Birthday Giveaway

birthday giveaway

Birthday Giveaway!! Biasanya saya suka berburu buntelan gratisan, sekarang saatnya tebar buntelan! ƪ(˘⌣˘)┐ƪ(˘⌣˘)ʃ┌(˘⌣˘)ʃ

MEI selalu istimewa;

  1. Adik yang pertama, Holy (10 Mei ), almarhum mama (16 Mei), dan saya (22 Mei) berbarengan ulang tahun di bulan ini… (ɔ ˘⌣˘)˘⌣˘ c)
  2. Alhamdulillah di bulan Mei ini akhirnya dapet SK Fungsional sebagai pustakawan (iya, si mahluk langka) ( ʃ⌣ƪ)

Sebagai rasa syukur, mau menggelar Birthday Giveaway untuk pertama kalinya di blog yang sederhana ini… \(´▽`)--(´▽`)/

Hadiahnya adalah….

  1. Tiga paket buku untuk tiga pemenang, masing-masing mendapatkan buku Empat Elemen + Be Strong Indonesia.
  2. Tiga pasang danbo untuk tiga pemenang, masing-masing mendapatkan sepasang danbo unyu
  3. Satu novel Penjual Kenangan – Widyawati Oktavia.
  4. Satu novel Manjali dan Cakrabirawa – Ayu Utami.
  5. Jepit rambut dari Bali + Kipas dari Jepang + Pin Blogger Buku Indonesia untuk satu pemenang.

100_1256

100_1257

100_1259

Copy of 100_1071

100_1261Syaratnya:

  1. Peserta tinggal di Indonesia
  2. Jawab pertanyaan yang diberikan:

–         Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN? Berkacamata, judes, galak, ramah, pintar, pokoknya jawab jujur. Atau lebih keren bisa menceritakan pustakawan yang dikenal. Inget ya, PUSTAKAWAN ≠ PENJAGA BUKU loh.. ˇ)-c<ˇ∨ˇ)

–         Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia? Suram, sumpek, menyenangkan, pokoknya jawab jujur juga. Dan apa harapan ke depan bagi perpustakaan di Indonesia, semacam saran dan keripik, eh kritik.

  1. Follow akun twitter @lucktygs. Jangan lupa share birthday giveaway ini dan mention via twitter.
  2. Follow blog ini, bisa via wordpress dan email.
  3. Pasang banner Birthday Giveaway ini di blogmu selama event ini berlangsung

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari kualitas jawabannya. Gak harus serius, gokil juga boleh yang penting nyambung ama pertanyaannya… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

Birthday Giveaway ini berlangsung satu bulan: 22 Mei 2013 – 22 Juni 2013

Pemenang akan diumumkan tanggal 30 Juni 2013. Jangan lupa di akhir jawaban, cantumkan nama, akun twitter, blog, kota tinggal dan email yang bisa dihubungi jika terpilih sebagai pemenang. Oya, pilih nomer hadiah yang diinginkan.. (✽ˆ⌣ˆ✽)

Silahkan tebar garam mantra dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

Label PUSTAKAWAN di 2011

https://luckty.wordpress.com/2012/01/14/label-pustakawan-dan-aroma-buku-di-2011/

Semerbak Aroma Buku di 2012

https://luckty.wordpress.com/2012/12/31/aroma-buku-di-2012/

Advertisements

198 thoughts on “Birthday Giveaway

  1. Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    Having fun.
    Dulu sempet jadi administrator semacam perpustakaan kampus bernama Self-Access Learning Center. Aku jadi angkatan admin pertama dan sebagai sekretaris berperan cukup besar dalam membuat SOP dari mulai tata tertib, tata cara pendaftaran member, peraturan pemakaian peralatan, dll.

    Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    Nostalgia.
    Sejak SD, trus SMP, SMA, sampai kuliah, perpus adalah tempat “nongkrong” paling asik. Karena aku termasuk agak2 kompulsif dalam membaca (kl lg “nganggur”, plang di jalan, bungkus makanan, apa pun aku baca), dari dulu selalu “nongkrong” di perpus. Jaman SD pun kartu perpusku udah ganti sekali krn saking seringnya minjem buku.

    Apa harapan ke depan bagi perpustakaan di Indonesia?
    Bisa menyediakan buku2 yang lebih variatif dan menambah pengetahuan tentang Indonesia dan dunia. Semua perpus sebaiknya memperbanyak koleksi ensiklopedia dan buku2 referensi. Terutama perpus kampus dan sekolah. Dulu aku cari referensi buat skripsi aja sampai harus ke universitas2 tetangga dan jalan jauh2 ke UI (aku kuliah di Jogja). Juga kalo bisa ngadain acara2 seperti bedah buku, dll. Mungkin juga bs ngundang penulis utk promo buku. Hehe.

    • “Dulu sempet jadi administrator semacam perpustakaan kampus bernama Self-Access Learning Center.”
      –> Wow, pasti menyenangkan ya, Kak. Ada kebanggan tersendiri saat melihat jejeran buku yang dulunya kita entri satu per satu. Aku pernah ngalamin ini pas di perpus fakultas kampus sendiri. Stock opname berlima ama temen-temen seangkatan selama setahun, bongkar semua buku, sampe apal ama buku-bukunya, minimal apal judul ama covernya… 😀

      • True. Yg ngangkut semua buku ke rak, mulai nata buku sesuai klasifikasi ke rak. Yg ngedata di “buku besar”. Walhasil memang jadi lumayan apal sama buku2nya. Hahaha.

  2. Happy birthday mbak luckty, adek holy sama alm. mama nya mbak luckty.. 🙂

    Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    Jadi inget BU Rahmi, penjaga perpus di SMA dulu. Ibu nya baik dan ramah banget. Kalo lagi ada buku baru, pasti laris dipinjam temen2 dan aku sering ngantri buat dapat giliran pinjam. Biasanya sih kalo ngantri gitu, pesen ke bu rahmi biar buku yang aku pesen tadi disimpenin buat aku. Kalo pas lagi buku nya belum ada di daftar koleksi perpustakaan, aku biasa nya pesan buku – buku apa saja yang tak rekomendasiin. Penjaga perpustakaan di kampus pun, juga nggak kalah sabar dan ramahnya tapi kadang agak galak sih kalo lagi ada teman – teman yang ramai atau heboh di perpustakaan yang dapat mengganggu ketenangan perpustakaan.

    Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    Perpustakaan, tempat yang paling saya kunjungi ketika istirahat baik itu di SMP, SMA bahkan kuliah. Sekarang pun masih sering berkunjung ke perpustakaan keliling yang ada di taman kota. Tempat yang paling nyaman buat baca buku secara gratis bahkan bisa kita pinjam untuk dibaca di rumah. Perpustakaan di kampus saya sudah mulai digitalisasi. Setiap buku diberi barcode, sehingga apabila ada pengunjung yang membawa keluar buku secara ilegal, pasti alarm berbunyi. Canggih yaa. Selain itu kita nggak usah capek nyari buku yang ingin kita baca secara manual. Kita tinggal memasukkan judul buku yang kita cari di komputer yang tersedia di perpustakaan, dan tarrraa.. muncullah keberadaan itu buku dan kita tinggal menuju tkp menurut info yang tertera di komputer. Bahkan ada beberapa jurnal ilmiah international yang hanya bisa di download di perpustakaan kampus. Saat masuk ke perpustakaan pun kita menggunakan absensi secara digital menggunakan smart card. Selain itu di side bar di meja penjaga perpustakaan terdapat tulisan berjalan yang tertera jumlah pengunjung yang ada sudah berkunjung di perpustakaan. Itulah gambaran digitalisasi perpustakaan di kampusku. Ada perpustakaan keliling yang setiap malam berhenti di taman kota, sayang banget perpustakaan ini sepi pengunjung dan peminatnya. Sangat berbeda kondisi dengan perpustakaan yang ada di SMA dan kampus saya yang pengunjung nya sangat banyak malah terkadang sampai over load pengunjung. Koleksi buku di perpustakaan keliling tergolong buku – buku pengetahuan umum dan buku anak – anak, dan koleksinya masih tergolong masih minim dan kurang lengkap.

    Saran ku sih di setiap kecamatan ada perpustakaan umum yang buka setiap hari, jadinya bisa berkunjung di hari libur. Menurut pengalaman saya sih, perpustakaan umum di kota saya pada hari libur juga ikut tutup. Koleksi buku – buku ditambah lagi dan update mengikuti perkembangan jaman. Terkadang ada beberapa perpustakaan yang koleksi bukunya masih terbitan lama. Dan sistem digitalisasi seperti yang di terapkan di kampus ku, alangkah baiknya juga bisa diterapkan di perpustakaan – perpustakaan lainnya. Sehingga memudahkan kita mengakses buku yang kita cari. Maju terus perpustakaan Indonesia. 🙂

    Kalo aku terpilih nie. Aku mau kipas jepangnya mbak, kalo nggak gitu sepasang danbo nya juga nggak apa – apa. Hehe
    Nama: Ika Mahardika NIngtiyas
    Twitter: @ika__mahardika
    blog: http://iekamahardika.blogspot.com/
    email: ika.mahardika91@gmail.com

  3. Selamat ulang tahun yaa, salam kenal 😀

    Pustakawan?
    Kesan pertamanya sopan, rapi, agak kaku, dan agak formal, tapi sebenarnya baik juga, mau mbantuin pengunjung 🙂

    Perpustakaan?
    Perpustakaan di Indonesia nggak terlalu bagus! Nggak ada perpustakaan yang benar-benar lengkap, yang menyediakan semua buku yang dibutuhkan dan diinginkan. Ya perpustakaan di sekolah, perpustakaan daerah, nggak ada yang sesuai dengan keinginanku hiks 😥

    Najwa Shufia Choliq
    @najwasc
    jejesbookzone.blogspot.com
    Semarang, Jawa Tengah
    najwashufia96@gmail.com

  4. Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    Sama kaya si mba bilang diatas. Berkacamata, ngomongnya pelan, tinggi, kurus, baik? hmm lumayan baik sih. hehehe. Itu salah satu pustakawan disekolah ku.
    Yg kedua.. Berkacamata juga, gendut, item ._.v, sombong, perokok. Pokoknya ga banget deh!
    (semoga temen sekelas ga ada yg baca ini)

    Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    Aku blm pernah masuk perpustakaan selain perpustakaan di sekolah2. Kalo diliat2 sih, hampir semua perpustakaan itu kurang ngena di hati. Maksudnya ga nyaman. Banyak faktor yg bikin ga nyaman. Mulai dari si pustakawannya yg ga friendly. Bukunya yg kurang banyak, sobek, debu, ga terawat deh. Tempatnya yg kotor, alias sumpek. Terus aturan peminjamannya yg diperibet.
    Harapannya sih semoga kita, khususnya para pelajar, ikut merawat perpustakaan, khususnya yg disekolah. Supaya nyaman. Enak dipake belajar atapun sekedar mampir buat pinjem buku. Dan para pustakawannya ga jutek! piss XD

    Zulfa Nurul Alawiyyah
    @zoellula
    zoellula.blogspot.com
    Bandung
    conan_forever(at)ymail(dot)com

    SELAMAT YA MBAAAAAA !!!! ;D

    • “gendut, item ._.v, sombong, perokok. Pokoknya ga banget deh!”
      –> jaman SMA dulu aku pernah dimarahin ama petugas perpusnya, dari situ aku bersumpah gak mau menginjakkan kaki ke perpus sekolahku, ehhh…sekarang malah jadi pustakawan di sekolah pula… dan janji ama diri sendiri gak boleh jadi pustakawan yg menyebalkan… 😀

  5. yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN? iyah Berkacamata, tapi enggak judes-judes amat, atau galak-galak amat kecuali kita rame di perpus apalagi nyalain mp3 keras-keras.hihi, mereka pastinya ramah sebenernya soalnya hobinya juga kan baca buku semakin banyak ilmunya seperti ilmu padi semakin ramah (nyambung gak yak!), mereka juga pintar pastinya hobinya khatamin buku perpus.ckck,

    yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia? menyenangkan, soalnya sekarang kebanyakan perpustakaan sudah pada online alias menyediakan fasilitas online atau wifi sehingga memudahkan akses buku maupun jurnal. sangat membantu buat literatur hunter (apa’an tuh literatur hunter = penulis buku, pembuat skripsi, tesis dst)

    harapan ke depan bagi perpustakaan di Indonesia, yah semakin banyak aja jurnal yang bisa di dunludin buat pembaca alias anggota perpustakaan, trus perpustakaan mungkin harus lebih banyak ventilasi yah biar terkesan menyenangkan. setiap perpustakaan itu sebaiknya dibuat semacam one stop shopping gitu.jadi di perpus baiknya ada kantin, mushola, parkiran, tempat ngenet, fotokopi, nongkrong,dst

    nama : Istiq Ps,
    akun twitter : @chemistiq,
    blog : kluthukpisang.blogspot.com,
    kota tinggal : yogyakarta
    email : istiq_ps2008@yahoo.com

    • “setiap perpustakaan itu sebaiknya dibuat semacam one stop shopping gitu.jadi di perpus baiknya ada kantin, mushola, parkiran, tempat ngenet, fotokopi, nongkrong,dst”
      –> kalo perpustakaan senayan udah hampir memenuhi kriteria ini loh… 😉

  6. selamat yaaa.. aku juga bulan mei lhoo….

    Pustakawan?. hmmm. menurutku dulu aku pernah ngefans sama salah satu pustakawan di kampus,, orangnya ganteng, baik, sopan, ngomongnya lembut,,, cowok bisa gitu ya? asik banget.. kalo kesulitan nyari buku juga dibantuin.. aduuhh,… geter geter jadinya hati eike,, 🙂

    Perpustakaan yaa tempat gudangnya ilmu, banyak buku disana…
    aku juga ke perpustakaan wilayah, kalao di kampus suka kehabisan stok buku soalnya banyak yg minjem.. huhuhu…
    kalo aku pokoknya, suka perpustakaan yang ada ACnya, jadi gak panas kalo baca buku pikiran juga jd adeem……. selain itu, suka banget perpustakaan yang ada fasilitas hotspotnya.. jadi bisa googling deh kalo pas baca and ada istilah yang kurang paham…

    hehehe,…

    Noorma Fitriana M. Zain
    @pie2th
    http://www.noormafitrianamzain.com/
    Semarang
    andic.noorma@gmail.com

    tengkyuuuuuuu

    • “pernah ngefans sama salah satu pustakawan di kampus,, orangnya ganteng, baik, sopan, ngomongnya lembut,,, cowok bisa gitu ya? asik banget.. kalo kesulitan nyari buku juga dibantuin.. aduuhh,… geter geter jadinya hati eike”
      —-> aaaakkk…pasti pustakawannya kece badai yaaaa… 😀

  7. Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    yang terlintas adalah bayangan seorang Bapak paruh baya, umurnya sekitar 50 tahun lebih, seorang pustakawan yang saya kenal di perpustakaan Universitas Muslim Indonesia, mungkin karena Bapak itu adalah ayah dari Sahabat saya, yang berjuang keras bekerja sebagai pustakawan untuk menghidupi keluarganya. menurut saya, pustakawan adalah profesi yang mulia, ramah senyum menyambut pengunjung perpustakaan, menunjukkan referensi yang kita cari, memabantu mencari buku yang kita cari, merapikan buku-buku yang berserakan di perpus, dan pastinya mereka adalah orang yang sabar dan tenang. Secara, di perpus gak boleh gaduh-gaduhan :). Hehehe,
    Mungkin, seperti gambaran seorang pustakawn yang saya kenal.

    yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    Perpustakaan adalah tempat yang Nyaman untuk banyak hal. Terutama perpustakaan di kampus Universitas Muslim Indonesia. Bangunannya gede, aromanya harum, buku-bukunya tersusun rapih berdasarkan klasifikasi genre buku menurut Fakultas, sudah ada fasilitas pencarian buku/referensi cepat, sudah tersedia sistem on line, sistem kartu anggotanya moderen (sistem barkot), buku-bukunya lengkap mulai dari jaman bahola sampai moderen apalagi penyimpanan buku-buku yang antik atau langka itu terpisah dan tersimpan exclusive dan tidak bisa di pinjamkan untuk dibawa pulang oleh anggota. Dan terlepas dari semua itu, menurut saya yang paling menyenagkan dari perpustakaan, karena di iringi dengan alunan musik instrumental yang sangat mendukung untuk istirahat (bobo) di pojok lemari bagian ujung belakang (my favorite place) :)..
    Harapan saya untuk perpustakaan di Indonesia, sebenarnya perlu di sosialisasikan kepada pengunjung agar tidak menyimpan buku yang telah di baca di sembarang tempat. mungkin perlu ada sistem, agar buku-buku yang telah di baca, bisa langsung di tata rapih di tempat semula.

    Sekian yah, Best regards,
    Ushie,
    Ushie_vgirl@yahoo.com
    Cewekhujan.blogspot.com
    @ushiecewekhujan

    • “Bapak itu adalah ayah dari Sahabat saya, yang berjuang keras bekerja sebagai pustakawan untuk menghidupi keluarganya.”
      –> pas kerja di salah satu perpus kampus berbasis Agama, ada seorang rekan, bapak-bapak malah bisa dikatakan kakek, beliau sudah berumur 70an. Meski begitu, semangatnya tak pernah padam. Meski bukan berlatar pendidikan ilmu perpus, tapi bapak ini paham banget ama dunia perpus, telaten sekali kalo shelving buku ke rak. Beliau masih bekerja di usianya yang seharusnya menikmati hari tua demi menghidupi anak dan cucunya. Anaknya gak bisa kerja karena pasca kecelakaan, fisiknya jadi lemah. Pokoknya salut banget ama bapak ini, dulu tiap capek selalu inget beliau yang semangatnya luar biasa! :’)

      • pengen hadiah nomer berapa aja alhamdulillah kalo bisa dapet, tapi kalo bisa milih pengen hadiah yang nomer 1 🙂
        makasih sist 🙂

  8. - Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    Hem…Kayaknya sih orangnya pinter, gimana nggak, secara tiap hari kerjaannya bareng buku terus. Aku kan jadi iri ;;) Mungkin sih orangnya baik, disiplin, dan super duper bersih. Baik buat nulisin mutasi tentang buku yang masuk dan keluar, terus setia meminjamkan buku-buku yang dijaganya, dan bisa jadi, baik ngasih katalog buku yang pantas dibaca. Terus, biasanya Pustakawan itu kan disiplin, kalau ada yang ribut, langsung ditegur. Kalau super duper bersih, coba aja lihat perpustakaan, kalau lihat debu sedikit pun pasti langsung dibersihin pake kemoceng di hadapannya. Itu sih gambaran mengenai pustakawan yang ada di SMP aku, mungkin beda kali ya sama pustakawan SMP lain. Hehe…Pustakawan di SMP aku itu namanya Bu Sri, dia itu baik banget, disiplin, pokoknya sosok pustakawan yang patut dicontoh deh. Kalau menurut aku nih ya, dia itu kayak guru juga, kadang kalau ada siswa yang gak ngerti, pasti dia langsung jelasin. Hebat kan? Hehehe…

    2. Apa yg terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia? Harapan ke depannya?
    Yang aku tahu, kebanyakkan perpustakaan di Indonesia kurang terjaga, apalagi dalam kerapiannya. Pernah waktu aku datang ke taman bacaan sekitar rumah aku, buku-bukunya kurang tersimpan rapi. Masa iya majalah disimpennya di rak sejarah? Sebenarnya itu salah pengunjung yang baca juga sih, harusnya mereka juga harus ngerti dimana seharusnya buku dikembalikan, jangan asal taro aja. Hahaha…Kok nyeramahin ya?

    Oh iya, harapan untuk perpustakaan Indonesia ke depannya, aku sih berharap semua aspeknya lebih baik lagi, mulai dari pustakawan/watinya, buku-bukunya, pengelolaannya, rak-raknya, semuanya deh, biar semua merasa diuntungkan, terlebih buat pengunjung yang pengen baca apalagi minjam. Aku juga berharap ada perpustakaan nasional yang bisa dikenal sampai manca-negara gitu kayak perpustakaan yang ada di luar negeri gitu. Amin yaaa…

    Follow twitter, udah.
    Share birthday giveaway, udah.
    Follow blog *pakai email*, udah.
    Pasang banner, belum.

    Nama: Asy-syifaa Halimatu Sa’diah
    Twitter: @asysyifaahs
    Blog: *mau ubah alamatnya dulu*
    Kota: Bandung
    Email: asysyifaahs@yahoo.com
    Hadiah: Pengennya sih Penjual Kenangan dari Widyawati Oktavia itu. Tapi, kalau udah ada yang pilih, paket buku yang Empat Elemen + Be Strong Indonesia aja. Atau sepasang danbo sebagai bonus, juga diterima kok. Hehehehe 😀

    Oh iya, hutangnya di blog aja ya Kak? Nanti aku mampir kesini lagi deh buat lunasin. JANJI!

    • “Sebenarnya itu salah pengunjung yang baca juga sih, harusnya mereka juga harus ngerti dimana seharusnya buku dikembalikan, jangan asal taro aja.”

      –> sebenernya itu emang tugas pustakawan kok… 😀

      • Tambahan nih:
        Pasang banner, udah.
        Blog: asysyifaahs-world.blogspot.com

        Jadi, semua persayaratannya lengkap ya, Bu 🙂

  9. Oh iya, sekali lagi, HBD Ibu Luckty, adiknya -Holly-, dan Almh. Mamahnya. Buat Ibu dan adiknya, semoga lebih lebih baik lagi ya 🙂 Buat Almh. Mamahnya, semoga dalam keadaan tenang, dan diterima di sisi-Nya 🙂

  10. Sebelumnya happy besdey buat mbak luckty, rada telat tapi yah..hehehe sileppy baru aku sentuh nih..
    Aku juga mei nih, tepatnya sama dengan almahumah ibu mba..

    Ting-ting!!! Yang telintas ketika mendengar pustakawan? #Mikir sambil merem melek..
    Pustakawan yang aku tahu itu orangnya guanteng, putih, penampilannya rapi, rambutnya dibelah dua kayak andi lau..hehehe itu pustakawan di kampusku UNIKOM di Bandung.. Dia baik dan sopan banget deh, bener gak bohong.. Terus selalu siap membantu, tapi dia pernah ngedenda aku gara-gara telat balikin buku perpus..ehehehe karena itu peraturan sih..hehehe
    Tapi dibalik itu sih, pustakawan menurutku orangnya pasti berwawasan yang luas dan selalu ingin tahu. Aku pernah pengen jadi pustakawan gara-gara waktu SMP aku tuh suka main diperpus terus sering merhatiin mba2 pustakawatinya, koq cantik ya trus sopan juga..Dan alhamdulilah belum kesampaian..hehehe

    Next…yang terlinta ketika mendengar perpustakaan Indonesia ?
    Perpustakaan itu kan tempatnya para buku-buku bersemedi menuggu datangnya makhluk2 imut (kayak Kita..hehehe) datang dan membacanya. Tentu saja supaya kita betah membaca lama-lama perpustakaan2 di Indonesia semakin meningkatkan fasilitas2nya seperti koleksi bukunya yang lengkap, AC, Internet (Hotspot, WI-fi), pencarian koleksi buku dengan sistem komputer supaya mempermudah pengunjung dan banyak lagi fasilitas lain. Dari beberapa perpustakaan di Indonesia yang pernah saya kunjungi hampir beberapa memiliki failitas itu walaupun ada beberapa kekurangan. Tapi itu bukanlah sebuah masalah, tetapi sebagai bahan evaluasi agar ke depannya perpustakaan indonesia akan lebih baik.
    Di Era teknologi seperti sekarang ini kita banyak diberi kemudahan untuk mencari ilmu, tidak hanya perpustakaan nyata, tapi banyak juga perpustaan maya..jadi tinggal pinter2 aja mencari ilmunya..
    Untuk perpustakaan indonesia, semakin maju dan jangan lelah untuk menyediakan buku-buku sebagai jendela dunia agar masyarakat indonesia semakin berwawasan dan menjadikan membaca sebai budaya masyarakat kita..hehehe jadi pidato..

