REVIEW Pilihan Hati

 

“Aku suka sama kamu. Aku yakin pada perasaanku dan aku ingin kamu tahu.” (hlm. 95)

“Kepadaku kamu menanamkan rasa, tapi menolak menuainya. Harus aku apakan sekarang rasa ini?” (hlm. 100)

“Kenapa kamu gak buang aku dari hidup kamu? Kenapa? Kalau kamu memang sakit hati karena aku, kamu harusnya gak membiarkan aku datang lagi ke kamu.” (hlm. 109)

“Aku tidak bisa apa-apa, aku menghormati masa lalu kamu dengan dia. Tapi ke depan, aku ingin kamu bersamaku, berjalan bersama tanpa dia. Aku mau membangun masa depanku bersama kamu.” (hlm. 190)

Adalah Jelaga, laki-laki yang jatuh hati pada seorang perempuan bernama Maya. Jelaga jatuh hati padanya sejak kanak-kanak. Arisan ibu-ibulah yang mempertemukan mereka pertama kalinya. Sejak saat itu, bayangan Maya tidak pernah padam dalam ingatan Jelaga. Nasib mempertemukan mereka di saat mereka beranjak dewasa. Meski ternyata memiliki perasaan yang sama satu sama lain, ternyata takdir berkata lain. Maya sudah memiliki Putra, laki-laki mapan yang nyaris sempurna. Manakah yang akan Maya pilih?!?

“Kamu mau jadi apa nanti kuliah di Sastra? Jadi penulis? Hidup apa yang bisa jalan dari menulis? Tidak! Pokoknya kalau kamu tidak masuk IPA, ayah tidak mau tandatangani formulir ini. Kamu bayar sekolahmu sendiri! Titik!” (hlm. 48)

Bagi kebanyakan anak, pasti pernah merasakan dilema tersebut. Mengikuti kata hati atau keinginan orang tua. Kita sebagai anak akan berada di sebuah pilihan yang sangat sulit. Antara mengejar cita-cita sendiri atau mengikuti kemauan mereka yang sebenarnya sama sekali tidak ada korelasinya dengan impian kita. Intinya, orangtua kita menginginkan yang terbaik untuk hidup kita. Orangtua pada umumnya selalu mengkhawatirkan pilihan anaknya sendiri. Cemas mau jadi apa setelah lulus. Mau makan apa nanti. Untunglah sewaktu saya mengambil Jurusan Ilmu Perpustakaan, orangtua yang sangat paham akan hobi saya membaca, mendukung penuh keputusan yang saya pilih meski jurusan tersebut kurang familiar di telinga. Yang banyak meremehkan adalah orang-orang sekitar, bahkan teman-teman terdekat. Dulu, saat kuliah saya punya tekad dalam hati, lihat siapa dulu yang bakal sukses!?! (‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌ (‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌

Kita, setiap manusia, punya sistem kerja untuk hati dan pikiran. Saat ini, sistem milik Jelaga kacau. Setiap memikirkan atau bertemu Maya, kebingungan hebat terjadi. Ketakutan untuk bertindak salah. Ketakutan untuk mengecewakan. Ketakutan untuk tidak dijauhi. Seluruh bagian tubuhnya merasakan. Seluruh jiwanya juga menginginkan.

Suka dengan penjelasan Putra tentang 24 jam dalam sehari menjadi tiga bagian. 8 jam pertama adalah tidur, 8 jam kedua adalah bekerja. Bagian terakhir terbagi menjadi waktu keluarga, teman, diri sendiri dan pasangan. Nah, dari sini kita tidak bisa terus-terusan menuntut pasangan kita untuk 24 jam selalu hanya memikirkan kita, karena yang dipirkan tidak hanya kita. Punya bagiannya masing-masing sesuai porsinya.

Beberapa kalimat favorit:

  1. Cinta itu memaafkan, dan segala ragu yang pernah ada akan hilang disapu asa, harapan. Kepada dia, kamu akan senantiasa berharap, dan percaya. Itulah mengapa, kamu merasakan cinta. Kamu mengakuinya. Kamu harus mengakuinya bahwa kamu tidak mampu hidup tanpanya. (hlm. 211)
  2. Hidup adalah realita, namun dalam diriku, kamu hanya akan menuai haru. (hlm. 211)

Salah satu poin lebih dari novel ini adalah, penulisnya mampu mendeskripsikan segala sesuatu beraroma Bali. Dimulai banyaknya selipan bahasa Bali, penjabaran tempat-tempat indah di Bali, deskripsi detail tentang ogoh-ogoh serta perayaan Nyepi.

Sebagaimana pun kesedihan dipenjarakan

Selalu saja ada yang berhasil melarikan diri. (hlm. 7)

Keterangan Buku:

Judul                            : Pilihan Hati

Penulis                          : Putu Aditya Nugraha

Penyunting                    : Faisal Adhimas

Pendesain sampul         : Kicky Maryana

Penata letak                  : Tri Indah Marty

Penerbit                        : PT Wahyu Media

Terbit                           : 2012

Tebal                            : 219 hlm.

ISBN                           : 979-795-684-9

 

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

18 thoughts on “REVIEW Pilihan Hati

  1. Waktu SMA ayah mengharuskan saya masuk IPA dan tentu saja saya tidak punya pilihan lain. Tapi setelah kuliah ayah dan ibu membebaskan saya memilih jurusan yang saya mau. Saya kuliah di jurusan Bahasa Inggris. Sekarang saya bersyukur karena dulu nurut sama ayah, karena dengan begitu saya sudah memiliki pengalaman sebagai anak IPA dan sekarang menjadi anak IPS🙂

  2. Kadang kala pilihan hati yang kita miliki selalu saja berbanding terbalik dengan situasi dan kondisi. Mungkin akan banyak pertetangan yang muncul, tapi yang namanya pilihan hati nggak akan salah😀

    Buku yang menarik, setidaknya ada konflik yang begitu familier terjadi saat pilihan kita ditentang oleh orang lain dan keadaan :))

    @oktaviamithaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s