REVIEW Bekerja Sebagai Wartawan

Jadi wartawan? Kenapa nggak? Bayangin aja asyiknya, kalau jadi wartawan, kita bisa ketemu orang terkenal, mulai dari selebriti sampai politikus, dan ngobrol bareng mereka sesuka hati. Lalu, ke luar negeri atau keluar kota gratis. Masih ada lagi, wartawan disegani dan sangat dihormati semua orang.

Mereka yang punya hobi bertualang, menulis, dan membaca, biasanya memilih profesi wartawan. Mereka menganggap pekerjaan ini sebagai penyaluran hobi. Alhasil, mereka jarang memikirkan dukanya, tapi lebih banyak merasakan sukanya. Apalagi yang punya hobi jalan-jalan, pasti senang dengan pekerjaan ini karena sering mendapat tugas mengunjungi berbagai daerah dipelosok tanah air dan dunia. Belum lagi kalau tugasnya itu mengunjungi daerah yang kita sukai. Sungguh menyenangkan!

Pekerjaan sehari-hari wartawan beda banget dari yang disebut ‘kerjaan’ pada umumnya. Mereka tidak terikat waktu kerja. Wartawan bekerja 24 jam penuh, tidak peduli pagi, siang, bahkan malam sekalipun. Hal ini tentunya tergantung sifat pemberitaan yang dikejar dan proses pencarian berita.

Kalau sudah cinta, apapun akan dilakukan dan bagaimanapun kondisinya akan diterima dengan lapang dada, ibarat kita pacaran, apa pun akan dilakukan demi cinta kan? Kalau kita cinta, ke ujung dunia pun kita mau mengejar berita, apa pun resikonya.

Seseorang baru bisa disebut wartawan jika dia sudah sanggup melakukan hal-hal berikut:

  1. Menembus sumber berita dan memperoleh bahan yang dibutuhkan, bagaimanapun kondisinya. Nggak ada yang namanya wartawan menolak tugas karena takut.
  2. Membina hubungan (lobi) dengan sumber-sumber beritanya untuk mendapatkan bahan yang ekslusif dan lengkap. Harus diingat bahwa keberhasilan seorang wartawan mencari atau mendapatkan berita tergantung pada kemampuannya membina hubungan baik dengan sumber-sumber berita.
  3. Mampu melakukan riset di perpustakaan atau tempat tinggal untuk menyempurnakan bahan yang dikumpulkannya. Hal ini sangat dibutuhkan agar berita menjadi padat dan lengkap.
  4. Bisa melakukan wawancara dengan siapa pun yang menjadi subjek berita. Wartawan nggak boleh memilih narasumber. Seperti apa pun sifat seorang narasumber harus didekati dengan baik.
  5. Menghasilkan atau mendapatkan foto yang mendukung berita. Hal ini penting, karena sebuah berita akan semakin kuat jika didukung oleh gambar yang baik.
  6. Membuat laporan yang lengkap, jelas, dan akurat. Hal ini merupakan tuntutan utama, karena berita yang tidak lengkap akan merugikan pembaca yang haus informasi.
  7. Bekerja cepat menyelesaikan tugas pada waktunya. Bagi wartawan, waktu adalah segalanya, makanya pekerjaan wartawan selalu diburu oleh waktu, apalagi saat deadline tiba.
  8. Mampu berinisiatif mengembangkan sendiri bahan berita. Untuk yang satu ini, wartawan harus bisa menggali informasi lebih dalam dan lebih banyak.
  9. Mengikuti perkembangan berita di semua bidang, sehingga sudah memiliki informasi lengkap jika suatu saat ditugasi menulis tentang suatu topic tertentu.
  10. Mampu mengusulkan ide berita yang muat layak.
  11. Bisa bekerja sama dengan koordinator response sesuai dengan uraian tugas.

Keterangan Buku:

Judul                            : Bekerja Sebagai Wartawan

Penulis                          : Fitriyan Dennis

Editor                           : Daniel P. Purba

Editor fotografi              : VeriSanovri

Desainer sampul           : Farid F. Noor

Penerbit                        : Esensi

Terbit                           : 2008

Tebal                            : 86 hlm.

ISBN                           : 978-979-015-790-3

3 thoughts on “REVIEW Bekerja Sebagai Wartawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s