    Cayoo Perpustakaan Indonesia, cayo pustakan dan pustakawatinya…
    Nama : Rina Suhartini
    Twitter :@RinaNeng
    Blog : Aulia-tembem.blogspot.com
    Email : auliazahra1105@gmail.com

    • “pustakawan di kampusku UNIKOM di Bandung.. Dia baik dan sopan banget deh”

      –> Pas jaman kuliah pernah observasi ke sana, lupa mata kuliah apa gitu… :p

      oya, jangan lupa pilih hadiah nomer berapa yaaa… 😉

      • hmmm…insaallh kalu menang pingin hadiah no.1 aja, soalnya lagi timbul hobby membaca untuk menambah wawasan tentang apa ja, dan kayaknyapenasaran sama isi buku itu..
        Makasih.

  11. Happy Birthday, Mbak ! Sukses selalu yaa ! 😉

    Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    Pustakawan itu… keren 😀 soalnya hidupnya dikelilingi dengan buku yg kadang orang lain belum punya.. Jadi orang yg pertama tau dan yg banyak tau.. Saya salah satu siswi yg suka banget sama buku dan lamalama di perpus. Tapi menurut saya dan pengalaman saya, minat siswa siswi di indonesia itu masih kurang 😦 buku buku banyak yg gak terawat dan gak terjaga garagara tangantangan nakal 😦

    Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    Perpustakaan itu layaknya globe ! xD
    Soalnya duduk sejam di perpus aja kita udah berwawasan luas dan berpengetahuan lebih.. Kayak keliling dunia sama imajinasi xD

    • “minat siswa siswi di indonesia itu masih kurang buku buku banyak yg gak terawat..”

      –> sebenernya minat baca gak rendah kok, cuma pemilihan bacaan yang diberikan kurang tepat, jadi gak menarik minat. Pengalamanku di sekolah, murid-murid unyu militan banget kalo ada novel baru langsung pada cepet-cepet pinjem duluan.. 😀

      oya, jangan lupa pilih nomer hadiah yang diinginkan yaaa… 😉

      • iyah bener mbak 😀 kadang tuh ngebacanya juga dengan kepaksa, jadi timbulnya justru males..

        masih bimbang antara no 3 dan 4 mbak :/ heheheh 😀

  12. Happy Birthday for mas Luckty, adik, dan mama..

    Susah juga nih soal Pustakawan, soalnya ngga sering denger. Paling keinget perpustakaan di luar negeri dari buku – buku novel yang aku baca (*jadi inget penyihir pustakawati yang ada di Harry Potter, lupa namanya siapa). Biasanya perpustakaan luar negeri lebih lengkap dan “penjaga”-nya bener bener concern sama buku – buku di perpustakaan itu, jadinya bener bener bisa disebut “Pustakawan”. Kalau di Indonesia, pandangan aku tentang pustakawan (berdasarkan perpustakaan sekolah / kampus / instansi yang aku pernah dateng) ya sekedar yang jaga perpus aja, kayaknya mereka kurang terpanggil jiwanya untuk jadi Pustakawan, cuma sekedar “pustakawan”.

    Kalau soal perpustakaan, aku mikir pasti isinya itu itu aja, isinya buku – buku nggak jelas dan nggak ada novelnya. Jangan harap menemukan novel fantasi atau novel romance di perpus, kecuali yang lama – lama macemnya Siti Nurbaya. Kebanyakan perpustakaan yang pernah aku lihat isinya CUMA literatur pengetahuan alam atau sosial, majalah, gitu gitu doang. Makanya meskipun suka buku, aku hampir ngga pernah ke perpustakaan karena isinya udah ketebak dan pasti akan mengecewakan (buku yang mau aku baca pasti ngga ada di perpustakaan). Nggak tau deh kalau perpustakaan lain, tapi aku yakin kalau aku nyari novel Rick Riordan atau Tere Liye di perpustakaan kampus / sekolah / lainnya, pasti ngga ada.

    Nama: Fenny Herawati
    Akun Twitter: @fennyusuf
    Blog: http://mybookstacks.wordpress.com
    Kota Tinggal: Jakarta
    Email: fennyherawatiyusuf [at] yahoo [dot] com
    Hadiah? Yang ada bukunya 😀 paket 1 deh..

  13. Sekali lagi happy birthday ya. Duh pengen ikut nih. Eh saya bingung. Jadi ngirim jawaban pertanyaannya ke mana? Ke kolom comment di blog ini? Email?

  14. Eh baru ngeh. Jawabnya di sini ya..
    Oke langsung aku jawab ya..
    Yang terlintas di pikiran kalau denger kata pustakawan..jelas nggak cupu, rambut kepangan atau kacamata tebel. Soalnya aku pengurus perpustakaan selama tiga tahun pas SMA. Dan dari semua pengurus klub perpus yg aku kenal di sana, nggak ada satupun yg pake kacamata tebel atau cupu. Kita suka bikin resensi buku baru atau piket sambil ngerumpi sama ibu2 penjaga perpusnya.
    Kita juga suka nonton VCD bareng (jamanku SMA blum musim DVD). Trus kita juga berangkat belanja buku baru tiap bulan sesuai request murid2 lewat kotak saran.

    Yang terlintas di pikiran saat denger kata perpustakaan, teteup nggak suram, gelap, ma penuh buku tua. Perpustakaan SMAku terang, bersih, dan selalu ramai. Soalnya bukunya lumayan update terus penjaga sama pengurusnya (yaitu kami, hehehhehe) suka banget diajakin ngegosip. Banyak murid yg ke situ buat ngerumpi sndiri d pojokan di antara rak-rak buku. Trus sering diadain acara nonton film juga. Biasanya film yg dri buku atau yg ada unsur budayanya gt.
    Satu lagi perpus keren yg jauh dari kesan perpus pada umumnya. Perpustakaan Umum Kota Malang. Aku anggota di sini. Dari luar bangunannya warna orange-kuning kaya TK. Di dalemnya ada ruang referensi, ruang baca anak2, di lobbynya biasa diadain acara nonton film bareng atau pameran buku. Ruang bacanya sendiri, duh bikin betah..ada wifi, ada meja2 ala lesehan gitu, ada meja biasa buat kita yg mau baca sama nulis. Bukunya tiap bulan baru. Ada book recommendation of the month. Ada manga banyak banget (tp g terlalu update sih). Tp fiksi populer kaya Mortal Instrument atau buku non fiksi gt update juga sih. Trus ada buku2 kuliah, resep masakan, psikotes, komputer, dll pokoknya lengkap kayak di toko buku deh. Cm majalah aja yg g ada.
    Di sana aku bisa baca berjam2. Bareng anak2 SmP-SMA yg baca komik, anak kuliah yg lg ngerjain skripsi, atau ibu2 yg nyatet2 resep masakan. Oiya perpus ini pernah dapet penghargaan Perpus Umum Dengan Layanan Terbaik indonesia lho. Tp mang kualitas pelayanannya agak turun dibanding dulu sih. Tp aku rekomen perpus ini buat BBI-ers yg lg main k Malang.
    Harapanku sih perpustakaan2 di Indonesia bisa kayak gitu. Selain koleksinya yg lengkap, semoga aja tempatnya bisa dibikin senyaman mungkin supaya orang juga nggak males mau masuk. Terus diadain juga kegiatan yg berhubungan sama buku atau membaca dalam bentuk yg fun biar perpus td nggak cuma dikunjungi murid yg mau kerjain tugas atau bookworm.
    Duh panjuangnya jawabanku. Hehehhehe.
    Oiya kalau boleh aku mau paket buku yg pertama ya. Please..hehehe..
    Oiya salam kenal Mbak Luckty. Salam kenal. Aku follow sama pasang logonya besok ya. Susah nih kalau lewat bb. Hehehhe..

    Tantri Setyorini
    @tantri_06
    http://thoughtsofstupidbookworm.wordpress.com/
    Malang, Jawa Timur
    tantrisetyorini@yahoo.com

    • “Kita suka bikin resensi buku baru atau piket sambil ngerumpi sama ibu2 penjaga perpusnya.
      Kita juga suka nonton VCD bareng (jamanku SMA blum musim DVD). Trus kita juga berangkat belanja buku baru tiap bulan sesuai request murid2 lewat kotak saran.”

      –> Wow, kece badai ini! 😀

  15. Oiya mau nambahin lagi. Puskot Malang tuh ruang bacanya pake AC, selain wifi ada internet gratis juga (dibartasin 1 jam), punya perpus keliling yg namanya Mobil Pintar, udah digital, terus petugasnya selalu keliling bawa troley buat ngangkutin buku yg udah kita baca. Berasa kayak raja pokoknya. God, I love that place.
    Oiya Mbak Luckty g jadi salam kenal. Aku udah pernah mampir ke sini kayaknya.
    Trus aku kalau g dikasih yg paket buku pertama, yang mana aja jg gpp pokoknya masih tetep buku. Hehhehe..
    Makasih..
    Btw aku juga suka baunya buku, apalagi buku tua. Serasa kayta bau jamu gitu. Kapan2 mau bikin giveaway buku tua ga?

  16. happy bday mbak 🙂
    daaaan ikut menjawab giveaway ini
    *gulung celana*
    -ketika mendengar kata pustakawan, yaitu orng yang smart, seperti kamus berjalan, klo tanya tentang buku apapun si pustakawan dengan cepat dan rinci. tpi belom tau atau kenal pustakawan T.T

    – ketika mendengar tentang perpustakaan adalah tempat favorit untuk bersantai ria, eh bener loh sampai pernah tidur di perpus waktu SMA, nggak dimarahi sih, cz yg jaga perpus tuh teman-teman sendiri, ya ada jadwal bergilir gitu utk jaga perpus, apalagi lokasi perpus belakang kelas, tempatnya adem padahal gak pake AC karena semilir angin dari sawah sebelah sekolahku.Perpustakaan tempat pertama aku mengenal teenlit, waktu dulu suka baca teetnlit sampai-sampai koleksi teenlit di perpus udah habis aku, jadinya pindah bacaan deh ke bacaan agama 😀 ya karena memang waktu dulu koleksi buku di sekolahku masih sedikit, yang banyak buku pelajaran. Nah, itu pertama kali punya keinginan untuk bikin buku, meskipun sampai sekarang belum terwujud T.T

    Nama : sari widiarti
    twitter : @MentionSari
    Blog : http://www.fiksisari.blogspot.com
    email : sariwidiarti@gmail.com

  17. Halo Mbak Luckty, met ultah ya!!! Semoga cepet dapet SK CPNS deh, ya!!! Hehehehe…
    Oke, ini jawaban versi aku!
    1. Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    Pustakawan. Yang terlintas di benakku adalah seorang wanita yang duduk di sudut ruang baca berlatar buku-buku yang terjajar rapi di belakangnya. Dia terlihat serius menekuni buku bacaannya, atau terlalu sibuk menata buku yang akan dia kembalikan ke rak bacaannya. Dia terkesan wanita yang serius dan agak sulit diajak bercanda, bahkan tampilannya terkesan kaku.
    Tapi, suatu ketika aku mengikuti sebuah seminar perpustakaan yang diadakan Mbak Dessy sekar dari Jakarta. Gambaran lama itu mulai kabur, diganti dengan sosok kuat yang berjuang demi menyadarkan pada pemuda pemudi untuk sadar membaca. Dia bukan berstatus pegawai, tapi sukarelawan, dan masih hebatnya lagi, dia masih harus berusaha mendapatkan buku-buku untuk melengkapi koleksinya. Wao…salut abis!
    Belum lagi proses pelabelan dan pendataan buku yang super ruet. Untungnya kami mulai dimudahkan dengan softwere yang bernama Psenanyan. Ya, mungkin nggak semua menggunakan ini, ya. Tapi, sekolah tempat aku manggang menggunakan ini. Softwere ini aku dapat saat ada pelatihan di kecamatan dan seminar dari Jakarta tadi.
    Tapi, tetap saja, jadi pustakawan itu ribet. Ribet banget, aku aja keteteran nggak karuan. Jadi, jangan anggap enteng kerja jadi Pustakawan. Beneran, deh!
    Eh, jangan anggap aku Pustakawan, ya?! Aku memang sesekali merangkap jadi pustakawan, karena sekolah tempatku magang belum ada pustakawannya. Kenapa dan bagaimana ceritanya, silahkan dilanjut di poin 2.

    2. Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    Kalau menengok perpustakaan yang ada di sekolah tempatku magang, keadaannya sangat tidak mendukung kenyamanan pengunjungnya, buku-bukunyapun sangat minim. Benar-benar butuh bantuan buku dan rehab gedung. Bahkan, perpustakaan itu belum memiliki Pustakawan. Alhasil, akulah yang sementara menjabat sebagai pustakawan di sana. Tapi, sebagai pelaksanaannya aku tidak melakukan apa yang dilakukan pustakawan pada umumnya, karena aku memang sudah punya tugas sendiri. Aku hanya menjadi pendata buku, dan pegawai yang selalu kebagian mengikuti berbagai seminar atau pelatihan perpustakaan. Dan sebagian besar keadaan sekolah, khususnya sekolah dasar memang seperti itu di kabupaten kami.
    Bahkan, perpustakaan kabupatenpun masih belum bisa dibilang layak. Dari beberapa foto yang ditunjukkan para Pustakawan yang mengadakan kunjungan di Kantor Dinas Kecamatan kami, perpustakaan kabupaten masih perlu bantuan, khususnya bantuan pengadaan gedung yang lebih luas dan fasilitas yang lebih lengkap.

    Oke, mbak. Kayaknya jawabanku terlalu banyak, ya?! Kalo begitu aku akhiri aja, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Bye…bye!!!

    • “Jadi, jangan anggap enteng kerja jadi Pustakawan. Beneran, deh!”

      –> dulu muridku suka bilang; “Enak ya jadi pustakawan kerjanya nyantai.”
      Nah, pas mereka bantu-bantu mulai dari ngentri, ngecap, labelling, dll. baru mereka tau betapa dahsyatnya pekerjaan pustakawan. Pustakawan memang tidak sama dengan penjaga buku, gyahahaha… :p

      Jangan lupa pilih hadiah nomer berapa yaaa… 😉

  18. Pustakawan ya? sebagai orang awam yang sedang mencoba mencintai buku yang tidak bergambar heheh seorang pustakawan itu orang yang berada di perpustakaan yang bertugas membantu orang -orang yang kebingungan kesana-kemari nyari buku dan gak ketemu, pustakawan memang bukan penjaga buku..tapi setauku pustakawan itu orang yang ngatur administrasi perpustakaan kaya ngasih nomer perpus, dan lain sebagainya..heheh itu yang aku tau yaaaa 🙂

    terus kalo perpustakaan di Indonesia ya? rata-rata orang pas digembar-gemborkan mengenai ayo gerakan membaca buku dan membuat perpustakaaan, mereka semangat emncari kesan-kemari buku sumbangan buat bikin perpustakaan, trus mereka buat dan diarsipkan tapi..itu pasti kadang-kadang selalu *Hlo* hanya anget-anget tai ayam. cuma semangat diawalnya aja tapi buat ngebaca dan ngerawat perpusnya mereka lupa dan akhirnya debu dan laba-laba memiliki rumah baru…eheheheh..mungkin sekarang saatnya yang digerakan bukan hanya gerakan perpustakaan tapi juga dibarengi Gerakan Pustakawan 🙂 hehehe

    aku berharap bisa menang, karena aku sedang berusaha menyukai buku-buku yang gak ada gambarnya aliar semacam novel dan sebagainya..heheh semoga kebahagiaan selalu menyertai mbak ya 🙂 HIDUP PUSTAKAWAN INDONESIA!!!

    Nama : Rahma Brilianita
    Twitter : @brilianitasari
    Email : Rahmawatibrilianitasari@gmail.com

    • “sekarang saatnya yang digerakan bukan hanya gerakan perpustakaan tapi juga dibarengi Gerakan Pustakawan.”

      –> Yay, bener banget itu. Selama ini banyak sekali gerakan membaca, tapi pustakawan jarang dirangkul untuk event ini, malah terkadang terkesan cuma ‘proyek’ semata.

      oya, jangan lupa pilih nomer hadiah yang diinginkan yaaa.. 😉

  19. Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    Pustakawan? Apa ya? Banyak sih defiinisi pustakawan. Seperti kata Pak Zul. Pustakawan itu bukan penjaga buku. Tetapi, orang yang bisa memberikan informasi kepada penggunanya. Pustakawan bukan orang yang harus marah-marah ketika pengguna salah menaruh buku atau bahkan hanya salah lewat jalan, kan? *temen saya pernah dimarahi sama petugas perpus yang katanya perpus terbesar se-Asean*, pustakawan juga harus seseorang yang suka dengan buku, tahu cara memperlakukan buku dg baik dan mempengaruhi pengguna untuk turut memperlakukan buku dg baik, tahu bahwa makan di saat jam kerja dan disambi dg melayani pengunjung itu salah. yang jelas, pustakawan itu bukanlah orang sembarangan. pustakawan adalah sumber dari segala informasi.

    Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    Tergantung sih. Tergantung tempatnya dimana dan jenis perpustakaannya apa. Kalau perpustakan sekolah, tergantung dengan dana yang diberikan oleh sekolah. Selama saya sekolah, saya cuma mengeluh dengan perpustakaan SMP saya. letaknya memang di bagian depan sekolah. tapi di pojok depan. sangat tidak strategis. saya pun nggak kenal siapa pustakawannya dan terlalu malas untuk bergerak ke perpustakaannya. -..- berbeda dg perpustakaan waktu sd dan sma yang menyenangkan. di sd saya sempet pindah dari sd ykkp punya pertamina yang perpustakaannya kece banget. ber-ac, pustakawannya ramah, buku anak asyik bertebaran, pokoknya asyik deh.
    tapi, giliran udah masuk perpustakaan daerah beuhhhh… benci benci banget sama pustakawannya. dulu, waktu smp saya bukan anak yang hobi main kemana-mana. dan emang karena tinggal di kota kecil ya hiburan cuma itu itu aja. departemen store aja cuma satu pula. jadilah, saya sering berkunjung ke perpusda seorang diri kalau lagi nggak ada kerjaan dan menjelang akhir pekan. sebenernya, mungkin lebih enak kalau ke taman bacaan deket rumah yang walaupun pinjem bisa request buku apa aja dan penjaganya ramah. tapi, karena keracunan buku bahasa Indonesia punya abang yang angkatan 80-an itu, dan abis baca sinopsis bukunya NH Dini, saya pun langsung ke perpusda dengan asumsi buku itu ada. Dan memang, ADA! cukup kecewa sih waktu mau pinjem malah dijutekin gitu. bukannya apa-apa, itu karena aku nggak bawa foto. yaelah. mana saya tahu. akhirnya, baca di tempat deh. Sempet gedek juga pas dikasih tugas nyari bahan di perpusda *lagi* dan disuruh fotokopi bukunya, padahal jelas jelas itu bukan buku tandon! Keseeeellllll. Akhirnya, setelah SMA jadi jarang ke perpusda deh. Gegara, apa lagi karena perpus SMA yang lebih keren dan pustakawannya yang asik banget. Kenapa? Apalagi kalo bukan karena siswa disitu bisa milih buku apa yang akan dibeli oleh perpustakaan. Asyik, kan?
    Wah~ Kalau cerita perpustakaan kayaknya nggak ada habisnya. Intinya, gambaran perpustakaan di Indonesia masih jauh dari layak. Ada yang koleksinya layak, SDM nya super duper nggak layak. Ada yang SDM nya sangat layak, koleksinya nggak layak. Sedih deh. Kalaupun ada yang layak, rata-rata perpustakaan khusus milik asing yang ada di Indonesia.
    Harapan ke depannya :
    semoga orang di Indonesia makin sadar bahwa perpustakaan itu bukan hanya gudang buku. Tapi, tempat dimana kita bisa diskusi, berinteraksi dg pustakawan, mencari bahan kuliah dg bantuan pustakawan referen *ini banyak orang yang nggak tahu*, dan nyari koleksi seru.
    Gitu aja. SImpel sih. Nggak perlu berlebihan, karena kalau disini pasti ujungnya bertubrukan dg uang. TT_TT Maaf ya kalau panjang. Anyway, happy birthday~~ 😀 Dan mungkin akan sering blogwalking kesini. Hihi. Sekalian kenalan aja ya~
    nama : Syifa Adiba
    akun twitter : @syipoh
    blog : syifadiba.wordpress.com
    kota tinggal : Depok
    email yang bisa dihubungi : syifa.adiba@gmail.com
    hadiah : Mau bukunya Ayu Utami yang Manjali dan Cakrabirawa

    • “cukup kecewa sih waktu mau pinjem malah dijutekin gitu.”

      –> Nah, ini salah satu problematika perpustaakaan Indonesia; petugas yang jutek. Tapi gak semua petugas itu adalah pustakawan sih…ini biasanya yang terjadi di perpusda-perpusda kita..

      • iya. bener banget. mungkin karena di daerah pemdanya kurang perhatian sama perpustakaan. ya begitulah jadinya. tapi, sempet diceritain sama temen kalo di perpusnas ada anak kecil yang diusir karena mau masuk perpus. masa ga boleh. -___- yang paling enak sih ke perpus khusus. biasanya petugasnya ramah ramah dan enak. *yang baru kunjungan trus ngerjain tugas di perpus elsam* fufufu

  20. Hi Pustakawin…baru sempet blogwalking. Sempet heran juga dg namanya, tapi salut buat kamu mbak. Happy b’day ya, makin lahap aja baca bukunya 🙂

    Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    Basic-nya aku bukan orang yg rajin baca buku, jadi jawabannya secara pandangan orang “awam” Pustakawan itu orangnya pinter, rajin baca dan banyak pengetahuannya dan satu lagi kebanyakan pasti pake kacamata.
    Satu-satunya pustakawan yg aku kenal namanya Pak Basuki, ini guru aku waktu SMP. Dia ngerangkep jadi pustakawan, hmm lumayan sering marah tapi juga sangat asyik. Dia sering banget nyaranin muridnya untuk mengujungi perpustakaan, ya paling gak baca buku ringan kayak cerpen atau novel. Maklum di tempatku dulu minat baca sangat rendah, ada banyak buku di sana tapi sangat jarang anak yang mau datang ke perpus untuk baca.

    Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?

