REVIEW When Tootbrush Meet Love

“Kami adalah sikat gigi yang indah

Lihatlah oh lihatlah kami

Dengarlah oh dengarlah kami…

Saat kau sedih, saat kau senang,

Saat kau butuh bantuan

Dengan daun seledri yang terselip

Atau sisa jagung bakar yang tertinggal

Kami akan ada di sana untukmu…

Merawat dan menjagamu

Lihatlah oh lihatlah kami

Dengarlah oh dengarlah kami…” (hlm. 92)

Bagi seorang Olifia Anggraini, sikat gigi adalah segalanya. Jenis, bentuk, warna, dan teksturnya mencerminkan kepribadian si pemakai. Olifia bisa mengetahui tipikal pria yang harus dijauhi hanya dengan melihat sikat gigi yang selalu dipakainya. Yang membuat rumit adalah bagaimana cara mengetahui sikat gigi yang mereka pakai itu.

Menebak kepribadian seseorang melalui sikat gigi tidak sekadar melihat hard, medium, atau soft-nya sikat gigi pilihan mereka. Teori Olifia: seseorang memilih kuat lunaknya bulu sikat atas logika kesadarannya. Tapi untuk bentuk dan warna gagang, alam bawah sadarlah yang sering berperan.

Orang mungkin berpikir, mereka memilih warna dan bentuk gagang melalui pikiran mereka yang simple, yaitu selera. Tapi untuk Olfia, perkiraan seperti itu salah besar. Adalah alam bawah sadar yang mengelola memori masa lalu, ketakutan yang kelam, dan kegemaran seseorang terhadap sesuatu yang kemudian memunculkan suatu gambaran dalam bentuk keinginan terhadap kepemilikan sikat gigi sengan ciri-ciri tertentu.

Semuanya bermula saat paman Olifia, adik dari mamanya, memberikan hadiah sikat gigi pada ulang tahunnya yang kelima. Pamannya itu baru saja pulang dari perjalanan dinasnya di Jepang dan membawa satu set peralatan mandi untuk anak-anak dengan warna-warnanya yang lucu. Set peralatan mandi itu terdiri dari sebuah sikat gigi dan pastanya, sabun mandi cair, serta shampo dalam ukuran mini. Semuanya dikemas dalam satu tas mungil cantik berwarna pink bergambar Hello Kitty dan terdapat tulisan-tulisan Jepang yang tidak dimengerti Olifia kecil.

Namun dari semua peralatan mandi mungil itu, hanya satu yang benar-benar menarik perhatiannya. Yup, sikat gigi! Itu adalah benda mungil terindah, tercantik, termanis yang pernah dilihatnya sepanjang dia mengingat hingga lima tahun usianya saat itu. Benda itu berwarna pink cerah dan memiliki kaki serta tangan mungil yang bisa dilepas saat akan digunakan. Belum pernah Olifia melihat gigi seperti itu sebelumnya. Singkat kata, Olifia langsung jatuh cinta. Sikat gigi itu tidak pernah ia gunakan dan disimpan baik-baik di dalam kotak bekas kapur yang diikat dengan pita merah bekas pembungkus kado, lalu diletakkan di dalam lemari pakaiannya.

Sikat gigi itu hanya akan dikeluarkan pada saat-saat tertentu, bila ia ingin melihatnya. Benda itu tak boleh terjamah, bahkan oleh teman-teman sepermaiannya kala itu. Benda itu terlalu cantik dan agung untuk dipamerkan. Hanya dia yang boleh menyentuhnya. Sejak itu, Olifia akan selalu merengek minta dibelikan sikat gigi setiap kali Mamanya mengajak berbelanja. Bila gadis lain ngiler melihat pakaian-pakaian dan sepatu bermerk, maka dia akan ngiler melihat sikat gigi keluaran baru.

Mengumpulkan sikat gigi bukanlah hanya suatu hobi, tapi telah menjadi kebutuhan dalam hidup Olifia. Sikat-sikat itu membantunya melewati banyak hal dalam setiap tahapan hidupnya. Saat sedih, cemas, marah, ataupun senang, Olifia bisa menggunakan sikat-sikat itu untuk membantunya mengelola emosi. Hanya dengan memandangi mereka, Olifia bisa merasa jadi lebih baik. Beberapa orang mendapat kesenangan dengan memperhatikan koleksi prangkonya, beberapa mendapatkan rasa rileks dari melihat ikan-ikan koi miliknya hilir mudik dalam kolam. Dan si Olifia ini mendapatkan kepuasan dengann mengoleksi sikat gigi yang memiliki berbagai macam maupun warna. Apakah koleksimu? Kalau saya, gak usah ditanya lagilah yaaa..pasti udah pada tau donk… ( ʃ⌣ƪ)

Keterangan Buku:

Judul                                        : When Tootbrush Meet Love

Penulis                                      : A. Paramita

Desain & ilustrasi cover            : Moelyono

Setting                                      : Rahayu Lestari

Penerbit                                    : Glitzy Book Publishing

Terbit                                       : Mei 2011

Tebal                                        : 237 hlm.

ISBN                                       : 978-979-22-6849-2

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

6 thoughts on “REVIEW When Tootbrush Meet Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s