REVIEW Negeri Para Bedebah

Kalian tahu bagaimana cara terbaik menanamkan sebuah ide di kepala orang lain? Lakukan dengan cara berkelas. (hlm. 93)

“Mereka boleh saja bodoh, tidak tahu siapa kau sebenarnya. Tetapi aku tidak, aku sekarang tahu siapa dirimu.” (hlm. 95)

“Lihatlah, hanya orang yang begitu menyukaiku yang amat penasaran dengan masa laluku, bukan? Jangan-jangan kau menyukaiku sejak pandangan pertama. Kabar buruk bagimu, aku tidak pernah percaya cinta pada pandangan pertama.” (hlm. 96)

“Aku boleh jadi tipikal orang yang tidak kausukai, menyebalkan. Tapi aku selalu memegang janjiku. Kau akan mendengar semuanya. Terserah kau mau menulis apa setelah itu, dunia ini jelas tidak hitam-putih!” (hlm. 101)

Adalah Thomas seorang konsultan keuangan dengan jam terbang yang tinggi. Berpendidikan, kaya, dan berpengaruh. Menulis banyak kolom di media massa,dianggap anak muda yang berhasil. Semua teman di klub bertarung bilang bahwa Thomas merupakan anggota yang baik, petarung yang hebat, dengan kehidupan yanglurus. Dibalik kesempurnaannya itu, ternyata dia adalah keponakan dari seorang pemilik bank yang terancam pailit.

“…anak muda sepertimu terkadang terlalu emosional. Boleh jadi bank itu rumah perampok, tapi ketika dia terbakar di tengah angin kencang, musim kemarau krisis dunia, kalau kita biarkan sendiri, apinya akan menjalar ke rumah-rumah lain, bahayanya akan lebih besar lagi. Jadi pilihan terbaiknya boleh jadi memadamkan api rumah itu dulu. Urusan menangkap rampok, mengambil harta yang pernah dia rampok, tentu saja harus dilakukan sesuai koridor hukum yang ada.”(hlm. 171)

Dalam dunia keuangan modern, tidak semua pencipta sistem dan pembuat kebijakan adalah penjahat. Beberapa dari mereka bahkan memiliki konsen yang luar biasa atas haram dan halalnya selembar uang –terlepas dari fakta boleh jadi yang bersangkutan seorang ateis. Dalam definisi mereka, uang yang baik adalah uang yang didapatkan dari proses transaksi keuangan lazim, layak, masuk akal, dan disepakati banyak komunitas sebagai transaksi bersih. Uang yang kotor sebaliknya adalah uang yang diperoleh dari transaksi keuangan tidak lazim, tidak layak, dan disepakati banyak komunitas sebagai transaksi kotor.

Ada banyak sekali aktivitas ekonomi yang masuk dalam daftar transaksi kotor. Mulai dari yang terlihat (dalam film-film), seperti bisnis mafia, triad, geng, pengedar obat-obatan terlarang, perjudian illegal, penyelundupan, pencurian, pembajakan, perdagangan illegal, hingga yang tidak kasat mata, seperti uang suap, uang korupsi, dan uang tips yang haram.

Para pembuat sistem dan kebijakan keuangan modern telah membuat regulasi yang jelas; uang haram tidak boleh mengotori uang halal. Bukan semata-mata karena mereka patuh terhadap logika kitab suci, atau taat terhadap sepuluh perintah Tuhan, tetapi lebih karena campur aduk uang haram dan halal jelas merusak keseimbangan. Masuknya uang haram dalam perekonomian yang sah membuat regulator kesulitan memprediksi uangberedar, kesulitan memprediksi uang beredar, kesulitan membaca layar penunjuk ekonomi negara.

Karena itulah seluruh negara memiliki Undang-Undang AntiPencucian Uang. Amerika, misalnya, setiap transaksi di atas 10.000 dolar yang melibatkan perbankan dan institusi keuangan apa pun harus melaporkan muasa luang yang terlibat. Mereka juga meneguhkan prinsip KYC, know your customer. Kalau menabung ke bank di atas 10.000 dolar, maka ada kolom dalam slip setoran yang harus diisi, dari mana uang yang ditabungkan berasal –juga di Indonesia,dengan batasan 100 juta ke atas.

Lantas apakah urusannya selesai? Tidak. Upaya pencucian uang terus saja terjadi. Satu pintu ditutup, mereka mencari cara lainnya. Pencucian uang sudah berubah menjadi bisnis tersendiri. Ada banyak institusi keuangan yang menciptakan berbagai produk keuangan pintar, bahkan ada beberapa negara yang sengaja tutup mata dengan sumber uang kita.

“Uang seperti ratu lebah yang beranak setiap hari, terus tumbuh, serakah. Uang butuh tempat untuk berkembang biak, persis seperti mutasi genetik tidak terkendali.”

