REVIEW Mendekap Rasa

Pernahkah kamu menghitung perpisahan yang telah terlewati? Dan, pernahkah kau berpikir, mungkin perpisahan terkadang memang diharapkan terjadi…

Mungkin, kau akan ragu ketika cinta yang kau dapatkan masih separuh hati ketika kau terima. Ke mana pun kau pergi, masa lalu akan menjadi kepingan cerita yang mengusik dan mengganggu perasaanmu.

Sementara aku, kuingin berakhir bersama pria yang kucintai. Aku akan membuat dia mencintaiku. Tidak peduli harus menunggu berapa lama.

Masa lalu tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bahagia, bukan?

I am number one. Itulah moto hidup Carissa. Setelah sekian lama selalu berada di bawah, dia tidak ingin di kehidupan dewasanya juga berada di bawah. Sejak kecil, hanya kepada mamanya dia bisa berbagi. Tidak punya teman. Baginya, semua teman sekolahnya menyebalkan. Bisanya hanya menertawainya. Dulu, tubuhnya tinggi sedikit gemuk dengan rambut merah menyala. Kulit pucat dengan freckles  di pipi dan lengan –permasalahan klasik pemilik ras kauskasian. Membuatnya jadi bahan ejekan. Ditambah dengan kapasitas otaknya yang tidak seencer teman-temannya di sekolah yang penuh dengan murid pintar. Bersaing mendapatkan nilai bagus adalah mutlak. Sementara, dia jauh lebih tertarik menggambar baju ketimbang menyelesaikan soal matematika. Kemudian, semua ejekan itu memecut semangatnya. Dia tidak ingin selamanya jadi bahan ejekan. Hingga tumbuhnya dia sebagai desiner yang cukup berhasil. Karirnya yang makin menanjak, tidak diiringi dengan mendapatkan pilihan hidup. Bahakan dia pernah diputuskan oleh tunangannya mendekati hari H pernikahan.

Takdir membawanya bertemu dengan orang baru yang sama sekali tak dikenalnya. Lewat Narendra, mantan pacarnya saat kuliah, Carissa mulai menjalin hubungan dengan Mike. Hingga Carissa yang biasanya angkuh dan memandang rendah setiap para lelaki yang mendekatinya, kini justru terjerat oleh pesona Mike. Apapun dia lakukan demi mendapatkan Mike yang tidak sepenuhnya memberikan hatinya untuk Carissa.

Aku tidak mengerti apa yang aku rasakan. Berhari-hari bersamanya,menghabiskan waktu demi waktu dalam kemanjaan dan pertengkaran kecil, serasa menjadi oksigen baru dalam hidupku. Mungkin, baru sebentar kami saling mengenal, tetapi tidak kumengerti mengapa aku rela memberikan hati dan hidupku untuknya. (hlm. 59)

Aku tahu. Dia akan bahagia jika hidup bersama orang yang dicintainya.Tapi, apa hanya itu satu-satunya cara untuk membuatnya bahagia? Bukankah pernah ada yang mengatakan bahwa hidup bersama orang yang mencintaimu, itu akan membuatmu bahagia? (hlm. 305)

Gak suka tipe cewek kayak Carissa ini:

  1. “Memangnya harus ya bisa masak? Istrimu cuma ibu rumah tangga. Ya jelaslah dia bisa masak. Mau ngapain coba dia kalau nggak masak biar ada gunanya gitu.” (hlm. 54) — buset, ni  perempuan mulutnya tajam kayak pisau abis diasah. Apalagi kalimat ini dilontarkan saat perjamuan makan. Meskipun saya nggak bisa masak, bukan berarti meremehkan perempuan yang suka masak. Justru saya kagum dengan perempuan-perempuan yang bisa masak.
  2. “Gue nggak punya anak dan gue belum pernah mengurus bayi sebelumnya. Jadi wajar kalau gue nggak ngerti.” (hlm. 96) – helllooo…umur Carissa ini udah melewati kepala tiga, masak buat gantidiapers gak ngerti?!?
  3. Sambil tersenyum puas, aku menyeret keranjang yang untungnya tidak terlalu berat itu. Dengan menahan tawa, aku menuang isi keranjang dari pinggir kapal. Dan dengan sekali entakan, ikan-ikan malang tersebut sudah kembali ke asalnya, ke tengah laut. (hlm. 264) – asataganaga, ada ya perempuan picik macam Carissa ini? Pengen kepruk deh kalo ada beneran… >.
  4. “Kamu yang bikin kacau dengan kelakuanmu yang kekanak-kanakan itu.” (hlm. 283) – Yep, perempuan macam Carissa ini benar-benar menjengkelkan. Sangat tidak dewasa. Egois, arogan dan kekanak-kanakan.

