REVIEW Antologi Cinta

Pernahkah kau jatuh cinta?

Jatuh tanpa pernah tahu warna matanya

Jatuh tanpa tahu bagaimana suaranya terdengar

Jatuh tanpa pernah mengenal senyumnya.

Lantas mengapa kau bisa jatuh?

Akankah kau menyuruhku mencari jawabnya pada Tuhan? (hlm. 128)

Pada hatimu, aku ingin mengikat janji yang teramu merdu

Pada pelukmu, aku ingin mengarungi jemu

Untuk hatimu, aku mengeja rindu

Hatiku melangkah pulang ke benakmu. (hlm. 6)

Kita dapat bertemu tanpa saling mengenali.

Kucoba mencari setitik keberanian.

Berharap akan mengubah cerita

Hingga sunyi dapat tercerai dan hatimu dapat kususuri. (hlm. 148)

Buku ini lahir berawal dari salah satu tujuan Klub Buku Indonesia –sebagai wadah bagi penulis-penulis pemula yang memiliki potensi besar dan banyak bertebaran di luar sana, namun belum memiliki akses untuk menerbitkan karya-karyanya dalam bentuk buku. Atas kesadaran tersebut maka lahirlah ide untuk membuat buku Antologi Cinta ini yang merupakan kumpulan 14 cerita pendek yang materinya berasal dari follower Klub Buku Indonesia di akun jejaring sosial twitter.

Paling favorit adalah:

1.     Halaman Delapan Puluh Sembilan – Nabila Budayana

“Apa maksudmu dengan buku ini?”

“Sudah kaubaca?”

“Ya.”

“Apa yang berbeda?”

“Guratan pulpen pada halaman delapan puluh sembilan”

“Mengambil Olenka untuk menjadi istri saya.”

“Dalam konteks kalimat itu, saya ingin namamu menggantikan nama Olenka.” (hlm. 85-86)

2.     Titik – Kenya

Untuk cucu Pram,

Mau bertemu?

25062006 di Bumia Manusia yang penuh buku sebelum tutup.

Dari Nyai Ontosoroh

Kau terpelajar, cobalah bersetia pada kata hati..

“Nyai, tanda tangan dulu di sini”

“Nama saya Kalali, bukan Nyai”

“Nama saya Narendra, cucu Pram, bukan cucu biologis sih..”

“Kita bisa saling menulis surat. Kata Pram, menulis adalah cara menjadi abadi, bukan?” (hlm. 166-170)

Aaaakkk…ada beberapa adegan di perpustakaan \(´▽`)–(´▽`)/

  1. Senja itu, perpustakaan kampus yang hampir tutup hanya didiami kami berdua dalam satu meja. Buku-buku sosial bertumpuk di hadapannya, sedang di depanku berserakan berbagai buku teori dan novel sastra. (hlm. 80)
  2. Perpustakaan menjadi tempat frekuensi kunjungan kami terbanyak. Begitu tiba di dalamnya, kami selalu melakukan hal yang sama. Tak pernah berubah. Kami menimbun banyak buku di hadapan kami masing-masing. Kami akan tenggelam dalam bacaan masing-masing hingga senja beranjak tiba… (hlm. 81)
  3. Kalali kaget ketika menyadari ialah orang terakhir yang ada di perpustakaan. Perpustakaan kosong, semua ini terasa semakin tidak nyata. Kalali jelas sudah membuang-buang waktu menunggu Narendra yang tidak akan pernah datang. Kalali akhirnya memutuskan untuk mengembalikan Bumi Manusia; ia merasa sudah berjuang dengan sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya dalam menunggu Narendra yang tidak tahu diri. Dengan dikembalikannya Bumi Manusia ke perpustakaa, Kalali yang biasa dan tidak teracuni oleh nama Narendra akan kembali seperti semula… (hlm. 168)

Beberapa kalimat favorit:

