REVIEW Mahogany Hills

“Bersamamu, cinta menjadi sangat sederhana”

Paras membelalakkan mata menyadari pemandangan dihadapannya. Jalan kecil ini berujung pada rumah putih berdinding kayu berlantai dua. Berlatar belakang langit biru yang bersih, matahari pagi yang bersinar cerah, dan perbukitan kecil, itu rumah paling indah yang pernah dilihatnya.

Padang rumput terhampar sejauh mata Paras memandang. Di seratus meter pertama, pohon mawar dan melati ditanam berselang-seling di tepian jalan. Tingginya sekitar satumeter, bukan sekedar semak. Tajuk pohon-pohon itu membulat, pertanda terpelihara dan rutin dipotong. Bunga mawar berukuran besar bermekaran disana-sini, sementara wangi melati tercium jelas saat mobil yang ditumpangi Paras melewatinya.

Semakin mendekati rumah, Paras bisa melihat beberapa tanaman buah-buahan tumbuh di kejauhan. Dia bisa mengenali tanaman anggur yang merambat di pergola kayu. Juga beberapa pohon mangga dan pohon rambutan, semuanya jauh dari bangunan rumah.

Hanya ada satu pohon yang berada di dekat bangunan rumah, berdiri kokoh di halaman depan Mahogany Hills, dengan sebuah bangku kayu dibawahnya. Diameter bayangan pohon itu mungkin mencapai empat meter, membuat jadi satu-satunya are yang terlindung dari sinar matahari. Bagian bawah pohon itu teduh dan terlihat sejuk, kontras dengan keadaan sekitarnya yang cerah dan bermandikan matahari.

Rumah di Mahogany Hills jauh lebih indah saat dilihat daridekat. Teras depan rumah ditopang tiang-tiang kayu. Empat kursi besar dari besi tempa yang dicat putih berjajar di teras. Di tengah-tengahnya diletakkan meja kecil yang serasi. Beberapa pot yang ditanami bunga aster berwarna-warni tersebar secara acak namun indah di undakan teras.

Dari pertama, covernya udah bikin meleleh; rumah semacam villa, dengan beberapa mawar dan rumput hijau yang menyejukkan. Aihhh..mau donk punya rumah macam ini… (‾▽‾)♥(‾⌣‾) #KhayalTingkatTinggi#DikeprukMassal

Nih, niat banget ampe googling rumah yang bertaburan mawar:

Sayangnya, rumah yang amat sangat indah itu tidak dibarengi dengan keromantisan penghuninya, sepasang pengantin baru; Jagad Arnawarma dan Paras Ayunda Bakhtiar. Bagi Paras, aneh rasanya menyadari sekarang Jagad adalah suaminya. Seminggu lalu ketika mereka bertemu lagi di acara pertunangan mereka, Paras mengagumi bagaimana waktu dapat mengubah seorang anak lakik-laki yang dulu pernah dia temui menjadi seorang lelaki yang begitu dewasa.

Jagad jelas tidak mengenalinya, tapi Para dapat melihat wajah jejak yang pernah dia lihat belasan tahun lalu di wajah Jagad. Kedewasaan dan mungkin kelelahan menggurat di wajahnya, membuatnya terlihat dingin dan lebih jarang tersenyum daripada yang diingat Paras.

“Aku menikah denganmu hanya karena aku kalah bertarung dengan ibuku.”(hlm. 38)

“Apa karena itukah kau menikah denganku? Pada pria pertama yang resumenya diberikan padamu? Pada pria pertama yang kau tahu adalah pilihan aman? Anak teman lama keluarga yang sudah pasti direstui keluargamu? Kenapa aku? Kau membuatku berada di posisi yang sulit. Dan aku bisa jamin, pernikahan ini tak akan mudah bagimu.” (hlm. 39)

Novel ini bertema: PERJODOHAN. Akankah cita rasanya seperti cerita di sinetron-sinetron? Ditambah lagi pake ada acara AMNESIA. Ternyata jauh di luar dugaan. Temanya memang bukan sesuatu yang baru, tapi penulisnya mampu mengemas dengan apik.

Tadinya Paras yakin bisa membuat Jagad mencintainya. Bagi Paras yang memang sudah mengagumi Jagad, cinta akan datang dengan mudah. Sementara bagi Jagad, Paras tahu satu-satunya cara agar Jagad jatuh cinta padanya adalah membuat laki-laki itu terbiasa dengan kehadirannya.

Tapi sekarang, setelah kedatangan Nadia ke rumah mereka, semuanya berubah cepat. Paras sudah menduga dia tidak akan bisa meneruskan ini. Dia sudah bolak-balik memikirkannya, tapi tidak bisa melihat jalan keluarnya.

Jika memang Jagad mencintai Nadia sejak lama, Paras sudah tidak yakin lagi. mana mungkin dia bisa bersaing dengan cinta sejati Jagad? Perempuan yang ditunggunya selama bertahun-tahun? Jika keadaan dibalik, jika Paras adalah Nadia.

