REVIEW Bi!

Membenci seseorang itu memerlukan banyak energi. Apalagi untuk waktu yang lama, hal itu sangat menguras tenga dan pikiran. (hlm. 71)

Ibu Min Jeong meninggal ketika ia masih duduk di kelas 2 SMA. Itu adalah peristiwa yang menjadi titik balik seluruh kehidupan Min Jeong. Memaksanya bukan hanya melangkah keluar, tapi benar-benar melupakan keberadaan zona nyamannya, belajar untuk bertahan sendiri menghadapi kenyataan kehidupanyang keras.

Kelakuan ayah Min Jeong pun mulai berubah. Ia bukan seorang ayah yang hangat, yang dapat diandalkan sebagai kepala keluarga. Ayah Min Jeong jadi sering uring-uringan serta sering mabuk dan berjudi. Awalnya Min Jeong mengira semua itu karena ayahnya stress dan mengkhawatirkan biaya pengobatan ibunya sehingga dengan berjudi, beliau berharap bisa mendapatkan uang banyak dalam waktu singkat. Akan tetapi, setelah ibu Min Jeong meninggal, kelakuannya semakin menjadi-jadi.

Min Jeong yang tadinya khawatir, lama-lama jadi capek sendiri. Bagaimana pun terpuruknya seseorang, seharusnya tetap ada batasnya. Ketika ia telah menyentuh dasar, seharusnya pilihan satu-satunya hanyalah bangkit lagi. tapi sepertinya ayah Min Jeong ketika telah terpuruk sampai ke dasar, malah memilih untuk menggali dan terpuruk lebih dalam di lubang buatannya sendiri.

Min Jeong tidak mau seperti itu. Ia tidak mau ikut terseret jatuh lebih dalam. Terserah kalau ayahnya mau terus menghancurkan masa depannya, tapi Min Jeong tidak mau ikut hancur bersamanya. Ia pun memutuskan kalau ia tidak bisa lagi bergantung pada ayahnya dan terpaksa harus bisa mengandalkan dirinya sejak saat itu.

Untung saja, saat Min Jeong merasa mungkin ia akan menggelandang di jalanan untuk entah berapa lama, kejaiban terjadi. Itu adalah pertama kalinya Min Jeong merasa, setelah sekian lama, bahwa Tuhan itu masih ada masih sayang padanya.

Dia mendapatkan warisan dari neneknya, ibu dari ayahnya, yang semur hidupnya tidak pernah ia ketahui. Di akhir hayatnya, sang nenek berbaik hati mewariskan sebuah hanok di daerah Bukcheon dan sedikit uang di tabungan untuk Min Jeong dan ayahnya walau dengan sebuah syarat.

Syaratnya bahkan sangat menguntungkan, paling tidak begitulah menurut Min Jeong. Selama dua puluh tahun ke depan, hanok ini tidak boleh dijual atau pun disewakan sepenuhnya kepada orang lain, walaupun kalau mereka mau, Min Jeongdan ayahnya masih bisa meneruskan usaha penginapan yang selama ini dijalankan neneknya.

Sebelum pamit untuk membuka usaha sendiri, Bibi Song menghadiahinya sebuah bel angin yang tidak terpakai. Suara bel angin itu begitu nyaring dan menenangkan. Dan entah kenapa, rasanya seperti ada getaran kecil yang langsung menjalar, mengaliri setiap sel tubuh Min Jeong dan pada akhirnya membuatnya merasakan kelegaan luar biasa, seperti sebersit rasa kerinduan mendalam yang sedikit terobati. Seperti dirinya tiba-tiba menjadi lebih utuh dari sebelumnya.

Bel angin itu niatnya akan dipasang oleh Min Jeong untuk disematkan di bubungan atap gazebo hanok peninggalan neneknya itu. Saat memakunya, tangan Min Jeong terkena paku hingga berdarah. Tak disangka, darah itu menetes mengenai bel angin tersebut. Setelah, bel angin itu tiba-tiba bergerak sendiri, berkelontangan keras, seakan ada gempa bumi yang menggoyangkannya.