  1. “Aku bukan laki-laki super yang memiliki dua jantung, atau lebih. Menikah dengan kamu sudah cukup membuat jantungku berdegup tak karuan tiap hari. Buat apa aku cari perempuan lain?” (hlm. 24)
  2. “Sepeda ontel klasik akan selalu terlihat bagus dari masa ke masa jika kita merawatnya dengan tulus dan rajin; begitu juga dengan ilmu yang kita dapatkan, harus diberikan kepada orang lain dengan tulus juga, dan untuk mendapatkannya kita harus rajin.” (hlm. 40)
  3. “Jangan pernah menyesali apa yang terjadi dengan takdir kita. Kalau kita mampu mengemban dua-duanya, pasti kita akan berhasil.” (hlm. 42)
  4. Selama kita masih bertahan hidup di dunia ini, nikmatilah semua proses yang melelahkan dan perjuangan ini dengan tulus. Kebahagiaan akan terjadi saat proses melelahkan itu berhasil dicapai. (hlm. 43)
  5. “…coba deh, kamu bisa membayangkan masa depanmu bersama lelaki yang sekarang ini sedang kamu pikirkan nggak? Kalau bisa, berarti kamu memang masih menyayanginya. Rasa cinta itu nggak salah. Meskipun kamu merasa mencintai lelaki yang punya kekasih. Tetapi, respon atas perasaanmu itulah yang penting. Kamu mau menghormati dirimu dan perasaanmu atau tidak.” (hlm. 120)
  6. Kata orang jika cinta datang merasuk ke dalam hatimu maka bisa membuat hatimu berdebar-debar tak beraturan dan frekuensinya lebih cepat dari biasanya. Sekarang aku merasakan hal yang sama. Apakah aku telah jatuh cinta? (hlm. 130)
  7. Tapi bukankah banyak yang lupa kalau titik tidak melulu soal penyelesaian? Titik juga sebuah awalan. (hlm. 174)
  8. “Takut dengan ucapanmu karena pernah bilang tidak akan pacaran dengan sahabatmu sendiri? Memang seperti menjilat ludah sendiri, tapi mau bilang apa.. Cinta itu bisa mengubah segalanya. Dan, ia juga bisa mengubah hidup kamu jadi seperti sepanjang hayat… Kamu mau sampai tua hidupmu kering karena cinta yang tidak tersampaikan?” (hlm. 186)

Keterangan Buku:

Judul                            : Antologi Cinta

Penulis                          : Klub Buku Indonesia,Khrisna Pabichara, Sefryana Khairil, dkk.

Desain sampul              : Astrinia P.

Tata letak isi                 : AgriArt

Editor                           : Surip Prayugo

Penerbit                        : Bypass

Terbit                           : April 2013

ISBN                           : 978-602-18715-2-2

 

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

28 thoughts on “REVIEW Antologi Cinta

      • kalo’ buat aq sih cover berpengaruh banget. yg bikin bete kalo’ pas covernya menarik banget, tapi ternyata isinya g semenarik covernya, nyesel d beli covelnya😥

    • ayo, sama-sama belajar nulis review, bahasaku juga masih bahasa ababil kok, belum bisa bahasa review ala media massa..😀

      Yuk ikutan grup Blog Buku Indonesia,
      syaratnya hanya punya blog yang berisi seputar buku, terutama review, ini linknya:
      blogbukuindonesia.com

  1. keren. aku paling suka review yang ini… yaampun kak, aku baca tiap review jadi pengen beli bukunya, apalagi yg ini. gawat. tapi aku suka banget bagian ini
    “Pernahkah kau jatuh cinta?
    Jatuh tanpa pernah tahu warna matanya
    Jatuh tanpa tahu bagaimana suaranya terdengar
    Jatuh tanpa pernah mengenal senyumnya.
    Lantas mengapa kau bisa jatuh?
    Akankah kau menyuruhku mencari jawabnya pada Tuhan? (hlm. 128)”

    aaaaaaak ini nyata banget. sampe berkaca-kaca bacanya :”) aku gak pernah tau jawabannya…

  2. dari awal tau buku ini terbit, udah ada niat pengen beli. Tapi sampe sekarang belum beli😦
    Berkat ikut GA-nya mba luckty yg harus komen di postingan2 review, akhirnya aku menemukan review buku ini.
    Makasih mbaaaaaa, do’akan aku minggu depan kebeli buku ini😄

  3. Kovernya memang nggak terlalu menarik, tapi keren juga sih klub buku indonesia bisa punya karya yang selama ini hanya menjadi penikmat buku aja~
    dan setuju sekali sama kalimat-kalimat yang menjadi favorite kak lucky, suka juga ^ ^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s