REVIEW Dongeng Patah Hati

Kamu candu bagiku. Satu menit tidak bertemu denganmu, terasa seperti setahun. Namun ketika bersamamu, semua terasa begitu cepat. Jarum detik, menit, jam seakan berputar dengan kebahagiaan yang menyelimutiku. Lucu, bukan? Bagaimana cinta bisa mengubah waktu –hal yang paling pasti di dunia ini–menjadi hal yang sangat tidak pasti dan terasa membingungkan. Satu detik ibarat setahun. Satu jam bagaikan sedetik. Karena satu hal: cinta. (hlm. 85)

Siapa sih yang nggak pernah merasakan patah hati? Orang yang pernah jatuh cinta, kemungkinan besar pasti pernah mengalami patah hati. Jatuh cinta dan patah hati memang tidak bisa dipisahkan.

Buku ini pernah masuk Wishful Wednesday yang saya posting diblog, dan sekarang alhamdulillah sekarang kesampaian bisa membacanya. Kenapa? Dari judulnya saja kita sudah bisa menebak bahwa ini merupakan kumpulan cerpen yang memiliki benang merah sama; patah hati. Jelas endingnya pasti gak ada yang berakhir bahagia.

Kumpulan cerpen dan patah hati. Harusnya saya suka buku ini. Harus suka banget malah. Ekspetasi saya meletup-letup ama isi bukunya. Apalagi di depan covernya ada empat penulis ternama, dan salah satunya adalah penulis favorit; Sanie B. Kuncoro.

Ekspetasi saya yang terlalu tinggi karena sebelumnya membaca kumpulan cerpen Menuju(h) yang memiliki benang merah; hari. Menuju(h) memang kece badai jika dilihat dari cover, ilustrasi, maupun isi cerita. Maklum, penulisnya ternama semua jadi sudah tidak diragukan lagi.

Bagiku, kesenangan bisa didapat dengan menjelajahi lembar buku yang menjanjikan petualangan. (hlm. 135)

Kumpulan cerpen ini terdiri dari tulisan para pemenang sayembara menulis proyek 14 yang diselenggarakan oleh GagasMedia. Semuanya belum pernah saya baca tulisannya sebelum di buku ini. Patah hatinya kurang #JLEBB, gampang ketebak. Tapi jika melihat profil para penulisnya, ternyata masih muda-muda. Suatu hari, pasti karya mereka lebih dari ini. Saya percaya itu. Buktinya banyak bertebaran quotes bagus di setiap cerita.

Dari sekian banyak peserta, saya paling suka tulisan Dodi Pradana yang berjudul;Yogyakarta, Suatu Cerita yang diangkat dari kisah nyata teman semasa SMA, penulis bernama Al-Fiqri Haris yang meninggal dunia pada 6 Agustus silam karena penyakit ginjal. Al merupakan mahasiswa Universitas Gajah Mada yang meninggalkan kekasihnya, saat kekasihnya baru saja dinyatakan diterima sebagai mahasiswa baru di UGM. Bacanya bisa ampe merinding.

Yang mengherankan adalah buku ini tidak ada kata pengantarnya, tidak dijelaskan proses pemilihan pemenang sayembara menulis ‘Proyek14’ ini. Kok gak ada daftar isinya juga? Oya, di beberapa halaman nggak tertulis halamannya; 48-49, 68-69, 136-137, 176-177.

Terlepas dari itu, tertolong oleh cerita penulis yang namanya termuat di cover. Paling favorit tentunya tulisan Sanie B. Kuncoro yang tidak pernah mengecewakan. Judulnya Bunga Pengantin. Berisi patah hati akibat perselingkuhan memang sudah biasa, tapi pengemasannya selalu di tulis Mbak Sanie dari sudut pandang yang berbeda. Favorit kedua, tulisan Mahir Pradana (yang sampe sekarang sayabelum nemunya yang berjudul Here, After) yang berjudul Ulang Tahun ke-17. Ceritanya lain dari yang lain. Paling sedih dan tak terduga di endingnya.