    Sempit/ sumpek. Kenapa begitu? karena seumur2 aku gak belum lihat perpus sekolahan dg luas yang layak. Sekolah MI (setingkat SD) dulu memiliki perpustakaan tetapi hanya di isi dg buku2 pelajaran, lebih tepatnya sih tidak difungsikan sama sekali.
    SMP ini paling lumayan, dulu perpus-nya lumayan lebar dan koleksi bukunya lumayan banyak meski kebanyakan juga buku pelajaran yg sudah kami miliki.
    SMK, sekolahku yg satu ini lebih parah. MUngkin karena sekolah baru jadi perpustakaan pun masih dalam proses pembenahan. Tetapi yang aku salut adalah guru bahasa Indonesiaku, namanya Bpk Imam Sujianto. Beliau adalah sosok yg sangat memotivasi anak muridnya untuk gemar membaca, beliau berusaha keras untuk tetap mendirikan perpustakaan meski tak ada ruang kosong untuk itu. Beliau bukan pustakawan, hanya seorang guru yg gemar membaca dan membeli buku. Beliau ingin menularkan semangatnya untuk para murid, alhasil beliau membagi ruangannya menjadi perpustakaan kecil sekolah yg penuh dg buku-buku. Sebagian buku lama dan sebagian lagi buku baru, beliau juga menyuruh setiap jurusan untuk menyumbangkan buku agar perpustakaan bisa difungsikan seperti seharusnya.

    Harapan ke depan:
    Semoga peprustakaan di Indonesia bisa menjadi tempat favorit bagi generasi bangsa. Tak identik dengan sumpek dan membosankan lagi. Aamiin
    Nama : Isna Nudiya
    akun twitter : @Izna_nudiya
    blog : iznafeer.tumblr.com
    kota tinggal : Surabaya
    email yang bisa dihubungi : isna_amburika@yahoo.com
    hadiah : Mau hadiah nomor 1 🙂

    • “beliau membagi ruangannya menjadi perpustakaan kecil sekolah yg penuh dg buku-buku.”

      –> Wow, kece banget Pak Imam Sujianto ini 😉

      • TENTU…kece pake’ banget. Beliau memang sangat cinta buku mbak, dirumahnya saja ada perpustakaan pribadi 🙂

  21. Assalamualaikum,
    slm sejahtera buat kita semua :))

    Sebelum Ikutan Kuis aku mau ngucapin Happy Birday :))

    ::Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    Tentang Pustakawan ya?
    emhhh, Dulu sih aku pernah mikir yang Aneh-aneh tentang pustakawan waktu Jaman-jaman SMP sampai SMU kelas 1, Ya pemikiranku tentang pustakawan itu adalah orang yg memakai kaca mata, memakai kemeja berkerah, celana bahan, dan selalu membawa buku di tangannya, Pandangan matanya tajam, sulit untuk tersenyum pokonya Mengerikan. ! 😀
    nah tapi pas persepsi aku tentang Pustakawan berubah waktu SMU kelas 2 anak-anak 1 kelas di paksa meminjam buku ke perpustakaan sekolah, jadi mau tidak mau semua harus bertemu Pustakawannya, ehh ternyata, Pustakawannya wanita, cantik sekali, memang sih dia berkaca mata, tapi dia ramah dan murah senyum, serta membantu kami para siswa mencari buku, dan satu lagi dia suka bercanda, 😀 . jadi kami sampai lulus dari Smu itu sering ke perpustakaan Niatnya sih pengen ketemu Pustakawannya tapi sambil baca-baca buku juga, soalnya ga mungkin ke perpustakaan kalo ga baca Buku 😀

    ::Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    Waduh kalo mendengar kata perpustakaan itu seperti Rumah kosong yang angker dan menyeramkan !
    Jangankan Untuk Masuk untuk Melihat saja sudah tak berani.
    aku Hoby menulis dan suka Membaca, tapi kalo di suruh ke Perpustakaan aku ga berani, kecuali perpustakaan di SMU ku dulu.
    Alasannya ga berani Masuk tempat perpustakaan adalah karena banyak perpustakaan yg di design sedemikian formal yang seolah-olah hanya orang tertentu saja yang boleh masuk dan kadang peraturan di dalam perpustakaan yang membuat kita tidak nyaman atau merasa terkekang, karena kan menurut aku ketenangan membaca itu bukan seperti ketenangan di dalam pemakaman, tapi ketenangan itu hadir karena adanya kenyamanan.!

    pernah sekali masuk PERPUSTAKAAN di kampus, waduhhh aku keringat dingin, Aku merasa seperti Alien yg turun ke bumi seolah semua orang memperhatikan ku, karena sangat Formalnya ruang perpustakaan dan bukan buku yang ku cari, tapi malah kamar mandi yang ku cari, karena ketegangan yang amat sangat, terlebih aku seorang pemalu, hahaha 😀
    Ketimbang Mencari buku di Perpustakaan saya mending jalan kepalasari Bandung tempat buku-buku loak dan saya nyaman di sana 😀

    #SARAN DAN KRITIK UNTUK PERPUSTAKAAN DI INDONESIA!
    **Mungkin kesan Formal pada setiap perpustakaan harus di rubah agar fleksibel, semua kalangan merasa nyaman di sana,

    Dan satulagi untuk penjaganya :D, Banyaklah tersenyum dan bercanda dalam keadaan memang sedang tidak serius, agar Orang yang baru pertama kali masuk perpustakaan tidak kapok masu ke perpustakaan 😀

    Wassalam :))

    Oia, aku mau Hadiahnya Nmr 2 dan 3 deh, soalnya aku hoby photography dan aku juga menyukai kata yang berbau tentang kenangan 😀
    Pengennya sih semua hadiahnya itu juga kalo menang 😀

    Ini biodata aku ::

    Nama : Lingga Arvian Nugroho
    Akun twitter : @kehidupan_fiksi
    Blog: http://lubangbidik.blogdetik.com/
    email : gembala.jalanan@ymail.com
    Alamat : Bogor, tapi sekarang masih melanjutkan Studi jurusan Jurnalistik di universitas swasta di Bandung

    • “Mungkin kesan Formal pada setiap perpustakaan harus di rubah agar fleksibel, semua kalangan merasa nyaman di sana,”

      –> perpus tempatku kerja, kusulap bak taman bermain. Warna-warni penuh pajangan karya murid. Capek sih beresinnya karena banyak barang, tapi seneng liatnya… :p

      • Wah keren tuh mbak 😀
        warna-warni udah kaya permen gulali :p

        Dapet Ide itu dari mana mba??
        oia mba luckty sang pustkawati ini sreing senyum dan suka bercanda ga di waktu tidak serius?? 😀

        Yang sangat penting sih Pustakawan atau Pustakawati jngn membeda-bedakan orang yg datang, kalo sama yg kenal senyum tapi klo sama yg ga kenal jutek bagt,
        aku suka takut klo msuk perpus ada putakawan yg jutek, hehehe

  22. Pustakawan ya ?
    Kesan pertama pustakawan pas sekolah dulu galak, agak judes, kurang senyum. Tp ada pustakawan yang udah senior ibu yang ramah banget, murah senyum, kadang kalo telat balikin denda nya lebih murah dari yg satunya 😀 hehe, terus kalo ada yg rame cara nasehatinnya luwes dan lembut banget, menurutku sih dengan cara itu siswa – siswi yg bandel lebih sungkan dan benaar disbanding dengan mbak yg judes, temen-temen termasuk saya lebih menghormati ibu yg senior aduh lupa namanya 😀 kira2 mbak luckty orgnya seperti apa yah ? mbak judes ato ibu super ramah ?? 😀 Oh ya baru – baru ini sempet ngiri sama pustakawan mereka bisa baca buku sesuka hati nya, serasa buku – buku itu miliknya bebas ambil dan baca kapanpun. Hiks pengen jd pustakawan juga kan jadinyaa. Beruntungnya mbak luckty, pekerjaan yg mulia 
    Perpustakaan di Indonesia..
    Hemm, dua kata untuk perpustakaan di Indonesia BUTUH BANYAK !!!
    Perpustakaan umum di daerah saya hanya satu, terkadang saya heran dengan program pemerintah yg perpustakaan keliling, katanya sih masuk ke seluruh desa. Tapi kenyataannya saya tidak pernah melihat program perpustakaan keliling tersebut masuk di kawasan daerah saya. Justru saya ketemu nya mobil perpus keliling itu di kawasan kota seperti di taman kota, padahal notabene sasaran dari program tersebut bukannya kawasan daerah ya ?! Hmm itu mungkin masih PR yaa  btw, jd inget dulu ke perpus sekolah gak hanya buat baca aja sih, terkadang teman – teman saya manfaatin tuh perpus buat bolos pelajaran. Makanya kadang mbak pustakawannya sering nanya ke siswa – siswi yg dating waktunya siapa ? pelajaran apa ? ada gurunya enggak ? hihi nakalnya muda mudi yach gitu 😀

    Harapan ke depan bagi perpustakaan Indonesia sih, memperbanyak armada program perpustakaan keliling buat meningkatkan minat baca adik2 kecil kita dan tentunya menambah pustakawan. Kalo bisa di setiap desa ada satu perpustakaan yg sudah dikelola pemerintah dengan baik. Apalagi adik – adik jaman sekarang jarang keluar rumah lebih memilih main gadget ketimbang baca buku. Atau di Perpustakaan disediakan jg arena bermain buat anak – anak kecil dan didesain semeriah mungkin biar mereka tertarik dan orang tua pun gak ragu buat ngajak mereka kesana. Ataupun perpustakaan bisa diselipkan di suatu theme park gitu, jadi bisa belajar dan membaca disitu. Haha untuk yg terakhir kayaknya agak ribet yah.

    Oh ya btw met ultah ya mbak luckty salam kenal dari jauh yaahhh mbak, tgl 22 mei ya sama ultah nya dengan kakak ku kali aja kalian jodoh XD *becanda. Met ultah jg untuk Holy dan Alm. Mama yaa.. semoga bisa terus menjadi pustakawan dan memperjuangkan hak para pustakawan dan pembaca *apa sich 😀

    Wish me luck mbak kalo boleh sich yg kipas jepang ato danbo hohoho ^.^/ *pasang jampi2 😀 udah aku follow twitter nya wordpress nya blm bentar yah mbak *_*
    Aku pasang juga di blog aku yah mbak, banner nya yg mana nih mbak yg harus dipasang ? *internet lemot

    Nama : Wulan Novitasari dari sidoarjo
    Blog : naluwnovi.blogspot.com
    Twitter : @wulannovi18
    email : wulan.tkj@gmail.com

    • “Makanya kadang mbak pustakawannya sering nanya ke siswa – siswi yg dating waktunya siapa ? pelajaran apa ? ada gurunya enggak ? hihi nakalnya muda mudi yach gitu”

      –> aaaakkk… aku banget itu… :p

    • “tgl 22 mei ya sama ultah nya dengan kakak ku kali aja kalian jodoh XD”

      –> bwalah, sempet-sempetnya jadi mak comblang.. 😀

  23. Pustakawan itu aku..namun nanti..karna aku masih ingin berpetualangan dgn yang lain..

    Perpustakaan itu hanya menjadi sekedar kata yang terselip dalam jurusanku pada waktu kuliah.. 🙂

    Met ultah ya bu luk

    • Di pic Birthday Giveaway, klik kanan dan pilih “copy image URL”, lalu paste ke widgets di blogmu.
      Selamat mencoba… 😉

  24. – PUSTAKAWAN ya.. hmm PUSTAKAWAN itu… *ngerinyitin dahi* iya iya sebentar ini juga lagi mikir, buru-buru amat kek mau ada pembagian sembako… oke jadi PUSTAKAWAN menurut hemat saya *halah*,
    iye sekarang serius… jujur yang terlintas dibenak gua pertama kali ngedenger PUSTAKAWAN adalah orang yang bertugas menyetempel kartu pengunjung kita sewaktu mau minjem buku & orang yg negur kita kalo ribut di perpus.
    Tp entahlah kalo giliran ditanya kesan untuk PUSTAKAWAN yg pernah aku jumpain itu gimana juga bingung mau diskripsiinnya, Selama ke berbagai Perpus (perpus daerah, sekolah, dan sekarang perpus kampus) gue paling betah baca di perpus sekolah dulu, PUSTAKAWAN sewaktu sekolah dlu gak terlalu banyak ngobrol sama siswanya, tp giliran siswa kesulitan nyari buku dia gak segan buat nyariin buku yg dicari siswa (karena gua suka males nyari2 hehehe) mungkin ini yg ngebuat gue betah, emmm.. mungkin ada satu kesan buat PUSTAKAWAN ini, ya… NYAMAN that’s it.

    – Gue gak terlalu ngikutin perkembangan PERPUSTAKAAN di Indonesia, tp dari Perpus yg pernah gue samperin tadi (perpus sekolah, daerah, kampus), gak lepas dari namanya debu (entah lah ini bagian dr tugas PUSTAKAWAN apa bukan, tp gak mungkin juga kita pasrahin ruangan penuh buku yg notabennya tempatnya buku pada satu orang aja 🙂 ), dan mungkin ini yg ngebuat lebih enak baca buku di rumah ato halaman sekitar sekolah yg agak teduh, dibawah pohon misalnya. Itu aja sih yg mau gue share 🙂

    O ya Adik gue kebetulan juga tanggal 5 Mei kemaren Ultahnya (bukan niat nge-gendam/ ngerayu ya..) jadi kalo boleh pengen yg DANBO aja buat kado, KALO dipilih komennya hihihi :)).

    Nama : Varis dwipra
    Blog : rongsokankata.wordpress.com
    Twitter : @vdwipra
    Email: vdwipra@yahoo.com

    • “dari Perpus yg pernah gue samperin tadi (perpus sekolah, daerah, kampus), gak lepas dari namanya debu (entah lah ini bagian dr tugas PUSTAKAWAN apa bukan, tp gak mungkin juga kita pasrahin ruangan penuh buku yg notabennya tempatnya buku pada satu orang aja”

      –> di perpus sekolah, aku kerja seorang diri bak tukang sate, semua dilakuin sendiri, untunglah murid-murid unyu suka pada bantuin shelving buku ke rak… 😀

  25. ikutan juga donk (sekalian tanya banner GA-nya dimana ya, hadeh gaptek ini 😉 )

    Pustakawan memang bukan penjaga buku, dia lebih pada tenaga ahli utk informasi buku2 yang tersedia. Kalau di era sekarang mungkin sudah lebih tertata karena semua2 bisa diakses melalui komputer. Saat aku dulu sekolah dan kuliah, kalau mau cari buku harus aduk2 kartu yang disusun sesuai abjad dengan berbagai keyword, ada yg berdasarkan nama penulisnya, ada yg berdasarkan judul bukunya. Hehehee….maaf ya ketauan umurnya udah uzur nih. Pustakawan yang kukenal dulu sama sekali tidak menyenangkan. Sudah setengah umur, jutek, hanya ngobrol dengan sesama temannya, kalau ditanya cuma nunjuk kartu daftar buku itu tadi sembari bilang : tuh di sana ada semua judul yg kamu cari, kalau di sana tidak ada ya berarti bukunya kami tak punya. duhaduuuhhh….manis banget kan 😉 sepertinya tidak perlu diperkenalkan ya 😀

    jujur saja kalau bicara perpustakaan bawaannya pasti ngeri melulu mengingat masa lalu seperti di atas hehehee… belum lagi kala liat perpustakaan di Hogwarts yg ngeri itu (aduuuhh… malah mengkhayal, maaf). Namun saat ini sudah banyak perpustakaan yg cozy, bikin orang bisa seharian tak mau beranjak dari sana. Jadi ngiri euy dengan anak2 jaman sekarang. Yes, maju terus perpustakaan di Indonesia. Semoga di kemudian hari makin banyak perpustakaan yg seperti itu, tidak hanya di kota besar, namun juga di daerah-daerah, sehingga kesempatan membaca dengan nyaman bisa dirasakan siapa saja, tidak hanya orang-orang yang memiliki akses di pusat kota saja.

    twitku : Uniek Tweety

    Aku pengin bukunya Ayu Utami bila beruntung mendapatkan hadiah, namun dapat yg lain juga enggak nolak koq. Selamat ulang tahun ya Luckty, barakallah….

    • “Pustakawan yang kukenal dulu sama sekali tidak menyenangkan. Sudah setengah umur, jutek, hanya ngobrol dengan sesama temannya, kalau ditanya cuma nunjuk kartu daftar buku itu tadi sembari bilang : tuh di sana ada semua judul yg kamu cari, kalau di sana tidak ada ya berarti bukunya kami tak punya. ”

      –> image pustakawan pasti kebanyakan seperti itu ya? Padahal biasanya itu adalah penjaga perpustakaan yang umumnya bukan pustakawan… :p

  26. Haaaaai kaka, salam kenal.. ikuuut meramaikan Birthday Giveaway-nyaa yaaah..

    Yang terlintas kalau denger kata pustakawan itu adalha Ka Amat.
    iya ka Amat. Dia itu yang jagain perpustakaan sekolah, waktu aku SMA dulu. Ka Amat gak seperti pustakawan yang sering aku liat di sinetron, galak, jutek, kolot, berisik dikit marah, kesan itu gak ada banget di ka Amat. Dia baaaiiik, ramah, suka bercanda, terlebih mungkin karna dia emang masih muda yah. Yang jelas bikin suasana perpus tuh enak aja gitu…

    Kalo kata perpustakaan…
    Perpustakaan sekolah termasuk tempat yang menyenangkan buat aku, soalnya biarpun gak lengkap tapi tempatnya nyaman. Enak banget dikunjungin kalau jam istirahat. Yaaah kalau lengkapnya sih emang gak begitu, kalau mau buku lengkap ya ke toko buku aja kali yaaah hehe
    Harapan kedepannya semoga perpustakaan di Indonesia bisa menghapus sedikit demi sedikit kesan suram atau sumpeknya. Biar semakin banyak orang-orang, terumata anak muda yang gak cuma hobi main ke mall tapi hobi juga main ke perpustakaan. Dan pastinya, supaya perpustakaannya diisi sama pustakawan-pustakawan yang asiiiiiiiik 😀

    *Follow Twitter, Done by @Khiranii
    *Follow Blog by Email
    *Pasang Banner-nya belum >.< gambarnya gak keluar terus 😦 tp nanti kalau udah bisa pasti lgs aku pasang yah dii Raniisaputra.blogspot.com

    *Nama : Rani Novariany
    akun Twitter : @Khiranii
    Blog : Raniisaputra.blogspot.com
    Kota : Bogor
    email : Novariany.768@gmail.com
    Hadiaaah. aku mauu banget banget hadiah nomer 2. Boneka danbo 😀

    Oke, makasih yah udah ngadain Giveaway ini.
    *wish me luck

    dan happy milaaad buat kaka, adiknya dan alm. mamanya.. Barakallahu fiikum..

    • “Perpustakaan sekolah termasuk tempat yang menyenangkan buat aku, soalnya biarpun gak lengkap tapi tempatnya nyaman.”

      –> yup, sebenernya sebuah perpus gak harus lengkap untuk menarik minat pengunjung, cukup dibuat nyaman pasti banyak yang betah berkunjung.. 😉

  27. yai, happy birthday mbak luckty…Aku ikutan ya 🙂
    1. Pustakawan itu mahluk yang keren banget. (bukan ngerayu). Kebetulan aku siswa yang suka berlama-lama diem di perpustakaan. Jadi saat di SMP dan SMA aku jadi dekat dan temenan sama mbak-mbak yang jaga. Waktu di SMP, nama pustakawannya Uni Ides, masih muda juga. Selain aku dibolehin pinjem buku lama-lama tanpa enda kita juga sering cerita-cerita. Hehe, aku juga sering bantuin dia beres-beres rak dan ngedata-data buku yang ada. Pas akhir tahun selalu sibuk nyampulin dan datain buku-buku yang banyak datang. Dan pasti akuselalu bantu, imbalannya aku selalu jadi yang pertama baca buku-buku keren itu :D. Di SMA, ada lagi pustakawan yang namanya uni nel dan kami juga dekat. Aku selalu dapat kemudahan buatminjam buku-buku disitu, juga buku-buku yang sebenarnya gak boleh pulang. Pokoqnya dari pustakawan yangkukenal mereka orang yang menyenangkan banget. Di perpustakaan daerah, karna gede banget jadi pustakaannya banyak. Aku deket juga sama beberapa orang juga 😀
    2.Kalau inget perpustakaan banyak rasanya sih (kayak nano-nano). Kenangan gak enaknya tu pas SD. Jadi sebenarnya kita punya perpustakaan yang buku bacaannya banyak. Tapi pustakanya gak dibuka, mungkin karna gak ada yang jaga. Palingan kita cuma dikasih jatah buat minjam sekali sehaji deh (gak lebay). Tapi berhubung aku kutu bukunya parah, jadi sering nakl juga sama temen2. Kebetulan pintu pustakanya gak kuatk uncinya, jadi kami sering masuk dan “minjam” bukunya. TApi sumpah semuuanya dibalikin lagi. PAs SMP dan SMA pustaka udah jadi tempat paling nyaman buatku. Ada kipas anginnya, bisa lesehan, ada multimedia dan petugasnya friendly. Perpustakan daerah di kampungku dulu Sijunjung juga nyaman dan petugasnya asiik (walau bukunya gak lengkap). Tapi gak ada yang lebih keren dari perpus proklamator bung hatta bukittinggi, tempat aku tinggal sekarang. Kalau jalan-jalan ke bukittinggi mbak luckty mesti ke sini. Tempatnya nyman banget di pinggir kota, di atas bukit, tiga lantai, ada lift (tapi aku tetap lebih suka naik tangga), ada warnetnya, ada ruang baca non-book, mushalla, ruang khusus buatanak-anak, toilet buat orang cacat juga, mesin fotokopi, koleksi buku lengkap, apalagi buku-buku klasiknya. UH… betah deh seharian disana. Petugasnya banyak……… tempatnya bersih, dan arsitekturnya keren.
    Wish me luck, aku udah follow akunnya via @harovansi dan follow blog ini via “bugot”, tapi bannernyo kpq gak bisa dibuka ya?

    • “gak ada yang lebih keren dari perpus proklamator bung hatta bukittinggi, tempat aku tinggal sekarang.”

      –> jaman kuliah, temen-temenku yang asli Sumatra Barat juga bilang gitu, jadi makin penasaran! 😉

    • makasih Kak udah mampir di blogku,
      gapapa tulis di sini aja,
      ribet kalo di blog masing-masing,
      kalo di sini kan semua orang bisa baca tanpa harus ubek-ubek banyak blog lain.. 😀

  28. haii .. salam kenal dear ^^..
    Happy bday ya ^^ *blm lwt bulan Mei kn.. jadi masih sah 😀
    bday kamuh beda sehari sm pacar q.. heheh..
    congrad juga buat SK nya.. hmmm selamat menunaikan tanggung jawab baru ^^

    ikut ganbung di GA nya ya 🙂

    – yang terlintas pertama kali saat mendengar kata pustakawan.. kl buat aq pasti berkacamata ^^ ga tau kenapa org yg berkutat sama buku itu pasti identik dg kacamata.. *tebakan kmuh bnr 😀
    tapi buat aq org yg berkutat dg buku itu dan berkacamata itu menarik..
    Berkacamata.. hmm krn aq suka sm cowok yg pake kacamata 😀 kesan ny lebih gimanaaaa gitu.. *tapi bukan yg kacamata tebel bgd ya :p
    dan menarik karna deket sama buku.. identik berwawasan luas.. smart.. dan sabar.. *sabar ngebaca buku2 yg tebel.. sesuatu bgd yaa..

