REVIEW My Boyfriend’s Wedding Dress

“Umur yang paling menyebalkan adalah 28. Itu adalah umur yang berada tepat di tengah-tengah akhir dua puluhan. Lebih tua dari 27 tahun dan lebih muda dari 29 tahun. Terlalu tua untuk disebut sebagai pertengahan dua puluhan dan merasa tidak adil jika disebut sebagai akhir dua puluhan.” (hlm. 423)

“Maksud Ibu, Ibu menyuruhku memegangi kaki lelaki yang memang bukan jodohku sambil memohon-mohon padanya agar menikahiku?”

“Ibu kan sudah bilang, umur 28 tahun adalah umur yang paling tepat untuk menikah, jadi jangan banyak bicara dan berdamailah dengan Nak Kim. Kalau tidak, ibu akan menjadi sangat kesal setiap melihatmu.” (hlm. 14)

Beberapa hari sebelum pernikahan dilaksanakan, Se Kyoung sangat tidak sabar untuk menyambut hari itu. Saat itu, Se Kyoung sedang memakan pizza pesanannya, namun ia merasa ada yang kurang setelah menghabiskan seluruh pizzanya. Sepertinya ia tahu apa yang kurang. Saat itu ia sangat tidak sabar dan tegang, dunianya sedang sangat cerah, bahkan bintang-bintang juga tetap bersinar di siang hari. Ia merasa sangat senang, tetapi juga merasa hampa. Sepertinya tidak semua orang dapat memastikan 100% apa sebenarnya penyebab rasa hampa ini. Se Kyoung menemukan apa yang membuatnya hampa saat bertemu Kang Hoo.

Ji Kang Hoo. Lelaki yang membuatnya tidak mempercayai cinta lagi. Lima tahun lalu, Kang Hoo mengajak Se Kyoung untuk berpisah. Sungguh di luar dugaan. Saat itu, Se Kyoung berpikir bahwa cinta adalah hal terkutuk yang akan berakhir jika hati salah satu pihak pergi.

Sejujurnya, Se Kyoung tidak pernah menyangka kalau hal seperti itu akan menimpa dirinya. Dalam percintaan, pertemuan dan perpisahan bukanlah hal yang dapat dihindari, tetapi sepertinya Se Kyoung tidak pernah mengira kalau percintaannya juga akan sama dengan percintaan yang lain. Se Kyoung tidak menyangka kalau Kang Hoo akan tega mengkhianatinya.

Se Kyoung berusaha keras untuk melupakan Kang Hoo. Kang Hoo merupakan sosok yang menganggap hidup adalah uang, sehingga Se Kyoung memahami keputusannya yang pergi demi uang. Se Kyoung tidak menyangka kalau cara membuat seseorang tidak memercayai cinta sangat mudah.

Lalu Se Kyoung bertemu dengan Hyo In, lelaki dari keluarga berpendidikan dan sangat mapan. Ia juga tidak terlihat seperti orang yang akan terlibat masalah dengan wanita lain di kemudian hari. Selain itu, keluarganyajuga sangat berkecukupan karena merasa bisa memesankan gaun pengantin bua tantangan dari seseorang perancang busana ternama di Italia. Lelaki itu juga sangat kuat sehingga Se Kyoung berpikir bahwa lelaki itu adalah sosok yangdapat diandalkannya. Akhirnya, Se Kyoung memutuskan untuk menikah dengan lelaki itu. Namun, entah kenapa Kang Hoo harus muncul lagi.

Selama ini, Se Kyoung berpikir kalau ia telah melupakan semuanya. Namun ternyata, sepertinya pikiran itu tidak benar, karena sekarang hatinya terasa sangat sakit. Hatinya selalu berkata kalau ini bukan cinta. Kepalanya berkata kalau ia telah kehilangan kerasionalannya karena uang. Ia terlambat menyadari semua ini. Hati dan kepalanya meneriakkan agar ia segera membatalkan pernikahan ini. Matanya yang disilaukan oleh uang juga mulai dapat melihat lagi. Sangat mengejutkan.

