REVIEW All You Can Eat

Bahagia itu seperti detak jantung, seperti udara sejuk yang berembus mempermainkan riak-riak rambutmu. Dia selalu ada, selalu bisa kamu rasakan.

Yang perlu kamu lakukan adalah berhenti menyangkalnya. Terima saja dia dengan tangan terbuka, dengan lapang dada. Bahagia pun akan tetap tinggal di dalam hidupmu untuk waktu yang cukup lama. Bisa dalam wujud sederhana seperti senyuman. Atau bisa juga dalam wujud seseorang yang berjanji akan selalu berada di sisimu selamanya. (hlm. 455)

Sarah ketika patah hati, justru sedang dikejar deadline untuk menyelesaikan skenario film yang sedang digarapnya. Ada beberapa proses yang membutuhkan kehadiran Sarah –saat reading dan meninjau lokasi, misalnya. Yang terakhir ini biasanya yang paling sering mengakibatkan scriptwriter harus mengutak-atik lagi naskah yang sudah selesai dikerjakan. Dia harus menyesuaikan adegan dengan lokasi yang didapat, gimana pun juga ya lokasi hasil khayalan scriptwriter pasti beda dengan versi aslinya. Belum lagi kalau ternyata lokasi yang di dapat lebih sederhana dari versi skrip karena alasan budget. Yang dibutuhkan Sarah adalah liburan, dan Bali pilihannya!!

Alejandro Putra Vimana –begitu nama lengkapnya yang ngingetin Sarah sama kecenderungan nama tokoh utama cowok di novel teenlit. Tokoh utama cowol di novel-novel bergenre ini biasanya nggak jauh-jauh dari tinggi, ganteng, badan atletis, berprestasislash ketua OSIS slash anak band slash jago main basket. Bagian tinggi dan ketua OSIS-nya sih sama lah dengan Jandro. Adiknya Anye ini terlalu ceking dan pucat –kemungkinan besar akibat terlalu sering menghabiskan umurnya di dalam kamar, entah baca buku-buku cerdas atau main game online dengan teman-teman sesama nerd di belahan bumi entah sebelah mana. Jandro jarang keluar rumah. Terlibat olah raga macam basket atau sepakbola pun jarang –dan kalaupun iya, pasti karena ada unsur paksaan.

Jadi, pas Jandro nembak Sarah –cowok itu baru SMP kelas tiga kalau nggak salah- dia mendapati situasi ini jauh dari romantis, malah terbilang cukup menghibur. Nggak, dia sama sekali nggak bermaksud melecehkan perasaan cowok itu. Sebaliknya, meskipun menolak Jandro dengan halus, dia nggaklantas bergosip soal ini ke kakaknya.

“….semua cewek pasti seneng kali romantis-romantisan. Lo kira kenapa cewek-cewek seneng baca novel dan nonton film romantis? Karena kita lapar. Lapar afeksi dan kata-kata membuai. Dan karena si cewek dipaksa berpikir realistis, tau pasangann yang gak bisa ngasih romantisme yang dia mau, jadilah film dan novel sebagai pelarian.” (hlm. 118)

Mereka bertemu lagi di saat sama-sama patah hati. Tapi yangmenjadi permasalahan adalah umur mereka terpaut tujuh tahun. Ya, Sarah yang sudah menginjak kepala tiga lebih tua dibandingkan Jandro yang berumur dua puluh tiga. Alamaakkk…tujuh tahun itu mah kayak saya ama murid donk, gyahahaha…ˇ)-c

“Kamu udah milih yang kamu anggap terbaik buat kamu. Jangan mempersulit situasi ini dengan memaksa aku tetap bertahan di lose-lose situation ini.” (hlm. 132)

Sudah saatnya membuka kartunya di atas meja. Sudah saatnya Jandro jujur mengatakan segalanya, seperti fakta bahwa Sarah adalah penyebab utama rasa sakit –mental maupun fisik- yang dia rasakan selama di Ubud ini. Dia bukan tipe orang yang jago merayu, tapi sekali ini, dia akan berusaha. Apa pun asal Sarah mau mempertimbangkan kemungkinan mereka sebaiknya bersama dan berhenti terus-menerus mengingatkannya soal selisih umur di antara mereka.

Dia dan Tuhan juga sama-sama tahu sebengkak apa perasaannya saat ini karena Sarah. Ini bukan sekedar cinta lama bersemi kembali. Atau, cinta lama belum kelar. Ini lebih dari itu. Dia tertarik, bukan… jatuh cinta lagi pada Sarah, sahabat sehidup semati kakaknya. Terpesona oleh cara dia memandang hal-hal di sekitarnya. Tersentuh oleh kebaikannya. Awalnya, dia mengira ini ada hubungannya dengan patah hatinya dengan Nuna. Dia kira Sarah hanyalah pengalih perhatian saja.