    – yang terlintas pertama kali tentang perpustakaan..” prihatin “.. di indonesia banyakkkkk bgd sekolah2 di daerah pedalaman yang memiliki sekolah dan fasilitas perpustakaan yg kurang layak. Padahal itu merupakan jembatan bagi murid2 buat lihat dunia..
    Harapan buat perpustakaan di Indonesia.. hmm semoga suatu hari nanti, smua sekolah di Indonesia tak terkecuali.. punya perpustakaan yg layak. Dg fasilitas2 yg memadai.. dg buku2 yg berkwalitas.. yg bisa bnr2 jadi jendela dunia. Bukan lagi dengan istilah perpustakaan itu kuno, atau perpustakaan itu ngebosenin.. dan ga ada keluhan “gmn mau baca kalo perpustakaan ajah kaya gini”

    Follow akun twitter @lucktygs dan mention : done
    Follow blog ini : done *by email
    Pasang banner Birthday Giveaway : scrip banner nya dmn 😦 g nemu.. *script nya dmn? nnt aq pasang ^^

    nama : Aryani Noviana Sari
    twitter : @eMpiiiie
    blog : http://www.empieee.net/
    email : nv_cewdolphin@yahoo.com
    hadiah nya *kl boleh yg Danbo 🙂

    Salam ^^

    • “dan ga ada keluhan “gmn mau baca kalo perpustakaan ajah kaya gini”

      –> Yup, PR banget buat pustakawan nih! 😉

  29. Yang terlintas saat mendengar kata pustakawan adalah orang yang benar-benar harus teliti dan tau pengarsipan letak buku-buku. Yg terlintas dipikiranku saat mengunjungi pustaka adalah ketemu sama pustakawan yang cuek. bangat dsn sedikit judes menjawab pertanyaan saat aku bertanya bagaimana cara mengurus keanggotaan pustaka. dan sampai sekrang aku gak jadi deh ngurus keanggotaan pustaka wilayah dikotaku hehe
    yang terlintas saat mendengar kata perpustakaan adalah gudangnya buku-buku dan ilmu. tempat yang sangat asyik untuk nyantai sambil baca buku disana, tapi banyak perpustakaan tsb belum lengkap dan maksimal jumlah bukunya. Harapanku bagi perpustakaan adalah tidak hanya gedung perpustakaannya saja yang mewah dan waw diliat dari luar tetapi hendaknya kemewahan yang dilihat dari luar tampak juga didalam perpustakaan tsb, Mewah dan waw dengan buku-buku berkualitas dan jumlah yg maksimal 🙂
    Nama : Uli
    Twitter :@UliKerenza
    Blog : http://lombanulisuli.blogspot.com/
    email : kerenz_zia@yahoo.co.id

    • “dan sampai sekrang aku gak jadi deh ngurus keanggotaan pustaka wilayah dikotaku hehe”

      <– dilema besar bagi perpustakaan daerah kebanyakan gak hanya KOLEKSI saja, tapi SDM juga berpengaruh.. :p

  30. 🙂 Sebelumnya saya ucapin Happy birthday buat Holy, alm. Mama dan Luckty, Selamat atas SK Fungsional si “Makhluk langka”

    Senang sekali melihat sahabat pustakawan yang punya effort tinggi, semoga menjadi inspirasi buat kami dan pustakawan lainnya Luckty, surely, yeah librarian … 🙂
    => Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    Mmm… yang terlintas adalah they’re a human yeah but not ordinary human dan kadang adalah superman hehe. Dan menurut pikiran saya Pustakawan adalah aktivis yang memastikan bahwa kualitas informasi atau nilai dari pengetahuan mampu tersampaikan untuk masyarakat pemustaka. Tidak hanya itu mereka harus berjibaku sebagai penyambung sekaligus komunikator pengetahuan masa silam dengan masa depan demi mencerdaskan masyarakat di setiap lapisan !
    That’s why I called their extra ordinary human or superman, “Makhluk langka” sobatku Luckty 🙂

    => Ok yang kedua… Yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    Perpustakaan sebenarnya adalah tempat sangat yang nyaman untuk berbagai macam hal, mulai dari yang formal maupun non-forma dan bahka informal, namun di Indonesia yang terjadi adalah perpustakaan lebih disibukkan dengan pekerjaan teknis dan birokrasi yang cukup memebelit setiap pikiran dan kadang merasuk ke perasaan hehe. Makanya kenapa pustakawan lebih konsen kepada dua hal tersebut ketimbang ke pemustakanya (walaupun tidak semuanya). Semoga 5 hukum S.R. Ranganathan tetap hidup diterapakan (tentu dimaknai mendalam) oleh perpustakaan/pustakawan di Indonesia demi menambah effort dan prime services bagi setiap komunitas pemustaka yang hadir 🙂

    Maaf bila kepanjangan, sukses buat Luckty dan karirnya…

    Salam,
    MRH

    Twitter : @endralife
    Blog : http://endralive.wordpress.com
    Kota : Depok
    Email : endralife [at] gmail [dot] com

    • “yang terlintas adalah they’re a human yeah but not ordinary human dan kadang adalah superman hehe. ”

      <– SUPER LIBRARIAN, gyahahaha… 😀

  31. pertama kali mampir, nyantol gara-gara mbaknya mensyen teh Adenita soal resensi buku. taunya malah nemu ini. 🙂

    saya mau ucapin selamat milad buat Holy, almh mamanya mbak (tanggal 16 mei kan mamanya lahir? sama ama saya 😀 ), juga buat mbaknya 🙂
    dan saya takjub mbaknya beneran pustakawati! :O jadi selamat untuk SK-nya!! semoga bisa memberi angin segar di dunia perpustakaan.

    lalu yg ada di pikiran saya pas baca atau denger PUSTAKAWAN / IN / TI itu em… kutu buku! bawel kalo diajak ngobrol karena kemungkinan besar tau segala hal! takjub! soalnya ga semua orang mau punya jobdesk itu. (entah kenapa)

    kalo soal PERPUSTAKAAN saya ingetnya ya, buku kebanyakan jadul dan genre ilmu pengetahuan terus kurang update. daerahku ga ada perpus mbak, 🙂
    harapannya sih, PERPUSTAKAAN bisa jadi satu ruang publik yang nyaman, multitasking ditunjang dengan fasilitas macam ruangan khusus diskusi. 🙂

    itu mbak! 🙂 terima kasih dan salam kenal! seneng euy nemu blognya mbak 😀

    Nama : Syahroni
    Twitter :@arai_88
    Blog : http://ceracau-ku.blogspot.com/ (baru hijrah)
    email : shakiraxperia@gmail.com
    salam danbo!

    • “ga semua orang mau punya jobdesk itu. (entah kenapa)”

      <– jadi inget waktu ngambil kuliah Jurusan Perpustakaan, banyak yang menganggap sebelah mata, tapi memang dasarnya suka ama bidang ini, enjoy aja sebagai mahluk langka… 😀

  32. Hai ^^
    Salam kenal, happy birthday ya 🙂
    Semoga apa yg km cita-citakan dapat terwujud .. Amiiin 😀

    Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    Orang yang kerja di perpustakaan, membantu pengunjung yang kesulitan mencari buku dsb

    Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    Tempat orang mencari referensi untuk tugas, menghabiskan waktu luang saat jam istirahat sekolah, tempat meminjam dan mengembalikan buku yang dipinjam.

    Harapan untuk perpustakaan di Indonesia?
    Makin maju dan perlengkapi perpustakaan yang ada dengan fasilitas yang lebih memadai.

    oh iya, aku pilih hadiah no 5 Jepit rambut dari Bali + Kipas dari Jepang + Pin Blogger Buku Indonesia ^^

    Nama : Vania Hendra Gunawan
    Nama akun twitter : @Vania_Hendra
    Kota : Salatiga
    blog :mylivemyjourney.blogspot.com

    • “Orang yang kerja di perpustakaan, membantu pengunjung yang kesulitan mencari buku dsb”

      <– dan seharusnya lebih hebat dari Om Google! :p

  33. Oh ya, sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk mu semoga sukses selalu dan tetap membaca buku + ngeblog ya ^^

    Menjawab pertanyaan :
    1. PUSTAKAWAN? Kalau menurut pengalaman ku dari zaman’ya sekolah SD hingga kuliah , Pustakawan itu selalu identik dengan kaca mata, mungkin karena sering bergelut dengan menata buku dan melihat judul-judul yang akan dituliskan ke dalam catatan daftar pengunjung (sering melihat tulisan) sehingga menyebabkan menggunakan kacamata may be..
    Kalau sikap pustwakan itu sendiri tergantung pribadinya, selama saya berkunjung ke perpustakaan pustakawan itu selalu welcome sama pengunjungnya, tersenyum jika saya memasuki pintu masuk atau jika ingin meminjam buku mereka para pustakawan itu selalu tersenyum, dan orangnya asyik pernah suatu saat saya ketika berkunjung perpustakaan kampus (jurusan) di mana pustakawan itu mencoba menghibur kami (pengunjung), pustakawan itu berbagi cerita seengaknya suasana yang beku dan diam akan mencair sehingga kami para pengunjung pun tertawa mendengar ceritanya (kalau yang ini hanya dalam waktu tertentu saja) dan yang paling penting pustakawan itu selalu membantu kami jika kami sedang mencari buku yang tidak ditemukan di rak buku dan tentunya sabar juga, kadang mereka tak pernah menunjukan kelelahan nya ketika perpustakaan sedang rame.

    2. Kalau menurut saya, perpustakaan di Indonesia itu tergantung dari sisi mana kita melihatnya, misalnya perpustakaan di daerah (terpencil) dan kota itu jauh sekali perbedaannya dilihat dari fasilitas dan prasarana yang mendukung seperti bangunan nya, sumber bacaan berupa buku dan penyedia pustakawan/wati lainnya.
    Perpustakaan di Jakarta bagus sekali dalam hal bangunan’ya,suasana ruangannya yang membuat pengunjung nyaman karena sudah menyediakan ruangan yang besar, bersih, wangi dan harum dan dilengkapi dengan ac di mana membuat kita makin betah / berlama berada di dalam perpustakaan dalam membaca buku dan buku bacaan pun lengkap. Kalau di daerah (terpencil) bangunan nya sudah tua, buku bacaan sangat kurang, minat bacaan juga sedikit mungkin itu yang membuat mereka males untuk mengunjungi perpustakaan.

    Saran saya untuk perpustakaan Indonesia : Coba pemerintah / relawan yang peduli dengan keberadaan tentang perpustakaan untuk tengok lagi perpustakaan yang di daerah terpencil berdasarkan penglihatan saya (meski hanya lewat menonton tv di berita) masih banyak teman-teman kita di sana kehilangan hak nya yaitu membaca buku, karena tidak tersedianya fasilitas dan prasarana yang mendukung, lebih diperbanyak lagi perpustakaan kelilingnya.

    Kritik saya : cobalah lebih membuka mata lagi untuk mereka yang menangani bidang pendidikan dan fasilitas publik ini supaya perpustakaan di Indonesia bukan menjadi penghambat bagi mereka untuk keliling dunia (melalui buku) khusunya bagi mereka yang tinggal di pedalaman yang belum tersentuh oleh keberadaan perpustakaan, semoga buku bacaan semakin beragam dan bervariasi tidak hanya buku berjenis pengetahuan tapi tersedia juga bacaan seperti novel, komik atau majalah selagi informasinya masih positif dan bermanfaat.

    Harapan saya untuk perpustakaan di Indonesia : semoga masih ada yang berniat menjadi dermawan , menyumbangkan buku bacaan yang layak pakai untuk perpustakaan yang tidak tersentuh oleh mata kita dan semoga keberadaan perpustakaan di daerah lebih diperhatikan lagi dari segi pelayanan,fasilitas dan prasarana pendukung lainnya serta peminat baca di kalangan umum juga meningkat serta pengunjung perpustakaan selalu rame.

    Nama : Titis Ayuningsih
    Twitter : @TitisAyuningsih
    Blog : http://titisayuningsih.blogspot.com
    Kota Tinggal : DKI Jakarta
    Email : titisyakuyaya@yahoo.com

    Aku milih hadiah nomer 2 😀

    Terima kasih banyak ^^

    • “kadang mereka tak pernah menunjukan kelelahan nya ketika perpustakaan sedang rame.”

      <– justru ramainya perpustakaan menjadi sensasi yang menyenangkan bagi seorang pustakawan… 😀

  34. Happy birthday yaa

    Pustakawan itu menurutku orangnya diem , tapi kalo kita kenal baik aku rasa bisa diajak ngomong dengan akrab. secara kan sama – sama suka baca buku , mereka juga bisa bantu kita milih buku loh

    Kalo perpustakaan yang terlintas itu bukunya yang gak lengkap, kalo mau minjam buku ribet , panas.

    Harapanku sih , semoga perpustakaannya nyaman dan bukunya itu lengkap kan enak kalo mau minjem , pustakawannya yang ramah yaa

    Nama : lita
    twitter : @Litaa_FAN
    Blog: http://litaandriana21.blogspot.com
    kota tinggal : malang
    email : litaandriana21@yahoo.com
    aku milih jepit bali , kalau gak novel yg penjual kenangan

    • “Harapanku sih , semoga perpustakaannya nyaman dan bukunya itu lengkap kan enak kalo mau minjem , pustakawannya yang ramah yaa”

      <– Petugas yang ramah jadi kunci banget ya buat menarik minat pengunjung/pemustaka… 😀

  35. Selamat tiup lilin ya.. 🙂
    Bicara tentang PUSTAKAWAN, langsung teringat kepada Bu Kacamata. Ya, saya memberikan julukan khusus kepada beliau karena memang memakai kacamata dan saya sampai sekarang belum tahu namanya. Bu Kacamata adalah pustakawan di kampus saya.
    Bu Kacamata, di mata saya sangat berbeda dengan pandangan orang-orang yang lain tentang seorang pustakawan yang identik dengan kekolotannya. Beliau sangat tepat waktu, itu yang saya sukai dari sifatnya. Sabar dan juga telaten untuk menghadapi berbagai macam mahasiswa. Mungkin Bu Kacamata memiliki 10 cara yang berbeda untuk menghadapi 10 mahasiswa di area nya (perpus).

    untuk wajah PERPUSTAKAAN di Indonesia, saya pukul rata saja, Selalu Sepi!. sedikit sekali peminatnya. Mungkin mereka baru main ke perpustakaan bila ada tugas saja. Kesadaran untuk membaca dari masyarakat nya yang kurang. Oh iya, tambahan sedikit lagi sekarang Indonesia sudah berusaha untuk mendekatkan perpustakaan kepada masyarakat dengan cara mengadakan perpus keliling. Ini adalah salah satu terobosan yang keren menurut saya.

    Mari budayakan membaca sampai anak cucu kita. 🙂
    Nama : Widodo van Sodhunk
    Twitter :@van_Sodhunk
    Blog : sodhung.blogspot.com
    Email : sodhung@gmail.com

  36. Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    Mas Tri. iyah, Mas Tri, pustakawan kampusku. Waktu di semester 5, aku membuat aplikasi perpustakaan dan Mas Tri sebagai user (narasumber). Otomatis aku jadi sering ke perpustakaan untuk menggali tentang perpustakaan kepada beliau. Beliau itu:
    Berkacamata? Tidak.
    judes? Tidak.
    galak? Tidak.
    ramah? Lumayan.
    Pintar? mmm.. aku kurang tahu. Namun, ku rasa beliau cerdas. Sebagai seorang pustakawan kampus, beliau selalu membandingkan regulasi perpustakaan antarkampus. jika di kampus ini, peraturannya seperti ini, jika di kampus itu peraturannya seperti itu. Dalam melayani pun Mas Tri masuk dalam kategori Baik.
    Menurutku, pustakawan yang punya sosok ‘judes dan galak’ hanyalah sisi lain dari diri seorang pustakawan. Wajarlah ia menjadi sosok yang menakutkan jika buku yang dipinjam awalnya masih bagus, masih bau toko, tapi saat dikembalikan sudah lusuh, kotor, dan sebagainya. Ibaratnya kita punya barang baru, kemudian dipinjam orang lain, dan kembali dengan keadaan tidak baru lagi. bagaimana rasannya? Mungkin itu yang dirasakan seorang pustakawan.

    Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    penuh dengan buku, tentunya. aku tak bisa terlalu banyak mendeskripsikannya karena aku memang jarang ke perpus. ke perpus->cari buku->cuma kalau ada tugas. klo ngga, perpus cuma dijadikan tempat menghabiskan waktu jika ngga ada acara. itupun karena ada fasilitas internet. Perpus tanpa ada fasilitas internet kok rasanya ‘krik krik’.
    perpustakaan sepi? setuju.
    apakah minta baca rendah? mungkin.
    minat baca bisa saja rendah tapi tidak menutup kemungkinan perpustakaan ramai. oleh karena itu, pengelola perpustakaan harus pandai dalam membuat inovasi, misalnya:
    – tambah koleksi yang diminati para pembaca
    – membuat suasana perpustakaan yang nyaman
    – layout perpustakaan dibuat menarik
    – sering mengadakan acara-acara yang meningkatkan gairah dalam membaca buku, co: lomba membuat pembatas buku, lomba menulis cerpen, seminar dengan pembicara keren, dll.
    yah, setidaknya buat mereka untuk mencintai perpustakaan selanjutnya mencintai dunia membaca.
    Harapanku: semoga orang-orang yang jarang ke perpustakaan (seperti aku) semakin rajin mengunjungi perpustakaan 😀

    nama: Zaitun Hakimiah NS,
    akun twitter: @NSMia,
    blog: http://wamubutabi.blogspot.com/,
    kota tinggal: Jakarta,
    email : zaitun_hakimiah@yahoo.com
    no hadiah: 4

    • “Wajarlah ia menjadi sosok yang menakutkan jika buku yang dipinjam awalnya masih bagus, masih bau toko, tapi saat dikembalikan sudah lusuh, kotor, dan sebagainya.”

      <– justru biasanya kalo bukunya jadi lecek, artinya banyak yang pinjam, daripada rapi manis di rak ternyata gak pernah disentuh… 😀

  37. assalamu’alaikum daftar juga yah

    Nama : Yanuarty Paresma Wahyuningsih (Emma)
    twitter : @de_Paresma
    Blog: http://emmakim28.blogspot.com
    kota tinggal : parepare, sul-sel
    email : emmakim28@gmail.com
    hadiah pilihan: pengennya sih semua tapi karena disuruh milih jadi maunya ada dua pilihan, pengen novel penjual kenangan atau kalo ntar gak dapet novel itu, si danboo nya jg mau, lucuuu ^^

    jawaban dari pertanyaannya:
    1. Mendengar kata “pustakawan” teringat sama pustakawan kampusku, UMM malang dulu ^_^ sama perpus di museumnya habibi (di tempat tinggalku) tapi udah lama banget itu museumnya dan saya juga udah lupa kapan ke sananya. hmm tiap ke perpus pasti ketemu sama pustakawan yg cakep banget dan ada juga si mbak-mbak yang cantik. liat mereka ngatur-atur buku dgn sabar, menghadapi pengunjung perpustakaan yg kadang habis baca buku trus gak balikin, mereka juga bisa sabar dan naruh di tmptnya lg yaa walaupun mungkin dalam hatinya dongkol. klo saya waktu kuliah dulu, entah berapa kali kunjungin perpus, tak terhitung sudah berapa kali, saking seringnya jadi bisa tau karakternya masing-masing pustakawan kek gimana. tapi rata-rata mereka baik ramah dan good service oriented banget 😀 malah pernah saya pinjam buku banyak trus terjadi kemacetan di komputernya dan dibantuin sama pustakawan dgn menyunggingkan senyum. pernah juga pas balikin buku, ada temen yg ngilangin buku perpus, pustakawannya tetep ramah (asal sedia bayar denda yg sesuai dgn ketentuan sih) hehe.. tapi itu dulu, kalo sekarang dak tau lagi ganti apa nggak.

    2. Perpustakaan. selama hidup, udah pernah ngunjungin beberapa perpustakaan, rata2 yg saya kunjungi memberikan pelayanan yg sangat baik. Kalo di kampus dan di sekolah2 saya dulu, jujur, pengunjungnya rame banget, ada yang murni hobi ke perpus (kayak saya juga hehe), ada yg terpaksa hanya karena tugas dan ada juga yg jadiin perpus tempat nongkrong ato belajar kelompok (kayak saya lagi, malah sempat sengaja kekunci sama yg lain di perpus dulu saking pewenya). Namun, ternyata setelah kroscek dengan beberapa teman yang kuliah di kota kecil dan di daerah, rupanya masih banyak perpustakaan yang belum difungsikan secara optimal. Stok buku cenderung sangat terbatas sehingga membuat mahasiswa yang kuliah di daerah/kota kecil tersebut sulit untuk mencari referensi dan harus ke ibu kota provinsi dulu baru bisa dapat buku yang diinginkan.

    Melihat kenyataan ini, sebenarnya sudah dari dulu, saya nyatet salah satu impian, bisa membangun perpustakaan untuk anak jalanan atau di daerah-daerah yg belum terjangkau oleh fasilitas tersebut. Mengingat kebutuhan serta hak asasi warga negara akan pendidikan yang layak pun jelas berhubungan pula dengan keberadaan perpustakaan sebagai salah satu sarana penunjangnya. Kalaupun toh semua warga negara masih ada yg belum mengenyam pendidikan dgn layak, nah dengan terus mengembangkan perpustakaan mini atau perpustakaan berjalan di seluruh titik daerah pelosok bisa menjadi alternatif untuk menjangkau mereka sekaligus memperkenalkan mereka tentang pentingnya baca tulis, Di samping itu tentunya didampingi pula oleh sukarelawan sebagai guru “dadakan” untuk mereka agar mereka bisa sekalian memperoleh tenaga pengajar gratis. Hmm… jadi ingat kisahnya pejuang wanita (namanya saya lupa hehe) yg mengabdikan diri di suku anak dalam di Jambi itu, kayaknya boleh tuh dibikinin perpustakaan juga di sana, hehe 😀

    Mudah-mudahan ke depannya, perpustakaan di Indonesia bisa lebih maju lagi. Oh ya, sarana pelengkap perpustakaan lainnya juga perlu dikembangin lebih baik lagi seperti penyediaan mushalla bagi pengunjung yg gak sempet ke masjid karena kejauhan, trus toiletnya harus bersih dan terawat dan tata letak perpusnya juga kudu diperhatiin baik-baik (misal: untuk buku bagian novel sendiri, untuk buku umum disendiriin dan untuk bagian buku2 lain juga disendiriin biar enak dan gampang nyarinya, kode-kode klasifikasi penempatan bukunya diperjelas lagi dan komputer pencarian identitas bukunya juga perlu dicek secara berkala.

    ya itu saja dari saya, semoga bermanfaat, mari budayakan membaca dan mari berdayakan perpustakaan kita^___^ happy blogging

    • “dan ada juga yg jadiin perpus tempat nongkrong ato belajar kelompok (kayak saya lagi, malah sempat sengaja kekunci sama yg lain di perpus dulu saking pewenya).”

