REVIEW Orang Ketiga

Perselingkuhan adalah salah satu manifestasi dari jiwa kekanak-kanakan manusia. Perselingkuhan tidak ubahnya dengan sebuah permainan yang membutuhkan akurasi, strategi, negosiasi, keberanian, mengambil risiko, dan kepercayaan diri. Ibarat kata, perselingkuhan adalah permainan monopoli, point ball, rollercoaster, dan kartu remi digabung jadi satu. Tidak heran banyak pasangan masih saja gemar berselingkuh walaupun sudah dengan jelas mengetahui bahwa perselingkuhan itu salah, apa pun alasannya. Siapa sih yang bisa menolak godaan permainan semenyenangkan selingkuh? (hlm. 169)

Anggi jatuh cinta lagi. Ia tidak menyangka akan jatuh cinta lagi secepat ini. Ia tidak pernah mempersiakan diri untuk merasakan sensasi debaran jantung kencang yang membuat darahnya mengalir deras dan membuat perutnya mulas begitu mendadak. Dan, perasaan itu muncul hanya selang sebulan setelah kasus patah hatinya yang terakhir, tetapi itulah yang terjadi sekarang. Sejak bertemu dengan Angga, hidupnya kembali mengalami perubahan warna. Dari yang semula abu-abu suram menjadi merah mudah bercahaya.

Ia tidak tahu apa yang membuat Angga terlihat begitu menarik di matanya. Mungkin, caranya bermain gitar atau senyum manisnya  atau caranya berbicara dan menggoda. Yang jelas, ketika bersama Angga, ia merasa keinginan untuk terus-terusan tersenyum. Ia selalu berusaha menemukan kesempatan berduaan dengan Angga karena saat ini cowok itu bagaikan candu keluaran terbaru baginya.

Dan, sepertinya, perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan. Sejak pertemua yang tidak disengaja malam itu, mereka berdua menjadi sangat dekat. Pagi hari, Angga selalu menyempatkan diri mampir ke ruangannya untuk menyapa dan berbincang-bincang ringan meskipun ruangan tempat Anggi berbeda dua lantai. Siang hari, Angga akan mengajaknya makan siang bersama di luar kantor. Malam harinya, mereka berdua akan menikmati waktu berdua saja di ruangan besar yang sepi dengan kertas-kertas desain Anggi berserakan di atas meja dan permainan gitar Angga yang membuai telinga. Kesamaan yang mereka miliki satu sama lain benar-benar di luar dugaan. Jenis makanan favorit, sama. Jenis musik yang digemari, sama. Penyanyi yang sering didengar, sama. Bahkan, kalau dipikir-pikir lagi, nama mereka berdua pun hampir sama. Angga dan Anggi, iya kan?

Semakin ke sini, rasa sukanya pada cowok itu semakin menggebu-gebu. Ia teringat sendiri betapa serunya percakapan yang terjadi setiap kali ia dan Anggi ngobrol. Selalu ada saja topik yang mereka bicarakan. Anggi merasa bisa ngomong apa pun juga pada Angga. Mulai dari urusan pekerjaan, kehidupan pribadi, sampai gossip. Apa yang sekarang tidak diketahui Angga tentang dirinya? Begitu pula sebaliknya. Ia tahu kalau Anggi punya fobia ketinggian, tidak suka kecoak, paling hobi makan bakso, dan punya cita-cita menjadi tentara tetapi berantakan gara-gara matanya minus. Angga bagaikan buku terbuka yang tidak pernah bosan ia baca.

Seperti apa rasanya patah hati? Anggi bisa memberikan setidaknya lima jawaban untuk pertanyaan di atas. Pertama, patah hati ibarat mencabut sumbat bak mandi yang sudah susah payah kita isi dari pagi. Hanya dengan satu tarikan saja, plop! semua air yang sudah susah payah ditampung mengalir keluar dalam waktu singkat.

Kedua, patah hati ibarat tanpa sengaja memukul jari tangan sendiri ketika sedang memasang paku di dinding. Terjadinya tiba-tiba dan tanpa terduga, tetapi terasa sakit luar biasa. Bagian yang terkena palu mungkin hanya jempol, tapi nyerinya merambat cepat ke seluruh badan hingga tanpa terasa mata pun menitikkan air mata.

Ketiga, patah hati ibarat jatuh tersungkur tanpa alasan jelas di hadapan sekian banyak orang yang tidak kita kenal. Luka di lutut ataudi lengan mungkin bisa sembuh dengan mudah menggunakan obat merah dan plester, tetapi luka di hati karena rasa malu adalah sesuatu yang tidak bisa disembuhkan, bahkan obat dokter Amerika yang paling jago sekalipun.

Keempat, patah hati ibarat tenggelam dalam lautan yang luas dan gelap. Dinginnya air menyumbat semua indra tanpa ampun. Tidak ada satu hal pun yang terlihat di sana. Sendirian, kesepian, dan menyesakkan.

