REVIEW WRITER vs EDITOR

“Cinta bukan oksigen, jadi biarpun tanpa cinta kita akan tetap hidup dengan baik…” (hlm. 254)

Hidup memang terkadang seimbang, tanpa kita sadar terkadang terjadi proses  keseimbangan dalam hidup ini. Kemarin kita bisa ditempa berbagai masalah yang membuat kita merasa hidup ini terlalu berat untuk dijalani. Tapi hari ini atau besok, bisa saja terjadi hal sebaliknya, yang membuat kita kembali bersemangat menjalani hidup. (hlm. 256)

“Cinta tidak ada artinya, kalau untuk mendapatkannya kita menyakiti orang yang kita sayangi…” (hlm. 292)

Bekerja sebagai pegawai di salah satu toko swalayan waralaba jelas bukan bukan pekerjaan yang didambakan orang dalam perjalanan karirnya. Sama seperti orang normal lainnya, Nuna Rihana Mirja pun tidak pernah menulis ‘pelayan toko swalayan’ di kolom cita-cita saat sekolah dasar dulu. Tapi, apa mau dikata, seperti kata orang bijak, “Orang boleh berencana tapi akhirnya Tuhan yang menentukan”, begitulaj seorang Nuna menyebut dirinya sebagai korban permainan nasib. Ia terdampar di sebuah kontrakan kecil di Bogor dengan menjalani hidup sebagai pelayan toko swalayan waralaba di kota yang sama.

Berbekal kenekatan dan sedikit ambisi untuk mengubah nasib, Nuna mulai menulis. Dua tahun masa kebosanannya diganti dengan masa penuh khayalan. Dan akhirnya, karena waktu luang yang amat banyak dimilikinya, Nuna berhasil menyelesaikan tiga novel cinta dengan tema berbeda. Pencapaian yang sangat mencengangkan, terutama bagi Nuna sendiri.

Hingga tibalah sepucuk surat dari salah satu penerbit di Indonesia sampai ke tangan Nina. Surat yang menyatakan bahwa mereka akan menerbitkan novel yang ditulis Nuna, dan semua itu akan mengubah banyak hal.

Hidup memang terkadang berbanding terbalik dengan apa yang kita rencanakan. Sebagai manusia kita hanya bisa berencana, namun Tuhan yang menentukan. Walaupun terkesan klise, banyak orang yang membenarkan kata-kata bijak di atas, bahkan banyak pula yang merasakan kebenarannya.

Perlu contoh hidup untuk pernyataan di atas? Bukan hal yang sulit, karena dari sekian banyak saksi hidup, seorang laki-laki berusia 26 tahun bernama Rengga Adi Prayoga adalah salah satunya.

Menyandang gelar sarjana di bidang jurnalistik, Rengga merasa sudah siap dan pantas menuliskan kata ‘wartawan’ di kolom pekerjaan di semua formulir yang harus diisinya. Tapi itu tidak semudah yang dibayangkannya. Rencana tinggal rencana, cita-cita tinggal cita-cita, semua harus rela tergilas oleh ketentuan mutlak yang biasa kita kenal sebagai ‘nasib’.

Sampai sekarang sudah dua tahun lebih Rengga menjalani karier sebagai editor redaksi fiksi sebuah perusahaan penerbitan besar di Indonesia. Siapa pun pantas bangga dengan pencapaian karier seperti itu, tapi tidak bagi orang yang tidak menyukainya.

Selain  masalah dengan pekerjaannya, Rengga juga dihinggapi masalah pribadi. Marsya, pacarnya itu selalu menggerogotinya. Puncaknya adalah Marsya memaksa Rengga membelikan sebuah kalung, padahal harganya tiga perempat dari gaji Rengga!!

“Dari pertama, gue tahu dia doyan belanja. Gue yakin ada yang salah sama tuh cewek. Walaupun cantik, body-nya keren, modis, tapi kalo kerjaannya cuma ngabisin duit lo doang, buat apa dipertahanin, Ga!” (hlm. 73)

“Marsya memang cantik, Ga, tapi kalo kerjaannya cuma belanja pakai duit lo, buat apaan? Mending lo tinggalin! Lo harus mulai mikirin masa depan, Ga. Lo udah dewasa, udah waktunya mikirin kawin!” (hlm. 91)

Dulu, Nuna mengira penulis adalah orang yang selalu duduk di balik meja, menulis sesuatu yang bermanfaat dan disukai banyak orang, dan kemudian mendapat uang dari karyanya. Tapi kenyataan tidak sesederhana dugaan Nuna. Baginya, menjadi penulis harus siap menghadapi editor menyebalkan, siap dikerjai editor menyebalkan, dan satu lagi, siap menaati semua kata editor menyebalkan itu. Yup, Nuna harus berhadapan dengan Rengga si editor yang menyebalkan itu! ( ʃ⌣ƪ)

“Sakit memang kalau harus menyerah dalam cinta. Tapi dengan membiarkan orang yang kita cintai bahagia sseharusnya rasa sakit itu bisa kita tolerir. (hlm. 274)

Hidup memang tidak selalu berjalan sesuai rencana atau kehendak manusia. Akan selalu ada kejutan di setiap sesinya, entah kejutan itu akan berakhir menyenangkan atau tidak, tergantung dari mana kita sebagai pelaku hidup ini melihatnya. Maka, di sinilah manusia, pelakon hidup yang harus siap menghadapi kehidupan yang penuh misteri, dengan atau tanpa rencana. (hlm. 307)

Keterangan Buku:

Judul                                        : WRITER vs EDITOR

Penulis                                      : Ria n. Badaria

Ilustrasi & desain sampul           : eMTe

Penerbit                                    : Gramedia

Terbit                                       : 2011

Tebal                                        : 312 hlm.

ISBN                                       : 978-979-22-6586-6

 

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

19 thoughts on “REVIEW WRITER vs EDITOR

  1. ada apa dengan vs nya itu? aku ingin jadi keduanya. tapi bagian “Orang boleh berencana tapi akhirnya Tuhan yang menentukan” tentu saja benar dan rasanya memang ya begitulah. ngerasain banget saat daftar kuliah kemarin, ditolak dan sampai sekarang masih menunggu. tapi re-direction ga selamanya buruk kok😉

  2. pokoknya novel yg tokohnya penulis itu selalu bikin pengin baca. ada yang mau beliin saya novel ini….? #yaaahujung-ujungnyaaaa

  3. aku pikir ini novel tentang kesebelan dengan si editor oleh penulis ala curhatan penulis gitu. e tapi ternyata kisah percintaan antara editor dan penulisnya ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s