      <— gyahahaha…ini kayak murid-murid unyu di sekolah, demen banget tiduran di selipan buku, kadang ampe gak keliatan, ujung-ujungnya ke kunci… 😀

      • hehehe sebenarnya kejadiannya itu gini mbak, jd lg ngerjain tugas di perpus sendirian. nah kebetulan hari itu hari jumat dan istirahatnya lbih cepet. krena tugas udh selesai tp para penjaga perpus udh pada keluar, jd apa boleh buat kita semua yg masih di dalem, kekunci slma satu jam. hehe jd di perpus waktu itu sampe tidur di meja sambil nungguin perpusnya ON lagi.:D hahaha

  38. Pustakawan ? Em , kacamata ? galak ? engga ah. Bu Perpus di sekolahku gak gitu-gitu banget. Orangnya ramah malah. Sabar banget kalo murid-murid pada cerewet minta cariin buku ini buku itu. Ah, Bu itu selalu sabar menghadapi mereka. Jadi Pustakawan itu menguntungkan loh. Kenapa ? Ya, soalnya kalo ada buku-buku baru dateng kan Pustakawan bisa baca dulu tuh bukunya. Curi start gitu deh hihi. Hidup Pustakawan ! Hehehe

    Perpustakaan di Indonesia ? Kalo menurutku sih Perpustakaan banyak dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang gara-gara gak menarik kali yaa. Banyak orang berpikiran bahwa Perpustakaan itu identik sama sebuah ruangan yang pengap, dipenuhi banyak buku-buku, yah pokoknya intinya gak ada yang menarik orang-orang untuk kesana walaupun hanya sekedar rasa penasaran pun gak ada sama sekali. Kecuali untuk orang-orang yang memang sudah sahabatan tuh sama buku-buku hehe. Nah, bagaimana kalo orang itu belum sahabatan bahkan kenalan pun mereka enggan. Kan dari sana kita harus menyediakan media untuk perkenalan mereka. Sekiranya ketika mereka sudah berkenalan si orang ini gak merasa kecewa gitu. Jadi yah intinya harus ada sesuatu yang menarik dan membuat orang baru ini menjadi susah move on dan meninggalkan buku ini. Lah, kok malah move on ? Haha, santai dikit kan gak papa 🙂 Udah segitu aja sih opini ku hehe.

    Sukses yaa mbak, yuk tiup lilin duluuuuuu 😀
    aku mau hadiah nomer satu deh, tapi nomer tiga tuh kayaknya menarik juga
    ah, semuanya juga boleh kok mbak hihi 🙂

    Nama : Poetri
    Twitter : @ranyraniranie
    Blog : http://poetpoetpoetri.blogspot.com/
    Email : poetrimaharani88@gmail.com

    • “Jadi Pustakawan itu menguntungkan loh. Kenapa ? Ya, soalnya kalo ada buku-buku baru dateng kan Pustakawan bisa baca dulu tuh bukunya. Curi start gitu deh hihi.”

      <– wadew, itu aku banget, gyahahaha..soalnya kita harus nyortir mana buku yang layak untuk dibaca… 😀

  39. Selamat Ulang tahun untuk adiknya kakak, kakak sendiri, dan Almarhumah mamanya kakak 🙂 Makin +++, Sukses Selalu, Allah Bless You 🙂 Dan semoga Tuhan menempatkan mama kakak di tempat paling nyaman disisi-Nya 🙂 Amin yarabbalalamin 🙂 Nggak papa deh telat, lebih baik telat dari pada tidak sama sekali bukan ? 😀

    Yang terlintas dalam benak saat mendengar kata PUSTAKAWAN, Sosok baik hati yang bersedia meluangkan waktunya untuk nongkrong di perpustakaan. Kenapa baik hati? Ia bersedia menajamkan mata untuk membantu kita mencari buku yang ingin kita baca. Jadi teringat dengan pustakawan di perpustakaan kota nih. Beliau ramah, dengan kacamata yang menambah kesan manis di wajahnya. Bahkan senyumnya selalu ‘available’ buat tiap pengunjung yang datang. Hehe 😀 Beliau juga sabar menghadapi pengunjung yang telat ngembaliin buku *soalnya aku sering telat sih ^^*. Dulu sempet punya cita-cita jadi pustakawan. Soalnya prihatin banget sm kondisi perpus di Indonesia. Sepi sekaliiiii-_- Aku ingin menyadarkan mereka, bahwa perpustakaan itu bukan tempat ‘kudet’ tapi perpustakaan itu tempat yg asik buat nongkrong. Ohiya, tentang pustakawan kota itu, sampai saat ini aku belum tau namanya 😀 Intinya pustakawan itu, apik, asik lan menarik 🙂

    PERPUSTAKAAN, actually perpustakaan itu tempat yang ‘pas’ bgt buat melepas penat. Dengan berdiri diantara ribuan buku yang disusun rapi di rak yg tinggi udh bisa bikin aku senyum sendiri. Apalagi ketika bisa mencium wangi tiap halamannnya, sungguh, that’s really fantastic. But, banyak dari perpustakaan yg aku kunjungi, referensi bukunya kurang+koleksi novel novelnya kurang update gitu. Jadi ya meskipun aku menikmati, juga sedikit kecewa sih -_-
    SARAN saya, ayodong Pemerintah bangun perpustakaan di pelosok negri ini. Agar mereka tidak ketinggalan informasi juga lebih mudah mencari referensi. Mereka kan juga generasi penerus negri ini. Jika kualitas SDM tidak diperbaiki, mau jadi apa negri ini di kemudian hari? Lalu, buku-bukunya ‘mbok yo’ ditambah gitu lo. Biar para pengunjung nggak pada kecewa. 🙂

    Hadiah aku pilih Novel ‘Penjual Kenangan’ karya kak Widyawati Oktavia 🙂

    Nama: Luqyana Salsabila
    Kota: Mojokerto, Jatim.
    Akun Twitter: @salsaabils
    Blog: penasalsabila.blogspot.com
    E-mail: luqyanasalsabila59@gmail.com

    • “Kenapa baik hati? Ia bersedia menajamkan mata untuk membantu kita mencari buku yang ingin kita baca.”

      <– makanya gak jarang pustakawan berminus lumayan, gyahahahaha… :p

      • Tapi dengan berminus lumayan itu jadi ciri khas nya para pustakawan. Nggak lengkap rasanya kalo pustakawan tanpa mengenakan kacamata *eh 😀

  40. Sebelumnya met milad..walo udah jauuhhh yak tp gpp sih baru nemu juga soalnya dan langsung menarik lihat blognya yg keci banget judulnyahh hehe..
    kenalin nama aku linda biasa dipanggil dek nda atau adek hihi, ikut ini karena lg hunting cara bikin giveaway gitu deh coz hari ini aku ultah gitu jd pengen juga bikin giveaway..hihi
    Nah langsung aja… jawabannyaaa adalaaaahhh…
    – Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    hmm jujur nih?jujur yaakkk, hmm kurus kuper walo pinter secara literatur, kacamata tebel, muka sadis, bawa pulpen ama catatan, judesssnyyaaa ampyuunnn…kalo di drama2 gitu tapi klo di dunia nyata kayaknya gak smua coz di kampusku ada pustakawan bapak2 tua bawanya rak buku, dia hafal tiap jengkal isi rak buku wiiieewww jd aku yg horor liat dia krn apal banget ciinnn..hihi

    – Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    hhmm…horor…dr jaman SD sampe kuliah wew…tuh perpus selalu horor, jaman SD ada tengkorak full body nek gantung di lemari kaca di perpus yg cuma segedhe 3×6 m kyaknya…yg jaga guru olahraga yg notabenenya sih cuma ngajar pas pagi doank pas ada jam OR, dia suka cerita tengkorak itu yg cuma buatan dan fungsinya buat praktik anak kelas 6.hihihi…nah pas SMP perpusnya lumayan horor lagi karena apa bangunan skul tua khas belanda dan engap banget, bukunya jadul smua gak trawat pulaaa mpe jamuran, miriiiissss, pas ganti pengurusan seneng bisa dapet buku baru dan wow malah jd tempat pacaran beberapa tmn #hadeeuhhh. Naaahhh pas SMA nih, perpusnya seruuu luasss terang tapi sx lg klo jam pelajaran tuh perpus sepiiiii….pas istirahat aja kadang sepi….tapi enak bisa pinjem buku luamaaaaa perpanjang teruuuusss hihi… Nah pas kuliah kampus 1 nih, perpusnya di lantai atas dan yg jaga fotocopy guaaalllllaaaaakkk beud so males jg klo FC butuh data gitu…dan udah tahu sih triknya buat baikin mbaknya akhirnya kenal deh…seru smua buku buat tugas akhhir adaaaaaaa, wow deh pokoknya hihi nah pas di kmpus 2, wow…yg jaga banyak tp di depan doank, nah ada yg pustakawan tua bapak2 itu nuh baiiiikkk bangetttt, hafal dah smua buku di rak mana rak mana gitu…dan asli krn gedungnya jaman kunooo jd deh pengunjungnya jarang malah pas di lantai khusus TA&skripsi wowwwwww…horor beuuuddd apalagi banyak cerita serem beredarrrr hehe…
    Nah perpustakaan itu t4 asyik, asyik banget tapi kadang gedung alias t4 gak ngedukung hehe

    Nama : Linda Yuanika
    Twitter : @d3k_nda
    Blog : http://lovely-journey.blogspot.com/
    Email : linda.yuanika@gmail.com
    Hadianya yg aku pengen hmm bukunya Ayu Utami, atau Penjual Kenangan atau pin bloger soalnya koleksi pin jg hehe

    • “pas SMP perpusnya lumayan horor lagi karena apa bangunan skul tua khas belanda dan engap banget, bukunya jadul smua gak trawat pulaaa mpe jamuran, miriiiissss”

      <– wadew, ternyata kejadian kayak gini gak cuma ada di sinetroN-sinetron yaaa.. :p
      btw, happy b'day yaaa… 😀

  41. 1. Ketika mendengar kata pustakawan, jujur saya masih tidak terlalu sering mendengar istilah ini dan belum pernah juga dapat kesempatan menjadi pustakawan atau membantu jadi sekedar asisten pustakawan (eh maksudnya yang kayak magang atau pkl begitu hehe). Jadi ketika mendengar kata pustakawan yang saya ingat malah daftar pustaka di halaman terakhir setiap buku (ok this is sound stupid). Maklum lagi skripsi jadi keingetnya yang behubungan sama skripsi aja (alessaan).
    Jika bercerita tentang pustakawan saya pernah punya cerita kecil dengan pustakawan yang di kampus. Perpustakaan di fakultasku letaknya dilantai tiga udah gitu paling ujung pula. Jadi kami kadang agak-agak malas kalau mau kesana kalau cuma sekedar baca-baca buku doang. Kalau ke perpus itu saya justru berpikir, ibu perpusnya kesepian kali yahh.. sudah tempatnya paling jauh sendiri pula jaganya seharian lagi 😦 . Satu waktu pas mau minjam buku, temanku iseng cerita-cerita sama ibu perpusnya. Dia kadang mengeluh biasa mahasiswa kalau pinjam buku gak dirawat suka telat dsb, kalau ngambil buku dari rak suka berantakan. Ibu perpus suka sedih kalau buku-bukunya ditaroh sembarangan sama mahasiswa, mana aturannya di rak suka miring-miring jadi sampul dan kertas bukunya bisa sobek atau terlipat. Terus kata beliau lagi, setiap perpustakaan mau tutup ketika semua orang sudah keluar dari perpus, ketika dia mengembalikan buku-buku yang masih dimeja dan merapikan buku-buku yang dirak beliau selalu berdoa, kurang lebih intinya begini ‘semoga orang yang membaca buku hari ini disini bisa mengingat apa yang dibacanya danmendapatkan ilmu yang berguna’.
    Pas ibunya bilang begitu, saya jujur terkesima. Bahkan diperpuspun kita tidak lepas dari doa, dan ternyata untuk mendapatkan ilmu dari buku yang kita baca itu memang harus dengan cara yang baik yaitu dimulai dari berdoa dan diakhiri dengan berdoa juga. Jadi tiap kali ke perpus, saya jadi kebiasaan merapikan buku dirak kalau ada yang miring. Nggak ingin menyusahkan ibunya terus 😦

    2. Mendengar kata perpustakaan di Indonesia. kata yang terlintas adalah nyaman, dari dulu saya suka perpus. Bagaimanapun kondisinya perpustakaan bagiku selalu memberikan rasa nyaman.. kemarin sempat posting tentang perpus diblogku 🙂 http://kepangdoea.blogspot.com/2013/06/day-11-most-peaceful-place.html . Jika membicarakan perpus Indonesia yang paling ingin kukunjungi saat ini adalah perpustakaan Universitas Indonesia, pernah direview di internet katanya fasilitasnya dan bangunannya sangat indah. Menurutku di Indonesia keadaan perpustakaan sudah berkembang, kita sudah menghargai buku kok:) Harapannya, semoga perpustakaan di Indonesia buku-bukunya lebih mudah diakses, apalagi jurnal e-library. Sebagai mahasiswa yang lagi skripsi dan tinggal diluar ibukota saya kesulita mencari referensi yang sesuai sekalinya dapat di web e-library nya ehh malah gak bisa ddownload karena harus login pakai id mahasiswa (curcol).

    • ketika dia mengembalikan buku-buku yang masih dimeja dan merapikan buku-buku yang dirak beliau selalu berdoa, kurang lebih intinya begini ‘semoga orang yang membaca buku hari ini disini bisa mengingat apa yang dibacanya danmendapatkan ilmu yang berguna’.

      <— Wow, baru denger ada pustakawan yang seperti ini. Sampe merinding bacanya, mulia sekali ya ibu ini… 😉

      • waktu dengar penuturannya, rasanya kayak “jleb” di dalam hati 🙂
        mungkin pustakawa yang lain begitu juga kali yah? cuman gak diungkapkan saja ke orang-orang … hhmm..

  42. yg terlintas dnger kata PUSTAKAWAN itu Ikhlas. Ikhlas buat ngrawat buku-buku.
    Sementara yg terlintas saat PERPUSTAKAAN adalah kamar ilmu, yg biasa org blng gudang ilmu kenapa gk pke kata gudang soalnya konotasi gudang itu adalah tempat sesuatu yg udah lama, kotor n berantakan. Sementara kamar adalah tempat yg nyaman wangi dan bersih.

    • “PERPUSTAKAAN adalah kamar ilmu, yg biasa org blng gudang ilmu”

      <– dan terkadang menjadi gudang persembunyian tikus-tikus! :p

  43. Happy brthday sukses terus yaa 🙂

    Kata yg terlintas dnger kata PUSTAKAWAN itu Ikhlas. Ikhlas buat ngrawat buku-buku.
    Sementara yg terlintas saat PERPUSTAKAAN adalah kamar ilmu, yg biasa org blng gudang ilmu kenapa gk pke kata gudang soalnya konotasi gudang itu adalah tempat sesuatu yg udah lama, kotor n berantakan. Sementara kamar adalah tempat yg nyaman wangi dan bersih.

    Nama: riska yulia rosdiana
    akun: rosdiana_riska
    blog: rosdianacute@blogspot.com
    kota: bandung
    email: riskarosdiana449@gmail.com
    Saya pilih hadiah no 4, (Penjual Kenangan – widyawati oktavia)

  44. Awalnya, saya pikir pustakawan adalah seorang yang berkawan dengan buku. Jadi dia gak punya teman berwujud manusia sebab merasa enjoy dengan buku dan buku. Seperti kata Bung Hatta, walau dipenjara asal ada buku, gak masalah. Nah, pustakawan juga demikian. Setiap bangun tidur, abis mandi, abis sarapan sampe makan malam dan mau tidur, ketemu buku melulu. Apa gak bosen ya?

    Setelah saya lebih akrab sama perpustakaan, barulah saya ngeh kalau pustakawan ialah manusia biasa yang memiliki kecenderungan menghapal judul-judul buku, pengarang dan tahun terbitnya. Menurut saya, pustakawan itu keren abis. Daya ingat luar biasa. Saya saja, habis baca buku, Cuma ingat jalan ceritanya. Kebanyakan lupa nama pengarang dan judul bukunya. Apalagi tahun terbit dan terbitan mana, meneketehek. Hanya beberapa yang benar-benar meresap di hati yang saya hapal nama penulisnya. Apa mungkin karena pustakawan itu kebanyakan lulusan jurusan bahasa dan kearsipan ya? Jadi terbiasa menghapal karakter buku.

    Kalau zaman dulu, zaman saya masih SD, perpustakaan itu identik dengan tempat mbolos para siswa. Juga sarangnya teman-teman yang kutu buku dan jarang bergaul alias kuper. Namun menginjak bangku SMA, saya jadi keranjingan ke perpustakaan sebab aroma buku baru yang menggoda. Perpustakaan, semakin lama semakin memikiat banyak orang mengunjunginya. Bukan hanya dwasa, namun juga anak-anak. Perpustakaan dikonsep sedemikian rupa sehingga para pembaca tidak lagi merasa terlalu ‘serius’ membaca, namun lebih ke arah ‘enjoy’, menikmati bacaan dan suasananya.

    Dulu, penjaga perpustakaan kesannya galak. Pakai kacamata tebal dan rambut keriting. Sekarang, dengan bergesernya ‘sesepuh’, penjaga perpustakaan era kini kebanyakan mereka yang berjiwa muda dan suka tersenyum. Para peminjam buku jadi betah. Malah banyak penjaga buku yang kece, maka tak heran pengunjung berjubel. Jadi, kini pesona perpustakaan bukan hanya pada koleksi buku tetapi juga pada penjaganya yang ‘asyik’.

    Apalagi sekarang ini perpustakaan menggunakan komputer sebagai penyimpan arsip. Jadi kalau mau cari-cari buku, gak perlu capek-capek menelusuri tiap lorong dan menghabiskan banyak waktu hanya untuk mencari lokasi buku incaran. Cukup klik-klik dan taraaa… dalam sekejab ketemu. Efisien. Pemerintah kita juga semakin ‘care’ dengan perpustakaan, dibuktikan dengan beberapa sumbangan buku untuk perpustakaan sekolah dan taman baca desa yang tersebar di pelosok negeri. Ah, pokoknya saya puas dengan perpustakaan era kini.

    Salam manis,
    @argalitha
    Blog: argalitha.blogspot.com
    Pasuruan, Jawa Timur
    Raito_abe1@yahoo.com
    Hadiahnyaaa saya pilih nomor 5, yang terakhir aja ^^
    oiya share di twit: https://twitter.com/argalitha/status/344508258259726337

    makasih yaaa

    • “Setiap bangun tidur, abis mandi, abis sarapan sampe makan malam dan mau tidur, ketemu buku melulu. Apa gak bosen ya?”

      <– sampe saat ini, aku pribadi belum pernah bosen loh… 😀

  45. Sebelum menjawab, aku ucapkan selamat ulang tahun ya, Mbak Luckty! Walau terlambat sih. Dan juga salam kenal. 😀

    Pustakawan di mataku tak seperti contoh yang Mbak tulis. Hehehe~ Soalnya adekku juga kuliah di Jurusan Pustakawan dan dia berambut gondrong padahal cowok. Selain itu sejak SMA aku punya hobi nongkrong seminggu sekali lah minimal di Perpustakaan Daerah karena memang aku punya hobi baca. Kulihat memang para Pustakawan di sana berpakaian seragam PNS dan rata-rata berkacamata dan sudah tua usianya. Sehingga waktu itu, jaman-jaman SMA kuanggap semua Pustakawan tentunya Pustakawan Indonesia ya berseragam coklat ala PNS. Oh iya, dulu aku nggak tahu kalau Penjaga Perpus itu disebut Pustakawan dan perlu kuliah segala buat ngedapetin profesi itu. Astaga! Padahal sudah gede ya aku? ckckck~
    Sekarang kesanku pada Pustakawan jauh berbeda dari yang dulu. Persepsiku yang dulu nganggep Pustakawan cuma sekedar orang yang jaga Perpus, nyatetin buku-buku yang dipinjem, menata buku ke raknya dan lain-lain. Sekarang jauh berubah sejak si Adek kuliah jurusan Perpustakaan itu. ribet bener ya ternyata. Kudu ngelompokin buku-buku yang segitu banyaknya, kadang ada tugas refensi buku-buku, dan lain sebagainya.
    Harapanku kedepannya untuk Perpustakaan Indonesia ya Sekolah-sekolah di pelosok itu diberilah buku-buku yang bermanfaat. Kok, aku lihat banyak sekolah di daerahku SD khususnya buku-bukunya itu ketinggalan jaman semua. Terus nggak keurus. Padahal kata adekku jaman sekarang di setiap Instansi harus ada Perpustakaan dengan Pustakawan Profesional. Tapi SD-SD Negeri kebanyakan yang jaga Perpus tuh guru sekolahnya dah nggak update soal buku yang menarik minat serta bermanfaat. Kasihan sekali para Penerus Bangsa. Gimana nggk pada males baca kaau Perpusnya saja nggak menarik.
    Aku cukup tahu soal beberapa SD Negeri soalnya anak-anak lesku dari beberapa Sekolah berbeda.

    Oia, aku ngefens berat sama Danbo!!! >_<
    Lucu abis deh! Kalau menang (Amin!) boleh minta Danbonya sepasang? Atau kalau nggak buku Empat Elemen + Be Strong Indonesia
    Twitter: @HanaCuncun
    Blog: hanacuncun.blogspot.com
    Email: hanacuncun@gmail.com

    • “Sekarang jauh berubah sejak si Adek kuliah jurusan Perpustakaan itu. ribet bener ya ternyata.”