Kisah Thomas ini merupakan representasi salah masalah pelik yang dihadapi Indonesia. Kasus Bank Semesta milik Om Lim mengingatkan akan kasus Bank Century yang tak pernah habis dibahas. Kalau tidak salah, Tere Liye ini pernah (atau masih) bekerja sebagai akuntan. Jadi, beliau paham betul seluk beluk dunia perekonomian. Kita akan menemukan pengetahuan tentang ekonomi dan tetek bengek kebusukannya. Buku ini memang tergolog berat. Bearoma spionase. Penuh konspiras. Salut juga ada penulis Indonesia yang mau mengangkat tema ini. Apalagi sebelumnya novel-novel yang ditulisnya umumnya bertema anak-anak dan kehidupan. Tampaknya ini bakal keren jika difilmkan seperti karya-karya Tere Liye sebelumnya.

Tidak ada pertaruhan hidup-mati di meja judi. Semua soal persentase dan logika. Maka jika di meja judi saja tidak ada, apalagi di dunia nyata.

Tidak ada skenario Russian Roullette dalam kehidupan nyata. Kita selalu saja punya kesempatan untuk memanipulasi situasi, bertaruh dengan sedikit keunggulan. (hlm. 241)

…di dunia ini banyak orang melupakan sifat baik di hatinya. (hlm. 360)

Keterangan Buku:

Judul                                        : Negeri Para Bedebah

Penulis                                      : Tere Liye

Desain & ilustrasi sampul          : eMTe

Penerbit                                    : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                       : September 2012 (Cetakan Kedua)

Tebal                                        : 440 hlm.

ISBN                                       : 978-979-22-8552-9

35 thoughts on “REVIEW Negeri Para Bedebah

    • Ini masuk novel apa ya? Novel romance hanya unsur romance sedikit, lebih banyak penjabaran khas Tere Liye kayak di Ayahku (Bukan) Pembohong. Novel yang kental dengan nuansa poltik, pokoknya mengingatkan kita akan kasus Century. Kayaknya seru kalo difilminn!😉

      • Kayaknya tulisan Tere Liye mang bagus2 utk difilmkan. Dulu suka sama sang penandai. Tapi gak ada yang lirik juga.

        Kalau ini termasuk yg politik kali ya. Btw… dah beli yang lanjutannya nih. Hehehe

  1. Waktu itu pernah ditawari temen untuk beli buku ini, padahal aku salah satu penggemar tulisan-tulisannya Bang Tere. Hmm…tapi kayaknya dari awal udah nggak minat, liat dari covernya (kata orang sih ini nggak boleh dan nggak baik, tapi setidaknya penilaian awal akan mencerminkan bagaimana isi di dalamnya) terlalu kurang sreg sama aku, yaaa walaupun lucu aja liat laki-laki berjas yang hidungnya panjang kayak Pinokio itu *eh. Dan akhirnya, setelah tahu bahwa isi di dalamnya itu lumayan ‘berat’, apalagi penggunaan kalimatnya yang (yaaa bisa dikatakan) aku kurang paham.

    Tapi jujur aja, ini buku memang keren kok, walaupun cuma baca beberapa bagiannya di page Bang Tere, setidaknya ada bayangan bahwa buku ini ‘belum saatnya dibaca sekarang’. Heheh…😀

    • baca buku Tere Liye yang ringan-ringan dulu, seperti Berjuta Rasanya ama Sepotong Hati Yang Baru, isi ceritanya sederhana, gak seberat ini kok..😉

  2. Tere liye memang nggak ada matinya mbak luckty

    negeri ini memang identik dengan negeri para bedebah, meskipun masih banyak orang baik, namun tetap saja para bedebah itu selalu membuat kekacauan dan mengisi media massa setiap harinya

  3. Adeuh..uang memag menjadi segala-galanya di negeri ini hingga banyak orang yang tergerus idealismenya dan menjadi berhala Uang. Hanya orang yang beridealisme dan berprinsiplah yang akan mampu menjawab tantangan zaman dan akan dibutuhkan di negeri ini. Walaupun mereka mungkin akan sering “disenggol” oleh orang-orang yang licik. Tetapi mereka adalah a Winner not a Looser. Hati-hati dengan para Pedebah..!

  4. mbak.. berapa lama baca buku ini.. berapa lama menganalisa setiap katanya??

    hmm.. ajarin review buku donk mbak.. aku masih suka ngasal kalo review.. hehee

    • lama baca tergantung isi bukunya, kalo novel unyu mah cepet, aku cenderung baca sekali abis, soalnya kalo bersambung beberapa hari suka lupa ama jalan ceritanya…😀

  5. Sambil ublek-ublek halaman review blog ini, penasaran juga menyebutkan nama pengarang tenar idolaku mba..TEre Leye
    Kebetulan aku suka membaca novel-novelnya yang going easy. Tapi secara tidak langsung melihat cover uniknya, seorang laki berhidung bak pinokio serta judulnya yang agak sarkasme Negeri Para BEdebah..hehehhe… aku berusaha mengurai rasa penasaranku, Ternyata ini buku bergenre politik dengan muatan bahasa yang dalam. Wah berarti kalo baca buku ini haruss berulang kali sembari mengerutkan kening ya mbaak😀
    aku tertarik dengan opini :
    “Buku ini memang tergolog berat. Bearoma spionase. Penuh konspiras. Salut juga ada penulis Indonesia yang mau mengangkat tema ini. Apalagi sebelumnya novel-novel yang ditulisnya umumnya bertema anak-anak dan kehidupan. Tampaknya ini bakal keren jika difilmkan seperti karya-karya Tere Liye sebelumnya.”
    Mungkin kalau diberi kesempatan mau deh membacanya juga.