Segala sesuatu memang tidak bisa dipaksakan. Begitu juga dengan hati. Carissa harus menebus keegoisan yang selama ini melekat dihatinya. Akankah Mike yang tidak mencintainya akan berlabuh di hatinya?

Suka dengan novel yang ditulis secara duet oleh Aditia Yudis dan Ifnur Hikmah ini. Dimana tokoh utama ditampilkan tidak ditampilkan manis atau sempurna seperti novel roman pada umumnya. Carissa yang egois dan arogan. Sementara Mike dideskripsikan sebagai pria plin-plan dalam setiap keputusanyang harus dipilihnya, bahkan terjerumus ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Seandainya saja dibuat dua fontyang berbeda, tentu dengan lebih mudah kita bisa membedakan mana cerita dari sisi Carissa dan sisi Mike.

Beberapa kalimat favorit:

  1. Saat kamu berada di samping orang yang tepat, pikiran dan hatimu sejalan. (hlm. 67)
  2. Lama atau sebentar tidak bisa ditentukan. Ada yang butuh waktu bertahun-tahun, ada juga yang dalam hitungan hari sudah yakin akan seseorang yang dicintainya. (hlm. 67)
  3. Kamu harus berani mengambil resiko apa pun ketika kamu memutuskan untuk jatuh cinta. (hlm. 82)
  4. Mengetahui orang yang kamu sayang memendam kecewa kepadamu, itu jauh lebih menyakitkan bukan ketimbang marah-marah tanpa sebab, kan? (hlm. 97)
  5. Mencintai itu nggak perlu rumit. Kuncinya ketulusan. (hlm. 348)
  6. Tapi, katanya cinta itu bisa tumbuh. Lo hanya perlu percaya dan mengikhlaskan cinta itu untuk takdir. (hlm. 349)
  7. Semuanya butuh waktu, begitu juga dengan cinta. Bagaimanapun, masa depan jauh lebih penting daripada masa lalu. (hlm. 358)
  8. Bukannya cinta namanya kalau nggak ada satu hal pun yang dikorbankan dan diperjuangkan. (hlm. 364)

Menemukan beberapa typo:

–        meerasa (hlm. 160) — seharusnya merasa

–        kamu (hlm. 199) — seharusnya kami

“Cha, kalau kamu memang nggak tahan hidup bareng aku, ya aku bisa apa? Tapi, kalau alasan kamu mau berpisah denganku agar aku bahagia… please, don’t do that. Percuma. Aku udah milih untuk bersama kamu. Aku udah janji sama kamu untuk mencintai kamu dan aku akan menepatinya, Cha.” (hlm. 350-351)

Keterangan Buku:

Judul                : Mendekap Rasa

Penulis              : Aditia Yudis & Ifnur Hikmah

Penyunting        : Yulliya Febria

Proofreader      : Widyawati Oktavia & Moh. Rido

Penata Letak    : Erina Puspitasari

Desainer sampul: Dwi Annisa Anindhika

Penerbit            : Bukune

Terbit               : 2013

Tebal                : 394 hlm.

ISBN               : 602-220-091-1

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

39 thoughts on “REVIEW Mendekap Rasa

  1. Sebelumnya, memang pernah baca sekilas review ini, lupa entah di blog siapa *gentayangan*. Apalagi, aku lumayan tahu sama penulisnya, Kak Aditya Yudis/ @adit_adit.

    Hmm…Jujur aja, aku rada-rada setengah suka sama karakter Charissa ini. Walaupun egois, manja, arogan, dan segelintir sifat yang ya begitulah nya, aku tetap suka sama penokohan dia yang berkesan banget gitu. Bisa dibilang, apa adanya juga, kalau suka ya suka, kalau nggak ya bilang aja nggak suka. Hihi…

    Cocok buat belajar menghadapi watak tiap orang yang berbeda-beda dan menanganinya. Yaaapp;)

    @asysyifaahs

    • Aku malah pengen kepruk tokoh Carissa ini, soalnya di kehidupan nyata ngalamin punya temen kayak gini, egois dan mau menang sendiri, yang paling nyebelin adalah merasa paling hebat…😀

      • Hahah iya juga sih, apalagi kalau Charissa itu kayak saudara kembarnya temen aku, gitu banget. Hahaha xD

  2. Baca reviewnya kok kayak yang di sinetron-sinetron ya?😀
    Carissa ini pasti sejahat nenek sihir. Aku juga pasti geregetan pengen lempar sandal.
    Tapi kasian juga ya dia pernah diputuskan oleh tunangannya mendekati hari H pernikahan. Hmmm tapi bener banget kalimat yang ada di Mendekap rasa ini

    >>>
    Masa lalu tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bahagia, bukan?

