REVIEW The Coffe Memory

Secangkir kopi adalah jembatan kenangan dan komunikasi yang paling hangat. Dan, bersamanya, kita bisa menciptakan momen-momen spesial dalam secercah perjalanan hidup. (hlm. 215)

“…setiap orang pasti punya alasan kuat saat membuat pilihan penting dalam hidupnya…” (hlm. 129)

Tidak ada seorang pun benar-benar tahu apa yang Dania rasakan. Mamanya mungkin merasa benar tentang gelas milik Andro berisi kopi manis yang Dania habiskan isinya tempo hari. Namun, Dania yakin mamanya tidak mampu membacanya lebih dalam lebih dari itu. Tidak ada yang bisa memupus rasa kerinduannya pada Andro. Setidaknya, sampai hari ini, rasa rindu itu masih sama pekatnya. Yang berbeda hanyalah bagaimana dia menutupinya, menunjukkan pada dunia bahwa dia juga bisa terlihat baik-baik saja.

Andro terbiasa menghirup kopi pada saat kepulan uapnya masih berputar di atas cangkir. Dan, pada saat sisi luar cangkirnya tidak terasa hangat, dapat dipastikan bahwa ketika itu kopi di dalam cangkir Andro hanya tinggal ampasnya saja.

Dania dan Andro. Sama-sama menyukai segala rasa kopi. Tiap pagi, mereka selalu menghangatkan lambung dengan cairan hitam itu sebelum mengisinya dengan makanan apa pun. Kebiasaan itu pemicu terbesar penyakit mag. Bahkan dokter langganan mereka akan selalu bilang begitu jika penyakit kambuhan itu menyerang lambung mereka. Dokter itu mengenal persis siapa Dania, juga siapa Andro, dua manusia yang nyaris tidak melepaskan diri dari kebiasaan menghirup kopi setiap pagi. Nyaris pula tidak pernah mematuhi nasihat agar mengurangi asupan kafein.

Dunia seakan runtuh bagi Dania setelah kecelakaan naas itu. Memang,saat kita kehilangan orang yang paling kita cintai selamanya, sangat susah sekali untuk move on. Saya pun pernah mengalaminya. Dan itu tidak mudah. Dibutuhkan bertahun-tahun untuk menghapus luka di sanubari yang paling dalam.

“…Kamu mungkin nggak akan bisa melupakan Andro, tetapi secara perlahan-lahan, yakinlah, kalau rasa tanggung jawabmu akan mengalahkan perangkap bayang-bayang Andro itu. Entahlah, kalau kamu juga sudah kehilangan rasa tanggung jawab untuk meneruskan hidupmu sendiri…” (hlm. 25)

Di saat dia harus bangkit demi masa depan kafe Katjoe Manisyang dirintisnya bersama Andro dari nol, banyak cobaan dan hambatan yang menerpanya. Dania harus berjuang keras, ada anaknya yang butuh kasih sayangnya, dan juga belasan karyawan yang hidupnya tergantung dengan masa depan Katjoe Manis.

“…Bagaimanapun, konsistensi dalam sebuah brand memang hal mutlak, tetapi, maaf kalau saya katakan bahwa sebuah brand juga harus fleksibel dan adaptif…” (hlm. 113)

Sementara itu, ada Pram dari masa lalunya yang ternyata juga membuka Bookafeholic yang tidak jauh dari Katjoe Manis. Aaaakkk…deskripsi bookafeholic ini sama persis dengan kafe impian saya kelak… ƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃ

“..menurut temanku yang pernah ke sana karena harga menunya relatif miring untuk ukuran tempat se-cozy itu, sinyal hotspot-nya kencang, juga buku-buku yang dijual rata-rata buku baru dan bestseller. Yang nggak mampu beli, ada buku-buku yang bisa dibaca gratis, pesan secangkir kopi saja sudah boleh baca sampai puas.” (hlm. 108)

Pram, meski menjadi pesaingnya dalam urusan kafe, juga tetappantang mundur mengisi hati Dania:

“….jika kamu tak keberatan, ingin kembali mengisi kekosongan yang sudah ditinggalkan almarhum suamimu..” (hlm. 148)

Tidak hanya Pram, ada Barry si barista dengan segudang mimpi yang juga memasuki hati Dania:

“Dania, saya mungkin nggak bisa seperti Pak Pram yang bisa memberi kamu perhatian yang serba romantis. Bunga, ajakan dinner, hadiah. Bahkan, saya juga nggak tahu apakah saya pantas menyimpan perasaan itu atau tidak. Like I’ve said. It justhappen…” (hlm. 196)

Manakah yang akan dipilih Dania untuk menggantikan Andro diruang hatinya?

