REVIEW Harmoni

“Kamu harus bisa mengejar mimpimu. Begitu kamu merasa senang dalam melakukan sesuatu, sebenarnya hatimu sudah selaras dengan apa yang digariskan untukmu didunia ini. Jangan melawannya. Ikuti hatimu, ia yang paling benar.” (hlm. 123)

Paulo & US – Ollie

Siapakah yang tak mengenal Paulo Coelho? Seperti halnya Ollie si penulis cerita ini, saya juga sangat mengagumi sosok Paulo Coelho. Tidak hanya tulisannya, tapi juga perjalanan hidupnya yang penuh liku. Maka tak heran, dalam setiap bab yang ditulis Ollie ini akan ditaburi quote dari Paulo Coelho. Jika kebanyakan orang, menyukai beliau karena buku The Alchemist, justru buku favorit yang ditulisnya adalahBy The River Piedra I Sat Down and Wept dan Veronika Decides to Die. Saya juga pernah menulis sebuah cerpen yang beraroma Paulo Coelho.

Kata ‘sendirian’ yang diucapkan oleh mulutnya terasa getir di lidah. Bagi hati yang sendiri, ini kata yang penting untuk dihindari karena mengucapkannya dapat menimbulkan kegalauan yang mendalam.

Awalnya, Ryan tidak terlalu memperhatikan wanita itu. Ia datang ke Kafe Buku dengan satu tujuan, menghabiskan waktu tanpa sendirian terbunuh spei di kamarnya. Ia baru putus hubungannya dengan Sophia. Gadis cantik yang ia pacari sejak kuliah. Kenyataan menyakitkan bahwa Sophia sudah berhenti mencintainya.

Ryan betah berlama-lama di Kafe Buku itu. Duduk di sofa merah yang empuk, dengan suasana hangat seperti di rumah sendiri. Tentang jejeran buku-buku yang ada di perpustakaan kafe ini,ia tidak begitu peduli.

Orang cenderung membuat batas untuk dirinya sendiri. Canggung dan tidak nyaman dengan ‘orang asing’. Padahal, semua orang di dunia ini, awalnya asing bagi kita. Maka, kita berkenalan. Agar menjadi tahu dan tidak asing lagi. (hlm. 8)

Di Kafe Buku itulah Ryan bertemu Lilian, wanita yang juga selalu datang ke kafe itu. Wanita itu selalu asyik dengan dunianya sendiri; menulis dan membaca. Buku yang tak sengaja tertinggal di mejanya adalah The Alchemist. Buku yang menghubungkan mereka. Buku yang akan mengubah Ryan yang dulunya tidak suka membaca.

Beberapa kalimat favorit:

  1. Tidak mungkin seorang pria memberi buku begitu saja pada seorang wanita tanpa ada hubungan khusus. (hlm. 17)
  2. Itulah kekuatan rasa syukur dan percaya. Bahwa setiap orang punya rezekinya masing-masing. Dan jika kita berusaha, maka akan ditunjukkan jalannya. (hlm. 68)
  3. Dalam hidup, kita harus berani bereksperimen, keluar dari zona nyaman. (hlm. 69)

Sang Angkuli – Wulan Dewatra

Kutukan. Apa yang diketahui seseorang tentang kutukan? Jika pertanyaan itu diberikan kepada Andien, jawabannya adalah dirinya. Hidupnya, tubuhnya, keberadaannya, dan sesuatu yang menumpang hidup pada dirinya adalah kutukan

Andien kecil hidup dengan sangat damai. Sampai suatu saat ia mulai mengerti bahwa apa yang ada di hati dan pikiran seseorang bisa dilihat dari cara mereka memandang, berkata, menyentuh, dan gerak tubuh. Dan, berkat kutukan itu –sesuatu yang tanpa diminta pada sasaran acak- Andien menyadari semua cara penyampaian yang ada di hati dan pikiran seseorang menunjukkan penolakan terhadapnya.

Dengan langkah-langkah panjang, sepanjang yang dimungkinkan kedua kakinya, Andien berjalan menyusuri jalan sepi menuju perpustakaan. Dengan pepohonan yang cukup rindang di kedua bahu jalan, matahari yang mulai meninggi dan tidak biasanya memancarkan cahaya yang menyengat, Andien dengan langkahnya merasa terpayungi.

Tanpa melambatkan langkahnya, Andien berbelok ke arah kiri ketika tiba di pertigaan. Beberapa meter setelah ia berbelok, sampailah Andien di tempat tujuannya, perpustakaan. Andien melambatkan langkahnya saat sudah sampai di undakan pertama tangga menuju perpustakaan, iaseperti melihat seseorang yang ia kenal.

Kisah tentang Andien ini mengingatkan pada seorang teman (yang tidak terlalu kenal) pada masa kuliah. Andien lebih beruntung, teman-temannya tidak mengetahui bahwa dia ODHA. Kalau teman saya itu ada beberapa yang mengetahui bahwa dia adalah ODHA, dan sudah dipastikan dia dijauhi teman-temannya. Padahal HIV bukan sesuatu yang menular langsung bukan?

Meskipun buku ini berlabel duet, tidak menemukan benang merah dari kedua novela tersebut. Karena sesungguhnya berdiri sendiri. Dan dengan tema yang berbeda. Masing-masing memiliki sudut pandang yang berbeda dalam memotret kehidupan.

Keterangan Buku:

Judul                : Harmoni

Penulis              : Wulan Dewatra & Ollie

Editor               : Della F.

Proofreader      : Gita Romadhona

Penata letak      : Wahyu Suwarni

Desain sampul  : Dwi Anissa Anindhika

Penerbit            : GagasMedia

Terbit               : 2012

Tebal                : 276 hlm.

ISBN               : 979-780-559-x

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

10 thoughts on “REVIEW Harmoni

  1. Pingback: #KadoUntukBlogger | Luckty Si Pustakawin

  2. aq kira “harmoni” ini sebuah novel duet yg jadi satu, ternyata 2 buah novela ya mba?
    berkisah tentang buku, membaca, dan tempat buku (kafe buku & perpustakaan)..
    ini mah kayaknya mba luckty banget yaa.. hehe ^_^

  3. Ihh…..bahasnya kafe buku, perpustakaan, aku banget. Yang punya blog ini juga pastinya. Ya kan? Malah lebih dari aku tentunya.
    Tapi ngomongin kafe buku, jadi kepikiran ingin buka bisnis kafe buku deh. Tapi sayangnya di tempatku termasuk pinggiran. Minat baca warganya juga masih kurang. Makanya aku ingin sekali mewujudkan mimpiku untuk mendirikan sebuah perpustakaan gratis bagi warga di sekitarku. Mau nyumbang buku? Ya Allah semoga terkabul. Tolong bantu mengamini. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s