      <– sama halnya waktu dulu aku ngambil kuliah Jurusan Ilmu Perpustakaan. Banyak yang menyepelakan, katanya jaga buku semua orang bisa. Padahal pustakawan gak sama dengan ama pustakawan, aku mah lempeng. Dan sekarang udah jadi pustakawan… 😀

  46. Hal peratama yang terlintas di pikiranku saat mendengar kata pustakawan yaitu 
    pustakawan itu sebuah profesi yang sangat hebat begitupun dengan orang yang bergelut didalamnya. Pustakawan itu pasti orangnya pinter ngafalin, wawasannya luas, berkacamata, dan keren deh. Pustakawan itu bisa ditemuin dimana-mana, di sekolah, kampus, di kantor, dan lain-lain. Ibaratnya sih ya, pustakawan itu bagaikan sebuah navigasi dikala GPS ga aktif, atau kompas kita rusak, atau mungkin peta di ranselnya si Dora gak keluar-keluar. Kalau kita tersesat di perpustakaan pengen nyari buku bagian biologi eh tapi malah nyasar kebagian psikologi, kita bisa langsung tanyalah kepada si Pustakawan diamanakah letak dan keberadaan rak bagian buku biologi. Oh ya kenapa pustakawan itu bisa dibilang orang yang pinter ngafalin, karena dia itu tahu seluk beluk perpustakaan mulai dari belokan, tikungan, sampe perempatan di perpustakaan, nahloh? Sebenernya bukan itu sih, seorang pustakawan itu bisa tahu betul dan hafal buku-buku yang ada di perpus bahkan sampai tata letaknya pun pasti tahu. Saya juga keingetan sama ibu perpus yang ada di sekolah bisa dibilang beliauadalah kuncennya perpustakaan hohoho, kalau si ibu Yanti belum datang, otomatis perpustakaan juga nggak akan di buka. Satu hal juga sih yang paling aku inget dari pustakawan sekolahku itu agak sedikit judes, bahkan terkadang bisa jadi seorang paparazzi. Kalau telat kembaliin buku pasti deh mukanya langsung mesem, apalagi kalo nggak balikin buku selama satu semester, langsung deh tuh ibu Yanti menguber-uber si peminjam buku sampe dapet, bahkan sampe diancam gak bakal di kasih rapot. Ya, tapi menurutku pustakawan itu keren kok, ga banyak orang yang melirik profesi ini, tapi dengan ikhlasnya mereka mau membantu orang-orang yang mau cari ilmu 🙂
    Perpustakaan di Indonesia???
    Hmmh, aku jadi keingetan pernah baca satu artikel tentang “Jogja Library Centre”. Perpustakaan ini cukup unik, banyak hal-hal menarik yang disuguhkan disana, mulai dari baca buku sambil lesehan, baca-baca buku zaman dulu, bahkan majalah kartini yang harganya masih 400 perak juga masih ada, terus ada galeri mesin cetak kuno, digital library, ruang belajar privasi, dan wayang golek. Wah kayaknya seru deh kalau aku bisa jalan-jalan kesana. Tapi kalau perpustakaan umumnya yang sering aku temui di Indonesia sih, agak monoton giman gitui. Pasti pas masuk isinya langsung rak buku, meja, dan kursi, terus ada tulisan “don’t be noise”. Kayaknya kalo ada, kantin kecil-kecilan di dalam perpus oke juga tuh, sambil baca buku kita juga bisa sambil ngemil, terus lebih keren kalo ada penyewaan MP3 jadi sambil baca buku bisa sambil dengerin lagu. Atau mungkin ada spring bed juga biar baca bukunya bisa sambil tidur-tiduran biar gak sakit punggung kalau duduk terus hehehe. Eh tapi sebelumnya selamat ulangtahun ya kak, untuk adik kaka, dan untuk ibu kakak juga, may God bless you all 🙂 . oh ya, aku juga pengen banget kak bukunya empat elemen & be strong Indonesia, kayaknya kedua buku itu menarik deh hehehe.

    Nama :Hani Sutina
    Twitter : @hanisutina2
    e-mail: hanisutina17@yahoo.com
    kota : Bandung
    Blog : hanisutina.wordpress.com

    • “Ibaratnya sih ya, pustakawan itu bagaikan sebuah navigasi dikala GPS ga aktif, atau kompas kita rusak, atau mungkin peta di ranselnya si Dora gak keluar-keluar.”

      <– analoginya ini keren banget! 😉

  47. Salam kenal….
    Sebelumnya selamat ulang tahun ya buat semuanya..
    Hehe.. Langsung semangat 45 nih begitu tau pertanyaannya. Yippie! Tema ini mah familiar di telingaku. Pasalnya perpustakaan itu rumah keduaku :P. Dan pustakawannya pun bagaikan bapak-ibu keduaku. Dan buku di perpustakaannya malah udah aku anggap pacarku. Haha, lebay ya. Tapi ciyuus nih. No dibuat-buat. Siap-siap aja deh baca celotehan panjangku.
    1. Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN? Wah kalo diingatkan sama Pustakawan sih aku jadi inget Pak Kholil, Mbak Sri, dan Mbak Ria. Seperti kataku tadi, mereka seakan udah bapak-ibu asuhku di rumah keduaku pada masa-masa cetar membahana di sekolahku dulu. Aku ceritain cemuanya ya.
    a. Pak Kholil. Bapak yang satu ini aslinya guru IPS di SD ku tapi karena perpusnya terbengkalai dan gak ada yang ngurusin, beliau secara sukarela jadi penjaga perpusnya (ini aku diceritain sama orangnya langsung). Jujur aja deh ya, Pak Kholil ini emang rajanya Guru Killer (Sorry, Pak  . Peace!!). Gak dengerin penjelasannya sedikit aja, siap-siap aja kena lmparan pnghapus papan :D. Apalagi kalo ada yang ketiduran, wah makin repot ini urusannya (Untung aku gak pernah, aku kan anak baik :D) . Eitts… tapi jangan salah, begitu masuk perpustakaan Pak Kholil jadi ramah dan bijaksana kayak bapak-bapak Presiden lo (sok kenal Presiden). Killernya masih ada dikit sih. Apalagi kalo aku sampe telat ngembaliin buku. Hehehe. Orangnya baik, suka cerita-cerita sama aku. Waduh..rasanya kayak bapak sendiri. Apalagi jujur ya… selama masa aku di SD, yang pernah nginjakkin kaki ke perpus itu Cuma aku seorang. Yang bener?! Iya… Suerr. Miris memang. Jadi murid yang lumayan deket sama beliau itu Cuma aku. Tapi,Sekarang udah gak pernah ktmu. Hiks..hiks. Kan jaman SD dulu, kalo pinjem buku itu 500 boleh pinjem 3 buku selama seminggu. Eh, karena aku sering bgt ke perpus dan emang satu-satunya yang ke perpus ya sama Pak Kholil di gratisin khusus for me. Hiks..Hiks. So swit ya 
    b. Mbak Sri. Yang ini adalah penjaga perpus SMPku. Walau aku manggilnya mbak, Mbak sri ini pada kenyataanya sebenernya, maaf ya, berumur. Dan meski berumur, penampilannya tetep kayak anak-anak muda lo. Beliau nyuruh aku manggil ‘mbak’ aja, biar akrab katanya. Kayak orang-orang berkacamata pada umumnya, mbak Sri ini puinterrr wah… Matematika, Bio, Fisika, bhasa inggris smuanya dikuasai. Sampe kadang2 (jgn bilang2 lo ya) kalo aku perpus sambil minta ajarin mbak Sri wktu ngerjain tugas. Hihihi. Mbak Sri itu gak kaku, tapi ramah , blak-blakan dan mudah bergaul, pantesan aja perpus SMP pada jadi rame. Gak jarang lo aku ngegosip sama mbak Sri. Wkwk..buka aib. Dan momen yang membanggakan itu waktu wisuda, pas Mbak Sri menyerahkan piala kepadaku sebagai siswa yang mengunjungi perpustakaan paling aktif. Terima kasih, Mbak Sri… Ada lo fotonya, mau? Hihihi. Kalo minta ntar aku tunjukkin
    c. Mbak Ria. Dan yang terakhir ini adalah penjaga perpus SMA ku. Ini mah kakak aku yang paling cantiik. Hihiy. Aku kan gak punya kakak nih. Pengen punya kakak tapi gak pernah diturutin (Ya iya lah :P) Mbak Ria inilah yang mungkin secara terpaksa (wkwkwk) merangkap jadi kakakku di sekolah. Mbak Ria juga pernah ke rumah. Mbak Ria ini ramaah banget…baek, rapi,sopan,jujur,amanah,fathonah de el,el yang baik2 deh. Bener-bener kakak idaman. Penjaga perpus ini suka nglayani anak-anak pengunjung dengan baik, ada anak yang kliatan bingung nyari buku dikit aja langsung dibantuin. Orangnya juga murah senyum. Wiih… betah deh pastinya kalo kamu ke perpus SMAku. Dan seperti SMP kemaren, aku juga diberi hadiah berupa paket buku tulis sebagai murid yang lagi-lagi, paling sering ke perpus.  Alhamdulillah
    Jadi kesimpulannya, menurutku kakak2,bapak2,ibu2 Pustakawan itu baek-baek n sabar kok. Kalaupun kadang ada yang wajahnya sangar, percaya deh, mereka itu ramah banget kalo kita mengenalnya.

    2. Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    Kalo ngomongin perpustakaan di Indonesia secara umum sih, emang gak begitu WOW. Masih ada aja perpustakaan yang bukunya gak disusun dengan rapi, bukunya kotor ataupun robek, ruangannya gak terawat n berdebu, malah jadi sarang tikus, dan hal-hal lain yang membuat kita kurang betah. Orang yang mau mengunjunginya jadi mikir 2 dua kali sebelum kesitu. Ya contohnya perpus di SDku, gak rapi banget. Tapi udah ada kok perpustakaan yang pengelolaannya maksimal dan ngikutin perkembangan jaman. Ada AC, internet dan wi-fi, misalnya. Koleksi bukunya stay up to date dan ada juga perpustakaan yang ada café-nya. Jadi makin nyaman kan kalo lagi baca-baca sambil ngemil. Bikin perpustakaan jadi tempat nongkrong yang asyik tapi tetep dong makin membuka wawasan,
    Harapan untuk perpustakaan ke depannya sih, semoga segala aspeknya deperbaiki menjadi lebih baik. Baik aspek di dalam perpustakaan itu sendiri maupun aspek luarnya. Aspek di dalam contohnya pengelolaannya harus terus ditingkatin. Perpustakaan musti terus ngikutin perkembangan jaman. Selalu update dengan buku-buku terbaru. Juga jangan lupa sediakan buku2 yang berkualitas. Hindari buku-buku berbau SARA bagi anak-anak. Perbaiki dan perbanyak fasilitas yang ada. Bikinlah perpustakaan jadi nyaman bagi semuanya ,baik bagi anak-anak, muda-mudi, hingga dewasa. Pelayanannya harus dimaksimalkan. Pustakawannya juga (kalo bisa) jangan yang tampangnya garang. Hehe. Aspek luarnya sih paling gak, sering adain sosialisasi baik di sekolah maupun di masyarakat sekitar, menyadarkan semuanya untuk melek huruf dengan membaca. Atau kalo perlu kasih promo-promo khusus atau reward, biar semuanya tertarik ke perpustakaan dan menanamkan kebiasaan membaca pada mereka. Promonya tuh misalnya nih ya, yang paling sering pinjam dan membaca di perpus bakal dapet buku atau boleh juga promo, pinjam 1 buku dapet gratisan 1 tiket liburan ke Disneyland 😛 (Yang ini bercanda lo ya)
    Dan perbanyak perpustakaan buat anak-anak kecil hingga di pelosok desa2 ya. Mereka kan juga bibit-bibit generasi kita di masa depan, jadi harus ditanamkan membaca dari kecil. Biar sampe gedhenya pun mereka jadi suka baca dan kaya wawasan. Gak gampang dikibulin sama Negara-negara lain deh jadinya.
    Nama : Firda
    Twitter : @Fieyu_
    Blog : http://fie4cube.blogspot.com
    Kota : Pasuruan
    Email : firda.aurora@gmail.com
    Aku Pilih hadiah no. 1 kali ya.. no. 2 juga boleh, 3 gag pha-pha dan lain2nya juga gag phapha. Semua mau!! Gak nolak rejeki sih kalo aku 😀

    • “Atau kalo perlu kasih promo-promo khusus atau reward, biar semuanya tertarik ke perpustakaan dan menanamkan kebiasaan membaca pada mereka.”

      –> aku udah usahain tiap semester pasti ada reward, udah empat kali, muridnya seneng bener, ngisi buku pengunjung tanpa disuruh-suruh lagi 😀

  48. Selamat ulang taun mbak, semoga sukses selalu ya ^^

    Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    Hal yang pertama kali terlintas saat mendengar itu adalah orang yang memakai kacamata tebal dan selalu membawa buku kemana-mana :3
    Pustakawan adalah seseorang yang bergelut dalam bidang buku dan identiknya sih dengan perpustakaan. Orang yang pasti memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas karena ‘berteman baik’ dengan tumpukan buku-buku. Tapi disekolahku dulu pustakawannya ibu-ibu, kurus, rambutnya pendek rada jutek sih tapi sebenernya baik. Paling enggak suka kalo liat buku geletakan sembarangan (tidak pada tempatnya), Pustakawan itu kayaknya dekat dengan kata perfeksionis, orangnya pasti teliti dan gak suka yang berantakan <–itu sih menurut aku 😀

    Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    Nyaris punah, kenapa aku bilang gitu? ya karena aku juga jarang sih tau dimana lokasi perpustakaan di kotaku, dan kalaupun ada, suasanya pun sepi, lengang, dan buku-bukunya pun banyak yang berdebu mungkin karena jarang disentuh orang. Seharusnya sih perpustakaan lebih dibanyakin, jadi kalo ada yang mau cari ilmu atau sekedar baca-baca santai bisa terpenuhi dan bikin suasa perpustakaan juga nyaman sih harusnya. eh tapi perpustakaan di sekolahku dulu udah lumayan bagus banget sih, dingin~ tapi entah kenapa koleksi bukunya kurang -__-
    Mungkin sarannya sih cuma lebih banyakin aja perpustakaan dan semakin ditambah aja koleksinya, terutama buku-buku baru ya biar anak muda pada betah. Tapi sejauh ini, aku suka perpustakaan. Udah sih gitu aja 😀

    Hadiahnya terserah apa aja, kalo bisa sih buku ahahaha XD

    Terima Kasih ^^
    Salam

    @Scarenia
    greenchochobichocolate[at]gmail.com

    • “perpustakaan di kotaku, dan kalaupun ada, suasanya pun sepi, lengang, dan buku-bukunya pun banyak yang berdebu mungkin karena jarang disentuh orang.”

      –> rata-rata problem perpusda selalu itu ya?!? PR banget buat pustakawan.. :))

  49. Pingback: REVIEW Penjual Kenangan | Luckty Si Pustakawin

  50. Pingback: [ 19 ] giveaway | ragelycious

  51. Happy May mbak :D. Senangnya dapat banyak kebahagiaan di bulan Mei 🙂
    (eh, lewat ya??? -___-“)
    Sori, telat banget banget banget nih. Soalnya baru tauk dari blognya temen -___-“.
    Wowww…asik, pertanyaanya familiar dengan keseharian nih 😀
    #1—Okeh, kalau dengar kata PUSTAKAWAN yang terlintas di pikiran itu : Ibu-ibu paruh baya, pakai kacamata, rada gemuk tapi gesit sekali melintas sana-sini diantara rak buku sambil dorongin troli buku :D, hapal di rak mana koleksi buku ini dan itu disimpan, tahu banyak soal politik, sejarah, astronomi, biologi, ekonomi, fisika, kimia, resep masak, sampai raditya dika :P, pinter ngasih advise buku apa yang bagus dijadikan referensi untuk tulisan ini dan itu, galak banget kalau tahu ada koleksi buku yang rusak sampulnya atau terlambat dikembalikan peminjam.
    (Semoga gak ada kenalan saya yang baca komentar saya ini :P)
    PS: ternyata rata-rata komentarnya ttg pustakawan tuh banyakan bpk/ibu paruh baya ya…
    soalnya jarang banget sih pustakawan yang masih muda-muda gitu. Saya sendiri belum pernah ketemu.
    #2—PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    Hmm…kalo baca komen-komen sebelumnya kayaknya sih perpustakaan di Indonesia banyak juga sudah modern dan hi-tech gitu ya. Di perpustakaan kampus saya juga pake sistem barcode begitu. Ada ruang khusus internetannya, American corner (tempat koleksi khusus seputar amerika2 gitu, dilengkapi TV plasma dan koleksi DVD yang lumayan menghibur :D), terus disediakan komputer yang fungsinya sebagai mesin pencari berapa unit yang tersedia (tidak sedang dipinjam) dan di rak mana letak buku ini dan itu (kayak yang di Grame*ia gitu). Jadinya semakin memudahkan pekerjaan pustakawan disitu. Sayangnya letak buku yang tertera disitu biasanya gak sesuai dengan kenyataannya. Jadi kalau cari buku tertentu terus pas ke rak yang dimaksud ternyata bukunya lagi gak nangkring di situ :(. Pustakawan yang tugasnya register buku masuk dan keluar juga rada-rada gak ramah gitu. Malas deh jadinya kalau mau pinjam buku di perpus kampus. Jadi ngiri deh dengan komen-komen yang ceritakan tentang pustakawannya yang ramah atau mudahnya mencari buku yang dimaksud.
    Sayangnya, menurutku nih ya, perpustakaan di Indonesia lebih banyak yang masih gak terawat. Terus, pustakawannya juga masih minim yang bener-bener ngerti kepustakaan atau seenggaknya menjiwai profesi pustakawan itu sendiri. Jadi banyakan perpustakaan di Indonesia rada terbengkalai gitu. Di kampung saya (di Papua) puskotnya malah gak ada (pasca terbakar tahun 1998, gak dibangun lagi). Perpustakaan sekolahnya juga lebih banyak yang out of date banget koleksinya. Berdebu pula. Jadi, jangankan cari novel, koleksi buku pelajaran aja banyak yang terbitan jaman baheula. Buku-bukunya banyak yang tidak ditata dengan rapi. Buku yang dibaca pengunjung biasanya diletakkan sembarang rak. Jadi kalau mau dicari lagi mesti ngitarin rak-rak gitu. Terus, pengalaman pribadi, waktu SMP dan SMA di perpus tuh banyakan teman-teman yang tiduran daripada membaca (ya..koleksinya limit gitu).
    Jadi, HARAPAN saya buat PERPUSTAKAAN INDONESIA kedepannya semoga aja semakin terawat. Biarpun koleksinya mini, tapi kalau tempatny bersih dan nyaman kan banyak yang betah berkunjung. Kalau bisa ya setiap daerah-daerah atau kota-kota kecil gitu ada perpustakaan kelilingnya, kayak di Ipin Upin. Kan bagus buat naikin minat baca adek-adek kita. Terus semoga pustakawan-pustakawan Indonesia juga semakin menjiwai pekerjaan mereka. Karena menurutku, mereka itu yang punya peran besar menciptakan ‘image’ perpustakaan. Ya soal kenyamanan perpus, ya soal kelengkapan buku, ya soal ‘kampanye’ cinta membaca (whewwww…berat ya).
    SEMANGAT deh pokoknya buat PUSTAKAWAN Indonesia ^^9
    Semoga bisa turut memajukan dunia kepustakaan Indonesia 😀
    Namaku: Ragel
    Blog: ragelycious.wordpress.com (bannernya sudah dipasang :D)
    twitter: @ragelicious
    alamat: Makassar
    pengen hadiah nomor: semuanyaaaaa (bagus semua soalnya >w<). Tapi karna harus milih satu ya, saya pilih danbonya aja mbak *mata belo.

    • “soalnya jarang banget sih pustakawan yang masih muda-muda gitu. Saya sendiri belum pernah ketemu.”

      –> aku masih muda nan unyu loh! 😀 #DikeprukPembacaSejagadRaya

      • haha…percaya koq mbak ^^v
        makanya rada ngiri gitu sama pengunjung perpus yang mba layani. mana pinter banget lagi manfaatin uang dendanya (buat namabahin koleksi novel).
        jdnya sm aj kyk manfaat dendanya balik lagi sm pengunjungnya 😀

  52. mau ngucapin lagi ah biar udah kelewat lama,hehe
    Selamat ulang tahun mbak, buat adeknya mbak juga, buat alm.mama nya mbak juga^^
    trus selamat juga SK nya udah keluar mbak *tebarbunga

    sekarang ak jawab pertanyaannya ya mbak.hoho
    1. kalo denger tentang pustakawan?
    hmm..macem-macem mbak, pustakawan perpus sdku seingetku sih mas-mas, orangnya baek, ramah
    kalo pustakawan smp ku itu guru b.indo ku sendiri,
    jaman sma aku jarang k perpus soalnya bukunya tua2 semua.hehe
    kalo jaman kuliah, pustakwannya yang paling oke sejauh ini..orangnya masih muda, ramah, trus murah hati gitu soalnya kalo ada yang telat balikin buku suka dikorting dendanya.hehe
    biasanya jadi tempat curhat juga.haha

    2. perpustakaan di indonesia?
    emm…secara umum sih masih kurang oke, kaya kalo perpus daerahku gitu kesannya masih surem walo udah ada modernisasi. Soalnya penataan buku-buku, penataan ruangan, suasananya tuh masih kurang. kaya misalnya warna cat nya yg kusem gitu bikin ruangan yang isinya buku2 tua jadi surem.

    kalo perpustakaan yang paling aku suka dari semua perpstakaan yang pernah aku datengi tu perpustakaan jaman smp ku. ruangannya lumayan luas, penataan raknya cakep bikin ruangan jadi keliatan lebih luas, bangkunya panjang trus kursinya bantalan sofa semua. Dan yang nyenengin tuh jendelanya banyak, jadi cahaya yang masuk juga banyak bikin ruangan terang n adem sepoi-sepoi. waktu itu sih belum ada modernisasi kaya nyediain database buat pengunjung via komputer, tapi catatan buku-bukunya yang pake loker-loker kecil itu (gatau namanya apa) selalu rapi n update. Buku-bukunya juga update tiap bulan, terutama novel-novelnya.hehe sekolahan sengaja nyiapin anggaran khusus buat beli buku tiap bulan, jadi pustakawan sering nanya2 ke murid mau minta beliin buku apa. Pokoknya perpus jaman smp tuh unforgetable banget deh, berharap aja sekarang lebih baek lagi (belum sempet nengokin soalnya)
    Berharap aja perpus di indonesia bisa kaya perpus2 diluar negeri kaya yang difoto2 gitu.hehe yang penataannya artistik, pencahayaannya terang benderang, ruangannya bersih n wangi, bangku-bangkunya yang cozy, dan terutama buku-bukunya update tiap bulan. pokoknya perpus yang bikin betah deh, soalnya beberapa kali baca yang pada kuliah diluar negeri kya korea gitu malah mahasiswnya sampe nginep di perpus, disini mana ada yang kaya gitu:|

    nama: Argaditia Mawadati (mawa)
    twitter: @mawa_meah
    blog: mawamea.wordpress.com
    kota: semarang
    email: mawamea@ymail.com
    hadiah yang dipingin: novel ya mbak..hehe terserah yang mana:p

    • “sekolahan sengaja nyiapin anggaran khusus buat beli buku tiap bulan, jadi pustakawan sering nanya2 ke murid mau minta beliin buku apa.”