Nemu kata-kata ajaib khas Christian Simamora ƪ(˘⌣˘)┐ƪ(˘⌣˘)ʃ┌(˘⌣˘)ʃ

  1. Burung kotor (hlm. 23)
  2. James bond berdada 34A (hlm. 31)
  3. Ongkang-ongkang kel***n (hlm. 41)
  4. Dua scoop gelato Italia (hlm. 157)
  5. Televisi layar datar keluaran sharp (hlm. 147)

Beberapa kalimat favorit:

  1. “Setelah putus lama saja, kemungkinan untuk deket lagi udah nggak mungkin –apalagi yang lama putusnya bisa disamakan dengan umur kecambah!” (hlm. 270)
  2. “Setiap orang punya hak buat berubah pikiran, kan?” (hlm. 354)
  3. “Lo itu cinta pertama gue. Bagian paling special dalam hidup gue. Bahkan ketika jelas-jelas lo menutup semua pintu kesempatan untuk memiliki lo pun, gue mendapati diri masih menginginkan lo…” (hlm. 356)
  4. “Bisnis beda dengan perasaan. Kamu kalah, coba lagi. Lagi dan lagi –sampai akhirnya kamu nggak punya tenaga untuk mencoba lagi.” (hlm. 405)
  5. “Lo dan gue nggah pernah berjudi karena nggak ada juga perasaan yang layak untuk dipertaruhkan.” (hlm. 233)

Judul-judul tiap BAB-nya pun provokatif banget; Kamu Nggak Mungkin Lupa Pada Patah Hati Pertamamu, Reuni Sama Mantan Sama Gilanya Dengan Menari Balet Di Atas Pecahan Kaca, Jauh Di Mata Galau di Hati, Terkadang yang Tak Bisa Kamu Lupakan Adalah Seseorang yang Tak Pernah Bisa Kamu Miliki, dll. Judul-judulnya #JLEB bin #eaaa banget kan ya?!? ~~ ~ ~ ~(\ ‾o‾)/

Apakah jarak bakal menjadi penghalang rasa mereka?!? Dikemas ceplas-ceplos khas Christian Simamora. Dari sekian banyak blogger yang mendapatkan #KadoUntukBlogger dari GagasMedia, rata-rata pasti menjatuhkan pilihannya pada buku ini termasuk saya. Kenapa? Karena memang kece badai. Covernya yang wow, paper doll yang unyu (sayang buat digunting) plus ilustrasi yang ciamik. Jadi, novel yang memiliki ketebalan 459 halaman ini  (hampir 500 bisa masuk Read Big Challenge nih! :D) layak jadi buku favorit. Pssstt…karena novel ini mengandung ekstrak ginkgo biloba, jadi dibaca buat tujuh belas tahun ke atas ya, gyahahaha… (‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌ (‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌

Keterangan Buku:

Judul                                        : All You Can Eat

Penulis                                      : Christian Simamora

Editor                                       : Alit Tisna Palupi

Proofreader                              : Mita M. Supardi

Penata letak                              : Gita Ramayudha

Desainer sampul                       : Jeffri Fernando

Ilustrasi isi & paper doll            : Levina Lesamana

Penerbit                                    : GagasMedia

Terbit                                       : 2013

Tebal                                        : 460 hlm.

ISBN                                       : 978-780-643-X

 

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

57 thoughts on “REVIEW All You Can Eat

  1. Kelihatan dari covernya, memang ‘serem’ sih buat seumuran aku. Pengennya sih baca, cuma kalau ‘khusus 17 tahun ke atas’ kayaknya nggak deh. Hehe…

    Itu judul subbab nya, rata-rata panjang ya. Hehe… Kayak susunan sebuah kata menjadi kalimat😀

      • Di twitter rame banget, ngomongin buku ini, lagi ngehits gitu ya. Yaaaa…sabar ajalah, puasin diri sama riviu nya Mbak Luckty yang masih bisa aku baca. Hweheheee

  2. hahaha. ada ekstra ginko biloba-nya toh ternyata. boleh boleh. mumpung udah 20+. kkk. tapi, beli bukunya dulu kayaknya. covernya itu loh yang bikin provokatif. :3

  3. All You Can Eat…
    Errr…
    “Terkadang yang Tak Bisa Kamu Lupakan Adalah Seseorang yang Tak Pernah Bisa Kamu Miliki, dll. Judul-judulnya #JLEB bin #eaaa banget kan ya?!? ~~ ~ ~ ~(\ ‾o‾)/ ”
    Review novel yg satu ini, buat hati dumba-dumba.
    Covernya adult klasik gimanaa gitu.
    Thanks, Mbak, untuk kutipan-kutipan di buku ini yang berhasil buat saya galau…😥

  4. Habis sahur baca judul review ini yang terbayang gak jauh-jauh dari makan dan makanan. Ternyata salah tuh he..he….he.. Baru kali ini tahu ada novel yang judul babnya panjang-panjang dan provokatif #pinjamistilahnyambakluckty. Kreatif banget penulisnya.