Dan, kelima, patah hati ibarat semua keempat perasaan di atas bercampur menjadi satu.

Sampai usianya yang ke-24 sekarang ini, Anggi sudah beberapa kali merasakan sakitnya patah hati. Tapi semua pengalaman itu ternyata tidak juga membuatnya lebih siap menghadapi patah hatinya kali ini. Tidak ada yang bisa membuatnya berhenti menangis ketika mengingat Angga. Tidak ada yang bisa membuatnya berhenti merasa sesak setiap kali melihat Angga dari kejauhan.

Seminggu sudah berlalu sejak pernyataan cintanya yang berakhir tragis dengan pengakuan Angga tentang statusnya saat ini. Setelah Angga mengaku terus terang bahwa ia sudah punya pacar, tanpa berkata apa-apa, Anggi langsung berdiri meninggalkan cowok itu sendiri. Sepanjang jalan, Anggi belum benar-benar bisa mencerna apa yang baru ia alami. Namun, sesampainya dirumah, ia langsung menangis hebat sampai matanya bengkak dan suaranya serak. Ia tidak bisa mengerti bagaimana mungkin Angga bisa tega membohongi dirinya. Kalau memang dia sudah punya pacar, lalu apa maksudnya memberikan semua perhatian ini?

Keterangan Buku:

Judul                            : Orang Ketiga

Penulis                          : Yuditha Hardini

Editor                           : Rayina

Proofreader                  : Christian Simamora, ResitaWahyu Febiratri

Penata letak                  : Wahyu Suwarni

Desainer cover              : Dwi Anissa Anindhika

Penerbit                        : GagasMedia

Terbit                           : 2012 (Cetakan Ketujuh)

Tebal                            : 246 hlm.

ISBN                            : 978-780-394-5

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

44 thoughts on “REVIEW Orang Ketiga

  1. Mbak Luckty kok cepet banget sih bacanya? Itu 10 buku aku perlu sebulan nyelesainnya, belum waktu buat reviewnya. Waaah, kecepatan bacanya berapa kata per detik sih? Ahahahaha…

    Ah, iya, patah hati itu ibarat kelimanya. Tapi, Alhamdulillah, belum pernah ngerasain patah hati yang ‘luar biasa banget’, paling cuma nangis sesenggukan, eh nggak deng, nangis biasa aja, kecewa. Malah, aku pernah ngalamin hal kayak Anggi *miris*

    • kalo buku unyu mah cepet bacanya, kalo buku bergenre sejarah atau fantasi agak lama bacanya, apalagi yang terjemahan, soalnya agak lama buat nginget setting dan nama-nama tokoh ceritanya…😀

      Setiap orang pasti pernah ngalamin apa yang dirasain Anggi yaa… namanya juga jatuh cinta, pasti juga pernah ngalamin patah hati…😉 #eaaa

      • Iya juga sih, apalagi kalau bukunya teen banget *ya buat aku*. Pernah baca buku cuma 2 jam. Hahaha, males nimbun buku. Tapi sekarang, gak ada bacaan sama sekali *brb baca koran iklan*

        Cinta itu ibarat anak SMA, bandel-bandel dikit tapi ngegemesin *korban twit orang*

      • di anggota Blog Buku Indonesia, masih banyak yang lebih banyak dan cepet bacanya dibandingin aku, buku yang dibaca mereka pun berat-berat, aku mah baru sebatas buku unyu…😀

      • Haha…Mungkin karena tuntutan juga, jadi BBIers kan harus gitu, setidaknya dalam satu bulan ada review yang masuk. Aku pernah ikut BBI, cuma kalap banget, udah dibaca semua, gak ada buku baru ._.

    • Belum Mbak, nggak ada yang dateng sama sekali. Makanya aku nanya no resi, kirain lewat Pos Indonesia. Jarang ada TiKi/JNE yang datang langsung ke rumah, katanya sih di luar batas antar. Dan kalau mau ambil, harus bawa ke kantornya langsung, sedangkan Mamah nggak pernah izinin aku keluar rumah. Dan yaaa…terpaksa, ngebiarin paketnya disana, nggak tau musti diambil kapan .-. Bahkan mungkin nggak akan pernah diambil😦

      • Wah, masak sih sepelosok itu? Rumahku yang pelosok juga nyampe kok. Memang sih kalo selain TIKI/JNE, nyampenya agak lama. Tapi biasanya kan dihubungin lewat hape buat nanyain rute alamat, agak ribet tapi alhamdulillah selalu nyampe kok.

