REVIEW Bekerja Sebagai News Presenter

Bagi penyiar berita yang bekerja dengan sistem kontrak atau freelance (lepas), mereka hanya perlu datang ke kantor saat menjelang siaran. Biasanya, dua jam sebelum siaran karena tugasnya hanya mempelajari naskah berita yang diperoleh wartawan di lapangan dan sudah disusun oleh tim redaksi, kemudian membacakan berita itu saat siaran langsung.

Tapi sekarang ini, kebanyakan penyiar berita adalah karyawan tetap. Kalau sudah menjadi karyawan tetap, mereka juga dilibatkan dalam pencarian berita. Tak jarang, di antara mereka terjun langsung ke lapangan untuk mencari berita, menyusunnya, kemudian membacakannya sendiri. Nah, mereka ini perlu dibekali dengan pengetahuan jurnalistik. Menurut Sandriano Malakiano, seorang penyiar berita yang baik memang seharusnya dibekali pendidikan jurnalistik yang memadai.

Jadi, untuk menjadi penyiar berita harus dimulai dari seorang reporter. Reporter yang handal bisa menjadi presenter yang handal, presenter yang handal bisa menjadianchor (penyiar berita) yang handal. Maka dari itu, semua dasarnya adalah reporting, yakni pengalaman di lapangan untuk mencari berita. Dari sanalah tuntutannya dimulai, yaitu mencari infromasi dan tahu seperti apa kondisi di lapangan, bukan dari mendengar sana-sini.

Informasi yang didapat itu kemudian ditulis beritanya. Setelah berita ditulis, dilakukan pengeditan. Setelah proses pengeditan, penyiar berita pun harus terlibat ke dalam proses produksi karena ia harus tahu apakah berita yang ditulis sudah sesuai dengan gambar yang akan ditayangkan. Makanya, ia harus bekerja sama dengan baik dengan juru kamera karena tanpa gambar, berita tak dapat disiarkan. Reporter dan juru kamera pun harus saling mengisi.

Saat gambar dan tulisan sudah selesai, dan lolos dari pengeditan editor dan produser, jadilah sebuah paket informasi yang layak ditampilkan. Jadi, pekerjaan seorang penyiar berita dimulai dari proses mencari, menulis, mengedit, dan memproduksi. Dengan begitu, ia benar-benar memahami berita tersebut. Namun pada kenyataannya, tidak semua berita yang disiarkan berasal dari si penyiar berita itu sendiri. Kalaupun berita itu berasal dari reporter lain, seorang penyiar berita harus melihat naskahnya lebih dulu, mengeditnya, dan mengikuti proses produksinya sebelum siaran. Itu untuk memudahkannya dalam membaca berita tersebut.

Oleh karen itu, pekerjaan seorang penyiar berita tidaklah mudah. Tidak hanya sekedar datang, duduk, terima naskah, dan membacakannya, melainkan ikut andil dalam proses pengeditan dan produksinya. Jadi, jenjangnya dimulai dari reporter terlebih dahulu, baru kemudian penyiar berita. Dan, untukmenjadi seorang penyiar berita, syaratnya dilihat dari prestasi dan jam terbang, bukan dari ijazah.

Menyajikan sebuah berita kepada pemirsa di layar kaca memerlukan banyak hal. Tidak hanya beritanya saja yang perlu menarik dan up-to-date, tapi penyampaian beritanya pun juga harus menarik. Dalam hal ini, yang dibutuhkan tak cuma keterampilan seorang reporter yang ahli dalam menggali sebuah berita, tetapi juga kemampuan seorang penyiar berita dalam menyampaikan berita itu. Harus dipahami bahwa penyiar berita adalah ujung tombak dari sebuah berita.

Keterangan Buku:

Judul                            : Bekerja Sebagai News Presenter

Penulis                          : Fitryan G. Dennis

Editor                           : Audina Furi Nirukti

Editor fotografi              : Adhityo B. Hardoyo

Lokasi pemotretan        :  Studio Metro TV

Desainer sampul           : Farid F. Noor

Penerbit                        : Esensi

Terbit                           : 2008

Tebal                            : 92 hlm.

ISBN                           : 978-979-015-867-2

4 thoughts on “REVIEW Bekerja Sebagai News Presenter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s