  5. Pingback: All You Can Eat – Bukan Acara Makan | Jejak Langkah...

  6. bahagia itu sederhana, bisa berkumpul dengan orang-orang yang kita cintai, bisa berbagi kepada sesama apalagi kepada yang membutuhkan, bercanda bersama dgn orang yang kita kasihi,,,simple,,,
    salam kenal ya…^_^

    • Bisa merasakan tidur siang adalah bahagia yang paling sederhana. Dan merindukan bisa tidur siang….😀 #MalahBahasTidur

  7. saya juga baca beberapa bukunya chistian simamora, agak ga begitu suka aja sih sama pemaparannya dan caranya bercerita. pinter sih banget, cuma gimana gituuu.

    • Diantara buku-buku GagasMedia hasil dari program #unforgotTEN, buku ini yang gak masuk di perpus sekolah. Itulah gunanya pustakawan baca duluan, bisa menyaring dan menentukan mana yang cocok untuk dibaca pemustakanya…😀

  8. Wow namanya Alejandro Putra Vimana terbayang orangnya tinggi, gagah, ngguanteng, bermata biru, rambutnya disisir mulus kebelakang, berhidung mancung, putih, dan kalau tersenyum bibirnya kemerahan.
    Dan saat saya ngeklik review ini harapan saya bisa menemukan cerita tentang cinta tetapi diseputaran makanan. Tapiii… begitu selesai baca, saya scroll ke atas lagi dan kebawah lagi, mana makanannya? hehe..
    Emang puasa-puasa begini bawaannya ngiler aja klo melihat kata makanan😀
    Dari review ini menurutku ceritanya, nggak banget deh Mbak. Sepertinya Christian Simamora salah ngasih judul buku..

    • Dikata pengantar, Bang Ino ngejelasin kenapa dikasih judul ini. Tapi emang tetep gak nyambung sih ama isi ceritanya… :p

  9. Pingback: All You Can Eat – Bukan Acara Makan | Jejak Langkah... Koleksi, Review, Wish List Buku

  10. Sempet bingung and ngerasa “katrok” alias *ndesa* pas sempet lihat banyak blogger ngomongin nih buku dan masuk wishbooknya.. soalnya aku gak pernah denger masihan. Apalagi baca😀
    Aku kira tentang makanan isinya..ternyata…😮
    thanks mbak luckty atas reviewnya.. jadi gak ngerasa kudet deh akunya😛😀

  11. Hai mbak Luckty, bagus reviewnya, jadi ingin membaca buku ini juga. Why not!. Ehm..terus terang saja pas memilih salah satu review buku ini, saya tertarik pada judulnya “All You Can Eat”. Kebetulan saya sedang menjalani proses Food Combining, eh…ternyata sim sala bim…tidak seperti perkiraan saya sebelumnya bahwa saya akan mendapatkan tips atau cerita seputar makanan…LOL….!

    • Gyahahaha…banyak yang terkecoh ama novel ini dikira nyangkut makanan ya, kalo novel yang nyangkut makanan ada Sweet Nothings’s, ada reviewnya di blog ini😉

  12. baca review mb Luckty ini bikin aku gak percaya dg kata temanku. apa coba dia bilang? buku ini ‘saru’. Well, aku memang belum baca buku ini, jadi terus terang detail isinya bagaimana aku pun aku tak tau. Tapi review mb Luckty tentang kisah rumit Sarah dan Jandro tidak mewakili opini temanku itu. Beda penarikan ‘words’ line’nya kali ya🙂
    Kisah percintaan memang selalu tak akan habis diangkat sebagai cerita, tergantung kepiawaian sang penulis mengemasnya. Jadi penasaran pengin baca sendiri nih buku Christian Simamora ini.

    • Buku ini memang cocok buat 17 tahun ke atas, udah ada peringatan di akhir postingan kok, gyahahaha… tapi emang pas sih, soalnya ini memang kisah dewasa, bukan remaja ababil…😀

  13. Pingback: Book Kaleidoscope 2013 : Top 5 Best Book Covers 2013 | Luckty Si Pustakawin

  14. Pas baca novel ini aku udah umur 17, tapi tetep merasa underage, karna emang dasarnya aku kurang klop sama novel dewasa sih. Cuma, aku tetep suka karyanya bang Chris. Plotnya selalu kompleks dan seru. Bikin gemes juga. Si abang emang kece, deh! Thanks for reviewing kak. Keep posting!😀

  15. aku penasaran sama novel yang ini, belum pernah baca novel karangan Christian Simamora, sepertinya ceritanya unik dan menarik =) reviewnya juga bagus, kutipan kalimatnya menginspirasi =)

  16. Pingback: GagasMedia #TerusBergegas #KadoUntukBlogger | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s