REVIEW Montase

“Kau tidak boleh menyerah. Jangan berhenti mengejar impianmu atau kau akan menyesal.” (hlm. 249)

Seringkali nasib buruk tidak bisa dihindari. Sekeras apa pun seseorang berusaha, sekuat apa pun dia menolak untuk menyerah, nasib buruk tetap menghampirinya, mencengkram tengkuknya seperti Godzilla memangsa helikopter. (hlm. 195)

Rayyi, mahasiswa Fakultas Film dan Televisi IKJ. Merupakan anak tunggal Irianto Karnaya, sineas terkenal Indonesia yang membebankan ambisinya pada dia. Baginya sejak lama, menjadi pembuat film documenter cuma sebatas mimpi. Dia boleh menyelipkan mimpi itu ke balik bantal, tapi tidak akan pernah bisa mewujudkannya menjadi nyata. Ayahnya bukan produser film biasa. Dia punya rumah produksi yang sudah menghasilkan banyak film besar dan laris, roman dan sinetron yang ditonton jutaan orang. Ayahnya ingin dia juga seperti itu. Karena itu, ia diarahkan ayahnya untuk mengambil Peminatan Produksi.

Haru Enomoto. Mahasiswi Tokyo Zokei University. Dia dikirim kampusnya untuk belajar dua semester di IKJ, semacam studi banding. Dia mengambil Peminatan Dokumenter. Bertubuh mungil. Dia lebih mirip pelajar SMU ketimbang mahasiswa kuliahan. Tingginya, barangkali, tidak sampai seratus lima puluh sentimeter. Tubuhnya cenderung kurus dan tungkai kakinya sedikit bengkok membentuk huruf o seperti kebanyakan orang Jepang lainnya. Dia memiliki wajah bulat yang dibingkai rambut pendek sedagu yang hitam legam dan lurus seperti tirai air serta kulit putih yang bersinar seperti porselen. Matanya bulat kecil, begitu pula bibirnya sehingga pipinya yang bersemu merah tampak tembam dan menggemaskan.

Mereka bertemu dalam sebuah festival film documenter berskala nasional di Jakarta; pada awal tahun yang lembab dan tidak bersahabat, tepat ketika semester keenam kuliahnya yang membosankan baru dimulai. Haru adalah salah seorang mahasiswi yang karyanya berhasil diikutsertakan dalam ajang tersebut sementara Rayyi hanya satu dari sekian banyak pesaingnya yang tidak lolos seleksi dan merasa iri. Rayyi masih ingat film milik Haru. Film pendek yang bercerita tentang sakura.

Film dokumneter membuat aku sada bahwa hidup ini nyata, bahwa dunia yang kutinggali ini tidak sempurna. (hlm. 178)

Awww…ada adegan beraroma BUKU.. ˇ)-c 

Haru Enomoto terkejut dan panik. Sambil bergumam tidak jelas, sudah pasti dengan bahasa ibunya, gadis itu bergegas memunguti benda-benda yang berceceran di lantai. Bukuku, bukunya, majalah pinjaman dari perpustakaan; semua dia tumpuk menjadi satu. Lalu, dia menghampiri aku yang tengah berdiri bengong memperhatikan segala tingkah lakunya. (hlm. 39)

Aaakkk..ada juga ada adegan di PERPUSTAKAAN \(´▽`)–(´▽`)/

Di fakultas kami, perpustakaan adalah salah satu tempat nongkrong paling asyik. Suasananya jauh berbeda dari perpustakaan-perpustakaan lain yang kerap membuat pengunjung harus berbicara dengan cara berbisik dan meletakkan buku di meja dengan berhati-hati sekali agar tidak menimbulkan suara. Perpustakaan yang ini justru tidak sepi dari obrolan, derail tawa, dan alunan musik yang bermacam-macam-lagu apa yang berdendang, itu tergantung siapa yang menguasai radio. Ada tempat membaca yang nyaman di tengah-tengah ruangan, di antara rak-rak kayu, berupa permadani tebal yang digelar begitu saja di lantai, dilengkapi segunung bantal yang bikin siapa pun betah duduk berlama-lama. Di salah satu sisi, di balik kaca yang transparan, bersembunyi sebaris meja dan sejumlah komputer yang kerap dipakai untuk menonton film. Di sisi lain, jendela membentang lebar, menampilkan pemandangan taman. Sementara itu, di dekat pintu masuk, diletakkan sofa panjang hijau apel yang setiap saat menjadi rebutan. (hlm. 107)