  6. ngabisin buku ini cukup 5-6 jam semalem suntuk… ketegangan di dalamnya bikin sayang kalo harus diselang sama kegiatan lain… gimana cerdasnya thomas dalam nyikapin semua masalah yg dateng…

    jengggg….

    secara otomatis haris beli sekuel lanjutannya

    dan ga aka rugi🙂

  7. Novel yang sangat menarik. Membacanya membuat kita teringat kasus Bank Century yang berlarut-larut sampai sekarang. Dengan alur yang sangat cepat membuat kita tidak sadar kalau setting waktu dalam novel ini hanya dua hari!

  8. Wah kalau penulisnya Tere Liye sih sudah tidak diragukan lagi! Karya-karya beliau memang patut diacungi jempol! Tema yang beliau angkat pun memang terkadang berbeda dari yang lain, yang membuat beliau mempunyai ciri khas sendiri. Jujur saya mengagumi beliau, beberapa karyanya yang saya baca berhasil membuat saya jatuh cinta!🙂

  9. udah baca yang ini, lebih suka Negeri Para Bedebah, iya Mbak @luckty semoga diangkat ke layar kebar ya🙂
    Oh ya ini juga ada beberapa pengetahuan tentang tanaman beracun yang diambil dari novel Negeri Para Bedebah:

    Hemlock

    “Kau diajari tentang Socrates di sekolah?… Apakah gurumu bilang bahwa socrates, orang bijak, filsuf, penemu banyak pengetahuan itu mati bunuh diri?”

    “Tentu saja tidak, …itu akan merusak imajinasi kalian tentang orang hebat itu. Tetapi adalah fakta bahwa dia bunuh diri dengan racun hemlock. Poison hemlock inilah salah satu tumbuhan paling berbahaya di dunia. Socrates yang agung mati setelah menelan racun hemlock. Tubuhnya kejang-kejang, lantas maut segera datang..” (hlm 295-296)

    Strychine

    “Cleopatra memaksa pelayannya memakan biji buah pohon ini, untuk mengetahui apakah biji pohon ini cara terbaik untuk bunuh diri.

    Racun pohon ini terkenal sekali…disebut boucine. Setelah pelayannnya meninggal dengan cara yang amat menyakitkan, Cleopatra berubah pikiran…Cleoptarta memilih racun ular untuk bunuh diri. Dia mati engan memasukkan tangannya ke dalam keranjang ular berbisa.” (hlm 296)

    Ketela Pohon/singkong

    “Kau pernah makan singkong mentah? Jangan lalukan. Beberapa jenis singkong, ketela pohon..mengandung racun sianida dengan kadar yang cukup untuk membunuhmu. Jika kau tak tidak becus memasaknya, tidak cukup matang prosesnya, satu keluarga penuh, atau seluruh kampung bisa binasa dalam satu malam… Tapi kalau kau masak dengan benar, racun sianidanya akan hilang” (hlm 297)

    Bunga Terompet

    Bunga terompet mekar tidak terbilang di taman gedung perkantoran. Indah. Tetapi adakah karyawan yang sering lalu berlalu lalang tahu bahwa bunga itu sangat berbagaya?

    Kandungan aktifnya adalah atropine, hyoscyamine, dan scopolamine, zat penghilang kesadaran. Kau bisa meninggal jika overdosis” (hlm 302)

    sumber: http://htanzil.wordpress.com/2012/11/07/kutipan-buku-racun-dalam-tanaman/🙂

  10. Huwaa, novel ini aku suka banget, meskipun agak ngejelimet dengan taktik perekonomiannya, yang berhasil bikin aku penasaran dan ‘nodong’ guru ekonomi dengan pertanyaan” seputar novel ini. Sosok Thomasnya, Opa, dan Julia. Sayangnya kisah Julia sama Thomasnya ga dilanjutin lagi.. Semoga bener isunya mau difilmkan, dan semoga tidak mengecewakan ^_^

  11. sukaa sama buku ini.. berasa banget ikutan kebawa capeknya Thomas yang cuma empat hari tapi kabur-kaburan menclok sana menclok sini. berharap buku ini difilmkan dengan menggat Nicholas Saputra, Reza Rahardian, Laura Basuki dan Julie Estelle hehehehe

  12. Pingback: REVIEW Pulang | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s