Ternyata, di dalam bel angin itu terdapat sesosok dokkaebi yang telah terkurung beratus-ratus tahun lalu. Dia adalah Bi, mahluk dokkaebi yang memiliki sepasang bola mata yang mencuat, kulit wajah yang kemerahan, serta sepasang tanduk di kepala.

Apakah Dokkaebi itu? Mahluk gaib semacam goblin dalam cerita legenda Korea; konon berasal dari roh benda-benda mati, bukan semacam hantu yang berasal dari roh oarng yang sudah meninggal.

Bi sangat membeci Hyuk, karena mirip dengan seseorang yang mengurungnya di bel angin itu. Min Jeong masih sibuk menduga-duga balas dendam macam apa yang akan dilancarkan dokkaebi itu pada orang yang telah membuatnya dikurung selama empat ratus tahun.

Hyuk bukan sekedar teman atau saudara untuk Min Jeong. Hyuk adalah bagian dari hidup Min Jeong. Orang yang begitu berharga untuknya. Walau Min Jeong tidak akan pernah mengakui hal itu di depan Hyuk.

Pikirannya cukup ruwet dengan banyak pertanyaan yang belum bisa ia jawab. Kenapa Bi bisa bebas dari kurungannya di dalam bel angin itu padahal Min Jeong tidak melakukan apa-apa? Kenapa ia bisa melihat Bi saat ia memakai gamut-nya padahal Min Jeong yakin benar ia tidak punya kemampuan khususitu sebelumnya? Apa sebenarnya yang membuat Bi terkurung di sana? Yang terutama kenapa Min Jeong merasa ia cukup familiar dengan dokkaebi itu?

Dokkaebi memang mahluk yang suka bermain dan bersenang-senang. Mereka memakai sebuah gamut yang ketika dipakai akan membuatnya jadi tidak kasat mata, juga sebuahbangmangi yang fungsinya mirip tongkat sihir, dapat dipakai untuk mengubah benda yang ditunjuknya. Meskipun yang sebenarnya terjadi adalah benda itu tidak benar-benar berubah melainkan bertukar tempat dengan benda lain yang menggantikannya.

Dokkaebi suka berteman dengan manusia. Mereka bisa sangat bermurah hati kepada manusia yang baik, tetapi pada manusia yang jahat mereka bisa memberi ganjaran yang jauh lebih menyakitkan.

Awalnya, saat membaca kisah Bi si Dokkaebi ini bikin kita merinding disko, ternyata sosok mahluk yang menyeramkan ini justru terkadang bikin ngakak. Bayangkan, Bi jadi hobiclubbing, punya akun twitter dan hobi main game online seperti yang dilakukan manusia pada umumnya. Kisah yang unik sekali. Jempol buat buku perdananya Fei ini. Sangat Korea sekali, padahal ini penulis Indonesial oh. Keren sekali bisa menuliskan cerita Korea ala fantasi. Gak sabar nunggu tulisan berikutnya! (´⌣`ʃƪ)

Keterangan Buku:

Judul                : Bi!

Penulis              : Fei

Penyunting        : TiaWidiana

Desain cover    : Angelina Setiani

Penerbit            : Haru

Terbit               : Februari 2013

Tebal                : 280 hlm.

ISBN               : 978-602-7742-10-9

 

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

16 thoughts on “REVIEW Bi!

  1. Pingback: Sindrom Korea Bersama Haru | Luckty Si Pustakawin

  2. Pertama baca judulnya, kirain novel tentang Hujan u.u Bi dalam bahasa Korea adalah hujan. Ternyata panggilan dari Dokkaebi😀
    Mungkin, Dokkaebi ini sejenis Gumiho ya (rubah ekor sembilan), tapi beda genre (?) Hmm, siapa tahu u.u hehehe
    Nice post mbak😀

  3. Pas pertama baca review nya kirain ini novel terjemahan. tapi setelah baca sampai habis ternyata penulisnya orang Indonesia. Hahaha keren lah ceritanya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s