REVIEW Coba Tunjuk Satu Bintang

Jika mencintai seperti prosesi, lalu mengapa kamu membiarkanku berhenti? (hlm. 1)

Apakah itu kita, saling merindukan, namun saling takut terluka? (hlm.20)

Marsya, Kimmy, Rama dan Dio adalah sahabat sejak bangku SMP. Sebuah persahabatan yang indah. Marsya terlalu pintar menyembunyikan perasaannya. Bertahun-tahun gadis itu menyimpan perasaannya pada Dio. Sampai kuliah tingkat tiga, cinta itu bersambut. Mereka terlihat begitu bahagia, merencanakan pernikahan dengan begitu sempurna. Sampai Dio dengan begitu tiba-tiba mengabarkan akan menerima tawaran bekerja di Hamburg. Dan keputusan itu menghancurkan semuanya.

Marsya. Gadis itu memang hebat dalam memainkan warna membuat lukisan-lukisannya tampak hidup. Marsya memiliki bakat melukis sejak kecil. Guratan-guratannya begitu indah. Beberapa lomba melukis berhasil dijuarainya. Beberapa penghargaan pun pernah didapatkannya dan itu membuat semangatnya untukmenjadi pelukis hebat semakin besar sampai hari perpisahan itu, semua berubah…

Setahun lalu, Marsya berencana mengadakan pameran, tapi ayahnya tiba-tiba jatuh sakit dan meninggal dunia sehingga Marsya pun mengurungkan rencananya. Mungkin bukan hanya karena kesedihan itu, tetapi semangatnya sudah pupus tiga tahun lalu, saat pesta pernikahan yang sudah direncanakan matang harus berakhir begitu saja.

Mimpi kamu jauh lebih berarti daripada apa yang udah kamu miliki.”(hlm. 3)

Dio. Sudah beberapa tahun menjalin hubungan dengan Marsya.Terpaksa meninggalkan Marsya demi mewujudkan cita-citanya di Hamburg untuk menunjukkan bahwa dia bisa sukses di mata keluarganya. Sayang, cita-citanya itujustru menggerus kisah cintanya bersama Marsya. Setelah tiga tahun berjalan, Dio baru menyadari jika Marsya lebih berarti dari segalanya. Tapi ternyata takdir tidak semudah membolak-balikkan tangan.

Aku tidak mau kita mengucap janji selamanya, cukup saling percaya, akan ada bahagia selama kita bersama. Selama kita berusaha. Selama kita  tidak membuat perasaan kita sia-sia. (hlm.187)

Pertanyaannya adalah kenapa Dio tidak mengajak Marsya ke Hamburg-Jerman?!? Pekerjaan Marsya kan gak terikat, pelukis bisa mendapatkan inspirasinya dimana-mana. Masak iya sih, hanya gegara berambisi mengejar cita-citanya dengan mudahnya mencampakannya cinta yang telah dibangunnya bersama Marsya selama tiga tahun? Kalo jadi Marsya, ogah deh balikan ama Dio… ˇ)-c

Khas Sefryana Khairil, banyak selipan kalimat yang menarik:

  1. “Masa lalu adalah bagian dari hidup kita…” (hlm. 29)
  2. “Rejeki dan jodoh gak akan tertukar kok…” (hlm. 49)
  3. “Karena untuk urusan cinta nggak selalu sebesar apapun kita memberi, sebesar itu pula kita menerima.” (hlm. 54)
  4. Kamu bilang jika Tuhan menghendaki kita pasti bersama suatu hari nanti. Namun mengapa sakit ini tidak bisa juga aku akhiri? (hlm. 55)
  5. “Kalaupun gagal, itu berarti ada rencana lain dari Tuhan untuk kalian berdua.” (hlm. 162)
  6. Sebenarnya kita tidak kemana-mana. Hanya berdiri di tempat yang sama. Kita berhenti berusaha. Kita sama-sama tidak percaya pada apa yang kita punya. (hlm. 177)
  7. “Semua masalah bisa diselesein, kalau kamu mau nyelesein.” (hlm. 183)
  8. Terkadang cinta harus saling melepaskan agar bisa saling menemukan.

Mungkin karena ekspetasi saya membaca buku ini harapannya sepertisaat membaca Sweet Nothings, CTBS terlalu singkat bagi seorang Sefryana Khairil. Semoga ke depannya, bisa melahirkan kembali karya selevel Sweet Nothings yang detail, memikat dan komplit.

Dibandingkan novelnya yang saya baca sebelum ini, tulisan penulisnya lebih kuat dan berkarakter di Sweet Nothings. Di novel ini, tema yang diangkat memang sederhana. Percaya banget, seharusnya Sefryana Khairil bisa menulis ciamik lebih dari ini. Terlepas dari itu, suka dengan covernya yang kece. Juga suka selipan bintang bulan dan quotes yang berhubungan dengan astronomi.

“Sekalipun Sagitta tidak mempunyai bintang yang cerah, tetapi aku mampu menjadi Prometheus yang rela mengorbankan diri demi secercah cahaya abadi, untukmu, pada satu bintang…” (hlm. 25-26)

Oya, sambil baca novel ini, cocok jika diiringi lagu CobaTunjuk Satu Bintang – Sheila on 7 deh… selamat menikmati..😀

Keterangan Buku:

Judul                            : Coba Tunjuk Satu Bintang

Penulis                          : Sefryana Khairil

Editor                           : Mita M. Supardi

Proofreader                  : Jumali Ariadinata

Penata letak                  : Gita Ramayudha

Desainer sampul           : Amanta Nathania

Penerbit                        : GagasMedia

Terbit                           : 2013

Tebal                            : 210 hlm.

