REVIEW Memilikimu

Saat memejamkan mata, aku membayangkan surga –bahagia saat dicintaimu, juga saat mencintaimu. Semuanya terasa begitu indah, terasa sempurna. Seperti cerita cinta sepanjang masa, aku bersyukur takdir membuatku jatuh cinta padamu.

Namun, semakin lama mata ini terpejam, air mata malah jatuh perlahan-lahan. Aku menangis, kini teringat setiap perih yang ditorehkan dustamu di hatiku. Tak sekali dua kali aku mencoba membuat pembenaran, menciptakan alasan bahwa kau mungkin tak bersungguh-sungguh melukaiku. Kau bahkan tak mencoba membela dirimu.

Kau menundukkan kepala, membisu.

Dan kini, aku menertawakan diriku sendiri.

Betapa ironisnya hidup ini, sayangku.

Kau yang selalu bisa membuatku tertawa justru yang paling bisa membuatku menangis…

Adalah Anon dan Samara, sepasang suami istri yang amat sangat rukun. Sayangnya, kehidupan mereka kurang sempurna karena belum diberi momongan. Anom ingin sekali mengadopsi anak, namun Samara tidak setuju.

Anovulasi, vonis terakhir itu terucap. Seperti final yang mencapai klimaks dengan sempurna. Vonis akhir yang tidak dapat diganggu gugat, setelah serangkaian pemeriksaan medis yang panjang dan melelahkan. Tak hanya menguras energi fisik, tetapi lebih dari, seolah perasaan yang tergerus.

Begitu banyak dokter dan ahli didatangi, berbagai terapi dijalani. Beragam janji dan harapan dengan hasil yang tak jelas. Namun, harapan selalu tersimpan. Hingga mereka bertemu dokter terakhir itu. Dengan keahliannya, didukung hasil uji laboratorium akhirnya memberikan diagnosis yang tak terbantah.

Samara mengalami apa yang disebut anovulasi. Ketidakmampuan organ reproduksi dalam memproses pematangan dan pecahnya folikel (kantung telur) yang mengakibatkan tidak terjadinya pelepasan sel telur untuk merespons positif benih sperma yang dialirkan ke dalam rahim perempuan. Kasarnya, dia mandul, kering. Rahimnya ibarat ladang berbatu, maka ditabur benih dengan kualitas terbaik pun, tak akan berarti. Tak ada anugerah alamiah khas perempuan itu padanya. Lalu, mereka berhenti.

“Jangan usir aku dari hatimu, tak akan aku pergi dari benakmu. Selama-lamanya aku akan tetap berada dalam dirimu….” (hlm. 151)

Anom di satu sisi memang tidak pernah berhenti untuk mencintai Samara, namun di sisi lain dia juga menginginkan keturunan dari benihnya sendiri. Cara lain musti harus ditempuhnya tanpa sepengetahuan Samara. Akankah semua akan berjalan lancar?

Selalu suka tulisan Mbak Sanie B. Kuncoro. Dalam novelnya kali ini mengangkat kehidupan rumah tangga. Pasangan yang sudah bertahun-tahun menikah pasti mengalami problema yang berbeda-beda. Yang dialami Anom dan Samara ini banyak dialami dalam kehidupan nyata. Om dan tante saya sudah bertahun-tahun tidak memiliki anak. Setelah lima belas tahun menikah mereka baru mengadopsi anak. Masih rukun dan hidup bahagia sampai sekarang.

Penulisnya juga apik dalam menganalogikan sesuatu. Misalnya saja dalam kalimat berikut ini:

Mungkinkah manusia mendapatkan anugerah metamorfosis itu bagi dirinya? Bila ada anugerah itu, niscaya lembaran hitam pada buku manusia tidak akan menjadi catatan yang menjadi bagian dari sejarah. Namun manusia bukanlah ulat apalagi kupu-kupu. Maka harus ditanggungnya sejarah masa, entah dengan ketabahan atau penyesalan. Namun, apakah setiap metamorfosis terjadi dengan sempurna? Apakah setiap kupu-kupu selalu mendapatkan sayap yang menjadi haknya? Anomali bisa saja terjadi. Ketidaksempurnan bukanlah sesuatu yang mustahil. Maka, apakah yang kiranya akan terjadi bila suatu ketika Pencipta alpa dan terlewatkan olehnya satu kupu-kupu. Sehingga ketika masa tidur panjang telah usai, satu kupu-kupu terbangun dan mendapati tak ada sayap terlekat di punggungnya. Terwujudlah dia sebagai kupu-kupu tak bersayap. (hlm. 211)

Keterangan Buku:

Judul                            : Memilikimu

Penulis                          : Sanie B. Kuncoro

Editor                           : Andree

Proofreader                  : Gita Romadhona

Penata letak                  : Wahyu Suwarni

Desainer cover : Dwi Anissa Anindhika

Penerbit                        : GagasMedia

Terbit                           : 2012 (Cetakan Ketiga)

Tebal                            : 284 hlm.

ISBN                           : 979-780-527-1

2 thoughts on “REVIEW Memilikimu

  1. Ini seperti kehidupan keluargaku…
    pas yang belum dikaruniai momongan-nya…

    Untungnya, sampai sekarang belum ada masalah berarti, malahan santai aja… Menikmati masa pacaran kembali…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s