      –> wow, keren banget itu sekolahannya!! 😉

  53. waaa… ada yang milad….
    Barakallahu fii umrik ;D
    Ikutan GA nya ya mbak 😀

    Mendengar pustakawan yang terlintas di pikiran sosok ibu2 atw mbak2 yang mesti di lewatin biar bisa bawa buku keluar dari perpustakaan. Maap, kalo masuk perpustakaan aye ga merhatiin, klo mau keluar baru ngeh mesti ngelewatin dulu 😀 Biasanya kalo dah selese searching buku yang di mau baru nyari tau ini cara minjemnya kayak gimana yak? XD *terlalu semangat nyari bukux ;D pustakawan waktu SMA sampe kuliah itu seinget aye ibu-ibu apa mbak2 semua deh.. Jadinya ga tau kenapa pustakawan itu menurutku identik ma wanita. Apa karena wanita lebih teratur dan pinter ngerawat ya ;D

    Kalo mendengar perpustakaan yang terlintas adalah surga bukuuuuu… yeay!! buku… buku… dimana-mana XD bawaannya seneng klo masuk perpus, soalnya bisa liat buku banyak, suasananya juga tenang, walopon kadang ketenangan nya itu yg malah bikin ngantuk 😀 sayangnya kebanyakan perpus identik dengan suasana tua dan berdebu. Mungkin karena koleksinya yang emang udah lama juga jumlahnya yang makin banyak kali ya, jadi ga bisa di perhatiin semuanya. Tapi yang seru malah kalau nemu buku bagus di antara tumpukan buku-buku tua, berasa nemu harta karun 😀 Tapi perpus sekarang makin canggih (contohnya perpusda di daerahku) karena udah ada unsur tekno nya, seperti pencarian dengan komputer, fasilitas internet di dalam perpus nambah nilai plus kalo ke perpus. sekarang malah ga cuma dalam bentuk buku aja, ada cd atw dvd yg juga jadi isi perpus, makin seru deh 😀

    sekian jawaban saya, ga berasa jd lumayan banyak -_-a
    eh iya, aye naksir dambo nya mbak ;D ;D

    • “Jadinya ga tau kenapa pustakawan itu menurutku identik ma wanita. Apa karena wanita lebih teratur dan pinter ngerawat ya ;D”

      –> padahal, pas aku kuliah jurusan perpus, temen-temennya malah didominasi laki-laki loh… 😀

  54. Yang terlintas saat mendengar kata Pustakawan : GALAK #uppss. Tapi kalau sudah akrab…aseekkk…saya tahu kalau mereka sebenarnya sangat baik dan saya anggap itu merupakan suatu prestasi tersendiri buat saya. Jadi ingat sama Mbak Pustakawan di SMP, saking seringnya saya ke perpustakaan, saya jadi akrab sama Mbaknya yang…ehm…kata adik saya cukup galak sehingga dia tidak berani sering-sering ke perpustakaan. Hampir satu dekade setelah saya lulus dari SMP, saya pulang kampung dan kembali ke sana buat menghadiri kelulusan adik…dan betul-betul ga nyangka, Mbaknya nyapa duluan dan masih ingat nama saya. Huaaaa…saya terharu sekali.
    Hal yang sama juga terjadi di perpustakaan kampus. Saking seringnya bolak-balik ke perpustakaan, saya jadi akrab sama Mbaknya, yang sekarang meskipun sudah pindah ke bagian lain, masih ingat nama saya dan membuat saya mendapat akses istimewa.

    Yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia: Hmm…kalau cuma kata PERPUSTAKAAN sih, yang terlintas adalah MENENANGKAN. Kalau ada masalah saya tinggal pergi ke perpustakaan untuk menenangkan diri. Apalagi kalau melihat Perpustakaan Daerah di kota saya. Lokasinya persis berada di sebelah taman. Jadinya pemandangannya adem.
    Perpustakaan merupakan tempat favorit saya. Saking favoritnya saya memilih magang di perpustakaan dan mengambil skripsi yang bertemakan perpustakaan. Saya bahkan pernah berpikir mau banting stir dari kuliah Ilmu Komputer ke Ilmu Perpustakaan.
    Nah, kalau kata Perpustakaan di Indonesia — karena saya tidak pernah berada di perpustakaan di luar daerah Kalimantan Selatan — jadinya yang terlintas adalah buku nya tidak up to date dan koleksinya kurang lengkap. Terutama untuk buku referensi kuliah. Teknologinya juga masih perlu dipercanggih lagi.
    Tapi terlepas dari itu semua, perpustakaan akan tetap selalu menjadi tempat favorit saya. Harapannya perpustakaan di Indonesia dapat selalu menyediakan buku-buku yang up to date, koleksinya lengkap, dan memiliki teknologi terbaru. Juga kalo memungkinkan lebih terbuka untuk memberi kesempatan buat orang-orang di luar ‘perpustakaan’ yang memiliki kecintaan terhadap perpustakaan untuk menyumbangkan ide dan keahlian mereka untuk kemajuan perpustakaan.

    Nama: Ira Mustika
    Akun twitter: @aira_em
    Blog: http://irabooklover.wordpress.com/ (sudah mem-follow Luckty Si Pustakawin via WordPress °\(^▿^)/° )
    Kota tinggal: Amuntai, Kalimantan Selatan
    Email: ira.j1f108056@gmail.com
    No. hadiah yang diinginkan: 1 kalo ga 3 atau 4 atau 2 atau 5…haduh bingung ╮(^▽^)╭

    The last but not least…
    Happy birthday yaa (maaf telat). Toss sesama kelahiran Mei (aku bulan Mei juga, tanggal 17) . Wish you all the best and wish me luck °\(^▿^)/°

    • “Saya bahkan pernah berpikir mau banting stir dari kuliah Ilmu Komputer ke Ilmu Perpustakaan.”

      –> kalo di UNPAD, jurusan ilmu perpus juga banyak belajar tentang materi ilmu komputer loh; buat sistem jaringan, buat program perpus, dll. 😉

  55. Waah Happy birthday ya kak ^^
    Jujur bru pertama kali masuk nih ruangan (blog) baguss deh :p hehe
    Langsung ngikut GA nya gpp kan hehe

    Pustakawan… dari namanya bisa kita menghayalkan bahwa ia adalah seorang yang cupu, culun, kutubuku, kacamata tebel de el el. Tapi semua itu SALAH ! WHY!!
    Pustakawan itu gak seperti anggapa orang2. Pustakawan itu keren bgt tauk. Contoh pustakawan kece badai itu di Perpustakaa Bung Karno Kota Blitar. Aku sering banget tuh kesitu buat yah baca baca buku buat nambah pengetahuan dan juga pinjem ^^. Ada salah satu pustakawan yang kece bgt. Gak tau deh namanya. Orangnya nih ya keren, baik (gak kaya yang lain soalnya ada pustakawan yang judes juga disitu :(( ) trs apa yaa pokok baik deh keren gtuh haha
    Jadi Pustakawan itu gak selalu seperti anggapan orang2. Yah mereka punya sifat sendiri2. Ada yang judes, baik dll itu tergantung orangnya juga . Kalo kak lucky inih termasuk mana nih 😛 hehe pasti yang baik dong biar para pembaca buku bisa lebih betah berlama2 baca buku apalagi kalo yang jaga kaya kakak hihihihi

    2. Saat mendengar kata PUSTAKAWAN pasti orangnya kalem yah soalnya kan anggapan orang pasti kaya kutubuku gt padahal gak semua seperti itu ^^ hhi. Yah harapan buat PUSTAKAWAN – PUSTAKAWAN indonesia. Rubah anggapan masyarakat tentang culun, cupu, kutubuku dll yang melekat pada diri pustakawan itu menjadi sebuah anggapan yang keren seperti PUSTAKAWAN itu gaul, kece, baik, disiplin, ramah dan berprestasi ^^ (moto sekolah deh yang disiplin, ramah dan berprestasi hihi)

    @RoroHais
    rorohartinahisyani.blogspot.com
    rorohartinahisyani@yahoo.com or rorohartinahisyani@gmail.com
    Semoga beruntung ^^

    • “Contoh pustakawan kece badai itu di Perpustakaan Bung Karno Kota Blitar. Aku sering banget tuh kesitu buat yah baca baca buku buat nambah pengetahuan dan juga pinjem ”

      –> Wow, jadi penasaran ama pustakawan yang kece badai itu!! 😉

    • Kalo dipaksa milih sih pgnya paket no 1 kak 🙂 tapi kalo gak dapet itu tapi dapet yang lain juga gpp ^^ rejeki udah ada yang ngatur hehe pasrah dan ikhlas ajah 🙂 salam kenal yah kak :))

  56. Halo mbak Luckty,salam kenal. Saya Wahjoe wigati mau ikutan kasih pendapat tentang PUSTAKAWAN DAN PERPUSTAKAAN NIH.
    Tiap kali mendengar kata “perpustakaan” saya selalu teringat akuarium. Bukan dalam arti yang sesungguhnya ya tapi cuma istilah yg teman-teman dan saya berikan untuk ruang tambahan di bagian depan perpustakaan kampus kami. Ruang akuarium itu berkaca jendela nako yang besar-besar sehingga orang yang berada di luar atau di dalam bisa saling melihat dan bisa ngobrol juga. Mirip akuarium kan he..he….he…
    Tidak seperti ruang lain di perpustakaan, di akuarium ini kita lebih leluasa ngobrol atau diskusi. Tapi teteup sich, kalau terlalu berisik ya bakal ditegur atau malah diusir petugas perpustakaan hi..hi..hii… yang jelas, sejak ada akuarium makin banyak mahasiswa datang ke perpustakaan kampus kami. Bukan cuma buat pinjam buku atau belajar. Tapi juga buat tugas kelompok, nyontek PR, atau sekedar “ngadem” sambil ngobrol buat nunggu mata kuliah berikutnya.
    Tentang pustakawan,ada satu hal yang menarik. Dari jaman baheula sampai sekarang, mau yang mukanya jadul judes sampai keren kayak artis korea ada lagu …eh kalimat wajib diingat para pustakawan di seluruh muka bumi. Sepanjang karir jadi pustakawan, minimal sekali pasti mereka pernah bilang ”Ssstt…janganberisik!” atau ” Kalau mau ngobrol mending ke luar sana !” atau kalimat lain sejenisnya. Ga percaya? Buktiin aja sendiri he..he.he……..
    Di tengah berbagai kemudahan mendownload e-book atau mendapatkan berbagai informasi via internet dari mana saja dan kapan saja, penting banget perpustakaan menyediakan berbagai fasilitas. Ya kira-kira berkonsep seperti one stop building..Praktis kan kalo datang ke perpustakaan yang bukan Cuma menyediakan bahan bacaan tapi juga fasilitas lain seperti wifi, warnet,tokobuku/stationery kecil, kantin dan playground. Dan yang penting tersedia untuk pengunjung perpustakaan cerewet seperti saya yaitu ada area khusus untuk membaca sambil ngobrol/diskusi sehingga tidak mengganggu pengunjung yang butuh ketenangan. Akan makin keren lagi kalau diadakan acara-acara seru misalnya bedah buku atau meet and greet dengan pengarang. Jadi makin banyak deh orang tertarik datang ke perpustakaan.
    ID Twitter: @ Wahjoewigati
    URL Blog: http://wahjoewigati.blogspot.com/2013/06/pustakawan-dan-perpustakaan.html
    Alamat email: wahjoe_wigati@yahoo.com
    Kota Tempat tinggal Jakarta
    Kalau saya menang semoga…amin saya mau hadiah no . terima kasih mbak luckty sebelumnya.

    • “Dari jaman baheula sampai sekarang, mau yang mukanya jadul judes sampai keren kayak artis korea ada lagu …eh kalimat wajib diingat para pustakawan di seluruh muka bumi. Sepanjang karir jadi pustakawan, minimal sekali pasti mereka pernah bilang ”Ssstt…janganberisik!” atau ” Kalau mau ngobrol mending ke luar sana !” atau kalimat lain sejenisnya. Ga percaya? Buktiin aja sendiri ”

      –> gyahahahahaha…ngakak ampe guling pas analogi ‘muka jadul lude ampe artis keren kayak korea’ 😀 😀
      ehh….sampe sekarang udah pernah pindah2 kerja perpus, belum pernah namanya bilang; ”Ssstt…janganberisik!” atau ” Kalau mau ngobrol mending ke luar sana !” 😀 😀

  57. Happy birthday Luckty, Holy, dan almh mamanya.. ^^

    Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    Pinter, pake kacamata, daaaaaan sexy. Huahaha. Pustakawan itu sexy lho, serius deh. :p

    Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    Tiap denger kata PERPUSTAKAAN di Indonesia, yang PASTI terlintas di pikiranku adalah: “Ada buku fiksi yang baru plus bagus-bagus ga? Buku romance atau fantasy gitu? Buku non-fiksi yang terbaru dan lagi ngetren?” Terkesan ngejek ya? Aku nggak ngejek kok. Emang begitu. Lagipula jarang banget ada perpustakaan (yang bener-bener bagus) di Indonesia. Kalau pun ada, jarang banget yang tempatnya nyaman buat baca. Kadang malah nggak keurus. Kasihan buku-bukunya.. >.<

    Btw, makasih giveawaynya. Aku pengin banget dapet hadiah nomer 4 (Manjali dan Cakrabirawa). *semoga kali ini aku beruntung* 😀

    Nama: Linda Zunialvi
    Twitter: LinndaDansen
    Blog: lindation.blogspot.com
    Kota tinggal: Palembang
    Email: znlinda@yahoo.co.id

    • ““Ada buku fiksi yang baru plus bagus-bagus ga? Buku romance atau fantasy gitu? Buku non-fiksi yang terbaru dan lagi ngetren?”

      –> di perpus sekolahku ada loh….. 😉

  58. – Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    * Galak , misalnya minta denda kalau telat mengembalikan buku
    * Suka baca , suka baca-baca buku perpus sambil mantengin pengunjung
    * Rapi , karna biasanya merapikan buku-buku yang berantakan
    * Ramah , ya harus ramah kan kalau mau ngelayanin pengunjung

    – Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    * Tempat Perserikatan Buku-buku mulai buku jadul sampai buku yang masih bau toko
    * Tempat bisa baca buku sepuas mungkin
    * Surganya kutu buku

    Nama: Shasa
    Akun twitter: @AudreyMarsha_
    Blog: http://shasaimutz.blogspot.com
    Kota tinggal: Madiun , Jawa Timur
    Email: shasa.imutz@gmail.com
    No. hadiah yang diinginkan: nomor 2 atau 5

    • “Tempat Perserikatan Buku-buku mulai buku jadul sampai buku yang masih bau toko”

      –> Wah, keren banget ini analoginya! 😉

  59. 1. Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    Jawab: pelit. detil banget kalo udah ngitungin denda hari =3= tapi kadang ada juga yang baek mo nyimpenin buku yang dipengen :3
    pikiran kedua. ada nggak ya pustakawan ganteng? kek donghae suju lah paling nggak :3 kn bikin yang mampir kaga senep juga sering2 ke perpus ngakakak XD

    2. Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    Jawab: Adem :3
    Rata-rata perpustakaan yang pernah disambangi dari SD sampai SMA adem.. ada ac-nya :3 bikin betah disono..
    Pikiran kedua, sepi. Kan jarang-jarang ada makhluk mampir ke perpus karena isinya buku semua. jadi, kalo mo semedi ato galau-galauan nggak perlu di bawah shower lagi. cukup ke perpus. terus ngadem di bawah ac :3 syukur2 udah tet tapi nggak ada yang nyadar masih disana XD
    Tapi, selain itu juga lumayan buat nambah2 ilmu di perpus. tapi, biasanya kalo udah pinjem buku sering lupa balikin -_- sedih. pernah di denda 2 bulan karena lupa #ngekk #paitpait
    Saran: Rekrut pustakawan seganteng Siwon suju dan perbanyak buku cerita yang sarat makna arti dan semangat hidup. 😀

    nama: Salsa
    akun twitter: @donghe86015
    blog: –
    kota tinggal: solo
    email: akusukataemin@gmail.com
    hadiah: 2 ^^

    • “jadi, kalo mo semedi ato galau-galauan nggak perlu di bawah shower lagi. cukup ke perpus. terus ngadem di bawah ac :3 syukur2 udah tet tapi nggak ada yang nyadar masih disana XD”

      –> wah, itu muridku banget. Demen pada nyelip di rak-rak buku sampe ketiduran, kadang ampe kekunci… 😀

  60. Salam kenal dan happy birthday ya mbak :D, semoga kedepannya jadi lebih baik dan lebih sukses

    Saya ingin ikutan GA nya sampeyan mbak, hehe

    1. Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    Sebelum SMP, saya belum pernah mendengar kata pustakawan, maklum di MI tempat saya sekolah nggak ada yang namanya Perpus. Baru ketika di SMP saya baru mengenal perpustakaan dan penjaga perpus alias pustakawan.
    Menurut saya ada perubahan makna dari kata pustakawan pada otak saya. Kalo menurut kamus, pustakawan adalah orang yang paham tentang pustaka atau buku buku. Namun otak saya selalu menganggap bahwa pustakawan adalah seorang penjaga perpus, yang belum tentu mengerti buku buku.
    Namun saya dulu waktu SMP dan SMA memang sering ke perpus, kalo di SMP pustakawan namanya Pak Adi, kalo pas SMA Bu Ari, keduanya memiliki persamaan, yakni selalu marah2 ketika buku yang saya pinjam telat dikembalikan, hehehe

    2. Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    Kalo melihat perpustakaan di Indonesia, saya rasa sudah banyak perkembangan mbak, namun perkembangan itu hanya terjadi di perpustakaan tingkat kampus atau sekolah yang mentereng saja. Di tempat2 itu sudah ada Wifi, layanan peminjaman buku online, peminjaman DVD/CD pembelajaran, dan banyak keunggulan lainnya.
    Namun ketika kita masuk ke desa di pinggir kota, perpustakaannya hanya berukuran 2 x 3 meter, itupun kalau ada perpus, meskipun ada paling2 yang ada buku buku bacaan lama yang kertasnya sudah coklat serta robek robek.
    Oleh karena itu, saya berharap ke depannya perpustakaan di sekolah2 pinggiran bisa dimanajemen dengan baik, atau paling tidak disana segera dibuatkan perpus. Karena dengan keberadaan perpustakaan bisa menunjang peningkatan minat baca siswa2 tersebut.
    Selain itu, saya juga berharap perpustakaan umum seperti perpus tingkat kabupaten bisa dimaksimalkan kembali, karena saya yakin anggaran dari pemerintah pun juga cukup banyak untuk perbaikan layanan publik dalam bentuk perpustakaan.

    Terima kasih mbak, itu saja beberapa celoteh dari saya, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua, hehe
    Nama : Mochammad Imam SA
    Twitter : @imamboll
    Blog : http://noteboll.blogspot.com
    Alamat : Jombang dan Pasuruan
    Email : imamboll@gmail.com

    Oh iya, kalo saya pengen banget hadiah yang nomer 2. Karena danbo adalah kesukaan adek saya di rumah 😀

    • “berharap ke depannya perpustakaan di sekolah2 pinggiran bisa dimanajemen dengan baik, atau paling tidak disana segera dibuatkan perpus.”

      –> AMIIINNN… btw, sekolah tempat kerjaku pinggir sawah loh… 😀

  61. Halo mbak~ salam kenal ya, selamat ulang tahun:) maaf telat, baru sempat blogging 😀
    aku ikutan GAnya ya. WML.

    – Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    >> CUPU. kenapa aku blg cupu. karena pastinya pustakawan itu hanya berkutat sama buku2 aja. seperti yang sering aku baca dlm novel atau yg ditayangin di film2, berkacamata, judes, dll. Tapi ternyata selama aku kenal beberapa org di pustakawan di sekolahku, kata CUPU itu sama sekali ga berlaku. Mereka malah terkesan lebih up to date dr yg lain. Yang pastinya jadi pustakawan itu seru. karena kita bisa baca buku ataupun pinjem buku gratis yg pastinya duluan dari org2 lain :D. Bisa ketemu sama org2 baru yg mungkin hobinya jg sama dgn kita. selama aku di SMA, pustakawan disekolahku udh ganti 3 kali. dan menurut aku gada satu org pun yg terkesan galak ataupun cupu. Menurutku mereka sangat baik dan ramah. Walaupun aku bukan termasuk org yg sering ke perpus, tp aku senang karena pustakawan itu ingat namaku. Yang pastinya aku jd lebih mudah dekat dgn kakak pustakawan itu dan bisa booking buku baru untuk aku pinjam duluan 😀

    – Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    >> SURAM. Kenapa aku bilang suram, aku selama aku pernah singgah di perpustakaan -gatau deh yg lain gimana- perpustakaan itu kurang lengkap. Banyak buku yang belum ada, dan biasanya buku2 bagus itu cuma ada satu/dua doang jd kalau orang lain mau baca, mesti nunggu giliran dari org lain itupun kalau dia bacanya cepat. kursi & meja pun masih seadanya, bahkan ada yg pake kursi atau meja sama sekali. jadi kita mesti nyari tempat sendiri, yg kita rasa nyaman untuk kita membaca.

    – Apa harapan ke depan bagi perpustakaan di Indonesia?
    >> pengennya sih, pemerintah punya anggaran khusus untuk perpustakaan2 di Indonesia. Jadi setiap perpustakaan itu dpt dibenahi, dan fasilitas yg ada di dlmnya dpt dilengkapi. perpustakaan keliling jg diperbanyak, terutama untuk daerah2 yg memang agak terpencil. jadi setiap anak ataupun orang di Indonesia dapat terus menambah wawasan walau hanya berbekal buku2 yg ada di perpus.

    Nama : Monica Seles
    Twitter : @monsedede
    Blog : http://www.hotchocolatoss.blogspot.com
    Kota : Batam, Kepulauan Riau.
    Email : monsedede@gmail.com

    Saya pilih hadiah no 4 🙂
    terimakasih..