Sube mengibaratkan pertemanan mereka berlima sebagai Goggle V, kelompok pahlawan bertopeng pembela kebanaran dalam sebuah serial televisi Jepang yang populer pada tahun delapan puluhan. Dai Sentai Goggle V (bahasa Inggris: Great Squadron Goggle V) atau lebih dikenal dengan sebutan Goggle V. Seri Jepang tokusatsu. Goggle V adalah seri Super Sentai yang ke-6  tetapi merupakan yang pertama beredar di Indonesia dan merupakan asal muasal dari power ranger yang lebih di kenal olah anak 90-an keatas. Ohhh…sebagai ababil tahun 90-an pantes saya lebih familiar dengan power ranger dibandingkan Goggle V ini.. ( ʃ⌣ƪ)

“Perempuan memang tidak bisa diajak berpikir jernih jika menyangkut perihal lelaki. Dalam situasi seperti ini, mereka dipenuhi kabut merah muda bernama dopamine yang meracuni sel-sel kelabu mereka dengan berbagai ide romantis yang absurd.” (hlm. 143)

Terkadang idealisme seseorang terbentur dengan keadaan. Dan keadaanlah yang memaksa seseorang untuk menguburkan impiannya. Begitupula yang dialami Rayyi. Apakah yang harus dilakukannya? Dituturkan dengan manis oleh Windry Ramadhina. Ini novel keduanya yang saya baca. Sangat bagus untuk pemompa semangat dalam mewujudkan sebuah cita-cita.

Keterangan Buku:

Judul                : Montase

Penulis              : Windry Ramadhina

Editor               : Ayuning & Gita Romadhona

Proofreader      : Christian Simamora

Penata letak      : Dian Novitasari

Desain sampul  : Lany Sekar

Penerbit            : GagasMedia

Terbit               : 2012

Tebal                : 360 hlm.

ISBN               : 979-780-605-7

 

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

29 thoughts on “REVIEW Montase

  1. Pingback: #KadoUntukBlogger | Luckty Si Pustakawin

  2. hmmm, kalo perpustakaannya sekeren itu, pasti jadi betah deh berlama-lama disana, pastinya sambil baca buku.. hehe🙂

    montase .. ada adegan di perpus dan tentang buku serta cita-cita,, pertemuan di festival film documenter,,
    kalo adegan pembuatan film documenter nya ada jga ga mba?🙂

    • adegan pembuatan film dokumenter gak begitu detail, hanya secara garis umum aja. Ini kalo diadaptasi jadi film kayaknya keren deh…😉

  3. Aku pernah nih baca buku ini, minjem sih. Waktu itu juga sempet ngirim riviu ke koran remaja, dan Alhamdulillah…dipampang di salah satu edisi di bulan Januari *kalau gak salah, aduh lupa*

    Ceritanya emang bikin sweet banget, apalagi pas Kak Windry menuliskan tentang IKJ nya kayak observasi langsung, mulai dari tugas anak kuliah, hubungan sama dosen, dan yaa kehidupan mahasiswa kuliah gitu. Jadi, nilai plus tersendiri😀

      • Iya, Mbak Luckty kapan-kapan kirim ke koran atau majalah juga dong. Bener lho ya, reviewnya berpotensi banget. Kalau aku nulis review, paling cuma sekedar tampilan fisik dan beberapa bagian cerita, nggak sampai ngutip kata-kata di dalamnya. Nah, Mbak Luckty kan lumayan lengkap tuh faktor yang dibutuhkan, siapa tau bisa.

        FYI aja, imbalan untuk satu reviewnya sekitar 100-200, apalagi kalau jadi reviewer tetap. Kan asyik juga Mbak buat tambah uang bulanan sama beli buku baru. Mungkin di Lampung aku kurang tahu, tapi kalau di Jabar gitu😉

  4. Berjumpa lagi dengan Novel Mba Windry , beliau salah satu author favorite saya ka ^^

    Memori adalah novel pertama yang saya baca untuk karya mba windry.
    novel ini benar-benar memikat hati ketika tergelatak diatas tumukan Best Seller di tokobuku daerah saya. dari jauh pun bisa terlihat. Covernya *jempol*
    dan pas dibaca … beuh kerenn ^^ Rayyi nya hidup banget ! berasa kayak ngalamin hidupnya Rayyi yang bergulat dengan pilihan orang tua atau keinginan hati !

    tapi haru, ada beberapa adegan dalam novel itu yang susah saya gambarkan… hehe
    tapi tetap keren kok ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s