    Yang cocok buat tokoh Carissa kalao dibikin sinetron kira-kira siapa ya?😛

    Mencintai itu nggak perlu rumit. Kuncinya ketulusan. (hlm. 348)

    Kalimat sederhana yang JLEb banget! Langsung dipake buat status ah.
    ^_^

    Covernya juga sederhana, nggak terlalu banyak gambar dan cuma didominasi pink. Simple but I like it!
    Terima kasih reviewnya.

    • gyahahaha…langsung dipake buat nulis status, murid-murid di sekolah juga gitu, tiap abis baca novel dari perpus, langsung dijadiin status…😀

  3. aduh, kalau tokoh utamanya udah nyebelin gini kira-kira aku masih bisa lanjut gak ya? Tapi ada dua POV ya mbak? aku suka yg kek beginian😀.

  4. Ada hal yang lebih indah daripada mengenang masa lalu : membuat cerita baru yang lebih indah🙂
    Aku suka sama kata-kata ini :
    Semuanya butuh waktu, begitu juga dengan cinta. Bagaimanapun, masa depan jauh lebih penting daripada masa lalu. (hlm. 358)
    Bukannya cinta namanya kalau nggak ada satu hal pun yang dikorbankan dan diperjuangkan. (hlm. 364)

    Tokoh carissa sm mike bertolak belakang banget. Akankah Mike yang tidak mencintainya akan berlabuh di hatinya? Ya terkadang sifat yang berbeda justru bisa saling melengkapi.

    Endingnya gimana ini mbak si Carissa sama mike ? hehe

  5. Aku memandang dari sudut lain ya? Boleh kan?
    Kan kebanyakan pada nggak suka sama Carisa, lha kalau aku?
    Ah, bukan untuk membicarakan suka atau nggak suka.
    Aku memandang Carissa di sini sebagai korban bully di sekolah. Hal itu ditunjukkan dari adanya ejeken dari teman-teman berkaitan dengan fisik dan tingkat kecerdasaanya. Namun, di sisi lain Carissa ini sebenarnya sangat hebat karena bisa membuktikan bahwa dia bisa kok sukses dengan kemampuan yang dimilikinya.
    Dari situlah keangkuhan Carissa mulai muncul, hal ini bisa diakibatkan oleh banyak faktor. Dua diantaranya adalah pola asuh orangtua (ibu) dan juga kenyataan hidup (lingkungan). Yang aku garis bawahi betul adalah kenyataan hidup yang menggariskan dia harus ditinggalkan kekasihnya di saat hari terpentingnya. Siapa yang masih berdiri tegak? Tapi Carissa masih mampu.
    Sebenarnya buku ini sangat bagus, tidak hanya anak muda saja yang bisa membaca buku ini, siapapun. Karena amanat yang begitu kuat disampaikan pada buka yang berbau romance ini.

    • Sosok Carissa ini efek dari lingkungan, sosok arogan seperti efek ‘balas dendam’ di masa lalunya. Merasa memiliki segalanya di masa dewasa, menjadikannya gak butuh orang lain. Dan merendahkan orang yang di bawahnya. Gitu sih menurutku…😀

      • aku setuju banget sama kakak..
        Aku punya temen yg seperti ini, tapi dia cowok. Memang yg aku baca dari masa lalunya dia sering di remehkan sehingga ketika sekarang dewasa dia jd arogan.

  6. setuju banget dengan kalimat “Masa lalu tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bahagia, bukan?”

  7. kalimat ini : “Gue nggak punya anak dan gue belum pernah mengurus bayi sebelumnya. Jadi wajar kalau gue nggak ngerti.” (hlm. 96) – helllooo…umur Carissa ini udah melewati kepala tiga, masak buat gantidiapers gak ngerti?!?

    sadis dan kasar, tapi di luar sana, banyak loh yang kaya gini dengan alasan yang sama. hehehe.
    mungkin dikau termasuk ke golongan orang yang ngerti, sementara saya masuk ke golongan satunya.
    ahahaha. *bangga ga jelas*

    tapi tetep, kalo ngucapin kalimat itu ga dengan nada sinis, tapi dengan cekikikan😀

    • Aku sebenarnya juga gak ngerti dan belum paham, karna belum nikah, hehehe…😀
      Tapi gak laju ngeremehin gitu, justru harus belajar banyak dengan mereka yg udah pengalaman…😉

  8. Aku sudah baca buku ini dan review nya bagus sekali kak! aku salah satu penggemar ka adit dan langsung suka sama semua tukisannya termasuk yang mendekap rasa . bahasanya ringan tapi detil sekali penggambarannya.

  9. ternyata di duniaku ini juga ada model orang macam Carisa, sok selfish en arogannya mintaa ampyun. Kayaknya lingkungan skitarnya terpaksa mau menerima dengan paksa orang model seperti itu, meski sejatinya pribadi yang amat menyebalkan.

  10. Pingback: GIVEAWAY #bukukevin | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s