  62. Pertama-tama, happy birthday saaay. semoga kesuksesan selalu meyertaimu… 🙂
    ok, mohon ijin, mau ikutan GA-nya juga…

    persyaratan :

    1. Peserta tinggal di Indonesia >>> tepatnya di Probolinggo, Jawa Timur
    2. Jawab pertanyaan yang diberikan:
    Pertanyaan Pertama :
    Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN? kereeeen, karena koleksi bukunya pasti banyak. Secara kuliahnya berhubungan dengan buku dan membaca yah… 😀
    Pertanyaan Kedua :
    Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia? surem deh, bikin males mau dateng kecuali kalo kepepet. Mungkin karna saya tinggal di kota kecil yah, jd kurang terawat perpustakaannya. belum lagi katalognya nggak ada, jadi bikin ribet deh kalo’ mau cari buku.. 😥
    Harapan ke depan bagi perpustakaan di Indonesia : perpustakaan kota-kota kecil semakin terawat, koleksi bukunya diperbanyak variasinya.. Kalau bisa fasilitasnya juga memadai, yang sekiranya bisa bikin betah kalau kesana.. ^_^

    3. Follow akun twitter @lucktygs >>> uda say @ailina85 (folbek yah :p)
    share birthday giveaway ini dan mention via twitter >>>> https://twitter.com/ailina85/status/347611163133108224
    4. Follow blog ini >>> uda ya say. my blog : http://www.ailina85.wordpress.com
    5. Pasang banner Birthday Giveaway ini di blogmu selama event ini berlangsung >>> udaah ^_^
    6. email : ay_lyna@yahoo.com
    7. Kota tempat tinggal : Probolinggo
    8. Hadiah yang dipih : sepasang boneka danbo yang unyu-unyu buat dikasih kesuami sama kalo bisa sih pengen dapet buku juga, hihihi…

    *mulai tebar garam mantra dan merapal jampi-jampi buntelan ………

    • “belum lagi katalognya nggak ada, jadi bikin ribet deh kalo’ mau cari buku.. :’(”

      –> sekarang udah gak musim lagi sih pake katalog manual; ribet dan lama. sekarang udah ada katalog online, kayak di gramedia gitu, masukin kata kunci; pengarang, judul, penerbit, dll langsung nongol bukunya 😉

  63. Pustakawan..
    Hmm..Bapak-bapak, udah sepuh, berkacamata, bijak, trus berkumis tebal, rambutnya putih. Lupa pernah ketemu atau belum sama pustakawan sesuai deskripsi di atas,hihi..yang jelas yang kebayang pas denger kata ‘pustakawan’ ya kayak gitu, 😀

    Perpustakaan di Indonesia..
    sempit, buku-bukunya berantakan plus berdebu, suram.
    Gak ada bagus-bagusnya ya, :P. Perpustakaan daerah yang pernah saya kunjungi beberapa tahun silam seperti itu sih.
    Pengennya perpustakaan tu kayak toko buku Gramedia, luaass..terang..bukunya banyak, rapi..ada ACnya, trus buku yang dicari bisa dilacak pake komputer. Eh, jangan-jangan perpustakaan daerah jaman sekarang dah kayak gitu ya? Maklum, saya jarang ke perpustakaan 😛

    • “Eh, jangan-jangan perpustakaan daerah jaman sekarang dah kayak gitu ya? Maklum, saya jarang ke perpustakaan”

      –> Wah, udah banyak loh perpus yang seperti itu! 😉

  64. Lumayan juga ini scroll down nya XD

    Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN?
    Sebenarnya yang terlintas di otak aku ya tukang jaga buku :p Tapi kalau aku telusuri ulang menggunakan mantra Legilimens hingga aku bisa menembus otak sang pustakawan, justru yang kepikiran adalah Hermione Granger 🙂 Seperti layaknya mbak Luckty, hermayoni ini juga bisa disebut pustakawan eh pustakawin. Seorang pustawakan adalah orang yang pastinya tahu tentang buku. Tahu segalanya tentang buku. Paling tahu tentang buku. Buat aku seorang pustakawan adalah orang yang menjadikan perpustakaan menjadi markas besar tempat ia merasa seperti di surga *lebay*. Yah, seorang pustakawan pastilah tahu persis buku apa yang ada di sekelilingnya. Mereka adalah indeks #eh. Tapi ini sih kayak kalau aku ke salah satu taman bacaan di kota tempat tinggalku di Bandung, kalau aku mau cari buku ya tinggal tanya petugasnya. Malah kadang kalau ditanya kita mau genre apa, mereka bisa rekomendasikan. Nah, seorang Pustakawan adalah perpustakaan berjalan 😀

    Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia?
    Heaven in the earth. Surga dunia lah…. Bisa berada di antara ribuan buku dan bisa membaca gratis–yah, kalau dibawa pulang tentu bayar–tanpa batas. Di perpustakaan daerah di sini tempatnya gede, tingkat, dan ada tikar jadi bisa baca buku sambil selonjoran 😀 Tapi varian bukunya gak banyak. Yah, gak selengkap toko buku Gramedia misalnya. Pengennya sih perpustakaan itu gak cuma isinya buku non fiksi tapi juga buku fiksi. Kita butuh informasi tapi kita juga punya imajinasi 🙂

    Follow twitter? Ternyata aku udah follow mbak 😛 gak tahu deh dari kapan. pake akun @ryana_maryana

    Follow blog? Udah ya pake akun wp. Dan pas mau nge-klik kata follow ternyata yang ada kata following. ini juga gak tahu kapan follownya. yang pasti updatennya muncul tiap aku buka wp.

    Pasang banner? aku gak pasang di blog yang pake platform wp, tapi di blogspot ya? Di blog buku.Di sini >> http://ryanarien.blogspot.com/

    Kalau di kasih hadiah, aku pengen hadiah ke lima. Mupeng sama buku, tapi lebih mupeng sama kipas jepang, jepit bali dan pin BBI 😆

    • “Buat aku seorang pustakawan adalah orang yang menjadikan perpustakaan menjadi markas besar tempat ia merasa seperti di surga”

      –> gyahahah…markas besar, semacam kayak geng mafia gitu lah ya, ini mafia buku.. :p

  65. Selamat Ulang tahun kak Holy dan Almarhum ibu bu Luckty dan bu Luckty . saya doakan semua sehat, panjang umur, selalu lancar, dilimpahkan rahmat oleh Allah SWT dan selalu dibawah lindungannya.. Amin~…
    Apa yang terlintas saat mendengar kata PUSTAKAWAN? Berkacamata, judes, galak, ramah, pintar, pokoknya jawab jujur. Atau lebih keren bisa menceritakan pustakawan yang dikenal.
    Dalam benak ku pertama kali mendengar nama pustakawan adalah seorang yang bekerja di perpustakaan mempunyai sifat yang ramah dan dengan senang hati menunjukan buku yang ingin kita butuhkan. Dari sana aku berfikir lagi dengan keramahannya saya berfikir pustakawan juga seorang yang penting, kurasa pustakawan itu bagai seseorang yang memandu kita untuk lebih menyukai buku dan lebih menuntun kita untuk lebih membuka wawasan akan hal yang baru yang ada di buku-buku di perpustakaan membuat kita menjadi pribadi yang pandai , Insyaallah… Eh..eh aku berfikir bahwa pustakawan itu juga adalah seseorang yang sangat menyayangi buku loh , kok bisa? Haha kenapa ? buktinya…saat aku melihat beberapa pustakawan mereka merawat buku dengan sangat baik di perpustakaan loh , hal itu membuat pengunjung yang membaca di perpustakaan menjadi nyaman membaca buku yang terawat dengan baik kan . Pertama kalinya aku bertemu pustakawan yaitu saat aku masih duduk di bangku SD, dia adalah sosok yang paling ramah dan paling disayangi oleh anak-anak yang sering datang ke perpustakaan itu , kadang juga aku sering bertanya banyak mengenai buku-buku pada nya, dan hebatnya dia pasti dapat nyabung dengan apa yang kuutarakan dan dapat membantuku menjawabnya, dan di SMA Alhamdullilah ketemu Bu Luckty .saya seneng banget, habis Ibu baik , ramah ,dan sabar menertipkan kami yang kadang umm… apa ya mungkin ribut hahah , maaf ya bu kadang capek memperpanjang buku saya yang bejubel banyak hehehe , dan Ibu makasih ya udah ngerekomondasiin novel-novel kece badai ke temen-temen walau saya jarang pinjam tapi ada perasaan senang saat temenku pas baca novel nya sampai cerita-cerita sinopsisnya ke saya heheh . Dan dari situ saya dapat menyimpulkan bahwa seorang pustakawan itu bukan penjaga buku namun seorang yang mengetahui dengan jelas harapan penulis kepada pembaca , makna dalam yang berusaha disampaikan pengarang , dan asik diajak untuk ngobrolin mengenai buku-buku karena pastinya pustakawan nggak akan habis topik mengenai buku-buku melainkan mereka pastinya punya banyak topik yang asik untuk diulas lebih dalam lagi . Pustakawan itu juga adalah seorang penggemar buku loh bukan penggemar buku biasa seperti saya namun penggemar buku yang mengaggumkan sekaligus pribadi yang ramah dalam bersosialisasi.
    Apa yang terlintas saat mendengar kata PERPUSTAKAAN di Indonesia? Suram, sumpek, menyenangkan, pokoknya jawab jujur juga. Dan apa harapan ke depan bagi perpustakaan di Indonesia,
    Saat Perpustakaan melintas di benak ku yang kupikirkan adalah tempat yang sunyi/sepi yang terdapat rak-rak yang terisi penuh oleh buku buku refensi pelajaran… hahah kenapa pelajaran karena memang itu yang kuutamakan saat datang ke perpustakaan entah di perpustakaan daerah maupun di perpustakaan sekolah, haha tapi saat sedang senggang sih sering nyari komik juga ujung-ujungnya 😀 hehehe, sebenarnya perpustakaan itu tempat yang menyenangkan dan tempat yang cocok untuk bergelut konsentrasi, namun kadang kala ada buku yang kutemukan di perpustakaan ada yang rusak, ini sangat berlaku bagi komik terutama (padahal saya seneng banget baca komik 😦 ) Alhamdulillah buku pelajaran dan buku refrensi lainnya nggak senasib dengan si malang komik, sering kutemukan saat baca komik ada halaman yang dicoret-coret, robek lah, lipetan yang kelewatan (yang hampir membuat sobek). Bener bener tuh yang nyoret-nyoret jahat banget kan? Seharusnya bagi pembaca yang baik haruslah mengetahui tatacara merawat buku apalagi buku milik orang lain alias buku perpus, kan bakalan dibaca banyak orang juga kan? Jadi sebaiknya dihentikan lah bagi yang sering memperlakukan buku pinjaman dengan buruk. Saya rasa fasilitas untuk perpustakaan juga harus diperhatikan, fasilitas yang saya kira masih jarang saya temukan adalah komputer khusus untuk melihat-lihat koleksi buku yang ada diperpustakaan serta lokasi tempat penyimpanan buku tersebut , hal itu saya rasa untuk memudahkan seorang pembaca dalam mencari dan melihat-lihat koleksi buku dan tak perlu muter-muter rak untuk nyari buku yang ada diperpustakaan sekaligus untuk memudahakan pekerjaan pustakawan juga. Dan yang terakhir adalah kebersihan , hahaha maaf terlalu mainstream tapi bagi saya itulah yang terpenting, kebersihan membuat kita nyaman kan apalagi bila suatu perpustakaan yang bersih hal itu sangat membuat nyaman pengunjung, kebersihan bukan hanya bersih lantai dari debu saja namun bersih dari coretan-coretan nakal yang ada di meja-meja untuk membaca, uih sering nih aku temuin dulu , kadang juga di kertas pemberitahuan yang ditempel ditulisi sesuatu ya misal nomer ponsel ,akun Twitter lah dll, padahal hal itu sangat merugikan perpustakaan loh apalagi keindahan perpustakaan nya jadi berkurang kan sayang~ :’(. Tapi saya lihat akhir-akhir ini kebiasaan itu mulai berkurang sedikit demi sedikit , Alhamdulilallah~ 😀 .Jadi saya harap mulai sekarang harus ditingkatkan lagi kinerja serta kedisiplinannya bukan hanya perpus dan pustakawannya saja yang bertindak tapi penggunanya juga bertindak ya.. siip… 😀
    Maaf jika ada penulisan saya yang Typoo , hehehe
    Alhamdullilah udah Follow + Share and mention , via Twitter
    Annisa Khodista Syaka, @syaka_annisa, http://www.usagiannisawordpress.com , tinggal di metro, annisakhodistasyaka@yahoo.co.id ,hadiah yang no 3, keren~ mau baca.. , tapi kalau udah ada yang menang no 3 saya pin Blogger nya saja bu…Insyaallah… 😀

    • “dan di SMA Alhamdullilah ketemu Bu Luckty .saya seneng banget, habis Ibu baik , ramah ,dan sabar menertipkan kami yang kadang umm… apa ya mungkin ribut hahah , maaf ya bu kadang capek memperpanjang buku saya yang bejubel banyak hehehe , dan Ibu makasih ya udah ngerekomondasiin novel-novel kece badai ke temen-temen walau saya jarang pinjam tapi ada perasaan senang saat temenku pas baca novel nya sampai cerita-cerita sinopsisnya ke saya”

      –> Aaaakkk..makasih Annisa!! 😀

  66. Pingback: Ikutan Yuk berbagai macam GIVE AWAY | usagiannisa

  67. PUSTAKAWAN itu adalah orang yang selalu berkutat dengan buku-buku, mengatur buku agar mudah utk ditemukan, memperbaiki buku2 yang rusak, mempersiapkan katalog buku, membantu para pengunjung untuk menemukan buku2 yang sesuai dg yg mereka cari… pokoknya tanpa ada pustakawan maka buku2 di perpustakaan bakal berantakan, rusak dan tak dikelola dg baik, shg pengunjung susah banget mencari buku2 yang mereka inginkan. Hebatnya lagi, pustakawan ini tahu dengan persis dimana sebuah buku tersimpan! Jadi, pustakawan itu orang yang penting banget dan yang jelas sangat berjasa bagi para pengunjung perpustakaan.

    PERPUSTAKAAN di Indonesia? Memang perpustakaan yang pernah aku kunjungi selama ini terkesan tua dan suram. Tapi entah mengapa aku selalu merasa rindu untuk bisa menikmati “aroma” perpustakaan lengkap dengan aktivitas di dalamnya. Sayang, sudah belasan tahun lamanya aku tak mengunjungi perpustakaan. Terakhir aku memasuki perpustakaan saat aku masih kuliah dulu dan semenjak masuk dunia kerja aku tak lagi masuk perpustakaan.
    Perpustakaan yang ada dalam pikiranku adalah tempat dimana banyak buku dan kita bisa memilih buku apa saja yang kita mau. Mengingat hal itu aku selalu saja merasa tergoda untuk bisa kembali merasakan sensasi berada di dalam perpustakaan itu suatu saat nanti.
    Bahkan kerinduanku akan perpustakaan membuatku ingin kembali menjadi mahasiswa, agar aku bisa kembali masuk perpustakaan dan berlama-lama mengerjakan tugas disana sambil membuka banyak buku sbg referensi. Asyik ya kayaknyaaa…
    Tapi setelah aku membaca Rantau 1 Muara, aku ingin Indonesia punya perpustakaan spt perpustakaan yg dikunjungi Alif dan Dinara di Amerika itu. Perpustakaan dg koleksi yang super lengkap dan canggih, serta pustakawan yang sangat ramah dan cekatan dalam membantu pengunjung mendapatkan buku yang mereka inginkan.
    Satu lagi, perpustakaan di Amerika itu memiliki buku2 / majalah2 lama yang bahkan di Indonesia gak ada (spt Majalah Kuncung) ! Hebat kan ya…? Semoga Indonesia punya perpustakaan secanggih dan selengkap itu.

    • “Tapi setelah aku membaca Rantau 1 Muara, aku ingin Indonesia punya perpustakaan spt perpustakaan yg dikunjungi Alif dan Dinara di Amerika itu. ”

      –> Wadew, aku belum baca nih. Baru baca yang ‘Negeri 5 Menara’ 😀 Aaaakkk…jadi penasaran! 😉

  68. yang pertama kali terlintas dalam pikiran mendengar kata pustakawan adalah, hmmm jujur identik dengan kacamata, dan pasti mereka adalah orang yang memiliki ketelitian tinggi dan memiliki kedisplinan yang kuat. Bayangkan bagaimana mereka mengenrtri ratusan bahkan ribuan buku,yang terdiri dari banyak pengelompokan.Mulai dari novel, buku ketrampilan, filsafat dll.
    Perpustakaan Indonesia saat ini bukan lagi tempat yang surem dan tidak welcome pada pengunjungnya. Namun yang sangat disayangkan adalah petugas yang sering ogah ogahan melayani pertanyaan dari pengunjung atau bahkan yang kebingungan mencari buku yang pengunjung inginkan. Saya menjadi anggota perpustakaan di kota kecil Saya, tiap kali bingung mencari buku yang saya mau, petugasnya hanya mencari melalui daftar komputer dirak mana buku itu berada. Namun setelah saya cari, tak menemukan juga, jadi males aja . Mau menanyakan lagi ngeliat petugas sedang asik merajut jadi males juga pinjemnya. Seringkali buku itu tak pada tempatnya(mungkin juga pengunjung yg tak disiplin meletakkan kembali buku yang tidak jadi dipinjamnya/usai dibacanya0

    Harapannya sih simple ya, semoga perpustakaan indonesia makin maju dengan memberi banyak pilihan buku dan wawasan rtentang buku, tak hanya menunggu pengunjung, tapi juga aktif jemnput pengunjung dan pembacanya. Makin banyak buku terbaca makin luas wawasan manusia Indonesi.

    • “Mau menanyakan lagi ngeliat petugas sedang asik merajut jadi males juga pinjemnya. ”

      –> wadew, ngerajut? Itu pasti pustakawannya oma-oma ya? :p

  69. Assalamu ‘alaikum.Salam kenal ya.

    Saya tertarik nih ikutan GAnya sampai2 nyiapin tulisan di blog, rupanya cukup komen di sini saja ya hehehe. JAdi, tulisan saya saya sarikan untuk komen ini. Versi lengkapnya akan saya posting di blog, mudah2an bisa malam ini 🙂

    Ini jawaban saya ya …

    KESAN-KESAN TENTANG PERPUSTAKAAN

    Kesan pertama tentang perpustakaan: “Kaku, suram, dan usang.” Itu saat melihat perpustakaan di SD, SMP, SMA, dan kampus yang koleksinya kebanyakan buku-buku “kuno” nan berdebu. Tapi belakangan saya pernah betah di perpustakaan yang cukup menarik: perpustakaan milik perusahaan tempat suami bekerja di Riau (tahun 1999 – 2001 saya suka ke sana, sebelum kelahiran anak pertama). Lalu perpustakaan di kantor BaKTI – Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia, sebuah LSM di Makassar yang ruangannya ber-AC dan menyatu dengan 10 unit komputer di mana kami bisa mengakses internet gratis. Di sini saya pernah mencari referensi tentang perubahan iklim untuk mengikuti sebuah lomba blog.

    Oya, ada juga satu perpustakaan menarik: perpustakaan milik pemerintah (perpustakaan wilayah). Waktu SMA saya suka ke sini karena koleksi novel-novel karya Agatha Christienya lengkap. Saya melalapnya sampai jadi eneg sendiri 😀

    Di dekat rumah ada perpustakaan mini hasil swadaya pak Haryadi – seorang kakek penggiat pendidikan non formal (kelompok bermain dan TPA untuk anak-anak dan orang dewasa) di dekat rumah. Koleksi bukunya sudah ratusan. Terdiri atas buku-buku pribadinya, sumbangan masyarakat yang mampu, dan sumbangan dari pak lurah kami. Sayangnya pengunjungnya tak banyak, palingan itu-itu saja. Di antara sedikit orang yang suka meminjam buku di situ adalah saya dan suami saya.

    Sayang juga, ketika ada tindakan swadaya yang menyelenggarakan perpustakaan, penyelenggaraannya justru terbentur pada minat baca masyarakat sekitar yang teramat minim. Ibu-ibu yang sedang menunggui anak-anak mereka di kelompok bermain misalnya, lebih suka bergosip daripada membaca buku. Duduk membaca di dekat mereka pada suatu pagi, membuat saya merasa menjadi anomali.

    KESAN TENTANG PUSTAKAWAN:

    Biasanya, pustakawan yang saya temui terlihat sepintas sama saja, duduk di kursi di belakang sebuah meja, menunggui orang-orang yang datang meminta tanda tangannya supaya bisa membawa pulang satu atau dua buah buku. Di saat perpustakaan tutup, mereka mengembalikan buku-buku yang berserakan di atas meja ke rak-raknya. Kadang-kadang juga ada pustakawan yang nyebelin, ngobrol dengan rekannya atau ngobrol di telepon dengan suara keras. Pengunjung tidak boleh ribut, dia tak sadar sedang ribut sendiri.

    HARAPAN UNTUK PERPUSTAKAAN INDONESIA:

    1. Menata ruangannya semenarik mungkin, penataan ruangan sepertinya bisa menarik orang untuk betah berada di dalamnya.
    2. Menyelenggarakan program-program yang bisa meningkatkan minat kebanyakan baca masyarakat Indonesia yang masih rendah. Minat baca yang rendah adalah tantangan terbesar yang perlu dipecahkan.
    3. Merangkul/bekerjasama dengan taman bacaan/perpustakaan mini swadaya masyarakat untuk peningkatan minat baca dan penyediaan buku di taman bacaan/perpustakaan swadaya itu.
    4. Didukung dengan katalog elektronik yang bisa diakses via internet jadi masyarakat bisa mencari tahu terlebih dulu ada atau tidaknya buku yang dicarinya.
    5. Koleksinya selalu update.
    6. Punya akses internet yang memadai.
    7. Memiliki tenaga-tenaga pustakawan andal yang ramah dan care kepada kebutuhan pengunjung.

    Ok, itu aja ya … *eh, panjang begini “aja”?*
    Moga berkenan 🙂

    Nama: Mugniar
    Akun twitter: @Mugniar
    Blog: http://mugniarm.blogspot.com
    Kota tempat tinggal: Makassar
    E-mail: mugniarmarakarma@gmail.com

    • “Menata ruangannya semenarik mungkin, penataan ruangan sepertinya bisa menarik orang untuk betah berada di dalamnya.”

      –> bener banget, ini nih poin yang sering terlupakan di perpustakaan! 😉

  70. PUSTAKAWAN>> Orang yang benar-benar jatuh cinta pada buku. Seluruh tenaga dan pikirannya didedikasikan untuk mengurus, mendata, memelihara anak-anaknya. Yaitu buku, biasanya sang pustakawan/pustakawati ngomel-ngomel kalau buku yang dipinjem rusak, kotor, bahkan lecek karena dilipet-lipet. Pokoknya rasa sayangnya sama kayak rasa sayang ke anak-anak sendiri. Pustakawan/pustakawati harus punya daya ingat yang kuat.

    Saya ingat waktu membaca Ayahku Bukan Pembohong Tere-Liye saat Dam sekolah di Akademi Gajah dan berniat meminjam buku dongeng yang ada di perpus akademi. Sang pustakawan bahkan jauh-jauh nyusulin ke stasiun karena ada buku perpus yang hilang. Ha ha, Dam berpikir karena buku di perpustakaan ribuan, sang pustakawan tidak akan tahu, tapi Dam salah. Sang pustakawan itu seperti anjing pelacak yang tahu di mana keberadaan setiap buku yang ada di wilayah kekuasaannya.
    Hmm tapi secara nyata saya belum pernah menemui seorang pustakawan. Yang saya temui hanya sebatas penjaga perpustakaan sekolah. Perpustakaan di sekolah biasanya ditunggui seorang guru. Biasanya kalau ada buku baru, bukunya disimpen di lemari kaca, harus bilang dulu kalau mau baca di perpus. Kalau yang buku-buku lama dipajang di rak. Saya belum pernah masuk ke perpustakaa-perpustakaan besar.

    PERPUSTAKAAN di Indonesia>> Waduh, saya bingung kalau ditanya ini. Dulu seringnya minjem buku di tempat-tempat rental komik/novel. Soalnya isi buku di perpus itu-itu saja. Saya bahkan baru kenal penerbit seperti Gagas dan Bukune. Dulu paling banter pinjem buku di perpustakaan sekolah novelnya Mira W. So, buat perpustakaan di Indonesia no comment.
    😀
    Harapannya semoga lebih banyak mobile library dan perpustakaan-perpustakaan daerah. Dikelola dengan serius. Banyak anak-anak di pelosok yang sangant minim bahan bacaan. Trus kayaknya asyik juga kalau ada mobile library yang berkunjung ke perusahaan-perusahaan.
    Hadiah>> Penjual Kenangan – Widyawati Oktavia
    Nama :Ayuni Adesty, Bogor
    FB: Ayuni Adesty (https://www.facebook.com/ayuni.adesty)

    Twitter ID: @ayuniadesty (https://twitter.com/ayuniadesty)

    Email: ayuniadesty@yahoo.com

  71. Pingback: Birthday Giveaway | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s