REVIEW Sweet Nothings

“Kamu jangan kebanyakan mimpi, nantinya sakit hati.”

“Apa salah kalau aku jatuh cinta sama kamu?”

“Salah, karena kamu jatuh cinta bukan dengan orang yang tepat.” (hlm. 124)

Ghazy Harsa Erlangga. Seorang pastry chef andal. Dia mencintai dunia pastry sejak kecil karena sering membantu sang nenek membuat kue untuk dijual. Usianya tiga puluh tahun. Dia punya pengalaman bekerja sebagai pastry chef di Hotel Luxe, salah satu hotel berbintang di Indonesia. Pernah menjuarai Cake in Pudding Contest dan Ramadan Cake Festival. Dan, dia juga pernah menjalani studi selama satu tahun di Thailand.

Kepeduliannya pada Saskia karena dirinya jatuh cinta pada perempuan itu. Karena ia tidak bisa melihat Saskia terluka. Karena ia tidak bisa membiarkan Saskia mengurung diri saja. Namun, bagaimana membuat Saskia percaya padanya?

Saskia Faiza. 38 tahun. Janda, memiliki dua anak; Abi dan Tasya. Suaminya meninggal karena kecelakaan. Lulusan Manajemen Pemasaran. Tetapi ia punya passion dalam masak yang membuatnya buka usaha catering enam tahun lalu dan membuka Sweet Sugar dua tahun lalu.

Mengingat bagaimana ia bisa tertawa begitu lepas, bisa bicara apa saja dengan Harsa, bisa mengekspresikan apa pun hingga merasa lega, sejenak Saskia tertegun. Mungkin ia lebih dari sekedar tertarik. Tidak tahu sebesar apa, ia merasa lebih baik ketika Harsa ada di sisinya.

“…Hidup kamu terlalu rumit dan kamu terlalu capek, makanya nggak mau menerima masukan dari orang lain.” (hlm. 59)

Terpaut umur yang jauh, ini faktor utamanya. Mereka sebenarnya saling menyukai satu sama lain. Tapi ada rasa ragu dan gejolak batin yang melanda masing-masing. Akankah mereka bersatu? Cerita ini mengingatkan saya akan seorang penulis Indonesia yang cukup ternama. Janda, memiliki satu anak. Menikah lagi dengan seorang pria yang umurnya jauh lebih muda. Sayangnya, suaminya tidak berumur panjang. Meninggal setelah sempat koma beberapa hari. Jadi, cerita seperti ini juga ada dalam di kehidupan nyata.

Banyak kalimat favorit bertebaran dalam buku ini:

  1. Mungkin benar, begitu tipis batas antara cinta dan mengejar keinginan memiliki semata. (hlm. 23)
  2. Kamu membuat segalanya terlihat sederhana. (hlm. 51)
  3. Aku pikir, aku dan kamu adalah sebuah kebetulan. (hlm. 69)
  4. Kamu seperti layaknya udara, tidak terlihat, tidak teraba, namun nyata ada. (hlm. 139)
  5. Kamu selalu menjadi sebuah kejutan dalam setiap kesempatan. (hlm. 153)
  6. Kamu mengajarkanku melepaskan. Termasuk juga mengikhlaskan. (hlm. 159)
  7. Mungkin bergitulah cinta, bisa mengubah semua menjadi bahagia. (hlm. 187)
  8. Kau membuatku merasa sempurna. Tidak mudah untukku melepaskan segalanya. (hlm. 235)

Poin lebih buku ini adalah, kita akan disuguhi beraneka ragam kuliner yummy. Di halaman pembuka, kita akan menemukan resep Strawberry Pie.  Sweet Sugar sangat dideskripsikan sempurna dalam buku ini. Liat aja dari kovernya yang sungguh ciamik… (ˆڡˆ)

Tidak pernah terpikir olehku tentang seseorang yang hadir di depan pintu dan berkata, “Aku yang kamu tunggu.”

Dia memberiku bahagia tanpa pernah mengukur menjagaku agar tidak terus terpekur serta mengajariku cara bersyukur.

Aku tidak perlu apa-apa cukup dia yang kuminta untuk waktu tanpa jeda. (hlm. 314

Keterangan Buku:

Judul                : Sweet Nothings

Penulis              : Sefryana Khairil

Editor               : Alit Tisna Palupi

Proofreader      : Christian Simamora

Penata letak      : Dian Novitasari

Desain sampul  : Jeffri Fernando

Penerbit            : GagasMedia

Terbit               : 2012

Tebal                : 316 hlm.

ISBN               : 979-780-533-6

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

14 thoughts on “REVIEW Sweet Nothings

  1. Pingback: #KadoUntukBlogger | Luckty Si Pustakawin

  2. Ghazy Harsa Erlangga wow, namanya sukaaaaa. Seorang pastry chef andal?
    Hmm sekeren chef JUna nggak ya?😀
    *khayalan tingkat tinggi

    Buku-buku Sefryana Khairil emang sweet, semanis kue yang ada di covernya.
    Hmm 30 th sama 38 ya? Tapi katanya cinta kan memandang umur. Bahkan ada artis yang dulunya berpasanngan dengan jarak usia yang lebih dari itu.
    *eh malah ngegosip😀

    Mungkin bergitulah cinta, bisa mengubah semua menjadi bahagia. (hlm. 187)

    Kalimat favorit dan covernya emang bikin ngiler buat baca novel ini.
    Terimakasih reviewnya.
    Suka deh dengan foto-foto khas Mbak Luckty yang dipakai untuk posting. Novel dan danbo dengan background lantai batu alam yang keren.

    *bukunya habis borong langsung difoto ya? Masih segel tuh!
    ^_^

    Salam buat danbo! Jadi artis mendadak nih dia.

    • *bukunya habis borong langsung difoto ya? Masih segel tuh!

      –> iya, biar pas di foto dalam keadaan masih manis, alias belum kucel terjamah banyak tangan!😀

  3. mulai dari tentang twitter, coklat, harmoni, her sunny side dan lanjut kesini “sweet nothings”..
    serasa abis jalan-jalan sambil berwisata kuliner,,
    pokoknya semua review yg baru aja aq baca, bagus semua..🙂

  4. Tidak pernah terpikir olehku tentang seseorang yang hadir di depan pintu dan berkata, “Aku yang kamu tunggu.”
    Hoaaa….. keren, aku mau dong calon suamiku tiba-tiba datang di depan rumahku bilang gitu. #ngarep!
    Aku baca review ini malah ingatan ku langsung meluncur pada mantan pasangan artis yang fenomenal. Siapa lagi kalau bukan Raffi dengan Teh Yuni. Tapi endingnya mereka berpisah. Ada juga kan di dunia nyata. Malah terpampang jelas cetar membahana banget deh kalau yang satu ini.
    Lagi, lagi aku hanya bisa berkata, “Cinta itu bisa menjatuhi siapapun, tak mengenal 5W+1H.”

  5. Sama kayak novel bang Chris, novel ini mengandung cukup banyak adegan ‘dewasa’ yang kurang klop sama aku, walaupun itungnya aku udah cukup umur. Well, ini dia susahnya. Aku nggak gitu suka adegan dewasa, tapi plot novel dewasa yang biasanya lebih kompleks somehow lebih menarik gitu. Seru bacanya, banyak ups and downs, jadinya aku tetep baca deh. Setuju sama kakak, novel ini yummy, bikin laper! Hihihi. Thumbs up buat kak Sefry buat novel ini dan kak Luckty buat reviewnya. Keep writing you two!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s