REVIEW The Chocolate Chance

Waktu adalah hal paling kejam yang bisa mengombang-ambingkan seseorang. Detik ini kau bisa tertawa, tidak menutup kemungkinan bisa saja kau menangis beberapa menit kemudian karena pada dasarnya manusia itu hidup dalam ketidakpastian. Manusia hidup dalam sekumpulan kejutan yang tidak tentu, layaknya terpidana mati yang belum tahu kapan akan dieksekusi. (hlm. 24)

“Ternyata waktu memang berputar – berlalu. Manusia tidak pernah berada di tempat yang sama dalam satu jeda. Apa pun pasti berubah. Namun, satu-satunya hal yang tidak pernah berubah sampai kapan pun adalah hal kecil yang kau anggap penting dalam hidupmu –orang yang berharga bagimu.” (hlm. 88)

Orvala Thebroma memiliki masa lalu yang sulit. Ibunya hanyalah ibu rumah tangga biasa dan tidak bekerja. Ayahnya hanya juru masak di sebuah restoran kecil yang terancam bangkrut. Semakin hari penghasilan ayah Orvala semakin mengecil. Itu berarti segala bentuk pengeluaran harus ditekan seminimal mungkin. Ibunya sampai turun tangan. Ibu berusaha membantu dengan membuat roti kecil-kecil yang dititipkan di toko tetangga, di kantin sekolah Orvala, dan di beberapa toko kenalan dipasar. Namun, toh, semua tidak bisa membantu secara signifikan. Roti tidakpernah habis sehingga keuntungan hanya bisa dihitung dalam tiga digit rupiah.Tidak ada lebih untuk sekedar memikirkan buku pelajaran yang harus dibeli pada semester baru. Tidak ada lebih untuk sekedar memikirkan sepatu hitamnya yangsudah usang. Yang terpenting saat ini hanyalah bisa survive dengan makan lengkap tiga kali sehari, apa pun menunya.

Orangtuanya selalu mengajarkan kesederhanaan kepadanya. Bahwa, lebih baik memandang ke bawah daripada memandang ke atas karena memandang ke atas hanya akan membuat manusia sombong dan tak pernah puas. Namun, pikirannya selalu memberontak. Hidup sederhana bukan berarti harus susah makan saat kebutuhan yang dipenuhi tumpah ruah menjadi satu –saling berdesakan.

Setelah ditinggal orang tuanya, Orvala tumbuh menjadi tumbuh pribadi yang mandiri dan lebih kuat. Hidupnya yang susah terbayarkan saat dia dewasa; memiliki pacar yang nyaris sempurna, Aruna Handrian dan bekerja di tempat yang dia impikan yaitu tempat yang segala sesuatunya beraroma cokelat;FeddeVelten Café. Kehidupannya yang nyaris sempurna itu tiba-tiba terganjal oleh masa lalunya, Juno Aswanda menghampiri masa depannya. Jalan manakah yang harus ditempuh Orvala?

“Cinta itu rumit. Dalam hidup pasti kau hanya akan bertemu sekali dengan orang yang benar-benar kau sukai. Pada saat itu terjadi, jangan kaulepaskan. Satu-satunya hal yang bisa kamu lakukan adalah meraihnya…” (hlm. 340)

Fedde Velten Café, sebuah kafe dengan menu utama cokelat yang mengusung tema vintage ala kafe-kafe di Eropa. Kafe ini terletak di sudut Jalan Jenderal Soeprapto di Kota Lama Semarang dan berseberangan langsung dengan Taman Srigunting. Kafe nyaman yang memanfaatkan bangunan tua peninggalan kolonial Belanda, memiliki dua lantai dengan dinding tebal sekitar 20 sentimeter lebih.

Fedde Velten Café memiliki atap unik, lengkap dengan jendela besar dan pintu lebar yang menjulang kokoh. Dinding depan terbuat dari batamerah kecoklatan yang tersusun artistik. Pintu kafe di lantai bawah berdaun dua dan bercat cokelat tua –memberikan kesan pintu tua yang tersiram lelehan cokelat, dilengkapi dengan kanopi melengkung bercat cokelat muda di atas daun pintu. Warna-warni inilah yang juga dijadikan sebagai perpaduan warna seragam dan apron yang dipakai para pekerja di Fedde Velten Café.

Setiap orang ingin menikmati cokelat unik yang diitawarkan Fedde Velten Café. Setiap orang ingin bercengkrama sambil menyesap soleil choco yang memiliki rasa khas itu. Banyak yang menjadi pelanggan baru dan tidak sedikit pula yang baru pertama kali mencoba mengunjungi kafe cokelat itu.