Saat Se Kyoung membayangkan hidupnya setelah menikah dengan Hyo In, ia mulai membayangkan kalau ia akan membutuhkan tiga buah tank air berkapasitas sepuluh ton untuk membersihkan rumah yang besar. Lalu, ia juga mulai berpikir kalau ia tidak akan menggunakan air itu untuk membersihkan rumah, tetapi untuk menenggelamkan rumah itu ke dalamnya. Se Kyoung berpikir kalau rumah itu, bukan, hidupnya akan tenggelam begitu saja ke dalam air jika ia menikah dengan Hyo In. Ia berpikir seperti itu saat duduk di ruang tunggu pengantin wanita sambil bercermin.

Kemudian, Se Kyoung lari begitu saja dari pesta pernikahannya!

Sementara ada Hae Yoon yang tidak pernah berpikir kalau iatak akan menikah. Hae Yoon adalah anak yatim piatu yang bahkan tidak pernah melihat ujung hidung orangtuanya, sehingga ia sangat terharu setiap melihat terbentuknya keluarga baru. Ia ingin secara tidak sengaja bertemu dengan perempuan yang cocok dengannya dan segera berpisah dengan perempuan itu. Namun jika sedang sial, ia bisa saja hidup seumur hidup dengan perempuan itu. Jika hidup selamanya dengan perempuan itu, ia pasti akan merasakan rasa tanggung jawab yang amat besar, sehingga ia memilih untuk bertemu lalu berpisah dalam waktu yang singkat.

Hae Yon tidak memiliki satu pun yang kurang dari penampilannya –karena itu banyak perempuan yang mengantre untuk mendapatkannya, tetapi sayangnya Hae Yoon tidak mau merasa terbebani dengan pernikahan yang mengharuskannya untuk membesarkan minimal seorang anak. Hal ini membuat HaeYoon ingin menghapus pasal-pasal dalam hukum yang berhubungan dengan pernikahan.

Hae Yoon meyakinkan dirinya bahwa ia harus melakukan pernikahan ini. Pernikahan yang dilakukan tanpa perasaan apa pun. Di saat seperti ini, biasanya seorang lelaki tidak mau menikahi seseorang perempuan karena perempuanitu memiliki masalah, dan masalah Ye Rin adalah sejarah percintaannya yang panjang, serta tidak adanya kemauan dari Ye Rin untuk menghentikan sejarahnyayang sekarang terus bertambah panjang itu. Menikahi cucu semata wayang pemilik perusahaan kertas besar yang menjual kertasnya di seluruh Amerika, sepertinya adalah intensif untuk Hae Yoon yang selama ini menjadi penasihat hukum perusahaan itu.

Hae Yoon –ia tidak menyukai Ye Rin, tetapi memutusakan untuk mengambil langkah yang sama dengan Ye Rin- tidak punya pilihan lain selain mematuhi keinginan Oh hwejangnim. Ia bertemu dengan Ye Rin beberapa kali lalu memutuskan untuk menikahinya. Hubungan mereka juga tidak buruk. Mereka memang tidak bisa disebut teman. Mereka lebih cocok disebut sebagai dua prajurit dari sisi berbeda yang bertemu dalam arena perang tanpa ada orang lain selain mereka berdua. Hubungan mereka adalah hubungan yang terasa membebani, walau mereka berusaha untuk menjalani hubungan mereka dengan santai. Mereka pun tidak bersikap saling memusuhi.

Celakanya, gaun pengantin yang akan dipakai oleh Ye Rin ternyata tertukar. Dan histeris menginginkan gaunnya kembali. Dan Hae Yoon harus mendapatkannya dengan cara apa pun!