“Setelah menikah dengamu, cinta jadi tidak terlalu rumit. Denganmu, cinta menjadi sangat sederhana. Cinta adalah memberi, menerima, dan memaafkan. Aku bukan malaikat, aku lelaki brengsek yang pernah menyia-nyiakanmu. Tapi aku tahu aku tidak akan meninggalkanmu hanya karena kau terlalu baik untukku. Aku akan selalu bersamamu, dan terus belajar mencintaimu, agar aku bisa sebaik kau.” (hlm. 329)

Aaaakk…ternyata suka banget dari halaman pertama. Bahasanya gak lebay. Gak menye-menye. Mengalir apa adanya. Apalagi hampir dua minggu saya nggak baca apa-apa, jadi pas baca ini berasa haus bacaan!! ƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃ

Kalimat favorit:

  1. Tidak ada lelaki yang lebih seksi daripada lelaki yang tahu apa yang dia inginkan, lelaki yang bisa mewujudkan keinginannya. (hlm. 24)
  2. Kesepian rasanya bisa membuat perasaan negatif menjadi dua kali lebih kuat. Jika kesepian, marah bisa terasa seperti murka. Sedih rasanya seperti amat merana. (hlm. 80)

Setelah baca ini, jadi penasaran serial AMORE yang lainnya. Layak banget novel ini sebagai Juara 1 Lomba Penulisan Novel Amore 2012. Semoga penulisnya bisa menelurkan buku yang seciamik dan sekece ini yaa… (✽ˆ⌣ˆ✽)

Pernah ikutan kuisnya, tapi kurang beruntung. Eehhh…pas istirahat #StockopnamePerpus, buka Group BBI di FB ternyata Gramedia lagi bagi-bagi buku! Langsung ngincer buku ini, dan beruntung jadi salah satu yang dapetin lima buku ini!! \(´▽`)–(´▽`)/

Keterangan Buku:

Judul                : Mahogany Hills

Penulis              : Tia Widiana

Cover               : Cyntia Yanetha

Penerbit            : Gramedia Pustaka Utama

Terbit               : Mei 2013

Tebal                : 344 hlm.

ISBN               : 978-979-22-9584-9

Nemu beberapa typo:

perempaun (hal. 12) — seharusnya perempuan

serbabingung (hal. 249) — seharusnya serba bingung

memakan (hal. 331) — seharusnya memakai

 

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

23 thoughts on “REVIEW Mahogany Hills

  1. Wahh sepertinya seru novel yang bertemakan perjodohan..
    Ibu salah satu seorang sahabat pernah bilang kek gini..
    “Ushie, dulu tante nikahnya itu di jodohkan. Tante awalnya gak punya perasaan apa-apa sama suami tante. Tapi, itu bukan sebuah masalah. Karena jika telah memiliki anak, kita akan mencintai suami kita. Dan kita akan menyesal, kenapa tidak dari awal menikah kita melakukannya”
    Mungkin ini sedikit pengalaman dari orang yang saya kenal, narasumebr langsung dari perjodohan

  2. orang tuaku juga menikah karena dijodohkan -.- bahkan mereka bener-bener gak saling kenal, pas hari nikahnya mamaku langsung didandanin (alias dibohongin wkwk) terus dinikahin. tapi kadang insting orang tua memang lebih tepat😀 padahal mama sm ayahku beda 7 tahun tapi “witing tresno jalaran seko kulino” emang tepat banget dan beneran terjadi. huehehe😀

  3. Latarnya keren, pengenalan tempatnya lumayan kuat. Aku suka…aku suka…aku suka…

    Pernah ditanya sama seseorang:
    ”Kalau ntar gede, nikahnya dijodohin, gimana?”
    Aku sih cuma ketawa aja jawabnya, ”Yaaa, tunggu gede dulu lah.” Iya, daripada jawab ngawur, mending yang pasti, toh masih 13 tahun, masih lama buat nikah. Hehehehe xD

      • ”Dua kali lipat umurku”

        Masa Mbak Luckty umurnya 6,5 tahun? Harusnya, ”umurnya yang dua kali lipat dari umur Syifa” (26 tahun, red) xD

  4. kalo yg tentang “Amnesia” nya kayak drama korea yg istrinya Amnesia bahwa dia merasa masih muda dan belum menikah… padahal udah punya anak.. dan sebelum Amnesia, mereka sebenarnya akan bercerai gtu..

    hmmm, ini dari lomba penulisan novel amore ya.. keren..🙂

    • kalo tema ‘amnesia’ dan ‘perjodohan’ emang banyak, tinggal cara pengemasannya aja yang bisa memikat pembaca…😉

  5. hasiil juara dari lomba selalu penasaran untuk dibeli
    waktu itu pengen ikutan, tapi skill masih belum apa2 hihihi
    aku pengen beli ini banget, emang katanya tema udah biasa
    cuma pengemasan penulisnya yang keren.
    jadi pengen cepet2 ke tokbuk, atau kakak mau minjemin aku hahahaha

  6. salah satu yg reviewnya bagus. Hahaha baca punya Ren ngga suka sama tema kontroversial di dalamnya, Baca punya Yuki, ngga suka karena kebanyakan narasi.

    • Ini hanyalah masalah selera. Seperti halnya masakan seseorang belum tentu pas di lidah yang mencoba masakannya. Ada yang merasa gurihnya pas, ada juga yang bilang terlalu asin. Begitu juga dengan penulis, gak bisa memuaskan jenis pembacanya, hehehe… :p

  7. Waah..iya yah..walau temanya yang “PERJODOHAN” itu pasaran banget (sampe kadang udah bisa nebak endingnya gimana😀 ), tapi yang ini ndak PASARan alur ceritanya. *Kalo bukan pasaran berarti MALL.an ya :)* pengemasannya beda dan out of the box.
    Tapi kok kayaknya banyak narasinya ya -.-

  8. banyak denger komentar negatif tentang novel ini. tapi saya lebih dulu baca-baca blog penulisnya daripada bukunya. sukses bikin pengin baca bukunya sejelek apa pun itu. lagian belum tentu saya jadi ikut-ikutan gak suka😀

  9. walaupun alur temanya biasa dan tentang perjodohan, berkali2 liat review orang jadi pengen buku ini! dan tema perjodohan pasti akan ada yang namanya si ‘saingan’ hahhahaha

  10. Pingback: REVIEW Sweet Home | Luckty Si Pustakawin

  11. Pingback: REVIEW Sincerely Yours + GIVEAWAY | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s