Masing-masing pulang sambil mengingat kesan hangat setelah menikmati cokelat yang disajikan Fedde Velten Café. Mereka membawa kesan tersendiri tentang kehangatan cokelat yang disajikan kafe itu. Mereka menceritakan suasana kekeluargaan yang ditawarkan oleh para pekerja di kafe unik tersebut.

Wow, takjub sekali dengan deskripsi Fedde Velten Café ini. Sampai ikutan meleleh membayangkannya. Apalagi ada beberapa filosofi hidup yang dianalogikan dengan cokelat.

Beberapa kalimat yang berhubungan dengan cokelat:

  1. “Hanya orang-orang tertentu yang bisa menikmati lezatnya cokelat dengan sepenuh hati.” (hlm. 46)
  2. Karena hidup seperti cokelat. Perpaduan antara pahit dan manis itulah yang menjadikan serasi dan berkesan. (hlm. 47)
  3. “Hidup itu penuh kejutan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan kita hadapi. Ini sama halnya saat kita memakan cokelat-cokelat yang terbungkus di dalam…” (hlm. 59)

Selain itu, ada banyak sekali quotes yang bertebaran dalam buku ini. Di setiap pergantian BAB, kita akan menemukan quotes tentang cokelat, memori, dan perasaan hati Orvala. Ih, rasanya pengen di stabilo-in semua nih kalimat-kalimat yang JLEBB… ( ʃ⌣ƪ)

Beberapa kalimat favorit:

  1. Cinta memang bisa membuat seseorang melakukan hal-hal baik karena setiap orang akan berusaha menyajikan yang terbaik untuk bisa mendapatkan cintanya. (hlm. 11)
  2. …ada satu bagian dari diri kita yang tidak bisa berlaku jujur jika waktunya tidak tepat. (hlm. 190)
  3. Impian ibarat kunci, yang bisa membukakan pintu tergembok –agar bisa melihat dan masuk ke ruangan yang lebih dalam setelah pintu terbuka. (hlm. 203)
  4. Ternyata, saat berada dalam keadaan terlemah, seseorang memang membutuhkan orang lain untuk bisa menghibur. (hlm. 269)
  5. Cinta akan kembali ke tempatnya semula karena cinta selalu memberi tempat yang tepat untuk berlabuh. (hlm. 345
  6. “Kamu tidak akan pernah bisa menebak apa yang akan terjadi dalam hidupmu, sampai kamu merasakannya sendiri suatu ketika…” (hlm. 24)
  7. “Perasaan suka seseorang tidak ada hubungannya dengan jarak dan waktu. Karena, perasaan sendirilah yang mengendalikan perasaan.” (hlm. 43)

Secara keseluruhan, suka ama novel ini; cokelat banget! Isiceritanya yang beraroma cokelat. Pendeskripian cokelat yang bikin meleleh. Pasti penulisnya butuh riset yang mendalam untuk menuliskannya yang diracik dalam sebuah novel. Covernya, bagian atasnya pengen digigit deh! (ˆڡˆ)

Keterangan Buku:

Judul                            : The Chocolate Chance

Penulis                          : Yoana Dianika

Penyunting                    : Nunung Wiyati

Perancang sampul         : Satrio d’Labusiam

Pemeriksa aksara         : Pritameani

Penata aksara               : BASBAK_Binangkit

Penerbit                        : Bentang Pustaka

Terbit                           : 2013

Tebal                            : 350 hlm.

ISBN                           : 978-602-7888-22-7
2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

27 thoughts on “REVIEW The Chocolate Chance

  1. Waw sepertinya keren Sekali buku ini. Hmmm. Ada di sebut kota Semarang ya. Ah jadi ingat waktu ke Semarang tahun 2005 yang lalu saat mengunjungi kampus calon istri saya waktu itu di IKIP PGRI Semarang