…bukankah jatuh cinta bukan sesuatu yang dapat dirancang dan direncanakan? Bahkan, kehadirannya terkadang di luar dugaan? (hlm. 207)

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. “Selama Tuhan masih memberi kita kesempatan, selama itu pulalah kita masih punya harapan.” (hlm. 2)
  2. Manusia memang tidak boleh putus harapan karena Tuhan membenci keputusasaan. (hlm. 2)
  3. Pada banyak kejadian, musibah dan kehilangan selalu membuat orang merasa lebih dekat. (hlm. 173)

Lagi demam banget dengan novel beraroma kopi dan kafe. Meski saya bukan penyuka kopi, saya tersihir dengan aroma kopi dalam buku ini. Apalagi ada sedikit ulasan kopi luwak yang sekarang menjadi salah satu komoditas utama di provinsi tempat saya tinggal, yaitu Lampung. Setelah Filosofi Kopi-nya Dee yang juga diterbitkan oleh Bentang, kita dapat menelusuri aroma kopi dalam novel ini. Kopi tidak hanya sebagai pelengkap hidup, tetapi juga memiliki filosofi dalam menentukan hidup. Seperti yang dialami oleh Andro, Dania, Barry, dan Pram.

Oya, ada sedikit mengganggu dalam covernya. Novel ini memiliki dua cover. Yang satu seakan sebagai pembungkus buku ini, satunya lagi benar-benar cover bukunya. Sebenernya covernya udah berasa kopi banget. Tapi sayang, di bagian judul dan nama pengarangnya kurang terlihat. Warnanya kurang  kontras. Warna untuk judul dan warna backgroundnya memiliki warna yang senada,jadi judulnya sepintas tak terbaca. Begitu juga penulisan nama penulis yang terlalu kecil dan lembut, seakan tertimpa akan ramenya tumpukan kopi. Saya malah lebih suka cover yang dijadikan pembungkus buku ini. Terlepas dari itu, suka dengan isi ceritanya. Bacaan wajib bagi pecinta kopi! (ˆڡˆ)

Keterangan Buku:

Judul                            : The Coffe Memory

Penulis                          : Riawani Elyta

Penyunting                    : Laurensia Nita

Perancang sampul         : Satria d’Labusiam

Pemeriksa aksara         : Intan Ren & Septi Ws

Penata aksara               : BASBAK_Binangkat

Penerbit                        : Bentang

Terbit                           : 2013

Tebal                            : 226 hlm.

ISBN                           : 978-602-7888-20-3

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

20 thoughts on “REVIEW The Coffe Memory

  1. design cover bagus, sayang sudah bercerai dengan nikmatnya kopi karena sama dengan karakter dibuku sudah dianugrahi oleh yang Maha Kuasa lambung yang sudah bisa menerima nikmatnya panas kopi

  2. Pengeeeen bacaaaaa!! Novel ini juga kemarin udah 3 kali ikut kuis tapi nggak dapat juga. Yah, mau gimana lagi mungkin belum berjodoh.😀

    …bukankah jatuh cinta bukan sesuatu yang dapat dirancang dan direncanakan? Bahkan, kehadirannya terkadang di luar dugaan? (hlm. 207)

    Suka nih sama kalimat ini!

    Aroma kopi memang menggoda, reviewnya juga menggoda saya untuk baca novel ini.
    Kalau warna kover novelnya cokelat, pasti keren deh! Soalnya matching sama danbo. Btw kok itu ada dua foto ya? Cetakan lama dan baru atau cover depan belakang?

    • sering-sering intip twitter penulisnya, suka bagi hadiah buku-bukunya loh…😉

      Cover atas itu cover depan bukunya, kalo cover bawah itu semacam kayak pembungkus bukunya, eman-eman pas bukanya…😀

  3. sebenarnya, pertama kali berkunjung ke blog mba luckty, aq baca review the coffee memory ini.. *tapi baru komen sekarang* hehe *karena mau ikutan GA nya* 😀

    dan setelah baca review ini aq jadi tertarik untuk belajar mereview serta jadi termotivasi untuk rajin membaca lebih banyak buku.. ^_^
    aq baru satu kali mereview buku padahal udah lumayan baca beberapa buku
    #masih belajar

  4. Riawani Elyta sering banget ngadain GA yang hadiahnya buku karya beliau.
    Saya suka banget dengan covernya, kopi banget. Waktu kemarin ke gramedia saya baru melihat langsung karya-karya beliau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s