REVIEW Cerita Sahabat 2

Kita bukan tanda koma, dan takkan pernah menjadi titik. Kita adalah sisipan bagi satu sama lain. Yang ada, dan nyata, namun tak pernah menjadi kalimat utuh. Dan karena itu kita sempurna. (Jenny Jusuf – ( ), hlm. 262)

Hidup ini terlalu singkat, sebisa mungkin jangan dihabiskan dengan orang yang salah. (Wira Triasmara Surya – Kisah Tentang Laki-laki yang Patah Hati di Bandung, hlm. 185)

“Perasaan itu tidak pernah bisa ditolak, tapi itu juga pilihan. Kita punya kuasa penuh atas perasaan kita sendiri. Jangan pernah memberikan seluruh perasaan kita pada laki-laki. Ibarat gelas yang diisi air terus menerus, gelas itu akan penuh dan airnya akan tumpah. Coba isi gelas itu sedikit demi sedikit. Biarkan orang menyesapnya perlahan. Kalau gelas itu sudah kosong, baru kita isi lagi, begitu seterusnya.” (Yuska Vonita – Rumah Shalaga, hlm. 235)

“Jangan pernah takut aku berdarah, jika darah yang menetes dari tubuhku itu demi dirimu. Aku sadar aku bukan lelaki yang baik di mata dunia, tetapi di mata hatimu, aku yang terbaik. Lihatlah mataku, jangan lihat mata mereka! Keseluruhanku ingin kamu miliki!” (Kesetiaan yang Tersembunyi – Zarry Hendrik, hlm. 254)

“Kau tahu apa yang paling berharga dalam cinta? Perasaan bahwa kau telah benar-benar dimiliki…” (Asmara Dini Hari – Alberthiene, hlm. 350)

Kalimat-kalimat tersebut merupakan kalimat favorit yang tertuang dalam kumcer yang terdiri dari 27 cerpen dan ditulis oleh 17 penulis dengan latar belakang dan profesi yang berbeda.

Sedangkan cerpen favorit adalah Celengan Minnie Mouse yang ditulis Ratna Dumila mengisahkan Alya, putrinya, autism kid. Celengan Minnie Mouse baginya dan bagi Alya bukan sekedar celengan uang melainkan juga celengan harapan. Satu pot diantara banyak pot lainnya ditempat mereka menanam benih mimpi-mimpi baik agar semuanya terkabul. Mereka berdua memupuk harapan agar bisa segera menggapai mimpi mereka, berkomunikasi layaknya ibu dan anak lain yang normal. Agar Alya kelak juga bisa belajar, bersekolah, serta berpretasi seperti anak normal lainnya. Jalan memang masih panjang, dan mereka ingin menapakinya perlahan dengan bahagia dan optimis.

Tema yang diangkat dalam kumcer Cerita Sahabat 2 yang juga digawangi oleh Alberthine Endah seperti Cerita Sahabat 1, mengupas berbagai sisi kehidupan. Saking randomnya, jadi kurang nyaman saat membacanya. Ada cerpen yang terkesan buru-buru, terlalu singkat, bahkan ada yang terlalu dipaksakan. Bahkan pada cerpen Selamat Pagi, Chantal pengen banget bilang; “Apeu banget ni cerpen?!?” :3

Ada juga cerpen dengan tema dan alur yang hampir sama persis seperti dalam Kirana-Nina-Linda yang ditulis Maina Sumapradja dengan Where is the Love? Yang ditulis Isyanti Tunggadewi. Kedua cerpen ini sama-sama mengangkat sosialita dengan permasalahannya.

Beberapa cerpen saya skip, malas membacanya karena cenderung membosankan dan tidak jelas. Nama besar tidak menjadi patokan seseorang bisa menulis dengan pesan yang tersampaikan. Membaca daftar nama penulis dalam kumcer ini, tak sebanding dengan ekspetasi saat membaca isinya. Seandainya bakal terbit kumcer Cerita Sahabat 3, alangkah baiknya jika isi cerpen disortir dengan lebih terklasifikasi sesuai genre cerpen yang akan diangkat.

Keterangan Buku:

Judul                : Cerita Sahabat 2: Asmara Dini Hari

Penulis              : Alberthiene Endah & Friends

Penerbit            : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit               : Agustus 2012

Tebal                : 371 hlm.

ISBN               : 978-979-22-8716-5

REVIEW Cerita Sahabat 1:

https://luckty.wordpress.com/2012/03/12/review-cerita-sahabat/

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

6 thoughts on “REVIEW Cerita Sahabat 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s