Kedepannya, berharap GagasMedia menerbitkan kumpulan cerpen yang ceritanya lebih absurd dan tak terduga seperti Menuju(h). Bukan maksud membanding-bandingkan loh. Buat yang patah hati, cocok baca ini😀

Banyak bertebaran quotes patah hati:

  1. Tapi apakah mungkin cinta terpisah dari luka? Itu seperti kamu mengharapkan pertemuan tanpa adanya perpisahan. Ibarat kamu mendambakan pagi tanpa pernah mengharapkan kedatangan petang. (hlm. 4)
  2. Cinta itu tidak dapat diukur dengan angka. Perasaan tidak dapat diukur dengan skala. (hlm. 5)
  3. “Kadang… orang yang paling kita kasihi justru mengasihani orang lain.” (hlm. 8)
  4. “Dikhianati itu lebih dari sakit, tapi tak juga mati.” (hlm. 11)
  5. Hidup harus tetap berjalan bersama kenangan yang manis dan pahit. Kita akan ada di dalam hidup seseorang dan akan ada seseorang pula yang silih berganti masuk ke dalam kehidupan kita, menciptakan sejarah-sejarah baru. (hlm. 13)
  6. Cinta itu seperti judi. Ia akan mempertaruhkan apa saja untuk mendapatkannya. Pengalaman terluka masih membekas, tetapi bukankah hidup harus tetap berjalan dengan segala kebahagiaan dan ketidakbahagiaan yang selalu mengelilinginya? (hlm. 15)
  7. Cinta seperti sel-sel penyusun kehidupan manusia yang sampai di sisa hidupnya akan terus membekas. (hlm. 16)
  8. Sering kali cinta hadir untuk seseorang yang telah menyembuhkanmu dari sakit karena kehilangan cinta. (hlm. 32)
  9. Tak ada yang lebih sakit daripada berada di samping seseorang yang kau cintai, karena dia tidak memiliki hubungan dengan perempuan mana pun, tapi hatinya telah menjadi milik perempuan lain. (hlm. 45)
  10. “Aku tidak mengerti, kenapa cinta dijadikan alasan oleh manusia untuk menyatukan sesuatu yang salah, tapi sekaligus disalahkan untuk menyatukan sesuatu yang benar.” (hlm. 48)
  11. Untuk melihat sebuah keindahan, kita harus membayar harga pengorbanan. (hlm. 51)
  12. Kita tak pernah memilih menemptakan hati pada siapa, terlebih memikirkan bagaimana mencintai dengan cara yang tepat. Jika terjadi demikian, mungkin kita tak pernah benar-benar jatuh cinta, tapi berencana untuk jatuh cinta. (hlm. 60)
  13. Mungkin hati seperti langit yang tak bisa diduga. Tak tahu kapan mendung dan hujan akan datang, tak tahu apa pelangi tengah menanti di balik gelap. Cinta pun demikian. Tak tahu kapan hati akan dihuni seseorang. Tak tahu apakah bahagia ataukah sedih kelask. (hlm. 64)
  14. Bersamamu adalah hal terindah di hidupku. Tentang perasaan lain yang ikut hadir, cemburu, dan rindu. Tapi aku suka sensasinya, seperti mencium aroma sehabis hujan. Hal-hal seperti itu yang membuatku tidak bisa jauh darimu. (hlm. 85)
  15.  Terkadang takdir memang dapat disandingkan dengan keberuntungan. Tak peduli awalnya menyenangkan atau tidak, disadari atau tidak. (hlm. 179)
  16. Cinta ini hanya indah untuk kita berdua. Tetapi cinta ini menjadi pisau untuk mereka yang sudah memiliki kita. (hlm. 199)
  17. Cerita yang ditulis Tuhan selalu happy ending. Jika tidak, berarti cerita itu belum selesai. (hlm. 202)

Keterangan Buku:

Judul                            : Dongeng Patah Hati

Penulis                          : Mahir Pradana, Robin Wijaya, Sanie B. Kuncoro, Stepahine Zen dan PemenangSayembara Menulis ‘Proyek 14’