“Aku sudah punya gaunku sendiri. Gaun sekarang yang sekarang ada di tangan perempuan lain! Itu adalah milikku! Bukan gaun pengiring pengantin, tapi gaunku! Itu adalah gaunku yang kupilih tiga tahun yang lalu dan akan aku pakai di pesta pernikahanku. Kau menyuruhku memakai gaun pengantin lain di pesta pernikahanku? Aku tidak bisa. Tidak akan bisa! Never!” (hlm. 33)

Sebuah novel terjemahan dari Korea. Tema yang diangkat sungguh unik. Pertemuan antara dua insan manusia yang tak sengaja gegara gaun pengantin, hingga berlanjut ke pertemuan-pertemuan tak terduga setelahnya. Hidup memang tidak bisa ditebak, begitu juga dengan jodoh, yang di depan mata belum tentu takdir kita. Itulah yang dialami baik Se Kyoung maupun Hae Yoon.

“Kau tidak memperlakukanku seperti selada lagi, kan? Kau sedang tidak meremehkanku dan menganggapku gampangan seperti seekor kelinci kan?”

“Jadilah perempuan yang seperti steik. Aku akan membantumu.” (hlm. 435)

Beberapa kalimat favorit:

  1. Jangan pernah menilai orang dari sifatnya, karena ujung-ujungnya, hidup di dunia hanya memerlukan uang. Uang menentukan posisi. Pernikahan juga merupakan sesuatu yang menentukan kelasmu. (hlm. 277)
  2. Jika kau ingin menikahi perempuan lain, buatlah garis yang jelas. Jangan menaruh perasaan sedikit pun pada orang lain. (hlm. 370)

Keterangan Buku:

Judul                : My Boyfriend’s Wedding Dress

Penulis              : Kim Eun Jeong

Penerjemah      : DwitaRizki Nientyas

Penyunting        : NyiBlo

Layout              : Dedy Andrianto

Terbit               : Juli 2012

Penerbit            :  Haru

Tebal                : 444 hlm.

ISBN               : 978-602-7742-00-0

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

23 thoughts on “REVIEW My Boyfriend’s Wedding Dress

  1. Aaaaa, kece banget ini buku. Tadi pas baca review hampir salah asumsi kalau Hae Yoon itu perempuan x_x Mungkin, Hae Yoon nikahnya sama Se Kyoung, kali .-. *syukur syukur kalau spoilernya begitu*

  2. Itu banget… Eh iya Mbak ini bukunya hadiah atau beli? Kayaknya lagi ada proyek kontak bareng Haru nih😀

  3. Beberapa kali pengen baca buku terjemahan dari Korea, tapi lebih gedhe sayang duit daripada keinginan buat baca *waduh

    Cerita korea beberapa ga keduga, dan beberapa memberi pengalaman hidup yang menarik, walaupun sering-sering pula berkutata dengan cinta dan uang (*ngik). Liat-liat lagi ah review buku terjemahan Korea lain.

    Hihi,
    Salam kenal

    Athiah ~

    • Coba sering cek TL @PenerbitHaru, mereka sering menerjemahkan buku-buku Korea, trus sering bagi kuis via twitter. Semoga berhasil😉

  4. Pingback: Sindrom Korea Bersama Haru | Luckty Si Pustakawin

  5. Aku suka ceritanya, tapi nggak terlalu suka novel terjemahan u.u Soalnya, terkadang bahasa yang muncul agak aneh >.< hehehe
    Nice post mbak😉

  6. setuju sama coment diatas ku, hhe.
    kadang bingung sama terjemahan yang gak jelas bin aneh di novel terjemahan . padahal mungkin kalo nerjemahinnya bener, novel itu bisa jadi bagus banget lhoo :3

  7. Skenario-skenario Allah memang penuh dengan kejutan. Hal yang tidak disangka-sangak bisa saja terjadi. Termasuk jodoh. Orang yang saat ini menjadi pacar atau sedang dekat dengan kita, belum tentu orang yang akan menjadi jodoh kita. Teka-teki kehidupan memang sangat menakjubkan🙂

  8. punya buku ini juga.. menurutku sih ceritanya agak-agak seperti drama korea yang dibukukan. hahaha. tapi ntahlah saat dibahas dalam bahasa novel terasa agak membosankan. saat membaca review mbak, baru deh inget lagi cerita dan nama2 tokohnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s