  2. Dimulai dari Covernya, lucu baget, jadi pengen dimakan tuh bukunya. pertama dari Tokoh Orvala Thebroma, salut, sama tokoh utama yang tegar dalam cerita ini, menghadapi rintangan akibat kesenjangan finansial keluarga. sebuah kisah hidup yang sangat memikat untuk dibaca, seluruh kalimat favorite nya, jleb ke hati banget🙂 apalagi yang ini :
    1. …ada satu bagian dari diri kita yang tidak bisa berlaku jujur jika waktunya tidak tepat. (hlm. 190)
    wah itu kesannya jelb banget, soalnya saya sering tak berlaku jujur pada waktu tertentu terutama waktu yang tidak tepat, aku banget😀
    2. “Cinta itu rumit. Dalam hidup pasti kau hanya akan bertemu sekali dengan orang yang benar-benar kau sukai. Pada saat itu terjadi, jangan kaulepaskan. Satu-satunya hal yang bisa kamu lakukan adalah meraihnya…” (hlm. 340)
    hiks, jadi keingetan diri sendiri. malah nggak bisa move on gara-gara baca kalimat jleb ini, harus diraih walau jarak yang menghalangi, fighting…
    3. “Perasaan suka seseorang tidak ada hubungannya dengan jarak dan waktu. Karena, perasaan sendirilah yang mengendalikan perasaan.” (hlm. 43)
    heee… kok bisa pas yaa ∑ (•⌂• ) #duaarr hebat nih pengarangnya, sama bu luckty yang bisa tau aja kalimat yang bnget jlebnya, baru diomongin diatas, weh hebat…, kuharap perasaan sendirilah yang mengendalikan perasaan, ( ͝ ʃƪ ͝ )

    abis itu cafe nya, wah jadi mau kesana. icip-icip coklat nya *ngiler*

    2 jempol buat pengarangnya sama bu Luckty hebat…,
    abis baca review the chocolate chance versi bu Luckty jadi mau beli novel ini deh, wah….. heheh ( ● ᴥ -)a

  3. “Cinta itu rumit. Dalam hidup pasti kau hanya akan bertemu sekali dengan orang yang benar-benar kau sukai. Pada saat itu terjadi, jangan kaulepaskan. Satu-satunya hal yang bisa kamu lakukan adalah meraihnya…” (hlm. 340)

    Yang ini juga jleb banget nih! Apalagi yang berstatus LDR-an

    “Perasaan suka seseorang tidak ada hubungannya dengan jarak dan waktu. Karena, perasaan sendirilah yang mengendalikan perasaan.” (hlm. 43)

    Tapi semoga perasaan itu nggak berubah jadi galau.😀

    Fedde Velten Café keren namanya. Pati tempatnya juga keren! Pengen ke saaaaaaa ….!!!
    Orvala juga nama yang unik. Pati seru nih baca filosofi hidup yang dianalogikan dengan cokelat. Hmmm yummy dan pasti bikin melting.

    Yups! Betul banget, pasti butuh tiga riset, dan resep spesial agar bisa meracik cokelat selezat buku ini. He he

    Makasih sudah berbagi review. Warna danbonya matching sama warna cover buku yang cokelat. Good pictures, pengen punya danbo kayak gitu deh.🙂

    • Ini risetnya keren gila, berasa kayak beneran. Coklatnya kayak beneran, bukan tempelan cerita, salut buat penulisnya yaa…😉

  4. itu covernya, bukan coklat beneran kan mba?
    bener2 berasa pengen gigit deh…🙂

    jadi judulnya aja udah manis banget ya, apalagi ceritanya.
    aq kira buku ini bercerita tentang kisah cinta aja ternyata nggak ya, ada kisah tentang kehidupannya jga dan tentang coklat itu sendiri serta cafe beraroma coklat.

    pendeskripsian tentang coklat dan cafe coklatnya bener2 bikin imajinasi jadi manis, semanis review dan buku coklat ini. ^_^
    oh ya mba, untuk penulisan coklat (makanan) dan cokelat (warna) apa benar ada perbedaannya ya?
    terima kasih.😀

  5. The Chocolate Chance.
    Pertama liat covernya aja udah ‘menggigit’.
    Eh, pas baca reviewnya, nambah ‘menggigit’.
    Iya benar, kykx di-stabiloin semua kata2nya.
    Mengundang galau banget.😥
    Patah hati, cinta, perasaan, antara kamu dan dia, datang dan pergi.
    Aaah, kata-kata itu menusuk.
    Boleh dikata, kalau saya baca novel ini kayaknya semakin memberi pelajaran bagaimana harus berpikir untuk mengatasi perasaan yang harusnya membutuhkan logika demi keseimbangan perasaan, lebih tepatnya sakit hati. #ngegalauabis.😦

  6. Masuk buku rekomendasi lagi ini. Kisah hidup tokohnya menginspirasi, ada perjuangan. NAh, cafenya bukan fiktif kan? sukses membuat mupeng! apalagi kota lama Semarang sudah lama masuk destinasi impian 🙂

  7. novel chocolate ya..??? aku mau chocolate yang asli, bs gg ya setelah baca buku itu, tiba” ada chocolate di buku itu.. jd buku itu ajaib #mustahil xixixi

    bercanda kak, covernya bagus, harganya berapa kak??? btw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s