Editor                           : Kinanti

Proofreader                  : Christian Simamora, Ibnu Riza, Patresia Kirnandita, Gita Romadhona

Penata letak                  : Dian Novitasari, Wahyu Suwarni

Desain sampul              : Jeffri Fernando

Penerbit                        : GagasMedia

Terbit                           : 2013

ISBN                           : 979-780-616-2

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

39 thoughts on “REVIEW Dongeng Patah Hati

  1. Patah hati itu apa ya QaQa? Apakah itu sejenis mamalia? Atau sebuah benda tak bernyawa? Aku bingung sama orang yang patah hati, mereka kenapa sih?:/ *seketika absurd*

  2. Belum baca ini. Kalau kumcer emang gitu ya. Ada yang lebih menonjol daripada yang lain pastinya. Dan ini yang menonjolnya penulis yang udah punya nama ya? Hohoho… Waktu dan pengalaman yang bicara😀

  3. tentang patah hati ya. hm… saya ga begitu suka buku2 kumcer, karena ceritanya sebentar abis, sebentar abis, alurnya hingga ke konflik, singkat banget.
    itu sih menurut saya😀

    • Iya, kebanyakan orang juga gak suka kumcer karena alasan itu. Tapi aku suka kumcer justru dari sekelumit cerita bisa ada pesan moral yang kita ambil dari suatu cerita…😉

  4. Aih tumben-tumbenan Gagas Media bikin kumpulan cerpen biasanya Gagas Media suka nerbitin kisah-kisah romance, meskipun semua genre lebih ke arah cinta-cintaan.
    Mungkin karena isi cerpennya ditulis oleh penulis-penulis muda, makanya ditambahkan tulisan dari Sanie B Kuncoro supaya pembaca gak terlalu makin patah hati dengan ceritanya.Pengalaman saya membaca buku-buku kumpulan cerpen itu bahasanya lumayan sastra dan endingnya juga sulit ketebak, dalam pemilihan cerpen supaya diterima pasar penerbit melakukan semacam seleksi yang justru semakin susah ceritanya, ya itu yang diterima. Sebagai contoh cerpennya Dee dan Djenar Maesa Ayu, beberapa buku mereka yang saya baca sebagian besar ceritanya sulit dipahami tetapi didalamnya mengandung pesan mendalam. Tapi semoga aja pemikiran saya salah🙂

  5. Pengen banget baca…
    Bikin GA.nya dong mbak luckty…😀
    walau gak lagi patah hati tetep aja nyentuh banget kutipan-kutipannya..
    Apalagi yang ini nih ” Tapi apakah mungkin cinta terpisah dari luka? Itu seperti kamu mengharapkan pertemuan tanpa adanya perpisahan. Ibarat kamu mendambakan pagi tanpa pernah mengharapkan kedatangan petang. ” (hlm. 4)
    Kerennn..

    • novel-novel hasil dari #KadoUntukBlogger dari GagasMedia udah kusumbangin semua buat perpus sekolah, kecuali All You Can Eat, gyahahaha… 😉

  6. “Cinta itu tidak dapat diukur dengan angka. Perasaan tidak dapat diukur dengan skala”
    Bahkan terkadang cinta dan perasaan yang tulus tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata🙂

  7. Belum pernah baca sih. Tapi awalnya kupikir ceritanya ‘wah’ banget dengan kover yang unyunya maksimal, tapi… tapi.. setelah baca review ini bener-bener jadi patah hati x))

    Barngkali kumcer ini akan cocok dibaca untuk mereka yang memang sedang merasakan patah hati kaliya x))

    Walaupun begitu, cerpen2 yang ada pastinya patut mendapatkan apresiasi :))

  8. Cinta seperti sel-sel penyusun kehidupan manusia yang sampai di sisa hidupnya akan terus membekas. (hlm. 16)

    Selalu penasaran sama kumpulan cerpen nya gagas. Hmm yah, menarik🙂
    Tapi covernya sendu gitu ya….😮

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s