandasnya hubungan mereka. Ternyata sang perempuan ketahuan memiliki hubungan khusus dengan laki-laki lain.

Jika kau memahami cinta adalah perasaan irasional, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasa, maka cepat atau lambat, luka itu akan kembali menganga. Kau dengan mudah membernarkan apa pun yang terjadi di hati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa itu boleh jadi karena kau tidak mampu mengendalikan perasaan tersebut. Tidak lebih, tidak kurang. (hlm. 51)

Kalau Semua Wanita Jelek,  Cerpen ini seperti side-story dari cerpen Bila Semua Wanita Cantik yang ada dalam Berjuta Rasanya. Masih mengambil Jo yang gendut dan Vin yang jerawatan, rambut keriting jingkrak, wajah tirus ditambah berkulit gelap sebagai tokoh utama dalam cerpen ini.

“…mau sesakit apa pun rasanya dihina orang lain, mau sesebal, sebenci apa pun, lu nggak pernah sendirian. Gue akan selalu menjadi teman baik. Gue akan selalu bersedia mendengarkan…” (hlm. 133)

Dari delapan cerpen yang disuguhkan dalam kumcer ini, tiga cerpen itulah yang menjadi favorit. Walaupun tidak seciamik kumcer sebelumnya, Berjuta Rasanya, kumcer ini tetap layak dinikmati. Menunggu kumcer Tere Liye berikutnya yang memang produktif menulis.

Keterangan Buku:

Judul                : Sepotong Hati Yang Baru

Penulis              : Tere Liye

Editor in chief   : Teuku Chairul Wisal

Editor               : Andriyati

Cover               : Mano Wolvie

Lay out : Alfian

Penerbit            : Mahaka Publishing

Tebal                : 206 hlm.

Terbit               : Desember 2012 (Cetakan Ketiga)

ISBN               : 978-602-9474-04-6

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

19 thoughts on “REVIEW Sepotong Hati Yang Baru

  1. Tere bisa aja membuat buku lanjutan dari berjuta rasanya, membuat pembaca menebak apakah ceritanya hanya dibalik dari cetita yang ada di buku pertama.
    suka banget cerita tentang Rama dan Shinta.. gak nyangka bisa begitu..🙂

  2. awal pegang buku ini aku kira novel, ternyata kumcer pas baca belakangnya, mba. hehe. btw, tere liye memang membumi dengan isu kisah nyata yang memadukan perasaan. ga mendayu-dayu banget, tapi bisa bikin orang jadi sadar kalo hidup ini indah, harus disyukuri.

    dan, suka banget sama kalimat ini.

    “Hidup adalah perjuangan bukan? Kebahagiaan harus direngkuh dengan banyak pengorbanan.”

    Pengorbanan pada akhirnya akan membuat hidup kita menghargai hidup.🙂

  3. Aku punyanya yang berjuta rasanya. Cerpen2nya pun kata kebanyakan orang nggak beda jauh dari sepotong hati yang baru..
    Entah kenapa, gaya tere liye harus diakui memang asik :3

  4. bantu jawab:
    @adelia, @mita Berjuta Rasanya justru sekuel pertama, nah Sepotong Hati yang Baru itu sekuel kedua,
    @Luckty; iya benarf, lebih ciamik Berjuta Rasanya.
    Hehe, saya pribadi lebih suka Berjuta Rasanya, lebih banyak cerpennya, lebih nendang, lebih ngena, suka banget yang Mimpi-Mimpi Sam Pek Eng Tay, terus yang tentang sepasang suami-istri muda yang istrinya rela menggeret daging betisnya untuk makanan suaminya, karena saat itu musim dingin tiba, dan twistnya nyambung ke sepasang angsa yang aslinya dewa, sepasang yang memiliki hati. aaah gilakeren😀
    kalau yang Sepotong Hati yang Baru lebih suka cerpen yang paling akhir, yang tentang dua anak sahabatan, namun ditentang oleh sang Ayah si perempuan, mereka sama-sama memendam perasaan. sedih ahirnya😥

  5. Suka cerpen sepotong hati yang baru juga, dengan akhir yang berbeda dengan bayanganku. Selain itu rama dan shinta. Ya.. cinta memang butuh kepercayaan dan logika. Ya kalau ada yang pergi dengan membawa sepotong hati kita, pasti ada sepotong hati yang baru :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s