REVIEW Kukila

Cinta, pernahkah bisa diterima tanpa menyiksa? (hlm. 47)

Kau harus tahu lupa adalah lahan subur kenangan-kenangan. Biarkan ia mengalir seumpama sungai. Saatnya akan tiba, kau akan betul-betul lupa. (hlm.10)

Masa lalu tidak pernah hilang. Ia ada tetapi tidak tahu jalan pulang,untuk itu ia menitipkan surat–kadang kepada sesuatu yang tidak kita duga. Kita menyebutnya kenangan. (hlm.23)

Kenangan, barangkali seperti perasaan sehelai kertas ketika seseorang menulis atau menggambar pohon atasnya. Ia tidak ubahnya sehelai kertas dengan gambar penuh pohon. (hlm. 55)

Hidup adalah sembunyi. Belajarlah seni menyembunyikan! Sembunyikan rupamu! Sembunyikan hatimu! Ada lebih banyak kata-kata dalam diam. (hlm. 138)

Rasa malu dan rasa bersalah ternyata seperti pohon jika disimpan. Mereka akan tambah tumbuh dan kian susah dicabut. Kini rasa bersalah itu selebat hutan. (hlm. 167)

Adalah enam belas cerita pendek yang diramu oleh M. Aan Mansur atau yang familiar kerap disapa di twitter dengan akun @hurufkecil. Dari twit-twitnya, rangkaian kata yang digoreskan bukan sekedar racauan biasa.

Tulisannya di kumcer ini bikin meleleh. Simak aja penggalan-penggalan kalimat di atas. Setiap analogi yang dirangkai, diramu manis. Ini adalah salah satu kumpulan cerpen penulis Indonesia yang masuk favorit. Membaca cerpen memiliki kenikmatan berbeda dengan membaca novel. Sebuah cerpen yang memiliki makna dalam, saya biasanya cenderung pelan-pelan membacanya, sayang jika terlewat meski sedikit.

Bagiku, mama adalah surat cinta yang tidak berhenti dikirimkan kepadaku. Aku berharap bisa jadi surat cinta balasan bagi mama, meskipun aku tahu balasanku tidak akan pernah mampu setimpal. (hlm. 177)

Ibu, setiap anak di dunia ini meyakini satu hal dalam dirinya: apa pun yang terjadi, seorang ibu selalu memiliki gudang yang menyimpan persediaan maaf. (hlm. 51)

Jika Seno GumiraAjidarma punya Alina dan Sukab sebagai tokoh favorit yang sering muncul di tulisannya, @hurufkecil juga punya tokoh andalan; Kukila yang menjadi judul kumcer ini. Nama Kukila merupakan sebuah nomina rahasia. Kata itu sering digunakan dalam kesusasteraan klasik, artinya burung. Sedangkan nama Pilang berarti pohon yang tingginya bisa mencapai 25 meter. Dalam buku pelajaran biologi, ia bernama Acacia leucophloea, pohon akasia.

Aaaakkk…ada adegan di perpustakaan:

  1. Setiap hari, kecuali hari libur dan Minggu, kami bertukar surat di depan perpustakaan sekolah. (hlm. 82)
  2. Sejak aku memutuskan berhenti kuliah, lalu mendirikan perpustakaan dan toko buku beberapa bulan lalu, perempuan itu pelanggan tetap di tempatku… (hlm. 120)

Beberapa cerpen pernah saya baca sebelumnya. Potongan cerita ‘Kukila’ pernah terbit dengan judul Di Tempatmu Berbaring Sekarang di buku Dari Datuk ke Sakura EmasCelana Dalam Rahasia Terbuat dari Besi dan Sehari Setelah Istrinya Dimakamkan yang terbit di buku Perkara Mengirim Senja. Cerpen-cerpen yang absurd. Ending tak tertebak. Salah satu kumcer Indonesia yang wajib dikoleksi! (´⌣`ʃƪ)

“Kelak, jika ada yang bertanya kenapa kita berpisah, tapi semoga tidak berpisah, katakan saja kita seperti anjing dan kucing.” (hlm. 180)

Lebaran selalu membawa orang-orang pulang. Pulang melihat semua yang telah berubah –dan membuat desanya semakin buruk. (hlm. 150)

“Sebab Tuhan mencintai orang yang baik hati, ia dipanggil pulang lebih lekas.” (hlm. 105)

Keterangan Buku:

Judul                            : Kukila

Penulis                         : M. Aan Mansur

Editor                           : Siska Yuanita

Ilustrasi sampul            : eMTe

Layout                          : @bayu_kimong

Penerbit                        : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                           : 2012

Tebal                            : 184 hlm.

ISBN                           : 978-979-22-8839-1

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

8 thoughts on “REVIEW Kukila

  1. He..he..tapi bukunya untuk pembaca Dewasa ya, Sekitar New Adult ke atas. Tapi keren ih cara Kak Aan bercerita. Terutama tentang cinta segitiga dimana salah satunya (kalau saya nggak salah tangkap) ternyata homo. Buku Kukila saya sudah saya hibahkan (>_<)

  2. “Bagiku, mama adalah surat cinta yang tidak berhenti dikirimkan kepadaku. Aku berharap bisa jadi surat cinta balasan bagi mama, meskipun aku tahu balasanku tidak akan pernah mampu setimpal.”

    Quote-nya…. :’)

    Sebetulnya Ru kurang tertarik baca kumcer. Tapi semua berubah sejak baca Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta-nya Tasaro.

    Dan temen juga pernah nulis kalo ini bagus. Jadi penasaran deeh….

    Sama punya Mas Tasaro sejenis atau beda jauh, Kak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s