        Punya syifa di alamatnya kucantumin no. hapenya kok. Lagipula Cililin mah gak pelosok amat dibandingin ama tempatku yang baru masuk PLN dua taun ini. Aku juga pernah ke daerah Cililin…😀

      • Memang nggak pelosok sih, tapi TIKI/JNE nya yang terlalu kota banget. Kantornya kan ada di Kota Bandung, sedangkan Syifa Kab. Bandung Barat, makanya di luar batas antar. Tapi, ya semoga nyampe deh😀

  2. Waaaah, gak bener nih cerita.
    Gak suka banget. >.<
    Heiiii. Kenapa Angga harus sih, Mbak???
    Aduh, bisa dibayangkan betapa sakitnya perasaan wanita itu (si Anggi). Huhuhu.
    Gak terima nih endingnya. Selingkuh tuh dimusnahin aja. Apa artinya coba dari semua itu? Wahhh… Gila…!!!😥
    *Daritadi komen reviewnya Mbak Luckty, kayaknya semua buat galau deh. Hmmm… Nyesekk….😥

    • Review mah nggak terlalu sama banget kayak cerita Mbak. Coba aja kalau baca bukunya, pasti pandangan awal tentang ‘ke-tidak-suka-an’ terhadap selingkuh, jadi lain. Kan belum baca cerita seutuhnya. Hehe…

  3. wew, bagus riviewnya. 4 arti patah hati dan satu simpulan di rinci dengan bahasa yang mudah dimengerti. like this🙂

    • ”Cerita patah hati ternyata jadi favorit kebanyakan orang ya?!? :p”

      ”hihihi, karena hampir semua orang pernah mengalaminya”

      Ceritanya memang suka, patah hati juga pernah, berapa kali ya *ngitung dulu, satu, dua, sembilan…gak keitung*. Tapi aku gak pernah suka sama patah hati, nyesekkin. Ya walaupun pernah *beberapa kali* mengalaminya, selalu ada pembelajaran.

  4. Yah, orang ketiga memang seringkali menjadi penghancur hubungan. Jadi ingat sosok wanita “I” yang tega memisahkan hubungan yang sdah akan berlanjut ke pernikahan

    • aku juga punya tetangga udah tinggal menghitung hari menuju pelaminan, gagal total gegara calon istrinya selingkuh, itupun ketahuannya gegara smsan..hadewh… –“

  5. uch sebel dech kalo dengar kata selingkuh. pernah diselingkuhi ama mantan dulu tapi untunglag sekarang sudah berlalu,,,kalo enggak bisa bisa aq diselingkuhi terus meskipun aq jadi istrinya,,,dan alhamdulillah suamiq sekarang benar2 setia,,,amiiiennn

    salam kenal penulis blog,,,^_^

  6. Perselingkuhan selalu disertai kebohongan,ketidak jujura,bukan
    Akhir kisah sebaiknya dapat ditunjukkan bahwa selingkuh adalah tidak baik, amoral,asosial dan berdosa
    Salam hangat dari Surabaya

  7. Dari awal baca reviewnya, aku kira Anggi yang akan diselingkuhi Angga dengan orang ketiga. Eh ternyata si Anggi-nya ini sendiri jadi ‘orang ketiga’ ya? makanya dia patah hati.
    Begitukah?

  8. Suka sekali dengan tampilan covernya, manis banget.
    Senada dengan Anggi, dulu saya juga suka banget melihat cowok yang pintar main gitar. Kesannya ini cowok keren banget.
    Dari review Mbak diatas ceritanya lebih masuk akal menurut saya mungkin karena peran si lelakinya pintar mainin gitar kali ya hehe..
    Walaupun saya belum pernah baca bukunya, tetapi review Mbak sukses membuat saya penasaran ingin membacanya..

  9. Wah saya baru ngerasain patah hati sampai tahap 3, perumpaan no 4 dan 5 belum kebayang haha. Patah hati memang sesuatu yang “biasa” ketika masa abg. Tapi setelah dipikir-pikir, kadang-kadang kita menyikapinya dengan sangat luar biasa.

    Anggi ya ternyata yang jadi orang ketiganya. Penulis berupaya mengungkap sudut pandang sebagai orang ketiganya, berarti bukan salah mutlak orang ketiga ya. Kebayang si Angga pusing tujuh keliling menyelesaikan asmara ini hehe. Sama persis dengan cerita masa lalu saya ,,,,jadi penasaran endingnya kayak gimana,,,,,,

    Memang menyakitkan, ketika tahu bahwa ada seseorang yang juga diperlakukan sama dengan kita, dicintai dan disayangi dengan kadar yang sama.

    Oya pas baca awal review yang menggambarkan gimana rasanya jatuh cinta lagi,,,swearrrr jadi pengen ngerasain lagi perasaan-perasaan dag dig dug ser tersebut hahaha,,,,,terasa indaaaaah banget…..hihi.

  10. Wihh… commentnya numpuk tuh mbak luckty
    bener-bener sukses nih ngereviewnya..

    Emang ya topik orang ketiga + patah hati itu bener2 favorite topic😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s