REVIEW Wonderful Radio

“Yang membuat seorang manusia menjadi putus asa adalah manusia lainnya, tapi yang dapat mengubah putus asa tersebut menjadi sebuah harapan juga seorang manusia.” (hlm. 7)

Cinta, waktu milik kau dan aku yang salah mengira semuanya.

Cinta melintas seperti angin yang berembus.

Cinta adalah kerinduan akan dirimu yang tidak kupahami.

Perasaan-perasaan dalamku yang masih tersisa. (hlm. 251)

Radio selalu menyelinap dengan tenang di dalam keramaian. Radio mengalun speaker mobil dalam kemacetan saat jam pulang kerja menjelang, melalui ponsel pintar penumpang dalam busa yang penuh sesak, dan melalui speaker  yang diletakkan di depan tempat cuci piring di dapur tempat seseorang menyiapkan makan malam untuk keluarganya.

Puluhan frekuensi mengantarkan suara dan musik yang berbeda. Orang-orang memilih program radio sesuai selera mereka. Di antara mereka ada orang-orang yang memilih frekuensi yang memperdengarkan suara Jin Ah.

“Wonderful Radio” bersama Shin Jin Ah merupakan program yang dibuat untuk menghilangkan kelelahan penduduk kota dengan memutarkan lagu-lagu menenangkan dan menampilkan cerita-cerita hangat saat jam pulang kerja. Ada sekitar puluhan ribu sampai ratusan ribu orang yang mendengarkan suara Jin Ah setiap malam.

Seperti hutan, tepatnya hutan musik, kadang Jin Ah berpikir seperti itu. Setelah diingat-ingat, Jin Ah sudah menjadi DJ radio selama dua tahun. Awalnya, Jin Ah merasa lebih takut saat harus duduk di depan mikrofon dibandingkan berdiri di depan kamera. Dia juga merasa lebih tegang dibandngkan saat harus naik ke atas panggung. Jin Ah juga pernah ingin melarikan diri karena merasa sangat tertekan saat lampu tanda on air menyala yang menandakan bahwa dia harus berbagi perasaan dengan orang-orang yang tak dikenalnya.

Seiring berjalannya waktu, Jin Ah semakin terbiasa. Dia bahkan belajar untuk mendapatkan kekuatan dan kenyamanan melalui siaran. Sekarang dia merasa paling nyaman saat berada di ruang DJ. Jin Ah menganggap ruang DJ sebagai hutan mengerikan saat kali pertama masuk ke dalamnya, tetapi sekarang sudah terbiasa dengan ruangan itu sehingga merasa paling nyaman saat berada di dalamnya. Jin Ah yang selama ini hidup sebagai seorang bintang yang sangat berkilauan, akhirnya bisa memahami makna saat-saat penuh ketenangan di dalam ruangan itu. Rasanya seperti hadiah mahabesar.

Menjadikan diri dicintai lebih sulit dibandingkan mencintai. –Alphonso Daudet-

Jin Ah tak pernah berhenti mempertanyakan keputusannya meninggalkan Purple, girl band yang sedang naik daun. Karirnya kini berantakan. Kehidupan cintanya pun nyaris tak ada harapan. Dia tenggelam dalam sesal yang menyesakkan.

Pertemuannya dengan Jae Hyeok membubuhkan sedikit warna dalam hari-harinya yang kelabu. Di balik sikap dinginnya, Jin Ah tahu pria itu menyimpan hati selembut salju. Dan, ketika cinta perlahan berlabuh, tak seorang pun mampu mengelak. Namun, Jin Ah lupa bahwa hubungan yang dibangun di atas luka yang masih merekah tak ubahnya istana di atas pasir. Rapuh, dan bisa runtuh kapan saja.

Jin Ah sadar kalau keadaan memang sedang gawat dari apa yang dikatakan Jae Hyeok. Ini bukan radio kampus, melainkan radio swasta, dunia tempat yang kuat bertahan dan yang lemah punah. Perusahaan mereka sekarang pasti menginginkan sosok MC yang kuat. Bagaimana dengan kekuatan Jin Ah? Jin Ah harus menghadapi kenyataan yang selama ini dia hindari. Perasaannya sangat jatuh karena beban yang menyesakkan tubuhnya.

Cinta sama saja dengan orang yang terus diperlakukan dengan baik sampai dia menganggap hal itu merupakan sesuatu yang gampangan. Saat kau sangat meyakini cinta, cinta itu akan berubah menjadi kearoganan.” (hlm. 179)

Saat mencintai, orang yang jatuh cinta itu tidak mencintai orang yang dicintainya karena dia luar biasa. Dia bisa saja mencintai orang yang tidak boleh dicintai, orang yang sulit dicintai, orang yang terlalu keliru untuk dicintai, orang yang tidak pantas dicintai, atau orang yang tidak dapat digapai. Itulah cinta. Sangat tidak masuk akal dan bodoh. (hlm. 243)

Wonderful Radio telah diangkat menjadi sebuah film. Lee Min Jung yang dijuluki “Dewi” dan Lee Jung Jinyang dijuluki “Tumpukan Visual” bermain sebagai pemeran utama dalam film tersebut. Kim Jung Tae, Lee Gwang Soo, dan lain-lain juga menghias film itu dengan penampilan mereka sebagai cameo. Garis besar cerita versi film dan novel memang sama, tetapi ada pengembangan-pengembangan yang berbeda dalam versi film. Penulisan skenario film itu diserahkan kepada penulis novelnya langsung.

Aku akan mencintaimu.

Aku akan mencintaimu.

Tak sekedar permainan sehari, tetapi cinta yang sangat panjang. (hlm. 172)

Keterangan Buku:

Judul                            : Wonderful Radio

Penulis                          : Lee Jae-ik

Penerjemah                  : Dwita Rizki Nientyas

Penyunting                    : Nunung Wiyati

Perancang sampul         : Citra Yoona

Pemeriksa aksara         : Intan

Penata aksara               : BASBAK_Binangkar

Penerbit                        : Bentang Pustaka

Terbit                           : September 2012

Tebal                            : 318 hlm.

ISBN                           : 978-602-8811-91-0

20 thoughts on “REVIEW Wonderful Radio

  1. wah… beberapa review belakangan ini Korean terus ya…🙂

    btw… jadi penasaran, berapa lama sih yang dihabiskan untuk menghabiskan satu buku?

    • wah, masak sih? Kayaknya cuma beberapa deh, baca buku-buku Korea kena sindrom pengaruh rekomendasi murid-murid unyu di sekolah, gyahahaha…😀

      gak tentu sih untuk baca satu buku, kalo menarik bisa sekali abis, kalo tebel bisa beberapa hari, kalo berat bisa berminggu-minggu bahkan kadang diselingi buku lain, tergantung sikon kok..😉

  2. Aku sudah nonton filmnya. Mengharukan sekali. Sampai nangis dibuatnya T___T Apalagi pada beberapa scenes :’) Jadi mau membandingkan film sama novelnya u.u huhuhu

  3. entah kenapa liat novel ini di rak taman bacaan dan belum tergerak untuk mmbacanya. dari covernya tampaknya cerita yang sendu dan drama banget ya? tapi ternyata bagus ya? udah diangkat ke layar lebar pula. wah jadi pengen baca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s