ISBN                           : 978-780-647-2

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

44 thoughts on “REVIEW Coba Tunjuk Satu Bintang

  1. Gregetan deh..kenapa si dio gak nikah dulu ma marsya baru berangkat ke Jerman.. kan lebih enak kalo udah nikah dulu. Gak usha ditinggal.. Emh..menunggu memang melelahkan ya.. (mewakili perasaan Marsya). Seharusnya cinta itu dipelihara dan disemai supaya tumbuh jadi bunga yang sangat indah..dan akan indah pada waktunyanya. Bukannya sudah ada malah ditinggalkan hingga menjadi gersang..

    Saya jadi gregetan dan pingin sekali baca buku ini.

  2. Hi mbak Luckty, seru banget ya ceritanya? Setelah membaca review novel “Tunjuk Satu Bintang Ini”, saya jadi penasaran apa ya? yang membuat Dio meninggalkan Marsya begitu saja? Pasti ada alasan Dio yang lebih kuat daripada sekedar mengejar cita-cita. Suka banget dengan selipan kata yang menarik ^^. Jadi pengen beli bukunya🙂

    • Iya, alasan Dion klise banget. Padahal apa susahnya mengajak Masya ke luar negeri juga. Bukankah Marsya juga gak nolak?😀

  3. hmm laki-laki memang begitu kak. padahal dikasi jalan yang mudah, tapi malah bikin jalan yang terasa sulit buat orang lain. akhirnya menghancurkan yang ada. yang selama ini menunggu jadi pergi. “I’m walking away” gitu lah kesannya hehehe

  4. Kalo Dio ngajak balikan, hih, ogah! Mending nikah sama yang lain (eaa, emang situ sapaaa? :P) Tapi emang bener, harusnya Dio nikahin dulu Marsya, baru berangkat. Btw profesi Marsya bikin saya pengen melukis lagi🙂

  5. yah itulah kompleksitas cinta yang berpagut dengan ego. Kadang bagi kita yang membacanya terasa gemas luar biasa, segampang itu kenapa dibuat susah. Mungkin justru itu niatan dari penulisnya utk menunjukkan kekuatan cinta. Cinta tak hanya berujung pada satu tuntutan, namun lebih pada kepasrahan untuk memberi. Make a sense gak sih?😉

  6. Sekilas membaca judul buku ini mengingatkan pada band kecintaan Sheila on7. Menilik dari review buku Menunjuk satu bintang sepertinya mengajarkan hikmah arti kehidupan. Tentunya akan lebih bisa menghargai dengan apa yang telah dimiliki sebelumnya. Mungkin memang begitu yaa jalannya manusia, terkadang tidak menyadari secara penuh, bahwa apa yang tergenggam dan ada dalam kehidupannya saat ini adalah yang terpenting dari segalanya. Menurutku pribadi sebagai emak dari dua anak, turut menangkap arti yang tersirat saja, harus mensyukuri apapun yang aku alami dan hadapi kini, Tidak usah muluk-muluk mencari diluar keluarga🙂

  7. Selamat ya Luckty, sesuai namamu kamu selalu beruntung🙂
    Pastinya seneng dapet buku dari penulisnya plus tandatangannya. Btw, gegara reviewanmu ini aku jadi pengen beli bukunya Sefryana Khairil. Oya, bagus yang judulnya Nothing ya

  8. Nama karakter tokohnya sama kayak cerpen aku yang pernah dimuat, beda di huruf satu aja, Marsha. Hahah… Padahal waktu itu belum tau CTSB ini xD

    Menjengkelkan kenapa Dio nggak nikahin atau ngajak Marsya ikut ke Hamburg. Tapi kadang memang pilihan antara cinta dan pendidikan itu bisa membingungkan, dilema banget lah😀

  9. Buku ini keren banget menurutku.. aku suka banget covernya dan juga ceritanya… ada quotes yang mengena banget di aku Masa lalu adalah bagian dari hidup kita…” (hlm. 29) sering kali masa lalu itu merusak masa depan ku, dan sering mengungkit masa lalu ga akan ada habisnya.

  10. Terharu sama kisahnya Marsya dan Dio. Setuju banget sama kaliman ini -> “Terkadang cinta harus saling melepaskan agar bisa saling menemukan”. Terkadang kita memang harus melepaskan dan merelakan orang yang kita cintai pergi, tapi percayalah jika dia memang jodoh kita, dia pasti kembali kepada kita.

  11. Saya berharap mbak sefryana lebih baik lagi di novel selanjutnya.
    Meski saya nggak pernah kecewa ya…
    Saya menyukai temanya, kovernya, gaya penulisannya.
    Nggak ketinggalan, saya suka reviewnya🙂

  12. Paragraf pertama pada review kk udah bikin aku jleb! Marsya yang mencintai Dio dalam diam, yang akhirnya tidak bertepuk sebelah tangan harus menerima kenyataan pahit saat Dio memutuskan untuk pergi ke Hamburg.
    Well… menyedihkan sekali nasib Marsya, saya jadi ingin tahu bagaimana endingnya..hmm

  13. Suka cover, judulnya, dan bau-bau astronominya, apalagi waktu baca novel ini aku jadi tau.. oh, ternyata sirius itu bintang paling terang di langit malam, dan spica bintang paling terang di rasi bintang virgo😀

  14. “Apakah itu kita, saling merindukan, namun saling takut terluka?”
    Jlebb banget kata-kata ini..
    Suka sama covernya juga judulnya, karena saya suka yang berbau bintang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s